SELEMBAR KERTAS

SELEMBAR KERTAS
Episode 9


__ADS_3

"Anak baru lagi? dalam sebulan ada dua anak pindahan yang akan masuk kekelas kita! kali ini cewek apa cowok yah? semoga saja kali ini cowok genteng!, cewek saja!" bisik semua murit di kelas.


"Semuanya diam! hey nak silahkan masuk dan perkenalkan dirimu!" Pinta pak Rony.


Secara perlahan anak itu pun berjalan masuk melewati pintu sambil tersenyum. Anak itu terlihat seperti seorang kutu buku, rambut yang disisir kesamping yang sedikit rapi serta kacamata dan alat tulis yang mempel di sakunya seperti sedang melamar pekerjaan.


"Perkenalkan namaku Dodi, saya anak pindahan dari sekolah SMAN 4 Gading." jelas anak tersebut sambil tersenyum.


"Oke Dodi kamu bisa duduk bersama Rio" suruh pak Roni.


"Pest, sepertinya dia cupu, lumayan tamapan juga, dilihat dari penampilannya pasti dia sangat pandai, seperti nya dia anak orang kaya, mana mungkin, betul tu, ha-ha-ha." bisik semua murit yang ada di ruangan kelas.


Anak itu berjalan dengan sangat santai menuju ke mejanya dan tidak memperdulikan apapun yang semua murit katakan. Fey menatap anak itu dengan seksama, "Apa kamu mengenalnya?" Tanya Linda terhadap Fey.


"Aku rasa tidak!." jelas Fey.


"Aku rasa?, begitu.. kah?" Gumam Linda sambil kembali memperhatikan ke depan.


Jam pelajaran pun berjalan seperti biasanya, setelah itu bel istirahat pun berbunyi, Fey, Linda dan Amel pun pergi ke kantin untuk membeli beberapa camilan. "Hey Fey! Gimana menurut mu anak baru itu?" tanya Linda sambil berjalan serta memakan sebungkus coklat menuju ke perpus.


"Hemm... biasa aja!" jelas Fey, sambil berjalan bersama dua temannya tersebut. Tak lama kemudian ponsel Fey berdering, Fey pun melihat melihat ponselnya tersebut "Oh, Andrian ada apa dia menelfon ku?" batin Fey.


"Lin, Mel, kalian duluan saja, aku mau menerima telfon sebentar" pinta Fey.


"Tentu, kami tunggu di perpus!" Ucap Linda.


Fey pun berjalan menjauh dari keramaian untuk menerima panggilan dari Andrian.


"Halo, ada apa?" Ucap fey dengan nada yang datar.


"Jutek bener, padahal aku sudah membantumu melunasi hutangnya lho, lembut dikit Napa!" Ucap Fadil.

__ADS_1


"Iya, ada apa!" Jawab Fey dengan nada yang sangat lembut. "Nanti kalo aku sudah punya uang bakal aku ganti!" Gumam Fey.


"Nha! kalo begitu kan enak dengar nya!, katanya teman-teman kamu pengen ketemu sama aku, mumpung aku sekarang sedang ada di daerah SMAN 1 Gading, jadi! nanti sepulang sekolah kita bisa bertemu di rumah mu, gimana menurut mu?" Ucap Andrian.


"Benarkah, baik lah, kamu tunggu saja di rumah ku, di sana ada bibi" jelas Fey yang sedikit mulai senang. "Dan terimakasih untuk semuanya, aku janji akan membalas kebaikan mu nanti" Gumam Fey yang tiba-tiba menjadi canggung.


Andrian pun tersenyum mendengar ucapan Fey, "Baiklah! aku tunggu balasan nya," Ucap Andrian.


Setelah itu Fey pun bergegas pergi menuju perpus. Sesampainya diperpus Fey melihat ada tamu yang tak di undang yaitu Fadil bersama dengan sidy yang duduk di samping Linda dan amel, Fey pun berjalan mendekati mereka berempat serta duduk di samping amel, "Habis telfonan sama siapa, kok lama?" tanya Amel sabil menyenggol Fey.


"Bukan siapa-siapa!" jawab Fey sambil tersenyum terpaksa. "Ohya, nanti ajak Linda ke rumah ku, aku ada kejutan untuk kalian berdua!" bisik Fey.


"Kejutan apa?" bisik Amel.


"Kalo dikasih tau, namanya bukan lagi kejutan!" bisik Fey.


"Oh baik lah" bisik Amel.


