SELEMBAR KERTAS

SELEMBAR KERTAS
Episode 122


__ADS_3

Kaisar dan Alfaro terlempar karena dorongan ledakan yang sangat dahsyat, begitu juga yang lainya, sementara Edward beruntung masih mampu menahan hal itu dan membawa kedua wanita ke tempat yang aman.


Ledakan susulan terdengar jelas beberapa kali, hingga akhirnya semuanya kini hancur dan hampir rata dengan tanah, "Astagfirullah..untung kita segera menyadari hal ini" ucap lirih Alena.


"Dan apa yang terjadi dengan Kenan Honey?" Tanya Alena kembali, Edward menoleh ke istrinya, menatapnya lekat dengan senyuman hangatnya, "Dia sudah dihancurkan oleh kekuatannya sendiri Bee" jawab Edward membuat Alena sedikit terkejut, dia tidak menyangka seperti ini nasip dari Kenan pada akhirnya.


"Racun dalam tubuhmu semakin bereaksi Bee?" Tanya Edward.


Alena mengangguk perlahan, Edward tersenyum menenangkan nya, kemudian menciumnya begitu lembut dan dalam. "Kita kembali ke Mansion, dan aku akan mengeluarkan Racun dalam tubuhmu Bee" ucap Edward setelah melepaskan ciumannya dan mengusap lembut wajah istrinya.


Ditempat yang jauh dari sana, Kirana kini sudah dalam pelukan suaminya, Alfaro memeluk dengan erat istrinya, mencium kening dan bibirnya beberapa saat, seakan menumpahkan semua kerinduan dan melepaskan kekhawatiran yang sudah beberapa saat menghantuinya.


Sementara Kaisar masih berada di tempatnya dan melihat adegan mesra dari Adiknya dan juga Edward "Hem..mereka benar-benar tidak tau tempat" batin Kaisar yang merasa begitu rindu dengan istrinya saat ini.


Edward segera membawa Alena masuk ke dalam mobil karena tubuhnya yang masih lemah, begitu juga dengan Alfaro yang sudah menempatkan istrinya di sampingnya dan memberikan perintah untuk menjalankan mobilnya.


Sedangkan Kaisar kini sudah masuk ke dalam mobil bersama dengan Alex dan anak buahnya yang sudah diperintahkan untuk kembali ke Mansion.


"Seperti nya Alena terluka, apa benar begitu Kai?" Tanya Alex yang kini duduk di samping Kaisar.


"Iya Lex, ada racun yang sudah berhasil masuk ke dalam tubuhnya" jawab Kaisar.


"Hem, pantas saja aku merasakan ada yang tidak beres dengannya, sebaiknya hubungi Edward, suruh dia berhenti sebentar, aku akan pindah ke mobilnya" ucap Alex.


Dan tak lama kemudian mobil Edward segera berhenti setelah Kaisar menghubungi Edward lewat ponselnya.


Alex kini berpindah tempat dan sudah ada satu mobil dengan Edward, melihat keadaan Alena, Alex segera membelai lembut wajahnya. "Sayang..kau baik-baik saja, Al..kau mendengarkan ku?" Tanya Alex, lalu Alena hanya mengangguk sambil dan membuka matanya perlahan.


"Alena semakin kehilangan tenaganya, aku sudah memberikan tenaga dalam ku tadi, tapi sepertinya itu tidak cukup untuk menahan racunnya" ucap Edward.


"Hem, aku tau, jalankan mobilnya dengan cepat agar kita segera sampai di Mansion, aku akan mencoba mengeluarkan racunnya di dalam perjalanan" perintah Alex, dan mobilnya kini berjalan kembali lebih cepat.


Alex meneliti tubuh Alena, melalui telapak tangannya Alex menyatukan kekuatan tenaga dalamnya dan berusaha menarik racun dalam tubuh Alena, hingga akhirnya Alex menghentikan gerakannya.

__ADS_1


"Ada apa?" Tanya Edward khawatir.


"Tinggal racun yang hampir mencapai jantungnya yang tidak bisa aku keluarkan, yang lainnya sudah aman" ucap Alex.


"Apa..?!, Lalu kenapa kau malah menghentikan tenaga dalam mu Lex, tolong Alena sekarang juga!" Ucap Edward terlihat panik.


"Memangnya boleh Alena aku buat polos tanpa busana sama sekali walau hanya bagian atas tubuhnya saja?" Ucap Alex sambil menggelengkan kepala.


"Apa..jadi_?"


"Hem, harus bagian dadanya yang perlu aku sentuh untuk mengeluarkan racun itu, kau rela?"


"S-hit!, Tentu saja tidak, aku yang akan melakukannya sendiri"


"Aku tau akan hal itu, suami posesif sepertimu tidak akan membiarkan aku menyentuh Alena, walaupun dia adik kandungku sendiri, dasar..!!" Ucap Alex.


