
Disarankan di baca setelah berbuka puasa.
Alfaro mencium pundak sang istri dengan lembut, Kirana terkejut dan menatap wajah Alfaro yang tengah tersenyum dan terlihat di dalam cermin.
"Jangan memaksakan diri kalau kamu masih takut atau belum siap, tidak perlu memakai pakaian seperti itu untuk membuatku tertarik padamu honey, karena tatapan matamu saja sudah menenggelamkan hatiku" ucap Alfaro lalu memasang kan Baju Kimono untuk melapisi ling*erie yang begitu tipis dipakai istrinya, kini tubuh Kirana tertutup kembali.
Kirana tersentak saat tubuhnya dengan cepat di balik kembali oleh Alfaro dan..
CUP
Seperti tersengat aliran listrik saat Kirana mendapatkan first kiss dari Alfaro yang sudah berstatus sebagai suaminya.
Alfaro yang melihat Kirana terdiam mematung, tertawa kecil lalu menarik tubuh istrinya ke dalam pelukannya untuk membuatnya tidak begitu tegang.
"Kau itu kenapa..?" ucap Alfaro
"Aku masih takut, tapi aku juga tidak mau berbuat dosa dengan tidak memberikan kewajiban ku sebagai seorang istri"
"Aku tidak meminta itu sekarang, aku tidak ingin memaksakan sesuatu yang harusnya bisa kita nikmati bersama dengan sangat indah" sahut Alfaro masih mendekap sang istri.
"Tapi_?"
"Sudahlah..sungguh honey..aku tidak apa-apa, atau jangan-jangan kamu yang tidak sabar menginginkannya?" Ucap Alfaro menggoda.
"Faro!!" Teriak Kirana yang langsung disambut senyuman nakal dari suaminya.
"Jangan memanggilku dengan nama lagi, itu tidak baik, aku suamimu sekarang"
"Iya Maaf honey, begitu kan?" Ucap Kirana sambil menyembunyikan wajahnya di dada suaminya.
"Good, aku suka dengan panggilan itu honey" ucap Alfaro yang langsung menyambar tubuh istrinya lalu menggendongnya dan kini sudah di baringkan diatas tempat tidur untuk menemaninya bermimpi indah dalam dekapan hangat tidur malamnya.
"Apa melakukan hal itu akan sangat menyakitiku saat pertama kali honey?" Tanya Kirana pelan.
Alfaro terkejut dengan pertanyaan yang di lontarkan oleh Kirana.
"Siapa yang bilang padamu soal itu, kau tidak perlu cemas, itu naluriah honey" ucap Alfaro berusaha menenangkan Kirana.
"Aku dengar apa yang di teriakkan Ronan tadi, di tambah dengan kata-kata dari Kak Alena juga, aku jadi takut"
"Hhh...sudah jangan di pikirkan, tidak semua yang diucapkan mereka benar, santai saja, aku akan mengajarkannya nanti saat kau siap, mau berapa kali hemm?"
"Ish..honey..!, Aku serius.." sahut Kirana yang memukul dada suaminya sekejab saat Alfaro makin terkekeh mendengar ucapannya.
Tak berapa lama kemudian Alfaro menjelaskan banyak hal tentang hubungan se*xu"al yang sehat untuk pasangan, akhirnya Kirana merasa lega, karena tidak seperti yang di bayangkan olehnya.
Sementara itu, Ronan dan Hani sudah mengantar ibu Aisyah tiba di rumahnya dengan selamat, tidak ingin menunggu lama lagi, keduanya segera pamit pulang karena malam semakin larut.
Keduanya tampak terdiam, masih belum ada yang memulai pembicaraan, hingga kemudian tiba-tiba saja Ronan memijit kepalanya.
"Kau kenapa?" Tanya Hani yang mulai khawatir.
"Tidak ada, hanya kepalaku sedikit pusing, mungkin kecapekan saja, jangan khawatir" ucap Ronan.
