SELEMBAR KERTAS

SELEMBAR KERTAS
Episode 148


__ADS_3

Kirana semakin resah, menghirup nafas dalam-dalam dilakukannya beberapa kali, "Kak, apa tidak sebaiknya kita menghubungi kak Edward dan Alfaro?"


"Jangan dulu, aku ingin tau sejauh mana mereka akan bertindak, kalau keadaan memang mendesak, baru kita akan meminta bantuan mereka" jawab Alena.


Kirana mengangguk dan mencoba untuk mengatasi keresahannya, hingga suara tembakan yang mengenai satu ban mobil membuat oleng dan terpaksa membuat mobil yang ditumpangi berhenti.


"Maaf nona, sepertinya kita harus berhenti, mereka_"


"Aku tau, kalian bersiaplah" sahut Kirana.


Kedua pengawal segera keluar, berjalan dengan penuh waspada dan sedikit mendekat ke arah dua mobil yang sudah menghadangnya.


"Kalian siapa, kenapa membuat masalah dengan kami!" Teriak salah satu pengawal Kirana.


"Serahkan kedua nona mu yang sudah tidak sadar itu ke kami, dan kalian akan kita bebaskan!!" Teriak salah satu pimpinannya.


"Kurang ajar..!, Kalian mau cari mati, langkahi dulu mayat kami kalau kau ingin membawanya!!" Jawab pengawal Kirana penuh emosi.


Tak lama akhirnya mereka saling serang, dua pengawal pribadi Kirana kini menghadapi 8 orang dengan kemampuan ilmu bela diri yang tidak main-main, tentu saja keduanya berakhir dengan pukulan telak yang membuatnya kini sudah berdiri.


Sementara itu kedua wanita itu masih duduk dengan tenang mengamati semua kejadian yang ada di depan mata mereka, "Sepertinya mereka orang-orang terlatih yang sudah di persiapkan oleh seseorang untuk membawa kita Kirana, bagaimana menurutmu?" Tanya Alena.


"Aku juga berpikir begitu kak, sayang sekali..anak buah ku sebentar lagi pasti tumbang" sahut Kirana mulai cemas.


"Jangan membiarkan hal itu, mereka orang-orang yang sangat setia, bahkan rela kehilangan nyawa mereka, lihatlah..sebaiknya kita turun, sekaligus memberi kejutan kalau kita sehat-sehat saja" ucap Alena sambil tersenyum dan melemaskan tangannya.


"Siap kak, tanganku sudah sangat gatal, ingin sekali menghempaskan mereka" jawab Kirana.


Disaat kedua anak buah Kirana baru saja terhempas dan hampir saja menerima tendangan mematikan, dengan kibasan awan putih, Kirana menghadang serangan lawan hingga kedua pengawalnya terselamatkan.


Sontak beberapa orang dari orang-orang yang menyerang itu langsung melangkah mundur, melihat apa yang baru saja dilakukan oleh Kirana.


"Hati-hati, ada yang tidak biasa pada diri wanita itu" ucap salah satu dari mereka.


Disaat itu, Alena maju beberapa langkah, menatap tajam ke arah mereka yang mulai kembali bersiap untuk menyerang, "Aku peringatkan!, Jangan lagi membuat ulah dengan kami, katakan siapa yang menyuruh kalian!, Atau aku sendiri yang akan mencari tau dengan paksa!" Ucap Alena.


"Bagaimana dengan wanita ini?" Tanya seseorang dari mereka ke temannya.


"Aku tidak tau, dia dari keluarga Nugraha, apa kau pernah mendengarnya?"


"Apa, sial..!!, Kenapa kau baru mengatakannya, pantas kita di bayar cukup mahal untuk tugas ini" sahutnya.

__ADS_1


Dan tak lama kemudian, enam orang itu akhirnya maju bersamaan, melompat menyerang Kirana dan Alena dengan waktu yang sama, keduanya segera melompat untuk menghindari serangan dengan cepat, tidak butuh waktu lama, Alena melakukan serangan hingga mampu melumpuhkan lawan.


"Tembak!" Teriak salah satu dari mereka.


"Jangan!, Tuan menginginkan mereka hidup-hidup!" Teriak salah satu dari mereka, namun sebuah tembakan dari salah satu mereka rupanya sudah melesat.


Pemandangan yang mencengangkan membuat keenam orang itu langsung melebarkan matanya tidak berkedip, saat kekuatan Awan Kirana yang begitu besar keluar dan membuat beberapa peluru hanya mampu digulung dan berhenti seketika.


Kirana mengambilnya satu persatu peluru di udara dan kemudian membuangnya begitu saja dengan senyuman yang cukup membuat panas dingin musuh-musuhnya.


"Aku peringatkan sekali lagi, katakan siapa yang sudah menyuruh kalian!" Teriak Kirana dengan lantang.


"Mundur, kita pergi!" Teriak salah satu dari mereka, dan apa yang terjadi?, Tentu saja Alena langsung melesat cepat melakukan serangan dan melumpuhkan mereka hanya sekejab.


Rasa sakit diterima saat ketua dari mereka mendapatkan siksaan yang mengerikan dari tenaga dalam yang dimiliki oleh Alena, dia menjerit ketakutan dan terpaksa mengatakan siapa dalang dibalik semua kejadian yang menimpa Kirana dan Alena malam ini.


