SELEMBAR KERTAS

SELEMBAR KERTAS
Episode 140


__ADS_3

Siang itu, tampak Kirana tengah tersenyum bahagia melihat kedatangan Alena bersama dengan Edward ke Mansion nya, dengan berlari kecil Kirana menyongsong dan memeluk Alena dengan erat di depan pintu.


Begitu juga dengan Alena yang rindu akan adik satu-satunya, diapun menyambut dengan bahagia pertemuan dengan Kirana.


Berlanjut dengan masuknya kedua orang yang lama ditunggu, akhirnya kini mereka berbincang di ruang tengah sambil menikmati minuman dan cemilan buah yang sudah disediakan oleh asisten rumah tangga.


"Apa Alfaro masih di kantor?" Tanya Edward.


"Iya kak, tapi sebentar lagi pasti akan pulang, tadi pagi sudah bilang kalau hari ini akan pulang lebih cepat untuk menemani kalian" jawab Kirana.


"Hem, baguslah, ada yang ingin aku bicarakan juga dengannya" ucap Edward.


"Seputar bisnis atau_?" Tanya Kirana.


"Tentu saja bisnis, kalau yang lain, cukup Istri ku saja yang mengatasinya" sahut Edward sambil tersenyum dan mencium puncak kepala Alena.


"Tentu saja honey.. aku akan berbincang dengan Kirana, bagaimana kalau_?" Ucap Alena tertahan.


"Aku tau.. Nikmatilah perbincangan kalian, aku akan jalan-jalan ke taman belakang sambil menunggu Alfaro" sahut Edward segera beranjak dari duduknya dan melangkah ke pintu belakang menuju Taman yang terletak di belakang Mansion.


Kirana menarik nafas panjang, mengambil minuman lalu menikmatinya perlahan. Sementara Alena mengamati apa yang dilakukan Kirana hingga membuatnya kikuk.


"Bisa jelaskan padaku sekarang?" Tanya Alena akhirnya.


Kirana memandang Alena sejenak, menelan cemilan yang terlanjur masuk kedalam mulutnya. "Baik kak, apa yang ingin kakak dengar dariku?"


"Perlukah aku mengatakannya dengan jelas?" Tanya Alena yang terlihat begitu kesal.


"Maaf kak, soal aku menyarankan Alfaro untuk menikah lagi, tentu aku punya alasan yang sangat kuat" ucap Kirana.


"Hem, baik..aku menghargai itu, jadi ceritakan apa alasan terkuat mu" sahut Alena yang sudah tidak sabar ingin mendengar sendiri perkataan Kirana.

__ADS_1


Kemudian Kirana memulai ceritanya, bagaimana dia mengalami cidera itu dan akhirnya harus berakhir di meja operasi yang mengharuskan dia kehilangan calon bayi dan satu indung telurnya, berbagai cara sudah dilakukan oleh Kirana selama enam bulan terakhir, namun hasilnya masih NOL.


Tetesan air mata Kirana membanjiri pipinya, saat dia akhirnya harus mengambil sikap untuk memberikan saran Alfaro menikah lagi demi mendapatkan seorang anak kandung.


"Baiklah..aku memaklumi langkah yang akan kau ambil tentang Alfaro dan pernikahan kalian, tapi yang aku dengar dari Alfaro, dia tidak mempermasalahkan soal anak, dia bahkan tidak menginginkan apapun lagi kalau harus sampai menduakan mu" sahut Alena.


"Iya kak, aku tau, tapi Alfaro masih berpikiran untuk saat ini saja, bagaiman nanti kalau sudah tua?, Kita butuh keseimbangan berumah tangga dengan mempunyai anak yang membuat hatinya bahagia" ucap Kirana berusaha membela diri.


"Memangnya kebahagiaan dalam rumah tangga, datang hanya dari seorang anak saja, apa kau tidak pernah berpikir akan banyak masalah setelah kamu mengambil langkah itu?" ucap Alena.


Kirana terdiam tidak bisa menjawab, hanya menunduk bingung.


"Ingat Kirana, percuma kita banyak anak kalau harus menahan perasaan yang menyakitkan, memangnya kau sanggup melihat Alfaro bersama istri baru dan anak-anaknya menghiasi Mansion mu, dengan kondisi kamu harus melihat semuanya setiap hari?" Ucap Alena.


Kirana masih terdiam, seketika hatinya berdenyut sakit, entah kenapa hal itu tidak pernah terlintas dalam pikirannya, hingga akhirnya setetes air mata mewakili rasa sakit yang merebak dan menusuk masuk ke dalam hatinya.


"Entahlah kak, maaf..." Ucap lirih Kirana pada akhirnya.