__ADS_1
"Soal apa yang dikatakan Kak Alena tentangmu , sebenarnya ada apa, kalau aku boleh tau" ucap Hani lirih.
"Oh itu..emm..begini..gimana ya, caranya aku cerita" jawab Ronan jadi bingung sendiri.
"Kalau gak mau cerita juga gak apa-apa"sahut Hani tidak enak sendiri.
"Bukan Begitu..hanya saja, aku bingung harus memulai dari mana" jawab Ronan.
"Maksudnya?" Tanya Hani makin penasaran.
"Apa yang di maksud oleh Nona Alena bukan sesuatu yang baik dari diriku Han, aku juga sangat menyesal melakukannya, itu aku lakukan karena percaya dengan ajakan temanku waktu itu"
"Ron, ceritakan dulu apa yang terjadi..aku semakin tidak mengerti dengan maksudmu" sahut Hani.
Ronan menatap Hani sejenak, kemudian dia memulai ceritanya, diawali dari dirinya dulu yang terjerumus dalam pertemanan dengan beberapa rekan bisnisnya, kebanyakan mereka menggunakan berbagai cara untuk mendapatkan kerjasama bisnis dengan kolega di banyak perusahaan besar.
Hingga cara termudah dari mereka dengan menggunakan umpan tubuhnya untuk memuaskan na*fsu beberapa kolega perempuannya.
Itulah awal Ronan terjerumus dalam dunia s*ex bebas bersama dengan Alfaro juga waktu itu, hingga untuk menguatkan fisiknya, Ronan ikut teman-temannya menggunakan susuk penguat dan juga pem*ikat.
"Aku sangat bersyukur kemaren nona Alena bisa membuang semua susuk dalam tubuhku, sudah lama aku berusaha untuk membuangnya, tapi tidak berhasil, pernah juga aku ke tempat guru spiritual yang memasang susuk ini, tapi dia malah tersinggung dan mengatakan tidak akan bisa lagi untuk dilepaskan"
"Astagfirullah...aku benar-benar terkejut mendengar semuanya Ron, jadi di zaman moderen ini, masih ada yang menggunakan hal seperti itu?" Ucap Hani.
"Begitulah..banyak sekali yang menggunakan hal seperti itu Han, bahkan ada yang memasang lebih dari lima susuk dalam tubuhnya"
Hani terdiam dan begidik ngeri, tidak ada perbincangan berikutnya, hingga akhirnya sampai di Mansion.
Ronan mengantar Hani sampai di teras depan Mansion nya, hari yang semakin larut membuat nya tidak enak hati terlalu lama ada disana, hingga Ronan segera pamit.
BRUG
"Ronan..!!" Teriak Hani berlari menghampiri Ronan yang sudah terjatuh tidak sadarkan diri.
Teriakan Hani membuat para pengawal yang sedang bertugas segera berlari membantunya, kemudian membawa Ronan masuk ke Kamar tamu yang ada di lantai bawah.
Hani segera meminta tolong ke asisten rumah tangganya untuk membuatkan minuman dan mengambil minyak untuk membuat kesadaran nya kembali, Hani segera menelpon dokter terdekat, yang kebetulan teman Ronan yang dulu pernah menolong Kirana.
"Astagfirullah Ron..bangunlah..kau membuatku takut" ucap Hani.
Tak lama kemudian Ronan akhirnya tersadar, setelah dokter memasang infus di tangannya beberapa saat.
"Aku pulang dulu Ron, sebaiknya kau istirahat dulu beberapa hari, aku akan melepas infusnya tiga jam lagi, jam lima nanti aku akan kesini melihat keadaanmu"
"Tapi, aku harus pulang ke Rumah, tidak baik aku ada disini, apalagi Hani sendirian di Mansion ini" ucap Ronan.
"Kau ini bicara apa Ron, keadaanmu seperti ini, mana mungkin kau akan pulang dan dirumah sendirian, tinggal saja di sini dulu, lagi pula aku ada di lantai atas, dan kau ada di lantai bawah, aku rasa itu tidak masalah, disini juga bukan hanya ada aku..ada beberapa asisten rumah tangga dan pengawal di Mansion ini" sahut Hani.
