
Kirana menghapus air mata yang akhirnya menetes di pipinya, Hani mengusap punggungnya dengan lembut untuk menenangkan dan menguatkan sahabatnya.
"Sebaiknya kita kembali ke Ruangan paman Ali, mungkin ada perkembangan sekarang yang kita belum tau" ucap Hani.
"Iya Han, sekalian kita beli makanan dulu, siang ini kita belum ada yang makan, perlu stamina yang cukup untuk bergantian menjaga paman Ali disini, belum lagi dibagi dengan waktu yang kita gunakan untuk kerja nanti" jawab Kirana.
Hani dan Kirana berjalan meninggalkan Masjid, bertanya ke beberapa Petugas keamanan letak kantin rumah sakit yang menjual makanan, dan akhirnya mereka pun sudah membawa empat kotak nasi untuk makan siang dengan menu yang lumayan lengkap.
Sampai di ruang tunggu ICU, Kirana melihat kedua orang itu sudah duduk bersandar di kursi sambil sesekali berbincang, Kirana dan Hani pun segera mendekat dan memberikan makan siangnya.
"Kalian makanlah dulu, jangan sampai perut kosong, ini sudah hampir jam 2 siang" ucap Hani, lalu membagi semua kotak makanan dan memakannya bersama-sama disana.
Sesekali Alfaro melirik ke arah Kirana, dirinya merasa tidak enak hati untuk tidak memakan makanan yang ternyata lumayan pedas, padahal dirinya sangat tidak bisa dengan hal itu, Ronan yang tidak menyadari akan hal itu masih terus menyantap makanannya.
Sementara Kirana terkejut ketika Alfaro memakan nasi kotaknya dengan wajah yang kelihatan panik karena kepedasan.
"Kau tidak bisa makan pedas?" Tanya Kirana kemudian.
"Ha..bisa..bisa...aku bisa" ucap Alfaro berusaha memasukkan makanannya lagi kedalam mulutnya,
Kirana segera maju dan menarik tangan Alfaro untuk mencegah makanan itu masuk ke dalam mulutnya.
"Jangan dipaksakan..aku akan membelikan mu makanan yang aman" ucap Kirana dan tentu saja Alfaro masih sangat terkejut dengan apa yang dilakukan Kirana.
"Memang terlalu pedas punyamu Faro?" Tanya Ronan yang kemudian menyomot makanan milik Alfaro.
"Ya ampun..pedes banget..pantas mukamu sampai kayak kepiting rebus..jangan dimakan..kau bisa sakit, aku tau, kamu paling tidak bisa dengan makanan pedas seperti ini" ucap Ronan dengan wajah cemasnya.
Kirana segera berdiri untuk membelikan makanan Alfaro lagi, dan dengan cepat Alfaro menyambar tangan Kirana untuk duduk kembali.
"Makan saja dulu..aku bisa beli sendiri" ucap Alfaro yang sudah bersiap melangkah pergi tanpa bertanya apapun lagi.
"Memangnya temanmu itu tau tempat membeli makanan disini?" Tanya Kirana ke Ronan, dan tentu saja mendapat jawaban 'tidak' darinya.
Kirana hanya menggelengkan kepala melihat apa yang dilakukan Alfaro, lalu segera berjalan cepat menyusulnya.
"Kearah sini..!" Ucap Kirana dengan menarik lengan baju Alfaro dari belakang, tentu saja Alfaro terkejut melihat hal itu, jantungnya kembali maraton ketika Kirana sudah berjalan disampingnya.
Setiba di kantin, rupanya keadaan semakin ramai, terlihat beberapa orang yang mengantri untuk memesan makanannya, Kirana segera mengambil tempat untuk ikut barisan antrian agar tidak terlewatkan.
Alfaro terlihat khawatir ketika Kirana berhimpitan dengan para pengunjung kantin yang kebetulan adalah seorang laki-laki, dengan langkah cepat Alfaro segera mengambil tempat tepat di belakang Kirana.
__ADS_1
"Maaf tuan, harusnya anda antri!" Ucap salah satu laki-laki di belakang Kirana yang tidak terima saat Alfaro tiba-tiba mengambil tempat di belakang Kirana.
Kirana tekejut dan langsung menoleh ke belakang, rupanya ada Alfaro yang sudah bertengger tepat di belakangnya, untuk menghindari kekacauan yang dikhawatirkan akan terjadi, Kirana langsung mengambil sikap.
"Maaf ini calon suami saya, dan hanya menemani saja" sahut Kirana membuat Alfaro kaget, lalu menatap sorot mata Kirana sekilas dengan bibir yang tidak terasa menampakkan sedikit senyuman.
Sementara beberapa orang yang sempat protes segera meminta maaf karena kesalahpahaman yang terjadi.
Alfaro segera mendekatkan bibirnya ke telinga Kirana dari belakang.
"Terimakasih, calon Istri" ucap Alfaro pelan.
Kirana yang terjingkat, reflek menoleh ke belakang kembali, dan dirinya sangat terkejut saat wajahnya berada sangat dekat dengan Alfaro.
"Astagfirullah..mundur..belum mahram!" Bentak Kirana pelan dan segera mengalihkan pandangannya ke depan sambil memegangi dadanya.
