
Louise yang masih terdiam melihat interaksi kedua manusia yang ada didepannya hanya menarik nafas panjang, "dasar manusia tidak jelas" batin Louise yang kemudian tanpa permisi membalikkan badan dan bersiap melangkah pergi.
"Tinggu..!, Louise..kau mau ke mana?" Ucap Christopher yang tentu saja membuat Louise menghentikan langkah nya dan membalikkan badan.
"Aku..?" Jawab Louis sambil menunjuk dirinya sendiri, "Emh..maaf, kamu sudah ada yang jaga, aku mau melihat keadaan Kirana, istri tuan Alfaro" lanjut Louise.
"Bagaimana keadaannya?" Sahut Zahra dengan cepat namun tidak menoleh ke Louise sambil sibuk mengambil makanan ***** Christopher yang akan disuap kan.
"Emh..tadi masih belum sadar sehabis operasi waktu kesini Nona Zahra, sekarang saya masih belum tau keadaannya" jawab Louise dengan mata tajam yang menusuk ke netra Christopher yang juga sedang melihat dirinya.
"Ya sudah, silahkan ke sana Nona Louise, saya yang akan menjaga Christopher, nanti saya akan ketempat Tuan Alfaro juga untuk melihat istrinya" ucap Zahra.
Louise tidak memberikan jawaban apapun, dirinya hanya memutuskan pandangan dan segera melangkah pergi, sementara Christopher segera menghentikan apa yang dilakukan oleh Zahra, "Aku bisa makan sendiri" ucap Christopher yang kemudian mengambil mangkuk buburnya dan memakannya perlahan.
"Gitu dong...biar cepat sembuh, aku tidak bisa melihatmu celaka Chris..apalagi sekarang aku sudah berada dekat disekitar mu, ceritakan apa yang sebenarnya terjadi?" Tanya Zahra.
"Aku masih makan, nanti saja, lagian ini hanya kecelakaan Zahra, dunia bisnis kan memang seperti ini" jawab Christopher kemudian melanjutkan makannya, walaupun dalam hati dia sangat mencemaskan keadaan Kirana dan ingin tau segera keadaanya.
*
Sementara itu ditempat yang tidak jauh dari sana, Louise lari ketika mendengar tangisan Hani yang terdengar olehnya, "ya Tuhan..ada apa..semoga bukan hal yang buruk..aku mohon..!!" Batin Louise yang semakin mempercepat larinya.
Dan sampai di dekat Hani, Louise merasa sangat lega dan ikut terharu melihat Kirana rupanya sudah tersadar dan kini berada dalam pelukan suami tercintanya. "Alhamdulillah.. terimakasih ya Allah" ucap lirih Louise yang tidak terasa terucap dari bibirnya saking bahagianya saat melihat apa yang ada di depan matanya.
Bukan hanya Louise yang merasakan hal itu, Aliando dan juga Aisyah juga sempat meneteskan air mata, merasakan kebahagiaan saat melihat Kirana kini sudah tersadar kembali.
Sementara itu Alfaro yang masih memeluk Kirana dengan lembut seakan tidak rela melepaskan istrinya, "honey..sudah..jangan terlalu lama memelukku, aku malu..banyak yang melihat kita" ucap Kirana pelan.
"Aku tidak perduli, aku tidak bisa melihatmu seperti ini lagi, jangan pernah meninggalkanku lagi honey..aku mohon.." ucap lirih Alfaro.
"Iya..iya..lepaskan dulu pelukannya, aku gak nyaman dan haus honey" ucap Kirana, sontak Alfaro langsung melepaskan Kirana dan mengambilkan minuman untuknya.
__ADS_1
"Maaf pak..jangan langsung banyak ya, sedikit dulu dan pelan-pelan " ucap salah satu perawat yang berjaga disana.
Alfaro mengangguk dan kemudian tersenyum, mengambil gelas berisi minuman dan menyendok nya sedikit demi sedikit menyuapkan ke Kirana. Tak lupa Kirana melambaikan tangan menyapa teman dan keluarga yang terlihat menunggu di luar ruangan dari kaca dengan korden yang sengaja di buka.
Keesokan harinya, tepat di jam 8 pagi, setelah pemeriksaa dilakukan oleh dokter, akhirnya Kirana di perbolehkan untuk pindah ke ruangan perawatan, dan kini semua bisa berbincang dengan Kirana.
"Alhamdulillah.. bagaimana keadaanmu sayang?" Tanya Aisyah.
"Saya sudah lebih baik Bu, terimakasih sudah ikut menunggu saya" ucap Kirana.
"Tentu saja, kau adalah anak kami" sahut Aliando yang kemudian mendekat dan mencium kening Kirana.
"Terimakasih Dad, maaf membuat kalian semua khawatir" ucap Kirana kemudian.
