
Dalam keadaan masih tidak enak hati, Kirana kembali berbaring di samping suaminya yang masih tertidur pulas, diusapnya rambut yang menutupi dahinya dengan lembut.
"Rupanya kau dikelilingi oleh orang-orang yang sangat setia denganmu honey.. syukurlah.." ucap lirih Kirana yang kini sudah tersenyum, lalu sedetik kemudian cemberut, "Tapi menyebalkan..!!" Ucapnya lagi.
"Akh..!"
Teriak Kirana saat serangan suaminya yang tiba-tiba menariknya dan kini sudah melu-mat bibirnya dengan dalam.
Dan di saat yang hampir bersamaan pintu terbuka. "Oh ya Tuhan..kalian ini keterlaluan!" Terdengar suara seseorang yang tak lain adalah Christopher Nolan.
"Sorry Chris..ini ulah_"
"Memangnya kenapa..aku mau bergumul denganmu sekarang juga sah sah saja honey" ucap Alfaro sedikit melepaskan pelukannya, namun segera menyambar bibir istrinya kembali sebelum turun dari ranjang Rumah Sakit.
Cup
"Honey..!" Teriak Kirana terkejut sekaligus melebarkan matanya memberikan peringatan ke Alfaro yang malah tersenyum senang.
Sementara Christopher hanya menatap jengah melihat kemesraan kedua manusia yang ada di hadapannya.
"Bagaimana keadaan Zah_"
"Diamlah..ayo ikut aku ke kantin, hari sudah malam, aku lapar" sahut Alfaro sengaja memutus pertanyaan Christopher.
"Honey, tidak titip sesuatu mungkin?" Tanya Alfaro sebelum benar-benar keluar dari ruangan.
"Tidak, pergilah honey" jawab Kirana dengan senyuman manisnya.
Alfaro membalas senyumannya, lalu kemudian segera pergi diikuti oleh langkah Christopher disampingnya.
"Selalu manis.." ucap lirih Christopher tanpa disadari keluar begitu saja dari mulutnya.
"Jaga pandangan mu dari istriku, atau aku akan benar-benar menghajar mu Chris.." sahut Alfaro dengan tetap berjalan.
"Sorry..pesona istrimu tidak bisa dihindari, tapi bagiku tetap Louis yang paling manis"
"Dasar..!" Sahut Alfaro lagi.
"Kau berjalan terlalu cepat..ada apa sebenarnya?" Tanya Christopher yang mulai tidak bisa mengimbangi langkah Alfaro.
"Lihatlah.." Ucap alfaro yang tiba-tiba saja berhenti dengan sebuah ruangan ICU khusus dengan kaca besar yang kebetulan dengan korden sedikit tersingkap.
"Itu..Zah..Ra..??" Ucap Christopher terbata.
Tubuh Christopher terasa lemas, untung saja Alfaro segera membantu membenarkan posisinya.
"Apa yang terjadi..?" Tanya Christopher menatap nanar dan hampir saja meneteskan air matanya.
"Akan aku ceritakan, tapi tidak disini, kita cari tempat duduk dulu" jawab Alfaro.
__ADS_1
Keduanya segera melanjutkan langkahnya, berhenti disebuah tempat yang lumayan nyaman untuk berbincang di taman Rumah Sakit dan tak jauh dari ruangan Zahra di rawat, cerita satu persatu di keluarkan oleh Alfaro, hingga Christopher benar-benar di buat geram oleh Harry Milton.
"Aku minta maaf, akibat menangkis serangan itu, Zahra terkena akibatnya, aku sungguh tidak menyangka akan hal itu" ucap Alfaro merasa sangat bersalah.
"Aku rasa itu bukan salahmu Faro, lebih pada Tuan Harry Milton yang benar-benar sudah keterlaluan, lalu bagaimana keadaan Zahra..benarkah dia akan mengalami kelumpuhan..ya Tuhan..dia bisa shock!!" Ucap Christopher begitu cemas.
"Aku juga khawatir sekali soal psikisnya nanti" sahut Alfaro menunduk.
"Sudahlah, sebaiknya aku segera ke ruangannya, perasaanku tidak enak Faro, aku takut dia menyadari keadaannya dan tidak ada yang mensupport nya"
"Hem.."
"Aku pergi dulu..tenang saja, aku akan merahasiakan ini dari istrimu"
"Terimakasih.." jawab Alfaro sebelum Christopher sudah menghilang setelah berlari menuju ke ruangan Zahra, dengan nafas panjangnya Alfaro berusaha meringankan sesak yang terasa menghimpit dadanya.
"Maaf Zahra.." desahnya, Lalu berdiri untuk kembali ke Ruangan Kirana.
Dan saat sampai di kamar istrinya, rupanya Ronan dan Hani sudah ada disana.
"Kemana saja kau ini, pergi tanpa membawa handphone mu, aku tadi menghubungimu" ucap Ronan yang tengah duduk di sofa.
"Sorry..tadi aku makan di kantin bersama dengan Christopher" ucap Alfaro berbohong.
"Christopher..?, Lalu..dimana dia?" Sahut Ronan sambil melihat ke sekitar.
"Dia sudah pergi, ada urusan mendadak tadi"
"Oh itu, hanya urusan bisnis, kita bicara di luar saja bagaimana..?" Pinta Alfaro sambil melirik sang istri yang sedang berbincang dengan Hani.
