
Mohon bijak membaca, beberapa paragraf ada yang sebaiknya di baca setelah tidak menjalankan ibadah puasa.
Kirana merasakan ada hasrat dalam tubuhnya yang mulai merangkak naik, namun saat sebuah informasi penting di dalam layar komputer tertangkap oleh matanya, Kirana segera menghentikan aksi suaminya.
"Tunggu..!" Ucap Kirana segera mengamati apa yang ada dalam sebuah foto-foto Arsip di dalam sebuah file yang tanpa sengaja terbuka oleh tangan Kirana.
Alfaro masih belum merespon apa yang diucapkan Kirana, tangannya nya terus melakukan gerakan yang sama, hingga Kirana segera mencekal tangannya.
"Honey..aku bilang tunggu!, Lihat ini..!" Teriak Kirana lagi sambil menghentakkan cekal an tangannya, sontak pikiran Alfaro harus keluar dari kabut gairah yang hampir saja menguasai nya.
"Ada apa honey...kau_, What..?!, apa ini..?!" Ucap Alfaro saat melihat beberapa arsip foto yang menunjukkan kejadian mengenaskan yang menimpa Anak dan istri Alfaro di masa lalu" ada beberapa nama yang tercatat di sana dan Rupanya Aliando selama ini tidak pernah menyerah mencari dalang dari pembunuhan menantu dan cucunya.
Alfaro tercengang..dirinya segera mengambil kendali layar komputer lagi dan melanjutkan ke pencarian data berikutnya, berharap mendapatkan petunjuk yang terang tentang kematian Keluarga.
"Oh sh-it!!, Rupanya sampai disini Daddy bisa mengetahuinya," ucap lirih Alfaro.
Kirana melihat Alfaro mulai tidak tenang dan gelisah, bahkan keringat dingin bercucuran dari dalam tubuhnya, tangan Alfaro ikut tergetar, tampak sekali keresahan dalam diri Alfaro yang tidak bisa dia kendalikan.
"Honey..kau tidak apa-apa, honey..?!" Ucap lembut Kirana berusaha menyadarkan keadaan suami nya.
Tidak mendapatkan hasil seperti yang diinginkan Kirana langsung berdiri dari pangkuan Alfaro, teringat dengan pesan yang pernah di sampaikan oleh Hani tentang guncangan kejiwaan yang pernah menimpa Alfaro, Kirana tidak tidak tinggal diam.
Tubuh Alfaro yang mulai menggigil dalam kebingungan dan keresahan yang tidak terkontrol segera di peluk oleh Kirana. Ada sakit yang bisa di rasakan oleh Kirana, melihat trauma begitu berat yang pernah dialami oleh suaminya.
"Honey...sadarlah..tidak akan terjadi apa-apa, tenanglah honey...lawan rasa takut dan kesedihanmu, ikhlaskan mereka..Honey..?" Ucap Kirana berusaha menyadarkan Alfaro, hingga Kirana menemukan cara yang menurutnya mungkin akan berhasil.
Di bukanya hijab yang menutupi kepalanya, dengan rambut tergerai indah Kirana meraih wajah Alfaro lalu melu-mat bibirnya dengan lembut dan dalam, kali ini Kirana benar-benar harus mengambil kendali, dia tidak ingin Alfaro selalu tergantung obat-obatan untuk menenangkan dirinya saat serangan panik itu muncul.
Disaat yang sama Kirana segera mematikan layar komputer yang ada di depannya, tanpa melepaskan ciuman dan luma-tan nya.
__ADS_1
Seperti yang diharapkan oleh Kirana, Alfaro mulai menunjukan reaksinya, konsentrasinya mulai teralihkan perlahan-lahan, kehangatan bibir Kirana mampu untuk membuatnya keluar dari lingkaran trauma secara perlahan.
Alfaro mulai membalas ciuman Kirana, tidak mau membuang kesempatan, Kirana segera duduk diatas meja dengan kaki yang membelit tubuh Alfaro ditengahnya.
Seperti mendapat tenaga yang baru setelah kesadarannya kembali, Alfaro membuka baju Kirana sebagian untuk mempermudah bibirnya bermain dengan kedua puncak bukit kembar istrinya.
"Ohh.. honey...sshh" Kirana mulai mende-sah, membuat suaminya yang mendengar suara indahnya semakin terang-sang dan mengaktifkan tangannya untuk membuka kain penghalang di bagian bawah miliknya.
Tangan Alfaro sudah berhasil menyibak dan membuang penutup bagian in-tim sang istri, kini kaki Kirana segera di angkat di atas meja hingga pemandangan indah miliknya bebas terlihat dan dinik-mati.
Alfaro menundukkan wajahnya, menyapu lembut bagian in-tim Istri nya lalu membelai berkali-kali dengan tangannya, hingga jari jemari bergerak masuk di dalam sana.
