SELEMBAR KERTAS

SELEMBAR KERTAS
Episode 85


__ADS_3

Dua Bulan telah berlalu.


Malam terasa sangat dingin bagi Hani yang sedang sendirian di Mansion, sejenak dirinya ingin mencari minuman atau makanan di sebuah Cafe yang bisa menghangatkan badannya.


Masuk ke dalam sebuah cafe membuat dirinya merasa tidak sendirian lagi, melihat begitu banyak orang berdatangan di cafe ini, rupanya itu bisa mengisi kekosongan dalam hati Hani yang dari tadi dia rasakan.


"Hhh..rupanya rame juga, lumayan buat hiburan dari pada di Mansion aku sendirian" batin Hani yang tak beberapa lama yang lalu sudah memesan makanan dan minuman yang diinginkan.


Menunggu pesanan datang, matanya di kejutkan dengan sosok laki-laki dan perempuan yang dia kenal dan baru saja masuk ke dalam cafe.


Hani masih terdiam, tanpa dia inginkan pandangan matanya tidak bisa lepas dari pemandangan yang tidak ingin dia lihat sama sekali, hingga kemudian apa yang dilihatnya tanpa disengaja menatap dirinya.


Kedua tatapan itu beradu beberapa saat, Hani yang merasakan hatinya yang tidak enak, dengan cepat memutuskan pandangan, sementara sosok yang disana masih melongo melihat keberadaan Hani ada disana.


Hani bersyukur apa yang dipesan akhirnya datang juga, dia berusaha mati-matian untuk tidak memperdulikan yang lainya kecuali menyenangkan dirinya dengan makanan dan minuman yang telah ada di hadapannya.


"Ada apa Ron?" Tanya seorang wanita yang duduk di depan Ronan.


"Tidak ada, aku melihat Hani ada di sebrang sana" jawab Ronan


Wanita itu yang tak lain adalah Louise, segera menoleh ke arah yang dimaksud oleh Ronan.


"Oh Ya Tuhan..kebetulan sekali Ron, bagaimana kalau kita bergabung?" Ucap Louise.


"Apa kau tidak keberatan?" Tanya Ronan.


"Tentu saja tidak" jawab Louise.


"Baik, aku akan ke sana menyapanya dulu, dan meminta ijin untuk ikut bergabung di mejanya" ucap Ronan, lalu dirinya segera beranjak dari tempatnya, berjalan menuju ke Hani yang sedang menikmati makanan nya.


"Hai Han, kau sendirian?" Ucap Ronan menyapa setelah duduk di depan Hani.


Hani menghentikan kegiatan makannya dan menoleh ke arah Ronan.


"Apa kelihatanya aku bersama seseorang?" Tanya Hani balik, membuat Ronan tersenyum aneh.


"Kalau begitu, bagaimana kalau ku buat kau bersama dengan seseorang disini?"


"Aku sedang makan, tidak bisakah kau diam dan jangan merusak nafsu makan ku?" Ucap Hani yang mulai kesal.


"Baiklah ..aku anggap setuju dan kami akan pindah ke sini" ucap Ronan tiba-tiba, kalau segera pergi untuk memberitahu Louise agar segera pindah ke tempat Hani.

__ADS_1


Sementara Hani hanya terdiam dan menggelengkan kepalanya melihat apa yang dilakukan Ronan padahal dia belum menyetujui nya.


Kini Ronan dan Louise sudah ada di depan matanya, tersenyum menyapa Hani kembali dengan kompak, membuat Hani merasakan hatinya tidak nyaman sama sekali.


Tak lama kemudian pesanan makanan dari Louise dan Ronan pun datang, dan keduanya segera menyusul Hani menikmati makan malamnya.


Tak berapa lama, semuanya sudah selesai makan malam, dan Ronan merasa ini waktunya berbincang.


"Jadi..kau habis ini akan kemana?" Tanya Ronan.


"Aku.?" Tanya Hani menunjuk dirinya sendiri.


"Hem..memang siapa lagi?" Sahut Ronan.


"Oh iya aku lupa.. di sini aku kan yang datang sendirian" sahut Hani membuat Ronan jadi tidak enak hati.


"Aku tidak tau akan kemana lagi setelah ini, tergantung mood, untuk sementara sih masih ingin udara hangat di dalam cafe ini saja, kalau kalian mau pergi silahkan saja.. tenang saja, aku tidak akan ikut kalian" ucap Hani sambil menyeruput minuman hangat nya.


Louise yang merasa aneh dengan perkataan Hani segera menjelaskan.


"Maaf Nona Hani, aku malah senang seandainya anda ikut dengan Kita, akan tambah ramai" sahut Louise.


"Tidak perlu Louise..aku lebih nyaman menjadikan diriku sendirian dari pada harus menjadi orang ketiga" jawab Hani yang membuat keduanya sangat terkejut.


"Iya nona Hani, anda jangan salah paham" sahut Louise.


