SELEMBAR KERTAS

SELEMBAR KERTAS
Episode 137


__ADS_3

Keesokan paginya, Alfaro sengaja tidur kembali setelah melakukan sholat subuh mengingat hari ini adalah hari Minggu dimana waktunya dia bisa mengistirahatkan tubuh dan pikirannya lebih lama.


"Honey bangun..sudah jam delapan pagi ini, sarapan dulu, aku sudah siapkan di bawah makanannya" ucap Kirana berusaha membangunkan suaminya.


"Hem.." hanya itu jawaban dari Alfaro.


Kirana menggelengkan kepala, dan akhirnya memutuskan membawa makanan ke kamar untuk suaminya. "Honey..ayo makan dulu..nanti kamu sakit, bangun..,!" Ucap Kirana kembali.


Alfaro yang masih berada dibawah alam sadarnya, mengucapkan sesuatu yang membuat Kirana sangat terkejut, "Ada apa honey..apa Alena sudah tiba?" Gumam Alfaro.


"Apa.?, Honey..bangun..kamu bilang apa tadi?" Ucap Kirana.


Alfaro yang baru menyadari apa yang diucapkannya langsung terkesiap dan duduk dengan cepat, "Ehem..memangnya aku bilang apa?" Ucap Alfaro sambil nyengir.


Kirana memicingkan matanya, mantap suaminya penuh dengan curiga, sementara Alfaro segera bangkit dan berjalan mendekati makanan yang diletakkan di atas meja disebelah sofa yang ada dikamar nya.


"Honey.. katakan dengan jujur, apa kau menyuruh kak Alena kemari?" Tanya Kirana penuh selidik.


"Wah..enak sekali masaknya honey..rupanya istri cantikku makin pinter masak ya?" Ucap Alfaro berusaha mengalihkan pembicaraan.


"Honey..!!, Ish..jawab dulu pertanyaan ku tadi..!" teriak Kirana yang makin kesal dan akhirnya memegang muka suaminya dan diarahkan tepat didepan matanya.


"Katakan..!" Ucap Kirana horor.


"Hehh..honey..dengar baik-baik apa yang aku jelaskan..janji tetap tenang dan jangan marah, okey..??" Ucap Alfaro pada akhirnya.


"Okey..katakan..cepat!" Sahut Kirana yang sudah tidak sabar.


"Alena menelpon ku beberapa waktu yang lalu, dan aku terpaksa menceritakan apa yang tengah kita alami"


"Apa?, Honey.. bagaimana bisa?!" Teriak Kirana yang kini terlihat marah bercampur panik.


"Eits..ingat..tadi janji gak marah, lagian juga Alena biasa saja, gak ada hal serius yang diomongkan lagi, dia cuma bilang..mau ke Paris ada urusan bisnis, sekalian mau mengunjungi kita" ucap Alfaro lagi dengan santai.


Plak


"Aduh..honey..kenapa kau memukulku!" Teriak Alfaro saat terkejut dan kesakitan sambil menggosok lengannya.

__ADS_1


"Hukuman itu tidak seberapa dibanding dengan tingkah konyol mu yang menceritakan masalah kita ke Kak Alena, kau tau sendiri kan bagaimana dia"


"Ya justru aku tau, mangkanya aku tidak bisa membohonginya, dia bisa menghajar ku kalau sampai aku lakukan hal itu" sahut Alfaro.


"Diam !" Teriak Kirana di yang kini tampak memijit kepalanya yang tiba-tiba saja pusing setelah mendengar penjelasan Suaminya.


Alfaro tertawa kecil sambil terus menikmati sarapannya, beberapa kali melirik Kirana yang tengah berpikir keras untuk menghadapi Alena saat nanti tiba di mansion.


Hingga akhirnya Alfaro memeluknya dengan erat dari belakang, "Sudah..jangan terlalu dipikirkan, Aku tidak akan membiarkan mu menghadapi Alena sendirian honey.. aku rasa menghadapi kita berdua, dia akan sedikit kesulitan" ucap Alfaro sambil menggigit gemas pipi istrinya.


"Aw..!, Honey..sakit..dasar..!!" Ucap Kirana yang tengah memegangi pipinya yang sudah merah akibat perbuatan suaminya yang kini berlari masuk ke dalam kamar mandi sambil terkekeh.


Kirana segera membereskan makanan yang ada diatas meja, membawanya ke bawah, kemudian berjalan menuju ke taman belakang Mansion sambil berusaha menghubungi seseorang, Tampak Kirana berbicara dengan serius. "Jadi Kak Alena memang ada keperluan bisnis kemari kak?" Ucap Kirana.


