SELEMBAR KERTAS

SELEMBAR KERTAS
Episode 82


__ADS_3

Kirana tidak ingin larut dalam kesedihan dan juga emosinya, dia menyibukkan diri berjalan menyusuri taman belakang Mansion yang sangat indah..menata dan membuat taman bunga mawar yang beraneka warna tepat di area taman yang terletak bawah kamarnya.


Dirinya kini tersenyum bisa melihat keindahan Bunga mawar dari balkon kamarnya dengan jelas, beberapa pekerja yang ikut membantunya tersenyum melihat bagaimana majikan perempuannya sangat bahagia melihat taman bunga mawar yang sudah dibuatnya.


Tidak menyia-nyiakan waktu, Kirana menikmati pemandangan indah sambil membuka laptop nya kembali, menyalin data tentang keterlibatan Vaden Fernandes dengan kematian anak dan istri Alfaro.


Kini di pelajari kembali semua data yang ada, ada beberapa nama perusahaan besar yang rupanya mejadi partner kerja dari Fernandez Company.


"Satu-satunya cara untuk mengguncang Vaden Fernandes adalah menghancurkan perusahaanya lewat partner perusahaan besar yang tidak lagi mempercayainya, sepertinya aku harus mencari cara untuk hal ini" batin Kirana sambil menyalin data tentang perusahaan besar yang sudah bekerja sama dengan Fernandez Company.


Dan kegiatan berikutnya, Kirana mempelajari satu persatu perusahaan besar yang berhubungan dengan Vaden Fernandez.


Kirana berencana mencari informasi sebanyak-banyaknya untuk mencari celah kelemahan dari perusahan Vaden Fernandes, ingin rasanya Kirana membicarakan hal ini dengan Alfaro, apalagi suaminya kemaren sudah mengabarkan kepada Kirana bahwa dalang kebakaran perusahaan nya adalah Vaden Fernandez.


"Sebenarnya ini Kesempatan ku untuk memberikan jalan ke Alfaro membalas apa yang di perbuat Vaden Fernandes tanpa harus menceritakan pembunuhan keluarganya dulu, tapi aku masih jengkel dengannya..dasar.. seenaknya saja memutuskan sesuatu tanpa dibicarakan terlebih dahulu..hhh" de-sah Kirana perlahan meluapkan kejengkelan di hatinya.


**


Sementara itu, Alfaro terlihat tidak bersemangat menjalani harinya saat ini, bahkan beberapa acara Rapat dengan kolega bisnisnya tampak kacau saat dirinya hilang konsentrasi beberapa kali, Ronan dan Louise saling menatap aneh memberitahukan bahwa sepertinya terjadi sesuatu dengan Bosnya.


"Kau itu kenapa Faro, hari ini sering kali kau kehilangan konsentrasi mu, kalau memang kurang sehat sebaiknya kau pulang saja, istirahat lah di Mansion" ucap Ronan yang kini sudah duduk di ruangan kerja Alfaro.


"Entahlah, hari ini aku susah untuk berkonsentrasi, rasanya malas untuk melakukan apapun" jawab Alfaro.


"Memangnya kenapa, apa kau ada masalah dengan Kirana?" Tanya Ronan.


"Entahlah Ron, menurutmu aku keterlaluan nggak, menyuruh Kirana untuk tidak bekerja lagi?" Tanya Alfaro ke Ronan yang baru saja akan duduk di kursi depan meja kerjanya.

__ADS_1


"Apa?!!"


BRUG


"Awh..sial..!" Umpat Ronan yang terjatuh dari kursinya saking terkejutnya dengan apa yang diucapkan oleh Alfaro.


"Kau itu kenapa..sudah tua, masih juga tidak bisa duduk dengan benar" ucap Alfaro


"Brengsek.. ini gara-gara otak gila mu Faro, aku sampai terjatuh gini, dasar..lagian kamu itu bisa ya seenak hatimu ngelarang Kirana bekerja begitu saja"


"Ya harus gimana lagi untuk melindunginya, aku gak rela kalau kejadian yang seperti kemarin sampai terulang lagi, rasanya sampai sekarang aku ingin sekali menghabisi Christopher Nolan kalau teringat kejadian itu" ucap Alfaro dengan wajah yang masih diselimuti amarah.


"Aku tau..aku mengerti, aku pun tidak akan rela Kirana diperlakukan seperti itu lagi oleh Christopher Nolan..tapi gak harus kamu memutuskan hal itu juga tanpa dibicarakan dulu dengan Kirana, memangnya dia langsung setuju?"


