
Tidak terdengar lagi teriakan Kirana saat Alfaro kini sudah melu-mat bibirnya dengan lembut dan menuntut, sedikit gigitan berhasil membuat bibirnya terbuka untuk menerima sentuhan lembut lidah Alfaro yang sudah menjelajah di dalamnya.
Air shower mengguyur seluruh tubuh keduanya, suhu dingin yang menyentuh kulit terasa menghangat mengikuti has-rat mereka yang membumbung tinggi.
Suara desa-han kini saling mengisi, pekikan suara Kirana terdengar sesaat ketika sang pusaka berhasil masuk kedalam dirinya.
Pergulatan panas nan ero-tis terlihat saling melengkapi untuk mencapai kenikmatan yang diinginkan, dengan hentakan yang kuat Alfaro berhasil membuat keduanya terlempar dalam kabut ga-irah yang nyata, hingga kemudian keduanya berteriak saat mendapati puncak kenikmatan bersama.
"Oh..honey.. sekali lagi" ucap lirih Alfaro yang masih menenggelamkan miliknya kedalam tempat ternyaman.
Sekali lagi Alfaro meminta kenikmatan itu dilanjutkan, dengan merubah posisi sang istri yang membelakangi nya, perlahan kembali miliknya masuk ke dalam lubang kenikmatan dengan sempurna.
"Shh..honey..ohh" suara desa-han dari bibir Kirana segera menyambut saat Alfaro kini bergerak aktif membuat sang pusaka keluar masuk hingga mengguncang tubuhnya.
"Sedikit lagi honey..ough.." suara Alfaro saat merasakan lahar panasnya bersiap menyembur kembali.
"AHH..!!"
Akhirnya terdengar juga teriakan pertanda puncak kenikmatan sudah mereka dapatkan lagi. Alfaro tersenyum, segera menopang tubuh istrinya yang kelihatan begitu kelelahan, dan keduanya segera membersihkan diri lalu beristirahat sejenak.
Tepat jam 7 malam, setelah makan malam Kirana mendapat telpon dari Hani yang mengabarkan bahwa semua keluarganya dan juga Ronan telah datang ke Paris.
"Siapa honey?"
"Hani, semua keluarganya sudah datang dan sekarang ada di Mansion, keluarga Ronan juga..apa dia belum memberikan kabar?" Tanya Kirana.
Alfaro segera mengecek handphone nya, dan ternyata ada beberapa panggilan dan juga pesan sesuai apa yang dikatakan Kirana, bahwa keluarganya kini juga sudah ada sebuah Vila miliknya yang di beli beberapa bulan yang lalu.
"Alhamdulillah.. keluarga Ronan juga sudah ada di Villa, besok kita akan menyapanya juga setelah dari Mansion, bagaimana honey?" Tanya Alfaro.
"Baiklah..untuk acara kerja besok akan aku cancel honey, dan sebaiknya Louise segera kamu hubungi untuk mengatur jadwal mu kembali" sahut Kirana memberikan saran ke Suaminya.
Alfaro mengangguk dan segera menghubungi Louis untuk mengosongkan jadwal pertemuan dengan beberapa kolega bisnisnya.
*
Sementara itu, terlihat Christopher sedang berbicara dengan sosok misterius yang dipanggil Sang Tuan oleh semua orang yang ada disana.
__ADS_1
"Bagus..aku ingin melihat bukti nyata sesuai apa yang kamu bicarakan soal penelitian mu dan aku harap kau tidak akan mengecewakanku"
"Baik Tuan..saya akan memperlihatkan pertunjukan yang akan membuat Tuan pasti sangat terkejut" jawab Christopher Nolan, lalu kemudian dirinya segera melompat dengan gerakan yang sangat ringan, mengeluarkan bola api dari kedua tangannya dan menghantam sesuatu hingga meledak dan membuatnya terbakar.
Terlihat senyuman puas dari sang Tuan seperti yang diharapkan oleh Christopher Nolan, "saatnya aku memperlihatkan satu kekuatan supranatural ku lagi" batin Christopher yang kemudian berteriak meminta beberapa orang untuk menyerangnya.
Dan semua mata terpana, saat Christopher Nolan berhasil dengan menghipnotis orang-orang itu untuk menyerah dan bersujud di lantai dengan mudahnya.
"Bagus..sekarang saatnya giliran ku, dan aku ingin bicara empat mata dengan mu Christopher Nolan" ucapnya, lalu kemudian keduanya kini memasuki ruangan dan menutupnya rapat.
"Ada apa Tuan?" Tanya Christopher.
"Aku dengar kau menginginkan seorang wanita yang sudah menjadi milik seseorang yang tidak bisa kau kalahkan, benarkah?"
Christopher terkejut dan kemudian sesaat, "iya tuan.. bagaimana anda bisa tau?" Tanya Christopher.