"Kurang lebih seperti itu, lagi pula dia tidak mau aku mengawalnya, hanya sendirian saja, kemungkinan Alena tidak akan lama di sana, memangnya kenapa?" Tanya seseorang itu yang tak lain adalah Kaisar.


"Tidak ada kak, aku hanya bertanya saja" sahut Kirana segera.


"Dasar kau ini, membuatku kaget saja, Alena sebenarnya tidak sendiri juga, Edward ikut bersamanya, mereka berdua mana betah berjauhan walau cuma sebentar, yang ada Edward disini malah uring-uringan gak karuan" ucap Kaisar membuat Kirana menahan tawanya.


"Baru telpon siapa?" Tanya Alfaro.


"Rahasia.." sahut Kirana yang masih dongkol dengan suaminya.


Alfaro segera bangkit lalu berusaha melakukan gerakan untuk merebut handphone Kirana, tidak kalah cepat, Kirana membalas gerakan Alfaro agar tidak bisa meraih handphone yang dipegangnya.


Keduanya kini akhirnya tengah beradu kekuatan bela diri, beberapa pengawal yang tidak sengaja lewat dan melihatnya, hanya geleng-geleng kepala sambil tersenyum melihat kelakuan kedua majikannya.


*


Di tempat lain, seorang laki-laki tengah berbincang dengan sahabatnya disebuah Restoran, "Bagaimana keadaanmu?" Tanya Zahra.


"Baik, kalau hanya untuk menemanimu makan disini saja masih bisa, tenang saja" jawab Christopher.


"Thanks Chris, kamu selalu ada buat ku, maaf kemaren aku tidak bisa menjemputmu pulang dari Rumah Sakit, kau tau sendiri bagaimana sibuknya aku membantu Daddy kan?"


"Hem, aku tau..untuk itu aku juga tidak pernah mengharapkan mu untuk datang membatu ku, hidupmu saja sudah cukup rumit" sahut Christopher.

__ADS_1


Zahra tersenyum sambil memasang wajah memelas, Christopher yang melihat hal itu langsung tertawa, "Kau itu masih saja sama, melakukan sesuatu tidak pernah setengah-setengah, kali ini tender besar pasti sedang merampas semua tenaga dan pikiranmu kan?" Ucap Christopher lagi.


"Hem, begitulah" sahut Zahra.


"Hati-hati, bagilah waktu dengan benar, kalau tidak ingin kelihatan tua sebelum waktunya" ucap Christopher lagi.


"Chris..!!" Teriak Zahra menyorot tajam Christopher yang sudah terkekeh.


"Sudah, jangan tertawa terus Chris, aku berencana menjenguk istri tuan Alfaro, kau bisa kan menemaniku?" Ucap Zahra kemudian dan membuat Christopher langsung terdiam.


"Tumben..kau perhatian dengan seseorang" sahut Christopher.


"Ish..tentu saja, dia kan istri kolega bisnis Chris, bagaimana?"


"Tentu aku mau, aku juga ingin melihat keadaan Kirana, dengan musibah yang dialaminya, aku juga masih merasa sangat bersalah karena tidak bisa melindunginya, semoga Dia masih di beri kesempatan untuk bisa di berikan buah hati"


Deg.


Zahra yang mendengar apa kata Christopher, sangat terkejut dan langsung menatap tajam sahabatnya. "Tunggu..apa katamu?" Tanya Zahra.


Christopher menarik nafas panjang dan menjelaskan ke Zahra apa yang sebenarnya terjadi dengan Kirana tanpa tau apa yang ada dalam hati Zahra sahabatnya.


Zahra terdiam sejenak, berpikir keras hingga akhirnya bisa menarik benang merah kenapa Kirana sempat menanyakan tentang poligami padanya tempo hari, "Ohh jadi begitu, mungkinkah Kirana berfikir aku_?"


"Ra..hei..Zahra!!" Teriak Christopher menyadarkan Zahra yang tengah terbengong dan asik dengan pikirannya sendiri.


"Apa sih Chris, bikin kaget saja" sahut Zahra, lalu mengambil salad buah yang ada di atas meja dan menyuapkannya ke Christopher Nolan.


Pemandangan yang cukup unik dari sebuah hubungan persahabatan yang sudah begitu lama dan bahkan mereka menganggap satu sama lain adalah saudara.


Tapi tidak kelihatan seperti itu dimata sosok wanita yang tengah menatap tajam kearah Christopher dengan hati se panas makanan yang baru saja datang di pesan.


Ayo waktunya VOTE VOTE VOTE.. Jangan lupa ya, ditunggu juga HADIAH, LIKE, dan KOMENnya.


Ketik: Sinho Channel di YouTube, untuk menikmati Cerpen-cerpen karya Author yang tak kalah seru.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2