Hani hanya tersenyum masih sambil menikmati minumannya.


"Berapa jumlah kalian saat datang?" Tanya Hani kemudian.


"Kami hanya berdua, tapi_" ucap Ronan tertahan


"Dan jika aku ikut, berarti aku menjadi orang yang ke berapa Ron?"


"Ya orang yang ketiga, tapi tidak begitu juga konsep nya, seolah-olah kau itu menganggap kami ini sepasang kekasih" sahut Ronan.


"Amin..aku doakan, keinginan mu segera terwujud"


"Hani..!!" Ucap Ronan sedikit kencang.


"Aku belum tuli, tidak usah berucap terlalu kencang padaku" jawab Hani, membuat suasana tidak kondusif, dan membuat Louise merasa tidak enak hati.

__ADS_1


Saat Ronan ingin mengucapkan kata maaf, Hani tiba-tiba sudah berdiri dan mohon pamit untuk keluar duluan untuk pulang, Ronan sekali lagi mendengus kesal dengan apa yang dilakukan Hani tanpa bisa mencegahnya.


Hani sudah keluar melewati pintu Cafe tanpa panggilan ataupun protes dari Ronan, hingga kemudian Hani segera menuju ke mobilnya yang terparkir, disaat itulah dia melihat Kedatangan Viona dan juga Christopher disana.


Hani menghentikan langkahnya sejenak, tidak ingin membuat rasa penasarannya membunuh dirinya, dia pun segera mengikuti langkah Kedua orang itu dengan sembunyi-sembunyi.


Hingga akhirnya Hani bersembunyi di tempat yang tak jauh dari Viona dan Christopher berada. Perbincangan kedua orang ini pun sangat jelas tertangkap telinga Hani.


"Apa yang akan kita lakukan berikutnya?" Tanya Christopher Nolan.


"Aku akan menghancurkan karir Agensi NAHA, akan ku buat rumor lebih dahsyat lagi tentang kedekatan Kirana dengan Alfaro yang kini sudah menjadi pemilik perusahaan besar Eagle Company pusat, aku yakin masyarakat akan memberikan opini yang buruk tentang Kirana setelah itu"


"Maksudmu ?" Tanya Christopher.


"Kamu tau kan..sosok Kirana adalah wanita baik dan memegang ajaran agama Islam dengan benar, dan kalau aku menguatkan opini masyarakat yang sebelumya sudah aku sebarkan, yaitu tentang hubungan kumpul kebo mereka..boom..tamatlah nama Kirana" ucap Viona dengan senyuman iblis nya.


"Hemm..bagus, aku akan membantu mu, kalau dia tidak bisa aku miliki baik-baik, terpaksa aku setuju menggunakan cara apapun asal tidak membahayakan nyawanya" sahut Christopher Nolan.


DEG..


"Kurang ajar mereka berdua, aku harus memberitahukan ini ke Kirana" batin Hani yang tiba-tiba saja berdiri dari tempatnya dan berjalan keluar dengan sedikit tergesa yang akhir nya mengundang kecurigaan para pengawal Christopher Nolan dan Viona.


Hani berjalan cepat menuju mobilnya, dan belum sempat dirinya membuka mobil, ternyata sudah ada beberapa laki-laki yang mengejutkan dirinya.


"Tunggu nona, apa yang kau lakukan tadi, apa kau berusaha menguping pembicaraan tuan kami?" Ucap salah satunya.


"Astagfirullah...mampus aku, ya Allah, lindungi aku" batin Hani, lalu segera menarik nafas panjang dan berbalik perlahan.


"Maaf, apa maksud kalian, aku tidak mengerti, aku hanya kebetulan sekali ada di dekat Viona dan Christopher Nolan saja tadi" jawab Hani lalu segera membungkam mulutnya sendiri.


"Ups..kenapa aku keceplosan begini" Batin Hani yang kini sudah gugup harus membuat alasan apa lagi.


Sementara beberapa pengawal itupun tersenyum, dan mengerti apa yang harus mereka lakukan, yaitu membereskan wanita yang sudah berani memata-matai Majikannya.


"Tangkap..wanita ini, jangan sampai lolos!!' teriak salah satu dari mereka.


Hani segera bergegas masuk ke dalam mobilnya, dengan cepat menutup dan mengunci pintunya, lalu dirinya kini berusaha menghidupkan mobilnya, dan disaat itu kaca salah satu pintu mobil pecah dengan hantaman benda dari orang-orang yang ingin menangkap nya.


Hani merasakan perih di beberapa bagian kulitnya yang terkena goresan kaca saat hancur berhamburan, dengan cepat salah satu dari mereka meraih tubuh Hani dan menyeretnya keluar.


Disaat itulah suara lantang seseorang mengagetkan beberapa orang yang kini sudah mendapatkan Hani.

__ADS_1


Bersambung.


Jangan lupa VOTE, HADIAH, LIKE, dan KOMEN di tunggu.


__ADS_2