
Christopher tersenyum, tangan Louise yang menahan dadanya tidak mampu membuatnya untuk menjauh, dan dengan lembut Christopher meletakkan jari jemarinya di wajah Louise hingga membelai lembut bibirnya. "Boleh..?" Ucap Christopher.
Louise sangat terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Christopher, "Jangan keterlaluan..menyingkirlah, aku terlalu sesak disini" sahut Louise masih berusaha menahan tubuh Christopher.
"Kenapa aku begitu merindukan mu, apa kau tidak?" Ucap Christopher yang kini semakin dekat, bahkan hembusan nafasnya menyapu lembut kulit wajah Louise hingga membuatnya terdiam.
Pertanyaan yang sesungguhnya mudah dijawab, tapi begitu sulit di ucapkan oleh Louise, hingga mereka berdua terdiam beberapa saat, dengan mengumpulkan semua keberanian, akhirnya Louise mengucapkan kata, "Kenapa kau begitu merindukan ku?" Tanya Louise lirih.
Christopher tersenyum, menatap dalam mata indah yang kini begitu lekat terlihat, "Menurut mu, apa aku jatuh cinta?" Ucap Christopher yang kini menyatukan keningnya dengan wanita yang semakin di buat tergetar dengan ucapannya.
"Chris, jangan begini, tidak enak kalau ada yang masuk, tolong.." ucap Louise yang tidak tau harus menjawab apa.
Christopher mengangkat keningnya, tersenyum dan mendekatkan bibirnya tepat di telinga Louise, "Aku mencintai mu, apa kau bisa membantuku?" Ucap lirih Christoper Nolan.
Sontak jantung Louise serasa mau meledak, tubuhnya terasa berat untuk bergerak, dan bahkan nafas yang dia hirup terasa semakin berkurang, hingga kemudian Ciu-man lembut yang tanpa dia sadari sudah melu-mat perlahan bibirnya tanpa dia bisa menolaknya lagi.
Keduanya saling terbuai dengan ciu-man yang semakin dalam dan menuntut, bahkan Louise mengikuti alurnya begitu saja tanpa perlawanan sama sekali, hingga suara ketukan pintu membuat kedua nya tersentak, Louise ingin segera menjauh, namun Christopher menahan tubuhnya.
"Jangan menggangguku..10 menit lagi, kembali lah" ucap Christopher dan membuat seseorang itu kemudian pergi.
"Chris, apa-apaan kau ini, siapa tau itu tadi seseorang yang ingin menyampaikan hal penting" ucap Louise.
"Saat ini kamu adalah hal yang terpenting, bagaimana..apa kau menerima cintaku?" Ucap Christopher Nolan.
Louise membalas tatapan Christopher, "Bisa beri aku waktu?" Tanya Louise.
"Baik, aku hitung sampai lima, satu..dua.._"
"Chris, mana bisa begitu..!" Besok.. aku akan menjawabnya besok, bagaimana?" Sahut Louise dengan wajah yang begitu tegang hingga membuat Christopher terkekeh setelah melepaskannya.
"Okey..aku tunggu besok jam delapan pagi, temui aku disini atau aku yang akan menemui mu di tempat kerjamu, silahkan pilih"
"Ha..kenapa harus jam delapan, itu masih terlalu pagi Chris"
"Aku tidak perduli, kalau kamu tidak datang kesini, aku yang akan datang ke sana, tepat jam delapan pagi, ingat ya..jam delapan pagi"
"Okey..aku yang akan datang ke sini, jangan di tempat kerjaku, kau ingin satu kantor heboh melihat kita?, Belum lagi tuan Alfaro, dia pasti akan menanyakan kenapa kau datang kesana" sahut Louise semakin kesal.
"Okey..deal..sekarang pulanglah" ucap Christopher yang kini mendekatkan lagi wajahnya.
"Eh tunggu...mau apa?" Tahan Louise.
__ADS_1
"Menci-um mu, memang kenapa?"
"Apa sih..gak mau, tadi kan sudah..aku pergi dulu" ucap Louise langsung bergerak menghindari Christopher dengan berjalan cepat keluar dari ruangan kerja yang telah terbuka.
*
Sementara itu, Kirana sore itu yang sedang berbelanja di minimarket terdekat dengan Alena, dikejutkan dengan sapaan seseorang wanita yang dari siang dibicarakan.
"Nona Kirana, sedang belanja juga?" Tanya Zahra.
"Iya, kamu juga?" Tanya Kirana.
"Begitulah" ucap Zahra.
"Oh..kok belanjanya sampai kesini?" Tanya Kirana lagi karena merasa heran.
"Iya, tadi kebetulan pas lewat, habis mampir ke dari rumah teman bisnis yang tak jauh dari sini"
"Oh..begitu" sahut Kirana.
"Nona Kirana sendiri, sedang belanja sendirian?" Tanya Zahra.
