
Di sudut kamar yang lain, seorang wanita sudah mengumpat, mengamuk dan menjerit histeris saat mendengar dengan jelas permainan ranjang lewat saluran handphone nya.
"Bajingan kalian.. ingat..aku akan membuat perhitungan, kalian akan hancur dan jangan harap bisa bersatu selamanya!" Teriak Viona dalam kamarnya.
Tidak ada lagi kecantikan dan keanggunan dari diri Viona yang biasa dia tunjukan, kini dirinya seperti wanita gila dengan amarah yang meledak-ledak, semua barang yang ada di kamarnya berantakan, tangisan dan raungan kemarahan sangat jelas terdengar.
Beberapa asisten Rumah tangganya seketika panik, tidak tau harus berbuat apa, hingga akhirnya mereka memutuskan untuk menghubungi Vaden Fernandes, tapi apa mau dikata, sang kakak rupanya sedang tidak ingin di ganggu, atau lebih tepatnya masih asik melakukan kegiatan malam panasnya bersama dengan para wanitanya.
Sementara Christopher Nolan kini tengah tertawa melihat reaksi apa yang sudah terjadi saat Viona menjalankan rencananya.
"Sebentar lagi aku akan melihat bagaimana kalian berdua akan berpisah, aku harap kali ini serangan masyarakat akan memukul mental Kirana, aku yakin dia akan menjauhi Alfaro dan saat itulah aku akan mendapatkan mu Kirana, entah dengan cara apapun" ucap lirih Christopher bicara dengan dirinya sendiri.
**
Pagi yang sangat cerah sesaat berubah menjadi sangat panas, ketika Kirana yang baru saja datang di Agensi nya diserbu oleh kawanan wartawan terkait dengan berita yang telah disebarkan oleh Viona.
"Jadi anda membenarkan apa yang di klarifikasi oleh nona Viona Fernandez?"
"Maaf..saya tidak bisa menjawabnya sekarang, nanti pasti akan kami beritahukan" jawab Kirana berusaha berjalan masuk ke dalam gedung Agensinya.
"Kenapa tidak dijawab sekarang kalau memang apa yang dituduhkan nona Viona itu tidak benar?"
"Sekali lagi saya mohon maaf, tolong beri saya jalan" ucap Kirana dan bersusah payah untuk segera masuk ke gedung Agensinya.
Beberapa pegawai nya menyambut Kirana di depan pintu dengan waja yang cemas,"Bu Kirana tidak apa-apa?" Tanya salah satu pegawainya.
Kirana tersenyum dan berhenti sejenak, "kalian tenang saja, aku baik-baik saja, abaikan mereka dan kembali bekerja seperti biasanya" ucap Kirana memberi perintah.
"Baik Bu" jawab pegawainya yang hampir bersamaan, lalu mereka kembali ke tempatnya masing-masing.
*
Sementara Alfaro sudah tidak bisa lagi menahan amarahnya, melihat siaran langsung bagaimana Kirana di pojokan dengan pertanyaannya dari para wartawan saat memasuki gedung Agensinya.
"Brengsek kau Viona, kali ini jangan harap aku akan mengalah lagi padamu" ucap Alfaro lirih, dan kemudian segera bersiap untuk keluar mencari keberadaan wanita yang ingin sekali di telan nya hidup-hidup.
__ADS_1
Dengan langkah kaki yang cepat dan raut wajah dingin, Alfaro kini berjalan menuju ruangan kerja Viona tanpa memperdulikan teriakan sekretaris yang memperingatkannya.
"Tuan saya mohon, jangan menyulitkan pekerjaan saya.. tunggulah disini, biar saya yang masuk dan memberitahukan dahulu kedatangan anda kepada Bu Viona" ucap wanita yang rupanya Sekretaris Viona.
"Baik, cepatlah, dan jangan salahkan aku akan mendobrak pintu itu jika kau bekerja terlalu lama!" Bentak Alfaro.
Namun kemudian terdengar teriakan dari dalam ruangan, "Tidak perlu, suruh saja tuan Alfaro masuk kesini sekarang juga" perintah Viona.
Alfaro segera mendorong pintu dan masuk begitu saja, kini dirinya berjalan menuju kearah Viona yang tengah duduk di kursi sofa dengan menyilang kan kaki hingga pa-ha bagian atas terekspos begitu saja.
"Wow..selamat datang Beb.. bagaimana kabarmu, apa kau sudah merindukanku?" Ucap Viona sambil tersenyum menggoda.
"Tidak perlu bersikap manis dengan ku, apalagi sampai harus mempertontonkan tubuhmu seperti itu, kau tau benar apa maksud kedatangan ku bukan?" Ucap Alfaro yang kemudian duduk di depan Viona dengan tatapan mata yang dingin.
"Tentu saja Tuan Alfaro..soal apa yang aku bicarakan di dalam jumpa Pers kemaren bukan?"
"Aku ingatkan kembali padamu Viona, hubungan kita sudah berakhir..dan jangan lagi mengusik kehidupan Kirana, atau_"
"Apa..?, Memangnya apa yang akan kau lakukan padaku hem..dasar laki-laki bajingan, tidak tau terimakasih dan sekarang kau ingin membuang ku begitu saja ha!!" Ucap Viona yang mulai terbakar Emosi.
