SELEMBAR KERTAS

SELEMBAR KERTAS
Episode 104


__ADS_3

Ibu Aisyah tampak begitu terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Aliando, senyuman dari bibir Aliando membuat Aisyah akhirnya mengerti kalau laki-laki yang ada di hadapannya benar- benar serius dengan ucapannya.


"Aku mohon.." ucap Aliando.


"Apa kau serius..secepat ini?" Tanya Aisyah lagi.


"Hem..sangat.." jawab Aliando.


Sejenak Aisyah terdiam kembali, berpikir sekali lagi dan akhirnya, "Bismillah..baik..aku bersedia"


"Alhamdulillah..makasih Aisyah.." ucap Aliando lalu menggenggam tangan Aisyah.


Kabar bahagia segera sampai ke Alfaro dan juga Kirana, begitu juga dengan Hani dan Ronan yang otomatis ikut mendengarnya juga, persiapan pun segera di lakukan, mengingat singkatnya waktu yang ada.


*


Disudut kamar yang tidak begitu terang, terlihat sosok laki-laki sedang duduk dan menatap pemandangan luar lewat jendela besar kamarnya, handphone yang ada di tangannya berdering dan langsung diangkatnya.


"Bagaimana?"


"Sudah berhasil tuan"


"Bagus..tiba saatnya"


"Baik Tuan, Christopher Nolan sepertinya sudah tidak sabar dan dia mencoba Penemuannya dengan dirinya sendiri Tuan"


"Hem, biarkan saja..aku akan memanfaatkan kekuatannya untuk menjadi anak buah ku nanti"


"Baik tuan, ada lagi yang harus saya lakukan?"


"Iya, tutupi apa yang akan kita rencanakan dengan wanita yang bernama Kirana dari Christopher..aku tau dia sangat menyukainya"


"Siap Tuan, saya selalu menjaga rahasia itu"


Dan perbincangan itu segera berakhir, senyuman miring terlihat di sudut bibir sang Tuan.


Sementara itu salah satu anak buah sang Tuan, yang tak lain adalah Bima sedang menahan emosi saat mendengar kabar rencana pernikahan mantan istrinya dengan Salah satu pengusaha sukses yaitu Aliando Runcel Eagle.

__ADS_1


Dengan akal liciknya dia berusaha untuk memanfaatkan hal itu untuk mengambil alih semua rumah mewah Aisyah yang masih menggunakan namanya. Lalu kemudian Bima sengaja menekan Aisyah dengan memberikan ancaman padanya, dimana masalah itu akan diungkap ke publik di hari pernikahannya.


Aisya menjadi panik dengan ancam yang dilakukan oleh mantan suaminya, hingga kemudian Aliando memberikan saran.


"Aku tidak ingin hanya karena masalah harta membuatmu sangat stres memikirkannya, apalagi sampai mengganggu acara pernikahan kita nanti" ucap Aliando.


"Maaf...tapi aku tidak bisa tidak memikirkan hal itu, rumah itu adalah pemberian dari orang tuaku dulu"


"Aku tau..tapi secara hukum, kamu akan tetap kalah..aku sarankan kau serahkan saja rumah itu, apalagi setelah menikah aku ingin kamu menemaniku di Mansion dan jangan pernah jauh dariku"


"Iya, aku ngerti..tapi Rumah itu_"


"Sudahlah..kalau memang rumah itu adalah Hak mu, dia akan kembali padamu..entah bagaimana caranya..jadi Ikhlas kan dan bersabarlah.." ucap Aliando memberikan Support.


Keesokan harinya, tepatnya tiga hari sebelum acara pernikahan keduanya dilangsungkan, tampak Aliando berbincang dengan seseorang, keduanya begitu serius membahas tentang hadiah pernikahan yang akan di persembahkan untuk Aisyah.


"Jadi anda bersedia membeli berapapun tuan Aliando?"


"Iya, jangan menawar, berapapun yang orang ini minta, langsung lakukan transaksi, apa anda mengerti?"


"Baik Tuan..akan saya lakukan"


Sementara itu ibu Aisyah sudah menyerahkan surat Rumah mewahnya ke Bima dengan ditemani oleh Hani dan kirana disebuah Restoran yang tak jauh dari Mansion.


"Bagus, kau membuat ku senang Aisyah, jadi aku tidak akan membuat keributan di hari pernikahan kalian, heh...sayang sekali, kenapa baru kali ini kau menyerahkannya, coba kalau dulu-dulu..aku tidak perlu membuang tenaga untuk ribut denganmu" ucap mantan suaminya yang tak lain adalah Bima.


"Aku tidak akan pernah iklhas melepaskan rumah itu, kau tau benar itu adalah rumah warisan dari orang tuaku..dan kau sama sekali tidak berhak atas rumah itu..!" Jawab ibu Aisyah.


"Hahaha..kau pikir aku perduli..?, Setidaknya keu masih punya kelebihan dengan membuatku punya harta selain hanya membuatku kecewa karena tidak bisa memberikanku keturunan"


"Keterlaluan..jaga bicaramu..!" Ucap Hani yang ikut emosi.