Kedatangan mereka di Mansion kini segera disambut oleh semua keluarga yang sudah menunggunya, tepat jam 3 pagi semuanya telah berkumpul kembali dalam kebahagiaan.


"Dad..Mommy kenapa?" Tanya Ailina.


"Tenanglah..Mommy hanya kecapekan saja, dan kau Ethan, jangan berani menggunakan kekuatan mu untuk membaca pikiran Daddy..mengerti?!" Ucap Edward.


Ethan mengangguk patuh, begitu juga dengan kedua saudara. Lalu kemudian Edward kini sudah menyeka tubuh Istrinya, sementara ketiga anaknya masih setia di sampingnya.


"Mom.." Evan memanggil.


"Iya.. tenang lah, Mommy baik-baik saja, hanya kelelahan dan bisakah kalian keluar dulu, Daddy akan menyalurkan tenaga dalamnya ke Mommy" ucap Alena.


Ketiga anak kembar itu mengangguk dan segera keluar tanpa protes, karena mereka begitu mengerti keadaan Mommy nya. Dan sesaat kemudian, Edward membuka semua pakaian atas yang menempel di tubuh istrinya.


Dengan posisi yang sama-sama duduk dengan tegak, Perlahan tangan Edward menempel di kulit bagian dada istrinya, detik berikutnya Edward mengeluarkan tenaga dalamnya berusaha menarik semua racun yang ada dalam tubuh istrinya.


Sedangkan Alfaro kini juga tengah sibuk memberikan tenaga dalamnya untuk memperbaiki keadaan Kirana. "Honey, aku harus melepaskan semua pakaian mu" ucap lirih Alfaro yang kini sudah membaringkan Kirana di atas tempat tidur.

__ADS_1


"Hem, lakukan honey.." ucap Kirana, kemudian Alfaro melepaskan semua pakaian Istrinya, lalu kemudian segera menyalurkan tenaga dalamnya ke beberapa titik dalam tubuh Kirana.


sementara itu, Reyna yang kini sudah tersenyum dalam pelukan suaminya, merasa lega karena semuanya baik-baik saja.


"Kenapa hem.. kau merindukanku?" Tanya Alex menggoda istrinya yang sedang memeluknya dengan erat.


"Kau ini..aku sangat mengkhawatirkan mu honey, sudah lama kita tidak melakukan pertarungan besar seperti ini, aku takut sesuatu yang buruk terjadi dengan mu" jawab Reyna.


Alex tersenyum dan mencium kening istrinya dan selanjutkan mendaratkan ciuman dibibir nya berkali-kali. "Ayo kita tidur, badanku capek sekali, sebentar lagi subuh, setidaknya aku bisa memejamkan mata sejenak", dan kemudian keduanya saling mendekap diatas tempat tidur.


Begitu juga dengan Jasmine dan Abraham, yang kini sudah merebahkan tubuhnya di atas ranjang, "Alhamdulillah keluarga kita semuanya pulang dengan selamat sayang" ucap Jasmine.


"Iya, Alhamdulillah.. mereka semua orang-orang yang hebat dan kuat, aku sangat bangga dengan keluarga kita sayang" sahut Abraham, tak lama kemudian keduanya kembali terlelap.


Sesaat yang lalu, Kaisar membersihkan dirinya di kamar mandi, Ratu segera menyiapkan bathrop untuk suaminya, "yang..ini bathrop nya.." ucap Ratu yang kini sudah masuk kedalam.


Kaisar melihat wanita yang masuk ke dalam kamar mandi, dan entah mengapa, dia begitu merindukannya, hingga kemudian dirinya keluar dari ruang Shower dan menarik tubuh Ratu kedalam tubuhnya yang masih telan-jang bulat.


"Yang..apa yang kau lakukan!" Teriak Ratu sangat terkejut dan kini bajunya sudah basah terkena air shower yang belum di matikan.


Kaisar memeluk istrinya, dan membisikkan sesuatu, "aku sangat merindukanmu yang, dan aku menginginkanmu" ucap lirih Kaisar yang kemudian menggigit nakal telinga istrinya.


Tak butuh waktu lama, tangan Kaisar sudah melu-cuti semua pakaian Istrinya, hingga kini Ratu di buat benar-benar polos di depannya. Masih dengan guyuran Air shower, Kaisar beraksi membuat tubuh Ratu merasakan hawa panas yang membuatnya bergerak tidak karuan.


"Yang.!" Pekik Ratu saat sesuatu kini sudah menembus miliknya dengan kuat. Sementara Kaisar menahan tubuh istrinya agar tetap di posisi dan tidak terlepas.


Pagi itu, Kaisar membuat istrinya berteriak dan mende-sah berulang kali hingga keduanya kini beristirahat diatas tempat tidur kembali.


Ayo waktunya VOTE VOTE VOTE.. Jangan lupa ya, ditunggu juga HADIAH, LIKE, dan KOMENnya.


Ketik: Sinho Channel di YouTube, untuk menikmati Cerpen-cerpen karya Author yang tak kalah seru.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2