"Kalian lagi Bisik-bisik apa sih, kok kelihatannya serius amat" Ucap Linda yang duduk di samping Fadil.


"Kamu kali yang pengen kenalan sama dodi" cetus Fey sambil membalik lembaran buku.


"Ohya Fey, kenalin ini Sindy yang dari kelas sebelah" jelas Amel sambil melepas rangkulan nya.


"Hai salam kenal, namaku Sindy, senang bisa berkenalan dengan mu" Sapa Sindy sambil tersenyum manis dan mengulurkan tangannya kepada Fey.


"Salam kenal juga, nama ku Fey senang berkenalan dengan mu!" Sapa Fey sambil tersenyum serta menyambut tangan Sindy untuk berjabat tangan. "Aku lihat kamu sangat dekat dengan Fadil, apa kalian berdua berpacaran?" tanya fey sambil tersenyum.


"T..tidak kami hanya teman masa kecil, aku sudah menganggap Sindy seperti adikku sendiri!" sela Fadil yang kaget karena mendengar ucapan Fey sambil tersenyum serta mengusap kepala bagian belakang nya.


"O.. oh begitu ya, aku kira kalian berdua berpacaran, soalnya aku lihat kalian berdua terlihat sangat dekat sekali!" Ucap Fey yang mulai canggung dengan pertanyaan nya tadi. "Bicara apa aku tadi?" batin Fey.

__ADS_1


Karena ucapan Fadil tersebut, entah mengapa sindy terlihat seperti kecewa terhadap pernyataan Fadil. "I.. iya kami cuma sekedar sahabat dari kecil kok, kamu gk usah khawatir" jelas Sindy sambil tersenyum.


"Entah mengapa, sekarang aku terlihat seperti sedang cemburu, aku harus meluruskannya" batin Fey. "K... khawatir kenapa? aku cuma naya kok, soalnya kalian berdua terlihat sangat dekat seperti sedang berpacaran," jelas fey.


"Begitu ya!" Ucap Sindy sambil tersenyum.


"Kenapa kalian tidak berpacaran saja, kalian berdua terlihat sangat cocok kok!" Ucap Fey sambil tersenyum.


"Sudah-sudah, lebih baik kita bahas yang lain saja" sela Fadil.


Tak lama kemudian ada anak yang berjalan mendekati Fey dari belakang "Ha.. halo, boleh aku bergabung duduk disini?" tanya laki-laki tersebut sambil tersenyum, yang ternyata dia adalah dodi anak yang baru pindah kekelas Fey.


"Oh.. silahkan duduk! masih banyak kursi yang kosong kok" jelas Linda.


"Terima kasih!" jawab dodi sambil tersenyum dan duduk di samping Fey. "Hai! nama kamu Fey yah, apa kamu suka baca novel?" tanya dodi sambil melihat buku yang sedang dibaca oleh Fey.


"I.. lya" jawab Fey.


"Kalo boleh tau, itu novel apa dan tentang apa?" tanya dodi sambil menatap fey.


"Eum.. ini novel si peri koki, bercerita tentang seorang gadis bersama seorang peri koki" jawab Fey sambil tersenyum terpaksa.


"Begitu ya, boleh aku pinjam?, aku juga suka baca novel" tanya dodi sambil tersenyum dan menyentuh tangan Fey dengan kedua tangan nya.


"Ada apa dengan anak ini?" batin Fey. "Bo.. boleh!" jawab Fey sambil tersenyum dan berusaha sedikit melepaskan tangan dodi.


Karena kejadian tersebut Fadil pun berdiri dan menarik tangan dodi agar melepaskan tangan Fey. "Hey bisa lepaskan tangan nya! karena dia terlihat sangat tidak nyaman!" Pinta Fadil yang terlihat sedikit emosi.


Dodi pun berdiri dan berkata sambil menatap Fadil "Hey hey, santai bung! aku mengerti jadi bisa kamu lepaskan tanganmu dariku!" Ucap dodi sambil tersenyum sinis kepada Fadil.


Fey tidak menyangka, anak yang terlihat seperti seorang kutu buku itu bisa memasang wajah yang cukup menyeramkan. "Wha.. gawat ni! apa mereka berdua akan ribut di perpustakaan" batin Fey. "He..hey! su.. sudah-sudah cukup! aku tidak apa-apa kok!" jelas Fey sambil tersenyum terpaksa dan berusaha menarik baju dodi agar dia duduk kembali ke kursinya.

__ADS_1


........


{Jagan lupa like, share dan + favorit. biar cepat updatenya, terima kasih :).}


__ADS_2