SELEMBAR KERTAS

SELEMBAR KERTAS
Episode 23


__ADS_3

Ronan segera menyambar kertas pesanan yang ada di tangan Hani.


"Eh Tuan Ronan!!, Apa yang kau lakukan!" Teriak Hani terkejut dengan apa yang Ronan lakukan.


Rupanya Ronan segera membawa pesanan itu untuk disampaikan ke pelayan yang sudah sangat mengenal nya.


"Bisa minta tolong dulukan pesanan ini?" Ucap Ronan.


"Tentu saja Tuan, akan segera saya siapkan" ucap pelayan itu dan segera kebelakang.


Tak berapa lama kemudian, Ronan tersenyum dan mengucapkan terimakasih karena pesanan sudah diterima dengan terbungkus rapi, lalu Ronan berjalan mendekati Hani kembali.


"Ikut aku..!" Ucap Ronan lirih memberikan kode ke Hani.


Hani segera mengikuti langkah Ronan untuk pergi dari tempatnya.


"Ada apa?" Tanya Hani penasaran.


"Ini pesanan mu, dan kau bisa membawanya pulang" jawab Ronan sambil memberikan pesanan Hani yang ada di tangan nya.


"Oh..iya, makasih, kok bisa?" Ucap Hani.


"Disini sudah banyak yang aku kenal, aku pelanggan cafe ini sudah lama, kenapa?, kamu kira aku sendiri yang memasaknya?" Ucap Ronan sambil tertawa.


"Tentu saja tidak, impossible!" Sahut Hani yang kemudian bersiap melangkah pergi, hingga di kejutkan dengan perkataan spontan dari Ronan.


"Aku akan membuatnya Possible, kalau suatu saat nanti kau yang menemaniku masak" ucap Ronan dengan senyumannya.


"Jangan berharap!" Teriak Hani sambil berlalu pergi begitu saja.


**


Sementara itu di sebuah perusahaan Nolan Company (NLC), sang pemilik perusahaan yang tak lain Christopher Nolan berjalan mondar-mandir karena cemas akan keadaan Kirana yang tidak juga bisa di hubungi.


Sejenak Christopher duduk untuk menenangkan dirinya, lalu teringat akan sesuatu hingga dia mengambil handphone nya kembali untuk menghubungi seseorang dan Christopher sangat lega ketika panggilannya segera di jawab.


"Aku menghubungi Kirana mulai tadi pagi, tapi handphone nya tidak aktif Nona Hani, apa terjadi sesuatu?" Tanya Christopher.


"Oh itu, iya tuan Christopher, mungkin handphone Kirana masih di matikan, ini tadi saya hubungi juga tidak bisa"


"Apa?!, Jadi Kirana tidak sedang bersamamu?"


"Maaf tuan Christopher, untuk hari ini Kirana sedang beristirahat di Mansion, tubuhnya masih sedikit lemah, semalam_"


Tut Tut Tut..


Christopher segera memutuskan sambungan panggilan handphonenya, dan segera berlari menyambar Jas, lalu pergi dari ruangan kerjanya.


"Siapkan mobilku, aku akan keluar dan mengemudikan sendiri, tolong Cancel semua acara ku, geser ke agenda besok saja" ucap Christopher ke Sekretarisnya.


Sang sekretaris terkejut melihat perintah dari atasannya yang tiba-tiba, kemudian segera melakukan apa yang di tugaskan.

__ADS_1


**


Kirana baru saja terbangun dari tidur siangnya, dia masih berusaha menenangkan detak jantung nya saat teringat kejadian dirinya tadi begitu dekat dengan Alfaro.


"Astagfirullah..apa ini, kenapa jantungku berdetak kencang saat teringat berada di dekat si Alfaro itu, dasar laki-laki breng*sek, masih saja suka memaksakan kehendaknya" ucap lirih Kirana sambil mengusap dadanya perlahan untuk menenangkan dirinya.


Hingga kemudian, dirinya ingin mengalihkan pikirannya dengan berjalan di taman belakang Mansion, baru saja Kirana menginjakkan kaki di lantai bawah, datang asisten rumah tangga menghampiri dirinya.


"Maaf Nona Kirana, ada tamu ingin bertemu anda"


"Kalau itu laki-laki yang tadi pagi datang kesini, usir saja, bilang aku istirahat, tidak ingin di ganggu" jawab Kirana.


"Bukan nona"


"Lalu Siapa?"


"Namanya Tuan Christopher Nolan"


"Oh, baik, suruh masuk, aku akan segera menemuinya di ruang tamu" ucap Kirana.


"Baik nona"


Asisten rumah tangganya segera pergi untuk mempersilakan Christopher Nolan masuk ke dalam Mansion.


Kirana segera menemui Christopher dengan penampilan bangun tidur yang apa adanya.


"Hai Chris.." sapa Kirana dan segera menjaga jarak duduknya.


"Ehem..Chris?, Christopher..!" Ucap Kirana agak keras untuk menyadarkannya.


"Oh iya, maaf Kiran, aku hanya terkejut melihat penampilanmu yang seperti ini" ucap Christopher segera mengalihkan pandangannya.


"Maksudmu dengan muka bantal ku ini?" Ucap Kirana, di sambut dengan tertawa kecil dari Christopher.