"Tidak, aku bersama dengan kakak ku, tadi sih ada di sebelahku, tapi tidak tau sekarang ada dimana" jawab Kirana.
Tak lama kemudian Alena datang dengan membawa beberapa belanjaan yang dibutuhkannya." Siapa wanita tadi?" Tanya Alena yang sekelebat melihat Zahra berbincang dengan Kirana lalu pergi sebelum dia datang lebih dekat.
"Oh..itu kak, Zahra Malina Milton, yang tadi siang kita omongkan" jawab Kirana.
"Jadi wanita itu, cantik juga, dia juga berhijab, tapi aku melihat ada sesuatu yang tidak enak di hatiku, entah itu apa" sahut Alena.
"Sudahlah kak..mungkin perasaan kakak saja yang lagi sensitif, itu beli pembalutnya banyak banget..merasa sudah mau datang bulan nih?" Goda Kirana.
"Dasar..ini cuma buat persediaan saja ,takut tiba-tiba tamunya nyelonong datang" sahut Kirana yang sudah terkekeh .
Lalu kemudian Alena segera melanjutkan aktivitasnya kembali dengan membawa semua belanjanya ke kasir untuk segera di bayar dan pulang.
*
Saat malam menjelang pukul tujuh, Edward dan Alena sudah bersiap untuk datang memenuhi undangan Harry Milton yang sudah dijanjikan. Dengan busana muslim yang anggun Alena sudah lenggang masuk ke dalam mobil bersama dengan suaminya yang terlihat sangat tampan.
"Hem.. rupanya tuan Edward Runcel Eagle sangat tampan malam ini" goda Alena saat sudah berada didalam mobil yang melaju.
__ADS_1
"Tentu saja, Edward Runcel Eagle tidak akan mengecewakan Ratu Alena Bilqis Nugraha yang sangat mempesona"
Cup
Sebuah kecupan nakal diberikan tepat dibibir istrinya yang selalu menjadi candu baginya.
"Sudah..kau merusak make-up ku honey.." ucap Alena yang sudah mendorong perlahan tubuh suaminya yang mulai susah dikendalikan.
"Sorry Bee, aku terlalu menyukai bibir lembut mu" jawab Edward yang kini dengan telaten mengusap pinggiran bibir istrinya yang terlihat sedikit berantakan karena ulahnya.
Tak lama kemudian keduanya segera turun setelah sapi ditempat yang dituju, sebuah Restoran termewah dan termegah di Paris saat ini.
Tidak butuh waktu lama, kedatangan Edward dan Alena langsung menyita semua mata yang memandang takjub saat melihat keduanya berjalan masuk keruangan yang telah disediakan khusus untuknya.
Harry Milton yang melihat langsung keberadaan Alena yang tengah berjalan menuju ke arahnya bersama dengan Edward, dibuat kagum akan kecantikannya, begitu juga dengan Zahra yang sangat terkejut mendapati wajah Edward yang hampir mirip dengan Alfaro.
Setelah saling menyapa dan memperkenalkan diri, kini obrolan memasuki ke ranah bisnis yang akan ditawarkan oleh Harry Milton.
"Jadi anda ingin melakukan kontrak kerjasama yang lumayan panjang dengan perusahaan saya?" Tanya Edward memastikan.
"Iya ,sepuluh tahu.. bagaimana?" Tanya Harry penuh harap.
"Bagaimana menurutmu Bee?" Sahut Edward yang kini bertanya ke Alena yang ada di sampingnya.
"Emm..saya rasa itu terlalu berlebihan bagi perusahaan yang masih pertama kali melakukan kerjasama, apa tuan Harry sudah pikirkan baik-baik?" Tanya Alena.
"Aku..?, Oh tentu sudah, nona Alena" jawab gugup Harry saat Alena bertanya kembali padanya.
"Tapi aku kurang setuju honey.." ucap Alena lagi.
"Hem..aku tau, dan saya jawab dengan pasti tuan Harry, saya tidak setuju dengan kontrak kerja 10 tahun" jawab Edward dengan pasti.
"Baiklah.. kalau begitu aku akan menyerahkan keputusan berapa lama kontrak kita berlangsung tuan Edward " sahut Harry Milton.
"Maaf Tuan, kami bahkan belum memutuskan apakah kami akan menerima kerjasama bisnis yang anda tawarkan "ucap Edward dan membuat Harry merasa sedikit tersinggung.
"Oh jadi begitu, lalu..kapan anda akan memutuskannya? Tanya Harry Milton.
Ayo waktunya VOTE VOTE VOTE.. Jangan lupa ya, ditunggu juga HADIAH, LIKE, dan KOMENnya.
Ketik: Sinho Channel di YouTube, untuk menikmati Cerpen-cerpen karya Author yang tak kalah seru.
__ADS_1
Bersambung.