Lalu kemudian mereka sengaja di biarkan untuk pergi begitu saja dengan luka-luka di tubuh yang lumayan parah karena serangan dan pukulan yang dilakukan Alena dan Kirana.


Kedua pengawal yang sempat terluka segera bersiap kembali untuk membawa kedua majikan wanitanya untuk kembali pulang setelah mengganti satu ban mobil yang telah pecah.


Sampai di rumah, keduanya disambut dengan pertanyaan penuh cemas dari pasangan mereka masing-masing.


"Honey..apa yang terjadi, kenapa dengan kedua pengawal Kita, ada apa ini?!" Ucap Alfaro terkejut saat melihat baju Kirana yang sedikit kotor dan tubuh istrinya yang penuh keringat.


"Tidak bisa, cerita dulu sebentar, ada apa Hem?" Paksa Alfaro Kemudian.


Kirana menarik nafas panjang, dia sudah menduga akan hal ini, suaminya tidak akan membicarakan masalah ini berlaku begitu saja. "Ada yang meracuni dan menyerang kami"


"Astagfirullah..lalu, kamu tidak apa-apa?" Tanya Alfaro segera mendekat dan memeriksa keadaan istrinya.


"Ish.. tenang lah Honey..kak Alena sudah menetralkan racunnya, dan kami tidak apa-apa" ucap Kirana sedikit kesal karena suaminya terlalu berlebihan memeriksa keadaanya lalu segera memeluknya dengan erat dan menciumi kepalanya.


"Syukurlah..lalu?, Jangan bilang kau tidak apa-apa lagi, mereka menyerang kalian bukan?" Alfaro langsung mengatakan apa yang ada dalam pikirannya.


Kirana mengangguk pelan sambil duduk di sebuah kursi yang ada di salam kamar sambil membuka beberapa baju luar.


"Katakan siapa yang melakukan hal ini!" Ucap Alfaro lagi, kali ini nampak sekali wajah serius dan emosi.


"Aku mandi dulu, nanti aku cerita lagi honey, aku tidak apa-apa, badanku hanya penuh keringat saja" ucap Kirana.


Alfaro membiarkan Kirana masuk kedalam kamar mandi, membuntuti nya di belakang lalu memastikan di tubuh istrinya yang sudah nampak polos tidak terjadi apapun, lalu Alfaro keluar dan membiarkan Kirana menikmati mandi dengan air hangat di bathtub yang sudah ia siapkan.

__ADS_1


Alfaro segera mengetuk pintu kamar yang ditempati oleh Edward, "ada apa?" Tanya Edward.


"Kau pasti tau apa yang ingin aku tanyakan" sahut Alfaro begitu saja.


"Hem, kita bicara diluar saja, Alena masih membersihkan dirinya" jawab Edward.


Lalu keduanya berjalan menuju balkon yang ada di samping ruang satai di lantai dua didekat kamar mereka.


"Apa Alena baik-baik saja?" Tanya Alfaro.


"Tentu saja, istriku tidak akan mudah tumbang degan para Baji-ngan dengan kemampuan seperti itu saja, hanya.. aku harus memberi pelajaran pada mereka, berani sekali merencanakan kejahatan dengan meracuni istriku" ucap Edward.


"Aku juga, Kirana menceritakan padaku soal racun itu, apa kau sudah tau siapa yang melakukan hal itu?" Tanya Alfaro.


"Harry Milton" Jawa Edward.


Deg.


"Harry Milton ?, Pemilik Milton Company maksudmu?" Tanya Alfaro yang sangat terkejut dengan jawaban Edward.


"Hem, itulah yang dikatakan salah satu dari mereka yang berhasil dipaksa untuk bicara oleh Alena"


"Ku_rang ajar, apa maunya tuan Harry, apa mungkin ini berhubungan juga dengan penjelasan yang diberikan oleh Kirana ke anaknya?"


"Aku rasa tidak, bisa jadi Zahra juga tidak tau akan hal ini, aku rasa ini dilakukan untuk memaksa ku melakukan kerja sama dengan perusahaan nya, dengan melumpuhkan Alena dan Kirana, Harry akan memaksaku untuk menandatangani kontrak kerja, cara kotor yang menji_jikkan!" Ucap Edward.


"Keterlaluan..kejadian ini tidak bisa aku biarkan!" Sahut Alfaro.


"Hem, tentu saja, tapi tetaplah profesional, kerjasama perusahaan mu dengan mereka selesai kan dengan benar, kamu cukup berhati-hati saja" ucap Edward.


"Aku tau, lalu bagaimana dengan Harry?"


"Aku yang akan mendatanginya di perusahaannya, besok" ucap Edward dingin.


"Aku akan ikut bersama mu Ed" sahut Alfaro.


Edward menatap Alfaro, masih terdiam dia membalikkan tubuhnya dan berjalan kembali menuju kamar untuk melihat keadaan Alena, begitu juga dengan Alfaro yang sudah berjalan masuk kedalam kamarnya.


Jangan lupa VOTE HADIAH LIKE dan KOMENnya.


Telah rilis kembali cerpen terbaru karya Sinho di channel YouTube, segera cek ya Gaes, pasti seru..Ketik: Hanya sesaat Sinho Channel.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2