"Ahh..!, Honey...ough..!" Suara len-guhan terdengar cukup jelas di telinga Alfaro, hingga dia merasakan ada yang hangat dan basah keluar dari bagian bawah istrinya yang di jelajahi oleh jari tangannya.
Penyatuan pun terjadi, kini tubuh Kirana mulai terguncang diatas meja mendapat hentakan dari suaminya.
"Honey..apa yang kau lakukan?!" Ucap Kirana terkejut dengan apa yang dilakukan suaminya.
Namun Alfaro tersenyum dan mencium bibir Kirana, lalu membawa tubuh Kirana turun dan merubah posisinya.
"Ini akan lebih nikmat honey..tubuhmu tidak akan terlalu sakit seperti diatas meja tadi" ucap Alfaro sambil membalikkan Badan Kirana.
Alfaro memposisikan Kirana untuk menahan tubuhnya di atas meja, perlahan sang pusaka memasuki milik istrinya dari belakang dengan sangat pelan.
"Akh.. honey..sakit..pelan.!" Ucap Kirana yang masih menyesuaikan diri dengan posisi barunya.
Kini saatnya Alfaro membuat sang pusaka keluar masuk untuk memberikan kenikmatan yang luar biasa..hingga akhirnya keduanya berteriak bersama.
Alfaro memeluk Kirana dengan erat, menopang tubuh istrinya yang hampir saja jatuh karena kaki yang gemetaran, hingga Alfaro membawa sang istri ke sofa yang ada diruang itu untuk berbaring dan beristirahat, Alfaro yang merasa kelelahan Akhirnya tertidur pulas.
__ADS_1
Berbeda dengan kIrana yang diserang oleh rasa penasaran yang luar biasa akan semua data kematian anak dan istri Alfaro yang ada di dalam komputer.
Perlahan Kirana beranjak dari tempatnya, berjalan mendekati meja kerja dan menghidupkan komputer.
"Tidak mungkin Daddy Aliando hanya menyimpan data saja, tanpa ada maksud yang lain" batin Kira sambil terus menelusuri semua data yang ada, hingga dia di kejutkan dengan sebuah foto dan dokumen tentang Vaden Fernandes.
"Astagfirullah..Vaden Fernandes?, Mungkinkah dia dalang dari pembunuhan mengerikan itu?" Batin Kirana sambil menutup mulutnya sendiri dengan kedua tangannya.
Hanya sampai disini informasi yang di dapati oleh Kirana, lalu dia berpikir sejenak.
"Kalau Daddy tau itu perbuatan Vaden, kenapa sampai sekarang tidak ada tindakan apapun?" Batin Kirana, lalu jari-jari Alena kembali bergerak mencari lebih dalam lagi kemungkinan informasi yang masih belum bisa dia temukan.
Dan benar saja, tertulis di sebuah file yang mungkin ingin di sampaikan kepada seseorang, bahwa tekanan kejiwaan Alfaro yang masih tidak stabil tidak mungkin mendengar kabar siapa yang telah memenuhi keluarganya, Aliando tidak ingin anak satu-satunya akan membabi buta dan menjadi pembunuh yang akhirnya akan merugikan dirinya sendiri.
Kirana menarik nafas dengan dalam, Rupanya begitu besar pengorbanan Aliando untuk suaminya, dia juga mengucurkan begitu banyak uang untuk membayar orang-orang terlatih menyelidiki semua masalah Alfaro.
Kirana duduk terdiam, merasakan hatinya ikut terbakar mengingat Ternyata Vaden ada di balik semua ini.
"Lalu apa motif Vaden sampai menghancurkan keluarga kecil Alfaro?" Kirana berpikir keras, namun dirinya dikejutkan dengan suara suaminya yang rupanya sudah terbangun dan berjalan kearahnya.
"Apa yang kau lakukan honey..?" Ucap Alfaro hampir sampai di tempat Kirana.
"Ha..eh..ini, tidak ada, aku hanya melihat beberapa file perusahan Eagle Company saja" ucap Kirana yang terkejut dan segera menutup satu persatu file yang ada di hadapannya dengan cepat, dia tidak ingin Alfaro mengetahui semuanya, seperti kekhawatiran daddy nya, kali ini bukan saat yang tepat untuk Alfaro mengetahuinya.
Dan beruntung Kirana berhasil menutup semuanya di saat yang tepat, hingga kembali ke sebuah File tentang rencana kerja sama dengan perusahaan asing untuk kemajuan Eagle Company.
Bersambung.
Jangan lupa VOTE, HADIAH, LIKE, dan KOMEN sebanyak-banyaknya untuk memenangkan hadiah menarik dari Author.
__ADS_1