Alena memeluk Kirana dengan erat, mengusap lembut punggungnya sesaat, lalu kemudian melepaskannya perlahan, tetesan air mata yang semakin banyak tersisa di pipinya, diusap oleh Alena pelan dan penuh kasih sayang.


Deg


Kirana tersentak akan perkataan Alena, lalu kemudian dirinya beristighfar untuk memohon ampun dan menenangkan hatinya.


"Kak..aku salah..maaf..." Ucap Kirana yang kini sudah terisak kembali, dan tanpa diduga, sebuah pelukan hangat datang dari belakang membuat hati Kirana terasa sangat tenang.


"Terimakasih honey.. ingat selalu, aku menerimamu utuh dengan semua kenyataan yang ada pada dirimu, tidak ada yang akan berubah sedikitpun, dan soal anak..kita bisa mengadopsi kalau memang kita sudah tidak bisa mengusahakannya sendiri" ucap Alfaro meyakinkan.


Kirana segera membalikkan badan dan semakin menangis kencang dalam pelukan suaminya, Alfaro menatap Alena sambil tersenyum dan mengucapkan terimakasih.


"Aku akan menyusul suamiku dulu, kalian bicaralah dengan tenang, aku rasa Kirana sudah tau apa yang harus dilakukan" ucap Alena sebelum dirinya beranjak dari duduknya dan kemudian berjalan keluar menyusul keberadaan Edward.

__ADS_1


Alfaro berusaha menenangkan Kirana yang masih menangis, "Sudah honey..aku tidak apa-apa, dan aku harap kamu tidak lagi punya pikiran gila soal aku harus menikah lagi, sudah cukup membuatku merasakan sakit, okey..?" Ucap Alfaro.


Kirana merenggangkan pelukannya, mengangguk perlahan, "maafkan aku..aku egois memikirkan mu, tapi sungguh honey.. aku melakukan itu karena aku sangat menyayangimu lebih dari diriku sendiri" sahut Kirana.


"Iya..aku tau..itu sudah pasti, tapi aku tidak memerlukan hal itu untuk hidup bahagia, ada dirimu di sisiku saja sudah lebih dari cukup honey..apa sudah mengerti, Hem?" Ucap Alfaro sambil mengecup bibir Kirana dengan lembut dan mengigit nya.


"Akh..!, Honey..!!" Teriak Kirana sambil memegangi bibirnya.


"Biar kamu bisa senyum..nggak nangis lagi, sudah..ayok kita temui Edward dan Alena, aku gak enak belum menyapa Edward Honey.." ucap Alfaro Kemudian menggandeng istrinya keluar Mansion.


Tak berapa lama kemudian mereka sudah berkumpul di taman belakang dan berbincang, "Bagaimana kabarmu Ed, aku dengar kamu akan melakukan kerja sama bisnis disini" ucap Alfaro.


"Hem..kamu kenal dengan Harry Milton?" Tanya Edward.


"Maksud mu pemilik Milton Company?" Sahut Alfaro agak terkejut.


"Iya, tuan Harry mengajak kerjasama dengan perusahaan Eagle Company yang ada di Indonesia juga, dan dari yang aku dengar, dia juga sudah melakukan kerja sama dengan Eagle Company di paris yang tak lain adalah milikmu, benar begitu?" Tanya Edward.


"Rupanya semua informasi sudah kamu kantongi Ed, begitulah..Milton Company adalah perusahaan terbesar saat ini di Paris" ucap Alfaro memberikan informasi ke Edward.


Alena segera menyahut, "Dan aku dengar, kamu sering bekerja bareng dengan putri tunggal pemilik Milton Company, apa itu juga benar?" Tanya Alena dengan tatapan yang menusuk.


"Benar, namanya Nona Zahra, dan sekarang ini kerja sama bisnis yang ada di Paris sering dilimpahkan kepadanya oleh Tuan Harry" jawab Alfaro.


"Oh..jadi begitu, sepertinya wanita ini hebat juga, masih muda kan?" Tanya Alena.


"Iya, dan dia yang selalu di jodohkan oleh Kirana padaku" ucap Alfaro santai namun membuat kedua wanita cantik yang ada didepannya langsung terkejut.


"Honey..!!, Kenapa mesti dibahas sih?!" Ucap Kirana sambil melihat ke arah Alena dengan wajah tidak enak.


Ayo waktunya VOTE VOTE VOTE.. Jangan lupa ya, ditunggu juga HADIAH, LIKE, dan KOMENnya.

__ADS_1


Ketik: Sinho Channel di YouTube, untuk menikmati Cerpen-cerpen karya Author yang tak kalah seru.


Bersambung.


__ADS_2