
Ronan segera memanggil Alfaro untuk kembali di depan, memberikan sambutan sebelum acara lelang Agensinya dimulai, segera Alfaro melakukan apa yang di jadwalkan oleh tim acara hari ini, dan lelang pun resmi di buka.
Penawaran pertama dilakukan dari beberapa perusahaan yang menginginkan Agensi SEM menjadi miliknya, disambut oleh beberapa pemilik perusahaan lain yang memiliki keinginan yang sama.
Hingga akhirnya Kirana memberikan harga yang diajukan untuk membelinya, ada seseorang yang tertawa sinis dan kemudian mengangkat tangannya untuk memberikan harga yang lebih tinggi dari yang diberikan oleh Kirana, siapa lagi kalau bukan Viona yang datang dengan otak tumpulnya.
Christopher Nolan tidak mau kalah, diapun memberikan penawaran harga yang cukup lumayan berada di atas Viona, tentu saja tatapan sinis dari Viona di lemparkan ke Christopher Nolan seketika.
"Bagaimana Han, apa keuangan kita masih cukup untuk menawar di harga yang lebih tinggi lagi dari mereka,?" Ucap Kirana.
"Masih, kita bisa memberikan penawaran sedikit di atas tuan Christopher Nolan" ucap Hani setelah mengecek data keuangan yang dimiliknya.
Kirana tidak ingin kehilangan kesempatan, lalu segera mengajukan lagi pembelian dengan nilai diatas Christopher Nolan.
Christopher Nolan terkejut dan kemudian menatap Kirana sejenak, dalam hatinya semakin penasaran, sekaya apa sekarang sosok wanita yang ada dihatinya selama ini. Hingga kemudian tidak mau kalah, dia memberikan penawaran yang lebih tinggi lagi diatas nilai yang diajukan oleh Kirana.
Acara lelang itu semakin sengit, hingga akhirnya suara mengejutkan dari sosok wanita yang memberikan penawaran harga beli yang lumayan tinggi di atas Kirana dan Christopher Nolan.
Siapa lagi kalau bukan Viona yang dengan menggunakan emosinya menawar harga Agensi SEM jauh diatas harga terakhir yang diajukan oleh Christopher Nolan.
Akhirnya pelelangan Sah dimenangkan oleh Viona dengan harga yang sangat fantastis, hingga kemudian Agensi SEM diresmikan menjadi milik Viona.
"Rupanya kau kalah dengan Viona Juga Kirana, kekasih Alfaro itu semakin luar biasa" ucap Christopher Nolan sambil tersenyum kearah Kirana.
"Aku disini bukan untuk menang dari siapapun, niatku memang ingin memiliki Agensi SEM untuk aku jadikan anak cabang Agensi ku, dan satu lagi..Viona tidak ada hubungan apapun dengan Alfaro lagi, yang paling penting disini..aku akhirnya bisa membantu Alfaro menggiring kalian untuk memberikan penawaran tertinggi akan Agensi yang dijualnya, bagaimana menurutmu..?"
"Sh*it, jadi kau disini bertujuan hanya untuk membantu Alfaro?" Ucap Christopher yang baru sadar dengan apa yang dilakukan oleh Kirana.
"Tentu saja..ada masalah dengan itu?" Tanya Kirana.
__ADS_1
"Aku sudah menduga, penolakan mu waktu itu karena Alfaro bukan!" Ucap Christopher dengan amarahnya.
"Tidak ada hubungannya semua itu dengan Alfaro, terserah kau mau bilang apa, aku sudah menjelaskan semuanya waktu itu" ucap Kirana segera beranjak dari tempat duduknya tidak ingin meneruskan perbincangan yang mulai memanas.
Christopher Nolan tidak terima begitu saja, Dengan cepat menghadang langkah Kirana dan langsung berjalan maju, berusaha mengikis jarak hingga membuat wanita yang ada didepannya segera mundur.
"Apa yang kau lakukan Chris..jangan mendekat lagi!!" Ucap sengit Kirana yang sudah berjalan mundur untuk menjaga jarak dan akhirnya tubuhnya terhadang dinding, ditengah keramaian tidak mungkin juga Kirana menunjukkan kekuatannya.
Bukannya menjauh, Christopher Nolan malah semakin mendekat seolah menunjukkan ke semua orang bahwa dirinya adalah seseorang yang berhak atas Kirana.
Hampir saja Christopher Nolan menempelkan tubuhnya nya menghampiri Kirana yang tersudut ke tembok, untung saja tubuh seseorang kini tepat berada di depan Kirana menghalangi maksud dari Christopher untuk menyentuhnya.