"Aku lebih suka muka bantal mu, sangat unik dan menggemaskan"


"Kau kira aku bayi"


"Bagaimana kalau kita membuat itu?" Goda Christopher sambil tertawa.


"Hah..bayi maksudmu?"


"Hahaha.. aku bercanda Kiran, kau serius sekali" ucap Christopher.


"Dasar kau ini" sahut Kirana.


Kemudian Christopher segera menanyakan keadaan Kirana dan apa yang sudah terjadi dengannya, Kirana menjelaskan garis besarnya saja, bagaimana kecelakaan itu bisa terjadi, Christopher sangat terkejut dan nampak khawatir, kemudian menceritakan sesuatu ke Kirana.


"Jadi kakak Viona seseorang yang sangat berkuasa di Paris ini?" Tanya Kirana terkejut.


"Hem, betul sekali, aku dengar dia juga hidup di dua alam" ucap Christopher membuat Kirana berpikir keras dengan perkataannya.

__ADS_1


"Dua alam?, Seperti katak maksudmu, amfibi begitu?" Tanya Kirana ragu-ragu.


"Hahaha.." suara tertawa keras dari Christopher membuat Kirana juga ikut tertawa.


"Bukan itu nona Cantik, maksudku dia juga terlibat di dunia bawah tanah atau Dunia Hitam, dengan kata lain bisa di bilang seorang Bos Mafia, dan mempunyai jaringan yang sangat besar di dunia, tapi aku tidak tau pasti, itu hanya kabar yang berhembus, aku sendiri juga tidak ingin berurusan dengannya" ucap Christopher.


"Oh, jadi begitu..pantas dia punya sepak terjang yang sangat arogan" ucap Kirana yang kemudian terdiam seperti mencemaskan sesuatu.


"Ada apa?" Tanya Christopher.


"Tidak ada, apa Alfaro juga mengenal kakaknya?" Tanya lirih Kirana pada akhirnya.


Christopher terkejut mendengar dan melihat Kirana sepertinya sangat mengkhawatirkan Alfaro lewat pertanyaan nya.


"Aku tidak tau, yang pernah aku dengar sepertinya dia mengenalnya, ada yang mengatakan dulu mereka sempat bekerja sama juga, tapi entahlah, kenapa?..sepertinya ada yang sedang mengkhawatirkan Alfaro?" Ucap Christopher sambil tersenyum tipis.


"Tidak, aku hanya ingin tau saja, sudahlah.." ucap Kirana sambil meminum teh hangat yang ada di depannya, begitu juga dengan Christopher, hingga kemudian terdengar Hani sudah berteriak mengucap salam saat memasuki Mansion.


Hani terkejut tidak menyangka ada Christopher sedang berbincang dengan Kirana di sana, lalu dirinya segera menyapa Christopher dengan senyum Nyengirnya.


"Kalian itu memang cocok sekali ya" ucap Christopher sambil tertawa melihat kelakuan kedua wanita yang ada di depannya.


"Hehe..maaf tuan Christopher, Kirana adalah pasangan sejati saya, jadi jangan coba-coba mengambilnya" ucap Hani bercanda.


"Wow, aku takut sekali dengan anda nona Hani" jawab Cristopher membuat keduanya tertawa lagi.


"Pantas saja anda mematikan sambungan handphone begitu saja, rupanya anda ingin mendahuluiku tiba di sini" ucap Hani


"Maaf, aku terlalu mencemaskan teman anda ini" sahut Cristopher sambil melihat Kirana yang sudah menyambar makanan yang di bawa oleh Hani.


Christopher seketika terkekeh melihat keduanya berlari masuk dan saling mengejar.


"Maaf tuan Christopher, wanita ini merebut sesuatu dariku!!" Teriak Hani yang masih mengejar Kirana sampai di dapur dan keduanya segera membuka makanan yang ada disana.


Kirana memakan sedikit makanan pesanannya, lalu kembali lagi menemui Christopher diikuti dengan Hani di belakangnya.


**


Beberapa waktu yang lalu.


Ronan yang baru saja datang di kantor Alfaro segera masuk dan menanyakan apakah Alfaro sudah makan siang.


"Sudah, aku baru saja selesai makan" jawab Alfaro.


"Aku tadi ketemu Hani yang sedang mengantri di dalam Cafe dan membantunya memesan makanan yang akan di bawa pulang, Kirana yang menginginkan makanan di sana, sepertinya sakitnya lumayan" ucap Ronan


Sontak apa yang di katakan Ronan membuat Alfaro terkejut dan menyimpulkan kalau Kirana memang dalam kondisi yang masih parah, hingga tanpa berucap apapun, dirinya segera menyeret tangan Ronan untuk pergi keluar dari ruang kerjanya.


"Eh, tunggu Faro, apa yang kamu lakukan, kita mau kemana?!" Teriak Ronan yang hampir terpelanting saat Alfaro tiba-tiba menyeret tubuhnya.


Bersambung

__ADS_1


Hari Senin Waktunya memberi VOTE, VOTE, VOTE. jangan lupa.. HADIAH, LIKE, Dan KOMEN juga selalu ditunggu. (hari ini Author akan Update lebih dari satu kali, ditunggu ya)


__ADS_2