"Baiklah..ayo..!" Sahut Ronan seakan tau apa yang ada dalam benak sahabatnya itu.
Setelah meminta ijin istrinya, Alfaro segera keluar bersama dengan Ronan, mereka berdua duduk berhadapan di kursi yang tak jauh dari kamar Kirana.
"Ada apa?" Ronan langsung bertanya dengan serius.
"Zahra.."
"Zahra?, Maksudmu apa..?, Kenapa nona Zahra?"
"Dia sekarang di rawat di Rumah Sakit ini"
"Apa..?, Dia sakit?" Tanya Ronan lagi.
"Terjadi insiden Ron, sekarang dia dirawat dan lumpuh"
"What..!!, Kau bercanda?" Sahut Ronan terkejut.
"Memangnya aku kelihatan sedang bercanda, aku serius"
__ADS_1
"Astagfirullah..siapa yang menyebabkan insiden itu terjadi, sampai mengakibatkan wanita itu lumpuh"
"Aku"
"Apa..?!!, Bagaimana bisa?" Sahut Ronan lagi, dan kali ini segera mendekatkan kursinya kearah Alfaro.
"Ck..kecelakaan, tenaga dalam yang aku keluarkan untuk melindungi saksi mata kita si Hendri dan pengawal ku, tanpa sengaja berbalik mengenai Zahra, aku benar-benar tidak menyangka hal itu akan terjadi, dan aku tidak sempat lagi untuk menolongnya waktu itu"
"Astaga..apa lagi ini, kau baru saja bertarung, begitu maksudnya, dan Hendri sudah diketemukan juga, lalu kau melindungi dari siapa?, Jangan bilang si Harry Milton ayah dari Zahra sendiri"
"Kenyataannya memang seperti itu"
"Apa..Bang-sat..!!, Lalu kemana sekarang orang itu melihat putrinya sendiri seperti ini?"
"Aku tidak tau, tadi aku segera melarikan Zahra ke sini sebelum benar-benar terlambat, beruntung nyawanya tertolong, tapi dengan kabar buruk kakinya telah lumpuh, dan Hendri sekarang masih Coma, aku benar-benar pusing Ron.."
"Tenanglah..Kirana tidak tau soal ini kan?"
"Belum..aku tidak berani mengatakannya, dia sekarang butuh proses penyembuhan dengan pikiran yang tenang"
"Syukurlah.. aku juga sependapat dengan mu, biarkan seperti ini dulu, sampai waktu yang tepat nanti memberitahu Kirana"
Alfaro mengangguk, dan Ronan memberikan support padanya, mereka berdua sepakat akan membantu Zahra untuk melakukan perawatan atau apapun untuk memulihkan kondisinya yang lumpuh.
Dan tidak tinggal diam, beberapa anak buah Alfaro dan juga Ronan, kini bekerjasama untuk mengawasi pergerakan Harry Milton agar tidak sampai lari kemanapun, bahkan Aliando sang ayah, ikut bergerak mengawal proses penyelidikan masalah yang menimpa anaknya, dan sedikit demi sedikit sudah menemukan beberapa bukti atas keterlibatan Harry Milton.
**
Christopher yang sudah sampai di ruangan Zahra dirawat, terperangah melihat apa yang terjadi, benar saja, Zahra yang sudah tersadar dan menyadari keadaan kakinya yang tidak bisa bergerak sama sekali sedang menjerit histeris.
"Ra..sabar..ini aku, tenanglah Ra..!" Ucap Christopher kini berusaha memeluk Zahra yang terus berontak dan berteriak.
"Chris..apa yang terjadi.. tidak.., kakiku Chris..kakiku..tidak..!!" Teriak Zahra, hingga membuat tenaga medis yang sedang berjaga terpaksa di perintahkan untuk menyuntikkan obat penenang oleh sang dokter.
"Iya..aku tau..tenanglah..nanti bis di obati biar bisa bergerak lagi..tenanglah.." ucap Christopher lagi, dan kini reaksi obat mulai dirasakan oleh sahabatnya, Zahra mulai melemah sambil terus berteriak kakinya, dan akhirnya tertidur kembali.
"Dok..apa keadaan teman saya ini tidak berbahaya?" Tanya Christopher ke salah satu dokter yang memberikan penanganan.
"Semoga tidak Tuan, saya harap ada orang terdekat yang selalu ada disampingnya, untuk mensuport dan menguatkan mentalnya dalam menghadapi musibah yang dihadapi Nona Zahra.
"Iya dok..untuk sementara ini, saya satu-satunya sahabat terdekatnya dan akan selalu menemaninya sampai keadaannya tenang"
"Syukurlah kalau begitu tuan..saya permisi, dan sebaiknya jangan tinggalkan Nona Zahra dulu, kemungkinan nanti setelah efek obat habis, Nona Zahra akan terbangun kembali"
Christopher mengangguk, lalu kemudian mengucapkan terimakasih, sebelum akhirnya sang dokter dan yang lainnya meninggalkannya sendiri bersama dengan Zahra.
"Maaf Ra..aku tidak bisa membantumu di saat kau butuhkan, sebagai sahabat aku merasa sangat perihatin dengan mu..maaf.." ucap lirih Christopher.
Jangan lupa VOTE, HADIAH, LIKE, dan KOMENnya.
__ADS_1
Bersambung.