Hani yang sudah tidak tahan lagi, segera mendekat dan memeluk Kirana sambil menangis, "kau ini kenapa seneng sekali membuatku cemas, dasar..!" Ucap lirih Hani ditengah tangisannya.
Kirana tersenyum sambil mengusap punggung Hani, "Maaf Han..tapi jangan terlalu erat memelukku, sesak nih..!" Ucap Kirana yang membuat Hani terkejut dan segera melepaskan pelukannya.
"Sorry..apa sakit?" Tanya Hani cemas, Kirana tertawa geli melihat ekspresi panik Hani yang langsung menghentikan tangisnya.
"Kau ini..!" Ucap Hani.
Interaksi merek berdua membuat orang-orang yang ada disana semua tertawa, rasa syukur akan keadaan Kirana yang sudah membaik membuat kebahagiaan terasa sudah lengkap.
Tak lama kemudian datang Louise yang Sabil membawa beberapa makanan untuk semua orang yang ada disana, sengaja dia memesan agar bisa semua orang tidak perlu repot keluar dan tetap berada di dekat Kirana.
Ruangan perawatan VVIP yang begitu besar, kini sudah diselimuti oleh kebahagiaan saat semuanya bisa sarapan pagi dengan nikmat saat ini.
"Makasih Louise, kamu sudah susah payah membelikan makanan untuk kami" ucap Aliando setelah menyelesaikan sarapan paginya.
"Tentu saja Tuan, saya sangat senang melakukan sesuatu untuk keluarga tuan Aliando, yah..walaupun ini tidak seberapa di banding dengan hutang Budi saya waktu anda memberikan kepercayaan saya bekerja dengan anda, disaat keluarga saya bahkan membuang saya begitu saja" jawab Louise.
__ADS_1
"Sudah-sudah, jangan mengungkit masa lalu yang tidak pantas untuk diingat lagi, kita nikmati kebahgiaan kita di masa kini dan masa depan saja" ucap Aliando lalu menepuk bahu Louise yang sudah dianggap putri nya sendiri.
Kirana tersenyum melihat interaksi keduanya, nampak sekali bagaimana kehangatan hati Aliando tehadap Louise yang bisa dipastikan dulu punya kenangan yang menyakitkan dihatinya.
"Oh iya.. bagaimana keadaan Christopher?" Tanya Kirana kemudian.
"Aku rasa Louise yang bisa menjawabnya, bukankah kau sudah menunggunya beberapa saat kemaren?" Ucap Ronan.
"Ha..oh iya, dia sudah sadar dan keadaanya makin baik, kalian jangan khawatir, dia sudah dijaga oleh orang yang kompeten..tenang saja" ucap Louise asal dan terlihat sedikit jengkel.
Hani, Aisyah dan Kirana saling menatap sejenak. Seolah bertanya ada apa sebenarnya dengan Louise, hingga kemudian Alfaro bertanya sesuatu, "Syukurlah kalau begitu, aku akan menemuinya nanti, bagaimana pun Christopher sudah mengorbankan keselamatan nya sendiri untuk menyelamatkan Kirana, aku sangat berhutang budi padanya" sahut Alfaro.
"Lalu siapa orang kompeten yang kamu maksut Louise?" Tanya Ronan.
"Nona Zahra" jawab Louise.
"Ooooo...!," Suara serempak Kirana dan Hani yang baru memahami sesuatu, sementara yang lainnya menatap mereka berdua dengan aneh.
Dan detik berikutnya mereka dikejutkan dengan kedatangan seorang wanita yang tengah dibicarakan, sontak semua terkejut melihat kedatangan Zahra Malina Milton.
"Maaf, baru bisa menjenguk anda nona Kirana, bagaimana keadaan anda sekarang?" Ucap Zahra yang kini sudah berada di samping Kirana.
"Alhamdulillah..baik, terimakasih karena Nona Zahra sudah menyempatkan waktu datang kesini" jawab Kirana dengan senyuman.
Sementara Aisyah dan Hani hanya tersenyum melihat raut wajah Louise yang kini nampak begitu berbeda, begitu juga dengan Aliando yang mulai memahami apa yang terjadi dengan wanita yang lama menjadi Sekretaris pribadinya dulu.
"Bagaimana kalau kau mengantarku menjenguk Christopher..aku butuh penunjuk arah biar tidak kesasar" bisik Hani yang sengaja menggoda Louise.
Akhirnya Louise menemani, Hani dan Ronan menjenguk Christopher Nolan di kamar perawatan.
Ayo waktunya VOTE VOTE VOTE.. Jangan lupa ya, ditunggu juga HADIAH, LIKE, dan KOMENnya.
__ADS_1
Ketik: Sinho Channel di YouTube, untuk menikmati Cerpen-cerpen karya Author yang tak kalah seru.
Bersambung.