"Tentu saja tidak, kami sempat bertengkar tadi malam, dan aku tidur di ruang kerja semalam"


"Bagus.. teruskan saja tingkah kekanak-kanakan mu itu, aku jamin sebentar lagi Christopher Nolan akan mengadakan pesta melihat kekacauan dalam hubungan rumah tangga kalian..dasar kau..lalu Kirana sekarang bagaimana?"


"Kau beruntung sekali mendapat istri seperti Kirana, dia rela mengorbankan perasaanya demi perintah dari suaminya yang menurut ku egois sekali, pulanglah dan minta maaf padanya, cari solusi setiap permasalahan yang kalian hadapi dengan kepala dingin dan bicara dari hati ke hati, aku yakin akan ada jalan keluar yang lebih baik dan tidak saling menyakiti" ucap Ronan.


Alfaro mengangguk, lalu dirinya segera bersiap untuk pulang ke Mansion untuk melihat keadaan Kirana dan juga meminta maaf atas apa yang sudah dilakukannya.


**


Suara deringan handphone, mengagetkan Kirana yang sedang mengendalikan emosinya, segera diambil handphone di atas meja, senyuman langsung mengembang saat nama Alena ada di layar panggilan.


"Assalamu'alaikum cantik.." terdengar suara Alena.

__ADS_1


"Waalkum salam juga Cantik.." jawab Kirana sambil terkekeh geli, begitu juga dengan Alena.


Rupanya Alena masih khawatir dengan keadaan Kirana yang semalam habis menghubunginya untuk menanyakan tentang bagaimana harus menyikapi perintah suami yang tidak sesuai dengan keinginan seorang Istri.


"Aku curiga, jangan-jangan kalian sedang bertengkar masalah itu ya?" Tanya Alena.


"Nggak kak, aku hanya pengen tau pendapat kakak saja, kalau terjadi masalah seperti itu" Jawab Kirana yang tentu saja tidak akan pernah mengumbar masalah rumah tangganya.


"Kalau menurut ku ya sama seperti yang tadi malam aku bilang, bagiku perintah suami adalah segalanya, tapi tentu saja jika itu tidak membahayakan atau merugikan salah satunya, intinya semua masalah dalam rumah tangga harus di bicarakan dengan baik-baik Kirana, jangan dengan emosi dan saling menyakiti" ucap Alena.


"Iya kak, terimakasih..aku masih harus belajar banyak tentang berumah tangga, tidak bisa lagi aku menuruti semua kehendak ku tanpa di bicarakan dahulu, aku akan terus belajar menjadi istri yang baik untuk suami dan keluarga ku" jawab Kirana.


Tak lama setelah mereka saling bercerita tentang perkembangan kesehatan Aliando yang terus mengalami kemajuan yang pesat, akhirnya mereka memutuskan sambungan handphone.


Kirana melihat jam dinding ternyata sudah menunjukkan pukul 3 sore, segera dirinya masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri setelah itu menjalankan ibadah sholat Ashar.


Kirana melangkah ke Balkon dan dilihatnya pemandangan indah sore yang jarang sekali dia memperhatikan selama ini.


"Hem..pemandangan yang sangat indah, rupanya tidak ada ruginya aku cuti beberapa hari tinggal di Mansion, aku akan keluar berjalan-jalan di sekitar taman" ucap lirih Kirana bicara dengan dirinya sendiri.


Langkah kaki Kirana kini santai menyusuri taman Bunga dan juga halaman belakang Mansion dengan kolam ikan yang ada di sana, sejenak pikiran penat hilang seketika saat Kirana berdiri di pinggiran kolam dan tidak lepas menatap ikan-ikan kecil yang indah bergerak kesana kemari.


Dan detik berikutnya dia di kejutkan dengan rangkulan tangan dari belakang yang perlahan menyusuri pinggang dan perutnya, Kirana terdiam saat menghirup bau khas tubuh suaminya yang sudah terbiasa di penciuman nya, sebuah ciuman hangat pun dapat dia rasakan di ceruk lehernya dengan lembut walaupun terhalang oleh hijabnya.


"Maafkan aku honey..maafkan aku, sudah membuatmu bersedih" lirih terdengar suara seseorang yang selalu Kirana Rindukan.


Bersambung.

__ADS_1


Jangan lupa VOTE, HADIAH, LIKE dan KOMEN selalu ditunggu.


PROMO: Update terbaru Kisah Alex dan Alena kecil yang semakin seru di AKULAH WANITAMU..mampir ya gaes..


__ADS_2