Keduanya kini terdiam, Alfaro sendiri hampir saja tidak bisa bernafas saat beberapa detik wajahnya hampir saja bersentuhan dengan wanita yang ada di depannya.
"Astagfirullah..dadaku terasa sesak dan jantungku seperti mau meledak" batin Alfaro yang masih setia di belakang Kirana sambil menenangkan dirinya dengan senyuman yang menghiasi bibirnya.
**
"Sialan, rupanya seperti yang aku duga, Kirana menyimpan rasa kepada Alfaro brengsek itu, aku tidak sabar ingin sekali melihatnya hancur!" Ucapnya dengan suara keras.
Tak lama setelah itu, terdengar handphone nya berbunyi, dan segera diangkat olehnya.
"Ada apa?"
"Terimakasih Christopher Nolan, kau sudah menunjukkan penampilan yang sempurna kemaren, sudah lihat beritanya di semua media kan, aku pastikan Kirana dan Alfaro akan sangat sibuk hari ini menghadapi para wartawan" ucap seorang wanita dalam sambungan handphone.
"Hem, aku tau, dan aku ingatkan jangan sampai melebihi batas, jangan berani menyakiti Kirana, aku menginginkannya" ucap Christopher.
"Tenang saja, aku hanya ingin memberikan pelajaran padanya, dan kau bisa menikmati setiap permainan ku Chris, tujuanku hanya satu..untuk membuat Alfaro menyerah dan kembali padaku, terimakasih mau bekerja sama denganku"
Sambungan handphone akhirnya terputus, Christopher segera beranjak dari duduknya dan berpindah ke sebuah sofa yabg ada di ruang kerjanya, tepat didepan orang kepercayaannya.
"Bagaimana perkembangan penelitian yang kita lakukan..apa sudah menunjukkan kemajuan?" Tanyanya.
"Masih belum ada tuan, dan sepertinya kali ini, kita butuh waktu yang tidak sedikit, apa masih bisa anda untuk bersabar?"
"Sh*it, apa aku punya pilihan?"
__ADS_1
"Ada, tapi itu terlalu beresiko tuan, kita tidak bisa melihat dengan jelas, apa efek yang akan terjadi kalau kita memakai penelitian yang kita lakukan itu sekarang"
"Hem, kalau begitu..aku putuskan untuk menunggu waktu yang tepat, aku tidak ingin pekerjaanku ini mengecewakan" ucapnya lagi.
Orang kepercayaannya itu akhirnya segera pamit dan keluar dari tempat itu, sedangkan Christopher menarik nafas panjang saat melihat tayangan Televisi yang ramai tentang kabar isu hubungan terlarang Kirana yang merebut kekasih model papan atas Viona Fernandez, bahkan kedekatan mereka melebihi batas yang bisa diartikan pergaulan yang bebas.
Hati Christopher sebenarnya merasa sangat sesak melihat nama Kirana ada disana, namun keinginan untuk memiliki Kirana dengan cara apapun memaksa dia harus tega untuk melakukan hal itu, walaupun dia sangat tau semua itu tidak benar dan menyakiti Wanita yang dicintainya.
**
Ronan dan Hani masih menikmati makan singnya sambil menunggu kedatangan dua orang yang ternyata sudah tiba di sana.
"Kalian lama sekali" ucap Hani.
"Lumayan Antri, maaf, kalian sudah selesai?" Tanya Kirana, sementara yang kemudian mencari keberadaan Alfaro yang tiba-tiba tidak ada di dekatnya lagi.
"Kita sudah selesai" jawab Hani.
"Kalau kau mencari Alfaro, itu..dia ada di dekat jendela kaca sedang melihat keadaan Daddy nya" sahut Ronan yang segera beranjak untuk menyusul Alfaro.
"Biar aku saja Ron" ucap Kirana yang sudah berdiri dan melangkah mendahului Ronan menuju ke tempat Alfaro.
"Sebaiknya kamu makan dulu Faro, aku tau kamu masih bersedih melihat keadaan paman Ali, tapi kamu juga tidak boleh sakit karena hal itu, ingat..paman Ali membutuhkanmu untuk semangatnya segera sembuh" ucap Kirana.
Alfaro menyeka air matanya yang menetes di pipinya, lalu membalikkan badan melihat sosok Kirana yang kini ada didepannya.
"Terimakasih.." ucapnya, lalu segera berjalan menuju kursi terdekat untuk memulai makan siangnya.
Kirana tersenyum, lalu segera duduk di sebelah Hani, sedangkan Ronan berpindah di samping Alfaro.
"Sepertinya ada yang aneh dengan sikap Kirana, dia semakin lembut padamu, apa ada sesuatu yang terjadi dan aku tidak tau?" Ucap Ronan lirih di samping Alfaro.
"Hem, jangan mengganggu ku makan, aku lapar sekali" Jawab Alfaro sambil menatap Ronan dengan sorot mata aneh.
"Fix..ada sesuatu diantara kalian, dan kau harus menceritakan semuanya padaku nanti, atau aku tidak akan_"
"Apa..?!, Semakin lama kau semakin pandai mengancam ku, dasar.!!" Ucap Alfaro lalu melanjutkan makannya kembali, sementara Ronan memasang tampang penasarannya.
Bersambung.
jangan lupa VOTE, HADIAH, LIKE, dan KOMEN ya.
__ADS_1