"Jangan berani mendekat lagi, atau aku akan menghajar mu disini!" Ucap Alfaro dengan tatapan dingin dan membunuh.
Christopher terkejut mendapati Alfaro kini sudah berada sangat dekat di depan matanya, sedangkan Kirana tak kalah terkejut karena punggung Alfaro otomatis kini sudah menempel di bagian depan tubuhnya yang tidak bisa bergerak kemanapun.
Christopher tertawa sinis, dan mundur seketika, lalu segera pergi begitu saja, semua mata yang melihat hal itu kini sedikit bisa bernafas lega, dan apa yang terlihat disana, keadaan Kirana dan Alfaro membuat banyak orang yang memandang berpikiran ada sesuatu diantara mereka berdua.
Alfaro masih setia di posisinya dengan tangan yang masih menempel di jari jemari Kirana, keduanya sama-sama kaku dan diam membisu, merasakan getaran aneh yang membuat jantung mereka terasa mau meledak.
Beruntung suara Hani yang memanggilnya membuat Kirana segera tersadar, dan mendorong tubuh Alfaro ke depan hingga memberinya ruang untuk bergerak pergi dari tempat itu tanpa sepatah katapun.
Begitu juga Alfaro yang kini berjalan perlahan meninggalkan tempat menuju ke ruang belakang untuk menenangkan dirinya yang merasa tubuhnya masih tergetar saat bersentuhan dengan Kirana.
"Perasaan ini semakin kuat saat aku dekat dengan nya, Astagfirullah..maafkan aku yang tidak bisa mengontrol hasrat ku saat bersama Kirana" batin Alfaro yang merasa bersalah dengan apa yang di lakukan nya.
Sementara itu tanpa disadari oleh Alfaro, Viona sudah berjalan di belakangnya dengan wajah yang sangat emosi karena melihat adegan nya tadi bersama dengan Kirana yang menurutnya tampak begitu mesra di depan publik.
"Dasar munafik..kau dan wanita picik itu ternyata sama saja!!" Teriak Viona yang langsung menghentikan langkah Alfaro.
__ADS_1
Alfaro segera membalikkan badan dan menatap tajam ke arah Viona.
"Aku tidak tau apa yang kau bicarakan, urusanmu Disini sudah selesai, kau juga sudah mendapatkan Agensi SEM, jadi jangan membuat ulah lagi" ucap Alfaro.
"Kenapa memangnya kalau aku masih disini?, Takut ketahuan kebusukan hubungan kalian..berkedok manusia yang alim, tapi kelakuan sama saja bukan..bahkan yang kau lakukan tadi sangat kelihatan bagaimana kalian berdua menikmati sentuhan satu sama lain..dasar wanita *******..dia mengambil mu dariku dengan cara yang menjijikkan!!"
"Hentikan Viona!!..jangan lagi menghina Kirana, sudah cukup perbuatan mu yang lalu dan membuatnya menderita!, Sekarang pergilah..aku tidak ada urusan lagi denganmu!!" Ucap Alfaro semakin meradang.
"Baik..aku akan pergi..tapi lihat saja besok, apa yang bisa aku lakukan pada wanita pujaan mu itu, seberapa benci semua orang yang tau kebusukan pembuatannya dengan mu!!" Ucap Viona lalu pergi begitu saja dengan tawa yang mengerikan.
Alfaro masih terdiam, berusaha mencerna apa maksud dari ancaman Viona, dan kemudian Ronan berjalan cepat ke arahnya.
"Ada apa?" Tanya Ronan dengan raut wajah cemas.
"Tenanglah..Viona hanya menyapa ku" ucap Alfaro.
"Benarkah, kenapa aku tidak percaya"sahut Ronan.
"Sudahlah, dia hanya menggertak sedikit, aku lebih memikirkan Keadaan Kirana, aku takut dia malu dengan apa yang baru saja terjadi, aku tidak sengaja melakukan semuanya tadi, niatku hanya melindunginya dari Christopher brengsek itu" ucap Alfaro dengan wajah yang sendu.
"Mudah-mudahan Kirana mengerti dengan maksudmu, aku yakin dia tau kamu tidak sengaja melakukan hal itu" sahut Ronan berusaha menenangkan sahabatnya yang terlihat begitu cemas.
Alfaro dan Ronan berjalan pulang, mereka bersyukur acara hari ini diluar prediksinya, dimana Agensinya ternyata terjual dengan harga yang sangat tinggi walaupun di menangkan oleh Viona.
Sementara itu, Viona sudah merencanakan sesuatu dengan senyuman liciknya.
Bersambung.
Hari SENIN waktunya memberi VOTE VOTE VOTE..ditunggu ya ..
__ADS_1