SELEMBAR KERTAS

SELEMBAR KERTAS
Episode 133


__ADS_3

Pertanyaan Zahra membuat Christopher melongo lalu mengerutkan kening, tanda dimana dia mulai curiga ada sesuatu yang tidak beres dengan Zahra. "Apa kau sadar dengan pertanyaan mu?" Sahut Christopher Nolan.


"Jawab saja Chris.." sahut Zahra.


"Memang ada yang bilang kamu tidak baik?, Kamu itu bukan hanya baik, bahkan bisa dibilang wanita yang sangat sempurna Zahra, apa yang tidak kamu miliki sekarang..?, semua berada di dalam genggaman mu kan, otak cerdas kamu juga diatas rata-rata, kamu itu wanita yang luar biasa" jawab Christopher Nolan.


"Lalu kenapa kau tidak mencintai ku?"


Uhuk uhuk..


Pertanyaan yang membuat Christopher langsung tersedak saat sedang meminum air putih dalam gelasnya.


"Kau ini.. pertanyaan konyol macam apa itu, aku itu sayang sebagai saudara, mana mungkin mencintai dalam konteks yang lain.. dasar..!!" Sahut Christopher yang kini melanjutkan minumnya lagi.


Zahra tertawa melihat apa yang terjadi dengan Christopher yang juga dibuatnya jengkel. "Aku tau.. cuma bercanda saja Chris.. bagaimana dengan Louise?"


Uhuk uhuk..


Sekali lagi Christopher dibuat tersedak oleh pertanyaan Zahra.


"Hahaha.. Louise seperti nya cemburu padaku saat aku mendekatimu, apa kau tidak mengerti hatinya juga, jangan sampai kau menyesal,..ya sudah, aku pulang dulu..!" Teriak Zahra yang kemudian pergi begitu saja meninggalkan Christopher.


"Eh..Ra..!, Tunggu..!" Teriak Christopher saat mau meminta bantuan untuk memanggilkan perawatan untuk melepas infus yang sudah hampir habis.


"Dasar..wanita aneh?!" Ucap lirih Christopher saat tidak mendapatkan jawaban apapun dari Zahra yang sudah melangkah jauh.


Sementara itu, Kirana kini sudah ada di Mansion bersama dengan Alfaro, siang hari yang sangat terik membuat mereka berdua memilih untuk berbincang di balkon kamar untuk mendapatkan hembusan angin yang diinginkan.


Alfaro memulai perbincangan dengan membicarakan tentang kedatangan Alena dan Kaisar yang di cegah oleh Kirana.


"Kenapa kau menyuruh Kaisar dan Alena untuk menggagalkan keberangkatannya kesini?" Tanya Alfaro.


"Aku tidak ingin merepotkan mereka lagi, kak Alena bukan wanita pengangguran yang harus mengurusi setiap masalahku, apalagi kak Kaisar..dia juga punya tanggung jawab yang lain, kamu tau sendiri bagaimana anggota keluarga Nugraha selalu hidup dibawah tekanan orang-orang yang ingin melihat mereka hancur, bukan hanya soal bisnis, tapi juga soal kekuatan Supranatural keluarga mereka" sahut Kirana.


"Hem..aku mengerti apa yang kamu pikirkan honey.. mulai sekarang kita akan saling bergandengan tangan menghadapi semua rintangan bersama, dan tolong...jangan memikirkan sesuatu sendiri tanpa melibatkan ku" ucap Alfaro.


Kirana tersenyum, walau dalam hatinya sebenarnya masih menangis saat kenyataan tentang dirinya selalu terngiang di kepalanya.

__ADS_1


Dengan menyandarkan kepalanya di kursi, Kirana memejamkan mata, seolah menikmati angin yang menyapa kulitnya, Alfaro menatap Kirana sejenak, dia tau benar bahwa Kirana sedang menyembunyikan luka di hatinya agar tidak nampak di depannya.


"Jangan pernah berpikir yang macam-macam honey... Apapun yang terjadi, hanya kamu wanita yang aku inginkan untuk mendampingi ku sampai akhir nanti" ucap Alfaro.


"Iya..aku hanya mengingatkan mu honey.. Keluarga Eagle juga sangat membutuhkan keturunan dari mu, dan aku_"


"Cukup..!" Sahut Alfaro.


"Jangan lagi berpikir aneh-aneh..!, Aku memilih untuk tidak memiliki apapun kalau harus kehilangan dirimu" ucap Alfaro lagi.


"Aku tau honey.. lagi pula siapa yang bilang kamu akan kehilangan ku, aku akan selalu disamping mu, sampai kematian yang akan memisahkan kita"


Alfaro tersenyum, kemudian beranjak dari tempat duduknya dan mendekati Kirana, perlahan menautkan bibirnya dengan lembut dan dalam hingga lidah keduanya kini saling membelit satu sama lain.