"Kau tau aku punya kekuatan yang tidak bisa aku gunakan karena keadaan yang masih belum memungkinkan, bahkan mengetahui sepak terjang mu di luar pun bukan hal yang sulit bagiku, jadi dengar baik-baik penawaran ku" ucap sang Tuan membuat Christopher semakin serius mendengar apa yang dikatakan oleh sang Tuan.
"Wanita yang kau sukai mempunyai kekuatan supranatural yang tidak bisa dianggap remeh, dan hanya kekuatan supranatural nya yang mampu membangkitkan semua kekuatan dalam tubuhku, karena dia adalah salah satu orang terkuat dari Klan ku"
"Hem..sebelum akhirnya dia dan kakak nya berkhianat"
"Jadi..Anda akan membunuhnya dengan mengambil semua kekuatan supranatural nya?" Sahut Christopher terkejut.
"Mengambil kekuatannya memang iya, tapi membunuhnya tentu saja tidak, aku hanya butuh sedikit kekuatannya untuk membuka kembali kekuatan supranatural yang ada dalam tubuhku, setelah itu Kirana bisa kamu ambil tanpa resiko"
"Maksud tuan?"
"Kirana tidak akan mempunyai kekuatan nya lagi, dan kau akan dengan mudah menguasainya, membuatnya menjadi milikmu untuk selamanya, apa kau paham?"
"Oh..iya Tuan, aku sudah bisa mengerti apa yang anda maksudkan"
"Bagus..untuk itu aku menugaskan mu untuk membawa Kirana segera, apa kau sanggup?"
"Tentu saja Tuan, siap melakukan perintah anda" jawab Christopher Nolan dengan percaya diri yang sangat tinggi karena sudah berhasil mempunyai kekuatan supranatural yang akan dia gunakan.
*
__ADS_1
Mengingat pesta pernikahan Kirana yang akan di adakan kurang dua Minggu lagi, keluarga Nugraha sedang berkumpul makan malam untuk membahas keberangkatannya ke Paris.
Ketiga bocah kembar sudah tidak sabar lagi ingin segera bertemu dengan Aunty yang telah lama sudah meninggalkannya.
"Mom, kenapa kita tidak segera ke sana saja sekarang, kan bisa lebih lama" ucap Ailina.
"Iya setuju Mom" sahut Evan.
"Lagi pula, ini masih musim liburan sekolah Mom, aku rasa tida ada salahnya kita tinggal lebih lama di sana" Ethan menimpali.
Alena dan Edward tersenyum, mereka tau kalau saat ini ketiga anak kembarnya sangat merindukan Kirana. "Baik, Mommy sih setuju saja.. bagiamana dengan Daddy kalian?" Ucap Alena.
"Hem..Daddy masih ada urusan perusahaan yang harus diselesaikan dulu, bagaimana kalau terbang ke sana ada dua gelombang, yang bisa duluan silahkan berangkat dulu, dan yang masih ada urusan, bisa berangkat menyusul" jawab Edward.
"Begitu lebih baik, mungkin aku dan Ratu akan ikut berangkat bersama kalian bertiga, bagaimana denganmu Alena?"
"Tentu saja aku akan ikut kalian, mommy dan Deddy bagaimana?" Tanya Alena.
"Kita akan terbang bersama dengan Edward saja, iya kan sayang?" Ucap Jasmine dan mendapat anggukan dari Abraham.
"Aku dan Reyna juga akan ikut ke sana bersama dengan Edward, karena di perusahaan masih ada urusan juga" ucap Alex.
"Dan aku juga minta maaf.. anak-anak mungkin tidak bisa ikut, karena mereka sudah merencanakan liburan ke Surabaya di tempat kakeknya" sahut Reyna.
"Yah..aku kira kak Aftan dan kak Afita ikut juga" ucap Ailina kecewa.
"Maaf sayang..kakak kalian sudah tiga tahun tidak pernah liburan ke sana, jadi kali ini mereka tidak bisa menemani kalian ke Paris" jawab Reyna.
Ketiga bocah kembar sedikit kecewa, namun Reyna dan Alex berhasil membujuk mereka dan membuat ketiganya mengerti.
Alena dan ketiga anaknya siap berangkat tiga esok hari bersama dengan Kaisar dan juga Ratu, mereka sengaja datang lebih cepat bukan hanya karena keinginan dari ketiga anak kembarnya, tapi juga utuk menyempatkan hadir di acara pernikahan Hani dan juga Ronan yang tinggal beberapa hari lagi.
Dan keesokan harinya, pesawat pribadi keluarga Nugraha sudah terbang ke Paris.
Jangan lupa VOTE, HADIAH, LIKE dan KOMEN Ya gaes..
Bersambung.
__ADS_1