SELEMBAR KERTAS

SELEMBAR KERTAS
Episode 171


__ADS_3

Christopher sedikit menjauh disaat terdengar deringan handphone nya.


"Ada apa Louise, aku masih ada di ruangan Zahra"


"Aku sudah di Rumah sakit, ruangan Zahra yang mana, sebelum ke Kirana aku akan kesana dulu, melihat keadaan Zahra Chris" jawab Louise.


"Tunggu di sana, aku akan menjemputmu, kebetulan Zahra juga masih tertidur"


"Baiklah"


Segera Christopher mematikan handphone nya dan bergegas pergi untuk menjemput kekasihnya, tak membutuhkan waktu lama, kini mereka berdua berjalan beriringan di koridor Rumah Sakit menuju kamar Zahra.


Dalam perjalanan Christopher menceritakan segalanya, apa yang terjadi dengan Zahra dan bagaimana Louis harus bisa merahasiakan ini semua dari Kirana.


"Ya Allah Chris..aku tidak bisa membayangkan apa yang dirasakan oleh Zahra saat ini, benar-benar miris" ucap Louise.


"Aku juga tidak tega melihatnya..mohon ijinkan aku menunggu dan memberi perhatian padanya dulu ya..sampai dia nanti tenang"


"Kamu ini bicara apa..tentu saja kamu harus melakukannya, kamu satu-satunya sahabat nya saat ini, aku pun bersedia membantu apapun itu"


"Kau cukup selalu memberi support padaku honey.."


Cup


"Chris..!, Ini di Rumah Sakit"


"Tau..memang kenapa?"


"Jangan main cium sembarangan, malu, banyak orang lihat kita"


"Kan kita sepasang kekasih, bukan selingkuhan, kenapa harus malu?"


"Ish..kau ini, tau tempat dong..!"


"Oh jadi harus ditempat yang sepi..ok, kalau kebablasan jangan di salahkan"


"Bukan begitu juga, sudah..bahas apa sih, fokus sama keadaan Zahra, dasar..!"


Bukannya marah, Christopher justru terkekeh dan menarik tubuh kekasihnya untuk berada dalam rangkulannya, percuma saja Louise menolak, toh tetap saja Christopher menariknya tanpa malu lagi.


Sampai di ruangan, akhirnya Louise bisa melihat bagaimana keadaan Zara saat ini dengan bekas air mata yang masih terlihat di pipinya, Louise merasa tidak tega, hingga dia mendekat dan menggenggam tangan Zahra.


"Yang kuat Nona Zahra, kami akan selalu ada untuk mu, maaf kalau selama ini sikapku kadang kurang baik padamu" ucap Lirih Louise.


Christopher tersenyum, Duduk di samping Louise dan mencium rambut kekasihnya sambil mengucapkan terimakasih, dan tak lama kemudian Zahra tampak menggerakkan tangannya.


"Chris..Zahra terbangun" ucap Louise


"Iya, tetaplah disini, kita temani saja..semoga kali ini dia tidak histeris lagi" ucap Christopher.


Perlahan mata Zahra terbuka, dan terdengar suara lirih Zahra memanggil Christopher.


"Aku disini Ra.. kau sudah bangun?" Ucap Christopher.


"Hem..Chris, apa aku benar-benar lumpuh?" Tanya Zahra dengan wajah sendu dan air mata yang mulai menetes kembali.


"Hei.. sudahlah..dokter masih akan mengupayakan kesembuhan kakimu, tenanglah ya..?" Jawab Christopher.

__ADS_1


Zahra mengangguk pelan, dan kemudian terkejut saat menatap ke arah lain dan baru menyadari ada Louise disana.


"Louise..maaf.." ucapnya.


"Tidak apa-apa Nona Zahra, bagaimana keadaanmu, sudah lebih baikan?" Sapa Louise untuk mengurai ketegangan.


"Alhamdulillah..aku lebih baik, maaf aku tidak tau ada kamu di sini, dan Christopher_"


"Aku bilang tidak apa-apa, aku justru akan marah kalau Christopher tidak menemanimu, sebagai sahabat sudah seharusnya memberikan support terbaik" shut Louise tersenyum dan menggenggam tangan Zahra.


Keduanya lalu berbincang, sesekali Christopher ikut masuk didalam percakapan, rupanya hal ini membuat Zahra bisa meringankan beban pikirannya, tampak dia bisa tersenyum saat Louise berbagi cerita konyolnya.


**


Pagi yang cerah dimana Kirana sudah terbangun dan di sambut oleh senyuman sahabat dan juga ibu mertuanya, tak lupa Alfaro yang sedikit merusuh dengan tiba-tiba saja mendekat dan mencium puncak kepalanya dilanjutkan dengan gigitan di bibir basahnya.


"Honey..!"


"Dikit..biar cepat sembuh" sahutnya lalu pergi keluar bersama dengan Aliando.


"Dasar..!" Ucap Kirana yang wajahnya merona karena malu dengan kelakuan suaminya, sementara Hani dan juga Aisyah hanya tersenyum sambil menggelengkan kepala.


"Aku akan pulang dulu Kirana, nanti siang aku kan menemanimu lagi" ucap Hani.


"Tidak usah..aku sudah baik-baik saja, jangan terlalu mengurusi ku sampai kau lupakan keluarga, terutama suami mu" jawab Kirana.


"Tentu saja tidak, Ronan juga tadi disini bersama Alfaro, sebentar lagi akan menjemput ku untuk kembali pulang"


Kirana tersenyum dan mengucapkan terimakasih kembali ke sahabatnya yang selalu ada untuknya di saat senang maupun susah, tak lama setelah Ronan datang, Hani segera berpamitan untuk pulang.