Entah Kenapa Kirana yang merasa sangat haus akan sentu-han Suaminya, seakan meminta lebih, Alfaro yang menyadari akan hal itu tersenyum dan kemudian menggigit bibir istrinya dengan gemas. "Awh..Sakit Honey..!" Teriak Kirana yang sudah memegangi bibirnya degan heran.


Alfaro terkekeh, "Biar kamu sadar, aku bisa kebablasan kalau kamu suguhi tu-buh kamu seperti itu honey..ingat..luka operasinya masih belum kering" ucap Alfaro sambil mengusap lembut perut Kirana.


Kirana ikut tersenyum malu dan menyembunyikan mukanya di dada Alfaro sambil tersenyum, "Aku lupa.." ucap lirih Kirana yang membuat Alfaro makin gemas dan mencium puncak kepalanya berkali-kali.


"Apa kau sangat merindukan ku?" Ucap Alfaro Kemudian.


"Nggak jadi..!!" Sahut Kirana.


Alfaro terkekeh melihat wajah gugup istrinya, "memang kenapa?, Alena dokter juga kan?"


"Iya tapi malu, kenapa juga harus tanya nya ke kak Al, yang lain kan bisa" jawab Kirana sambil melepas pelukannya.


"Iya-iya, nanti aku tanya ke dokter yang menangani mu honey..aku kan cuma bercanda, gak mau peluk-peluk lagi?" Ucap Alfaro menggoda.


"Sudah gak naf-su, aku mau rebahan didalam saja, disini makin panas"


"Apanya yang panas, Hem!"


"Akh..!!, honey.. Turunkan!, Aku bisa jalan sendiri!" Teriak Kirana yang kini sudah ada dalam gen-dongan Suaminya.


Dan akhirnya mereka berdua tidur dengan lelap disiang itu dengan saling memeluk diatas ranjang kamarnya yang sangat nyaman.

__ADS_1


*


Sementara itu, di tempat yang lain, sengaja Christopher menghubungi seseorang yang beberapa hari ini bisa membuatnya tertawa dan menghiburnya, senyuman nya mengembang saat mendengar teriakan seorang wanita yang jengkel akan permintaan nya.


Tepat jam tujuh malam, seseorang mengetuk pintu kamar Christopher, nampak seorang wanita dengan wajah yang sedikit jutek masuk setelah mendengar jawaban darinya.


"Memang gak bisa kamu itu gak merepotkan aku?" Ucap Louise yang kini sudah mendekat dan memberikan makanan pesanan Christopher Nolan.


"Memang mau merepotkan siapa lagi?" Sahut Christopher enteng.


"Ya yang lain lah, sahabat kamu itu misalnya, masak belikan kamu makanan gini saja gak bisa"


"Gak bisa, dia sibuk, tau sendiri kan siapa Zahra"


"Iya tau..dia bos, pemilik perusahaan besar..kalau aku cuma pegawai biasa, jadi bisa kamu suruh-suruh, gitu kan?" Sahut Louise gemas dan jengkel jadi satu dan menghasilkan muka yang super lucu di mata Christopher yang kini sudah tersenyum gak jelas.


"Nah itu sudah tau, tambah pinter ya kamu" jawab Christopher.


Mata Louise makin membulat tidak menyangka mendengar jawaban Christopher yang membuatnya ingin sekali menimpuk dengan sepatu yang dipakainya. "Sumpah ya, bukan teman bisnis Tuan Alfaro, sudah aku ajak duel ini orang, brengsek bener jawaban nya" batin Louise.


"Kenapa memandangku, sini..!!"


"Eh..Chris!!" Teriak Louise terkejut saat tangan Christopher sudah menariknya dengan kuat, membuat dirinya kini terjatuh duduk di sebelahnya.


"Kamu baru pulang kerja kan?" Tanya Christopher kemudian dengan wajah yang hanya beberapa senti saja dari Louise yang nampak gelagapan tidak karuan.


"I..i..ya, ini kenapa deket banget gini sih" protes nya berusaha lepas dari genggaman tangan Christopher.


"Diam, buka mulut dan nurut..!!" Ucap Christopher yang kini sudah menyendok makanan yang ada didepannya dan mengarahkan sendok di depan mulut Louise yang masih tercengang dengan apa yang dilakukan oleh Christopher Nolan.


Louise masih menutup mulutnya dan menghindari tatapan Christopher, namun tiba-tiba saja Christopher mendekatkan bibirnya untuk menyentuh bibir Louise, hingga tangan Louise reflek menahan dadanya.


"Apa yang kau lakukan..!" Ucap Louise di tengah keterkejutannya.


"Pilih..buka mulut dan masukkan makanan ini, atau aku akan memaksa menc-ium mu seperti dulu" sahut Christopher dengan senyumannya yang bikin Louise makin tak karuan.


Ayo SENIN waktunya VOTE VOTE VOTE.. Jangan lupa ya, ditunggu juga HADIAH, LIKE, dan KOMENnya.

__ADS_1


Ketik: Sinho Channel di YouTube, untuk menikmati Cerpen-cerpen karya Author yang tak kalah seru.


Bersambung.


__ADS_2