"Tapi_"
"Sudah..nggak apa-apa dokter, biar Ronan ada disini..anda bisa kesini kapan saja untuk melihat keadaannya" ucap Hani.
Dokter itupun segera pamit pulang, dan Hani kembali duduk di samping Ronan untuk memastikan keadaanya.
__ADS_1
"Jangan menatapku seperti itu, nanti kamu jatuh cinta padaku" ucap Ronan sambil tersenyum.
"Dasar kau..senang sekali merepotkan ku..aku pergi dulu, sepertinya kau sudah lebih baik, di luar ada pengawal yang akan membantumu kalau membutuhkan sesuatu" Hani menjelaskan.
"Han..!" Panggil Ronan.
"Ya..apa lagi, takut aku tinggal sendiri?" Sahut Hani.
"Bukan.. Terimakasih ya..?" Ucap Ronan.
"Iya sama-sama..aku kira ada apa" ucap Hani kemudian tersenyum, begitu juga dengan Ronan yang membalas senyumannya.
**
Di jam 3 pagi, Kirana terbangun karena ingin buang air kecil, namun dirinya terkejut saat merasakan ada tangan yang sudah melingkar di perutnya, perlahan Kirana melepaskan tangan Alfaro dari dirinya.
"Hhh..untung Alfaro tertidur lelap" batin Kirana segera bangun dan melangkah ke kamar mandi, tak lama kemudian dirinya sudah kembali lagi untuk melanjutkan tidurnya di samping suami tercinta.
Kirana tertegun menatap wajah Alfaro yang tertidur dengan lelap.
"Ternyata suamiku sangat tampan" ucap Kirana lirih, lalu tangan nya membelai lembut wajah suaminya, menyusuri kening, mata, hidung dan bibirnya.
Lalu sesaat kemudian.
"Akh..!! Honey..!" Teriak Kirana saat tangannya sudah disambar dan masuk ke dalam mulut Alfaro.
Kirana segera menariknya kembali dan kini melihat suaminya sudah terkekeh melihat wajah terkejut dirinya.
"Kenapa.., sakit?" Tanya Alfaro.
"Kau ini, iseng sekali honey...sakit jariku kamu gigit" sahut Kirana.
"Siapa suruh diam-diam membelai wajahku, kenapa.. baru sadar kalau suamimu ini tampan?" Ucap Alfaro.
"Nggak..aku cuma_"
CUP
Alfaro menyambar bibir Kirana, menciumnya dengan lembut, ******* perlahan dan menggigit bibir bawahnya hingga membuat Kirana terkejut.
Kesempatan tidak disia-siakan begitu saja oleh Alfaro, lidah Alfaro segera menyisir kedalam bibir Kirana yang reflek terbuka karena gigitannya.
Kirana sangat terkejut dengan apa yang dilakuan oleh suaminya, sejenak dirinya mencoba menahan dada Alfaro saat terasa kehabisan nafasnya.
Alfaro melepaskan sejenak apa yang diperbuatnya, memberikan kesempatan Kirana untuk mengisi paru-parunya, lalu melabuhkan bibirnya kembali.
Kali ini ciuman dan luma*tan semakin intens di lakukan, Alfaro menempatkan posisi yang nyaman dengan duduk ditepian tempat tidur dan menarik tubuh istrinya ke dalam pangkuannya.
"Sshh..Honey.." de*sis Kirana yang mulai menikmati rang*sa*ngan jari jemari suaminya, Alfaro tersenyum senang, kini Kirana sudah bisa lebih rileks dengan dirinya.
Maaf..Mohon bersabar dulu..
Bersambung.
__ADS_1
Kita tunggu Episode selanjutnya..yuk lanjut VOTE, HADIAH, LIKE, dan KOMEN sebanyak-banyaknya, dan menangkan hadiahnya di akhir Episode.