"Sudahlah Han..dan ibu Aisyah.. laki-laki yang hanya bisa mengeruk harta kekayaan seorang wanita..dia pantas di sebut ba-nci..!" ucap Kirana dengan senyuman sinisnya.


"Bangsat..!, Berani kau menghinaku, ha?!" Teriak Bima yang akhirnya tersulut emosi.


"Kenapa..?, Anda merasa malu, kenyataanya memang seperti itu kan?, Menggelikan sekali, harusnya tugas anda memberikan nafkah.. bukan sebaliknya, kecuali anda memang ingin memakai Rok bukan celana" sahut Kirana.

__ADS_1


"Tutup mulutmu, wanita sialan..!" Teriak Bima yang kemudian langsung bersiap menyerang Kirana.


"Maaf tuan Bima, jangan gegabah, ingat pesan dari sang Tuan, jangan sampai anda mendapat murkanya karena menyentuh nona Kirana" bisik salah satu anak buah yang mengawalnya.


Sontak Bima langsung mundur dengan menatap tajam ke arah Kirana, sementara Kirana yang sudah bersiap menghadapi Bima terheran dengan tindakan Bima yang tidak jadi menyerang nya saat salah satu anak buahnya mendekat.


Dan kemudian Bima pergi begitu saja dengan anak buahnya.


"Ada apa dengan mereka, tidak mungkin laki-laki ini mundur begitu saja, sepertinya ada sesuatu yang membuat mereka berbuat hal itu" batin Kirana yang membaca gelagat tidak baik dari kedua orang yang kini sudah pergi meninggalkannya.


Aisyah dan Hani memegang tangan Kirana dan membawanya kembali untuk duduk, "sudah..duduk dulu Kirana, ada apa?" Tanya Hani.


"Tidak ada" jawab Kirana berusaha menutupi kecurigaan yang dirasakannya.


**


Pagi hari yang sangat indah, semua sudah nampak bersiap penuh hikmad saat acara ijab qobul akan segera di laksanakan, terlihat Aisyah berjalan masuk memasuki gedung, dan Aliando memandang takjub akan kecantikan calon istrinya diusianya yang sudah tidak muda lagi.


Sementara Alfaro dan Ronan sudah duduk di sebelah Aliando sebagai saksi pernikahan suci yang akan segera di langsungkan, begitu juga dengan Kirana dan Hani yang sudah mendampingi Aisyah.


Hari bahagia itu langsung berubah menjadi begitu hikmad saat ijab qobul dilantunkan oleh Aliando, sekelebat bayangan sang mommy sekilas menyapa ingatan Alfaro, bagaimana dirinya dan sang Daddy dulu begitu dijaga oleh Mommy nya, hingga air mata tanpa terasa menetes.


"Semoga Daddy bisa berbahagia dengan pernikahan ini, dan semoga ibu Aisyah bisa menjadi pendamping yang bisa menjaganya dengan baik..Amin" batin Alfaro lalu semuanya saling berpelukan memberikan selamat.


Saatnya semua tamu undangan merasakan kebahagiaan yang mendalam dari kedua mempelai yang kini sudah bersatu dalam ikatan pernikahan, hingga Selesai acara pesta keduanya kini sudah berada dalam kamar yang sama.


Aliando mendekati Aisyah yang sedang duduk di pinggiran tempat tidur, "aku punya hadiah pernikahan untukmu, dan aku ingin memanggil mu sayang..bolehkah?" ucap Aliando yang kini tengah memberikan sebuah kotak hitam berhiaskan pita keemasan.


"Iya sayang..terimakasih, sudah memberikan ku kebahagiaan sebesar ini yang tidak pernah aku bayangkan sebelumnya...Bukannya aku tidak suka kamu beri sesuatu, tapi Mas kawin sebuah cincin permata dan mobil mewah sudah sangat berlebihan untukku, ini ditambah apa lagi?" Tanya Aisyah.


"Aku memberikannya ikhlas dan memang sudah aku persiapkan semuanya, kamu istriku sekarang, punyak hak juga di dalam harta kekayaanku, walaupun aku tau kamu tidak menginginkannya sama sekali" Jawab Aliando sambil memegang tangan istrinya dengan erat.


Aisyah tersenyum, lalu kemudian membuka perlahan kotak hadiah yang di berikan, dan saat kotak itu telah terbuka..


"Sayang..ini_?" Aisyah sangat terkejut tak percaya dengan apa yang terlihat di dalamnya.


Author hadir kembali gaes..mohon maaf sebelumnya kerena sempat absen melanjutkan kisah Novel ini dikarenakan kesibukan yang luar biasa menyambut hari Raya idul Fitri, Mohon maaf lahir batin untuk semua pembaca yang sudah mengikuti Novel karya saya Author Sinho, jangan lupa VOTE, HADIAH, LIKE, dan KOMENnya selalu ditunggu..

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2