Sementara berada di kantornya, langsung mendapat sambutan dari Aliando.


"Hem..ada hal penting"


"Katakan Dad" jawab Alfaro yang kini sudah duduk berhadapan dengan Aliando.


"Semua bukti tentang Harry Milton sudah aku dapatkan, pihak berwajib bersiap untuk memanggil nya ke persidangan, begitu juga semua orang yang terlibat nantinya, kau harus bersiap"


"Apa harus Kirana juga?"


"Kalau memang di butuhkan, mungkin iya"


"Tapi Dad..Kirana harus_"


"Aku tau.. tapi kemungkinan hal itu tidak dalam waktu dekat, aku akan mengatur semuanya Agar di proses setelah keadaan Kirana benar-benar sudah sehat"


"Good..kalau seperti itu aku setuju Dad"


"Tentu saja aku sangat memikirkan keadaan Kirana dan calon cucuku, dan kau juga jangan sampai lengah mengawasi Harry Milton, jangan biarkan dia lolos kali ini, aku dengar dia akan melarikan diri ke luar negeri"


"Aku dan Ronan sudang mengatasi itu Dad, aku pastikan dia tetap berada dalam tempatnya yang sekarang"


"Hem..bagus, kali ini Daddy harap semua berjalan lancar dan segera selesai"


"Aamiin..aku juga berharap seperti itu" jawab Alfaro.


Alfaro berhenti saat kemudian mendapat telepon dari Ronan, sejenak Aliando tampak serius terdiam mengamati gerak gerik anaknya.

__ADS_1


"Lakukan Ron..aku tidak perduli lagi, jika terpaksa harus menyeretnya dan melemparkannya kembali ke tempatnya"


Terdengar ucapan Alfaro di dalam percakapan ponselnya.


Setelah memutuskan percakapan, Aliando segera menanyakan apa yang terjadi.


"Ada apa?"


"Ronan dan anak buahnya menggagalkan rencana Harry yang hendak kabur ke luar negeri"


"Apa?!, Kurang ajar..!" Ucap aliando yang kemudian segera menghubungi seseorang.


"Apa yang Daddy lakukan?"


"Segera memproses kasus Harry Milton" jawab Aliando, setelah itu berbincang dengan seseorang dari pihak yang berwenang untuk bersiap melancarkan aksinya membawa Harry Milton dalam pemeriksaan.


Alfaro merasa sedikit lega, dan kemudian kembali berkutat dalam pekerjaannya setelah Aliando pergi dari tempatnya, kini berganti Louise yang sudah masuk dan membacakan semua jadwal Alfaro hari ini.


"Banyak sekali Louise, tidak bisakah dikurangi?"


"Maaf Tuan Alfaro..ini karena anda sudah melewati pekerjaan beberapa hari, saya sudah tidak bisa lagi memundurkan jadwalnya"


"Baik-baik, kamu atur saja, kita akan menyelesaikan hari ini, oh ya..apa kau kemaren datang menjenguk Zahra?"


"Iya Tuan, bersama dengan Christopher"


"Oh ya sudah, semoga Zahra bisa menghadapi semuanya dengan kuat"


"Aamiin..saya harap begitu tuan, Christopher dan saya akan selalu mensupport dan mendampingi nya untuk sementara waktu, Kasian..Zahra hanya seorang diri sekarang ini"


"Hem.. aku tau, maaf.." ucap Alfaro yang tidak sadar mengucapkan maaf karena merasa bersalah dengan keadaan Zahra.


Louise mengerutkan kening, merasa aneh mendengar penuturan lirih sang bos yang ada di hadapannya. "Maaf..?, Maksud tuan..?"


"Maksud ku..aku merasa semua salahku karena waktu itu_"


"Tuan Alfaro..itu bukan salah anda, saya sudah mendengar semuanya dari Christopher, anda melakukan untuk menyelamatkan nyawa seseorang..dan insiden Zahra diluar kesengajaan anda"


"Hem.. terimakasih Louise, sebaiknya kita segera bersiap" ucap Alfaro mengalihkan pembicaraan, dia tidak ingin pekerjaan beratnya hari ini akan di lalui semakin sulit dengan perasaan bersalahnya.


**


Sore itu, tepatnya sudah hari ke tiga Kirana di rawat, ingin sekali melemaskan badannya, Kirana turun dari tempat tidur hanya untuk sekedar berjalan-jalan di sekitar ruangan.


"Mau kemana sayang?" Suara lembut menghentikan langkah Kirana.


"Mom..aku hanya ingin berjalan-jalan saja, badanku sakit semua kalau harus banyak berbaring di tempat tidur"


"Baiklah..jangan terlalu jauh, aku ingin mandi dulu, ingat untuk berhati-hati ya?" Ucap ibu Aisyah yang kemudian segera masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri.


Kirana melanjutkan jalannya, tertarik dengan sebuah taman yang jauh dari tempatnya, Kirana segera menuju kesan untuk menikmati pemandangan.


"Cantik..sejuk sekali di sini.." ucap lirih Kirana yang terus melangkahkan kakinya memutari taman kecil tempatnya berada kini.


Tak sadar berjalan maju dan mundur menggerakkan kakinya dengan senyuman, tiba-tiba saja Kirana tidak sengaja menabrak seseorang.


Jangan lupa VOTE, HADIAH, LIKE, dan KOMENnya.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2