SELEMBAR KERTAS

SELEMBAR KERTAS
Episode 156


__ADS_3

Terdengar suara tawa yang menunjukkan kepuasan dari rencana yang sudah berhasil di lakukan oleh seseorang.


"Aku sangat puas sekali, dan kali ini harus berhasil..!!" ucap seorang laki-laki dengan seringai liciknya.


Dan beberapa orang yang ikut terlibat pun memberikan respon untuk melanjutkan rencana berikutnya. Dengan berbagai cara mereka memperkuat langkah ke depan untuk menyerang musuh yang dikira sudah masuk kedalam jebakannya.


Sedangkan di sebuah kamar yang ada di Mansion mewah terlihat seorang wanita yang duduk termenung dengan wajah sedihnya.


"Apa yang harus aku lakukan, siapa sebenarnya yang sudah menjebak ku bersama dengan tuan Alfaro, apa yang mereka inginkan, apa sengaja ingin menghancurkan reputasi kami dengan cara se hina ini" batin Zahra yang terduduk didepan cermin.


Dan tak lama kemudian, terdengar suara ketukan pintu, dimana rupanya asisten rumah tangga memberitahukan bahwa ada seseorang yang ingin menemuinya.


"Iya..tunggu sebentar, aku akan segera bersiap ke bawah" ucap Zahra.


Berjalan cepat Zahra menuruni tangga setelah merapikan dirinya, dan diapun tersenyum saat melihat sahabatnya ada diruang tamu.


"Chris..?"


"Hai Ra.. bagaimana keadaanmu, kau tidak bersiap untuk bekerja hari ini?" Tanya Christopher.


"Aku tidak tau.. melihat berita di media seperti itu, aku jadi ketakutan sendiri Chris.., beruntung tadi pagi pengawal yang ada Mansion bisa menyingkirkan gerombolan media yang sudah datang ke sini" jawab Zahra.


"Sudah kuduga.. aku datang untuk memberikan bantuan, bagaimana kalau kau ikut denganku, mobilku tidak akan diikuti oleh mereka, jadi kemungkinan kamu akan aman" ucap Christopher.


Zahra mengerutkan kening sejenak, "lalu.. bagaimana dengan Louise?, Kau tidak takut dia akan marah karena melakukan semua ini untukku?" Tanya Zahra.


"Louise ada didalam mobilku sekarang, dan dia yang menyarankan aku melakukan hal ini, dia tidak tega melihatmu bersedih dan tertekan dengan masalah mu, mungkin bekerja seperti biasanya bisa membuatmu lebih rileks" jawab Christopher.


"Baiklah..tunggu sebentar" sahut Zahra yang kemudian segera masuk kembali ke kamarnya dan mempersiapkan diri untuk berangkat bekerja di perusahaannya.


Kini Zahra sudah ada di dalam mobil bersama dengan Louise dan Christopher.


"Terimakasih Louise, kau sudah melakukan semua ini" ucap Zahra.


"Tidak perlu berterimakasih, aku juga merasakan apa yang menimpamu saat ini, dan tidak mungkin Christopher ku biarkan diam saja saat sahabatnya mengalami masalah yang begitu besar" jawab Louise.


"Lalu sekarang bagaimana, apa kau sudah bicara dengan Daddy mu?" Sahut Christopher.


"Daddy masih ada di luar kota dengan urusan yang tidak bisa ditinggalkan, tapi dia sudah menghubungi ku dan menyuruh orang-orang nya untuk mencari tau masalahku secepatnya, aku harap semua bukti segera terungkap" ucap Zahra.


Dan saat hampir saja tiba di perusahaannya, jalan menuju ke halaman parkir rupanya telah di blokir dengan banyaknya wartawan yang siap untuk mencari berita tentang pemimpin tertinggi di perusahaan Milton Company saat ini.

__ADS_1


"Sial.. apa yang harus kita lakukan?!" Ucap Christopher yang tidak bisa mundur ataupun maju lagi.


"Biar ku hubungi para penjaga dan pengawal Chris.." sahut Zahra.


Rupanya jalan untuk melindungi mobil yang dinaiki Zahra benar-benar susah untuk di tembus, dan bahkan beberapa petugas keamanan yang berhasil di hubungi begitu susah menerobos kerumunan untuk memberikan jalan ke mobil Christopher.


Disaat semuanya berhasil dan Zahra akhirnya bisa turun dari mobil dengan aman, teriakan kata-kata menyakitkan terdengar oleh telinganya, bahkan pertanyaan yang tidak pantas terlempar dari mulut beberapa pemburu berita tanpa perduli perasaan Zahra.


"Ra jangan di dengarkan..masuklah.. cepat!!" Teriak Christopher setelah melihat Zahra sempat terpaku beberapa saat.


Zahra menoleh sekejab ke Christopher sambil tersenyum yang dipaksakan, hingga akhirnya Zahra masuk dengan cepat kedalam perusahaannya.


"Bagaimana keadaan Zahra?" Tanya Louise saat Christopher kini sudah ada dalam mobil dan bersiap pergi.