"Cukup..!, Kenapa..kenapa harus Kirana..!,
Apa kurang ku..apa dia lebih dariku, katakan Alfaro..apa dia bisa lebih memuaskan mu di ranjang dari pada diriku ha.!!"
"Kau sudah gila Viona, kendalikan naf-su mu sebelum itu akan menghancurkan hidupmu, Cinta dan kasih sayang tidak bisa diukur hanya dengan urusan ranjang, dan yang perlu kau tau..Kami tidak pernah melakukan hubungan terlarang seperti yang kau sebarkan, karena Kirana adalah milikku yang SAH"
DEG
Viona terjingkat dan langsung berdiri dari duduknya, "Apa.?, A..Apa katamu?, Katakan sekali lagi Faro, apa maksudmu?!" Ucap Kirana ditengah keterkejutannya.
"Iya..Kirana istri ku, kami memiliki hubungan yang sah secara agama ataupun negara, untuk itu, sudahi semua rencana mu untuk memisahkan kami, karena itu tidak akan mungkin terjadi"
"Kau_, Kalian_, MENIKAH?" ucap Viona yang akhirnya terjatuh duduk kembali ke sofa, "Kau benar-benar keterlaluan Alfaro, kau sudah menyakiti hatiku terlalu dalam, tega kau berbuat hal itu, setelah semua yang kau lakukan padaku, aku bahkan bersedia tidur denganmu kapanpun kau mau bertahun-tahun lamanya, dan sekarang..kau menikahinya.. Dasar bajingan!!' teriak Viona yang sudah menangis tersedu-sedu.
"Aku minta maaf atas semua yang terjadi di masa lalu Viona, kita sudah terlalu jauh melakukan kesalahan, untuk itu setiap hari bahkan setiap detik aku selalu berdoa akan ampunan-NYA, aku harap kau juga bisa melakukannya sebelum terlambat, dan aku akan segera mengumumkan status kami secepatnya"
__ADS_1
Viona terdiam, tangisannya berhenti dan berganti dengan kilatan kemarahan di matanya sangat jelas terlihat, ditatapnya Alfaro dengan tajam. "Aku tidak butuh ampunan, yang aku butuhkan adalah pertanggung jawaban atas perbuatan mu pada ku"
"Maksudmu?" Tanya Alfaro masih tidak mengerti.
Viona tersenyum miring, diambilnya sesuatu dari dalam tas kecilnya, lembaran surat keterangan dari dokter kandungan itu di lemparkan oleh Viona ke muka Alfaro yang tengah duduk didepannya.
"Lihat dan baca dengan jelas apa yang ada di kertas itu" ucap Viona dengan senyuman iblis nya.
Alfaro meraih cepat lembaran surat keterangan itu, disana tertulis bahwa Viona tengah Mengandung, bahkan ada foto hasil USG dimana sebuah janin yang berada dalam rahim.
"Tidak mungkin, apa ini, jangan bilang ini_,"
"Iya, itu hasil pemeriksaan kehamilanku pagi ini, dan aku tengah hamil 3 bulan..kau tentu ingat kapan terakhir kita melakukanya bukan?" Ucap Viona.
"Tapi_, terakhir kita melakukannya bukankah aku dalam keadaan tidak sadar dan dibawah pengaruh alkohol, dan saat itu sepertinya aku tidak melakukan apapun padamu"
"Tidak usah berdalih, kau tidak sadar waktu itu, tapi alat kela-min mu menerjang ku dengan buas malam itu berkali-kali, aku bahkan masih bisa merasakan malam panas terakhir kita, sampai saat ini" jawab Viona.
"Apa..,tidak mungkin..,aku tidak ingat melakukan hal itu sama sekali Viona!"
"Oh ya..apa perlu kita mengulang kembali saat ini agar kau mengingatnya?, Aku tidak keberatan sama sekali"
"Jangan mimpi..!, Aku tidak sudi untuk menyentuhmu lagi"
"Terserah..aku tidak perduli hal itu dan aku tidak perduli apapun hubunganmu dengan wanita ja-lang itu, yang aku butuhkan saat ini adalah pengakuan dan pertanggung jawaban atas janin keturunanmu yang tengah ada di dalam perutku"
"Hahaha..kau pikir aku percaya begitu saja, kalau ini adalah anakku, jangan harap aku melakukan hal itu Viona, dan aku sangat mengenal semua kelicikan mu, untuk selembar surat keterangan palsu seperti ini, tidak akan sulit kau mendapatkannya"
"Apa..jadi kau pikir aku memalsukan kehamilanku.!" Teriak Kirana.
"Cukup..!" Bentak Alfaro lalu terdiam sesaat, dirinya rupanya baru menyadari akan kehadiran seseorang yang sangat dia kenal dan kini berada di balik pintu.
Bersambung.
Yang makin penasaran akan kelanjutannya, jangan lupa memberi VOTE, HADIAH, LIKE, dan KOMEN.
__ADS_1
Mampir juga di kisah masa kecil ALENA dan ALEX di Novel AKULAH WANITAMU, dan juga cuplikan cerita ketiga bocah kembar anak dari Alena di channel YouTube, ketik Sinho Channel atau Cerpen SELEBAR DAUN KELOR by Sinho.