"Aku melihat dia begitu shock dan tertekan, tidak bisa ku bayangkan bagaimana hancurnya perasaannya mendengar tuduhan keji dari mulut-mulut orang yang tidak bertanggung jawab" ucap Christopher.


"Aku juga kasihan Chris.. siapa sih yang sudah tega melakukan ini semua, dasar breng-sek, Baji-ngan, aku jadi ikut emosi sendiri" sahut Louise begitu kesal,


Cup


namun satu kecupan lembut di bibirnya dari sang kekasih membuatnya terkejut dan membelalakkan mata.


"Chris..!"


"Dasar..dilihat banyak orang baru tau rasa"


"Tau kok rasanya.. nikmat..sini kalau mau lagi" sahut Christopher dengan senyum me-sum nya.


"Nggak ada ya..ayo kita berangkat, jangan sampai aku telat"


Christopher tersenyum melihat wajah kekasihnya yang sudah memerah, kemudian segera melajukan mobilnya menuju ke Eagle Company untuk mengantarkan Louise kembali bekerja.


*


Aliando berjalan masuk kedalam Mansion dengan wajah yang sudah tidak sabar, rupanya beberapa orang sudah menunggunya di ruang tengah.


"Jelaskan dan berikan semua buktinya padaku" perintah Aliando.


Dua orang itu segera mengeluarkan beberapa foto dan sebuah rekaman Cctv yang berhasil di dapatkan, Aliando tersenyum miring saat mendapat bukti kejahatan seseorang yang sudah di duganya.


"Bagus..ini sudah cukup untuk membuat manusia lak-nat itu sebentar lagi menerima akibat dari perbuatannya"ucap Aliando.

__ADS_1


"Tapi anda harus berhati-hati Tuan, orang ini juga mempunyai power yang tidak sembarangan" jawab salah satu orang yang membantunya mencari bukti.


"Aku tau, langkah selanjutnya akan aku pikirkan, Terimakasih kerja keras kalian, dan saatnya kalian beristirahat dahulu" ucap Aliando.


"Baik Tuan, kami permisi"


"Hem" jawab Aliando sambil menatap kepergian dua orang suruhannya.


Edward segera masuk setelah sebelumya hanya menunggu di luar ruangan.


"Maaf paman, apa paman sudah bisa menemukan pelaku yang sebenarnya?" Tanya Edward.


"Kalau bukti mengarah ke pelaku yang sesungguhnya aku belum punya, tapi dari foto ini dan Cctv, bisa dipastikan mereka anak buahnya"


"Jadi begitu, sebaiknya paman berhati-hati" sahut Edward.


"Aku tau Edward, bagaimana denganmu apa kau jadi pulang besok?"


"Tentu saja paman, maaf..aku tidak bisa banyak membantu kalian lagi, bagaimana pun anak-anak sangat membutuhkan kami sebagai orang tuanya"


"Tentu saja, jangan khawatir Ed, kami biasa mengatasi masalah ini, apa kau meragukan pamanmu ini?"


"Tidak Paman, aku hanya takut terjadi sesuatu diluar dugaan saja, tapi tenanglah, banyak mata dan telingaku di negara ini, kalau paman membutuhkanku, aku pasti siap" ucap Edward.


"Aku tau Ed, mulutmu mungkin berkata tidak bisa membantu apapun, tapi kau sudah mengatur segalanya untuk tetap membantu kami bukan?, Jangan membohongi Paman mu ini, aku tau seperti apa seorang Edward Runcel Eagle" sahut Aliando sambil tersenyum.


Edward pun membalas senyuman itu dengan tenang, kemudian segera pamit untuk kembali ke Rumah Sakit setelah mengambil beberapa baju untuk Istrinya.


Dan apa yang dilakukan Alfaro saat ini hampir sama, berbincang di sebuah ruangan tertutup di sebuah restoran bersama dengan seseorang yang sudah berhasil mengumpulkan bukti keterlibatan seseorang dengan masalah yang kini tengah menimpanya.


"Jadi seperti dugaan ku, Zahra tidak mengerti apapun dan bahkan dia di jadikan korban hanya demi menjebak ku, benar-benar keterlaluan..!!"


"Iya Tuan, dan orang ini anda tentu sangat mengenalnya bukan?, Dia sangat berkuasa saat ini di kota Paris Tuan, sebaiknya anda harus sangat berhati-hati saat ini".


"Aku tau, terimakasih informasinya, selanjutnya aku akan menyusun rencana untuk memberikan pelajaran yang setimpal".


"Baik Tuan, semoga semua rencana berjalan lancar, saya pergi dulu" ucap seseorang itu dan bergegas pergi.


Tak lama kemudian Alfaro dengan muka benar-benar murka segera menghubungi seseorang.


"Terus awasi Mansionnya, saat dia sudah muncul..kabari aku" ucap Alfaro.

__ADS_1


Jangan lupa VOTE HADIAH LIKE dan KOMENnya..ditunggu..


Bersambung.


__ADS_2