SELEMBAR KERTAS

SELEMBAR KERTAS
Episode 28


__ADS_3

Kirana sudah kembali melakukan aktifitas kerjanya di Agensi NAHA, semua menyambut gembira kedatangan Kirana yang kembali bekerja setelah beberapa hari ijin untuk beristirahat di rumah.


"Kiran, apa tidak sebaiknya kita memperingatkan Viona atas apa yang telah di perbuatannya ke kita tempo hari?"


"Tenanglah Han, jaga Akhlak kita, harus tetap sabar istiqamah di jalanan-Nya, jangan gegabah mengambil suatu tindakan, tidak harus kita membalas suatu kejahatan dengan kejahatan juga, karena ancaman yang akan kita lakukan hanya akan membuat Viona takut"


"Tapi setidaknya dia tidak membahayakan nyawa kita lagi Kiran"


"Kau tau aku dulu seperti apa?, Bahkan membunuh dan menghilangkan nyawa orang sudah bukan hal aneh yang sering aku lihat dan lakukan, lalu apa yang dilakukan kak Alena padaku, tidak serta merta dia membenciku atau bahkan menghajar ku walaupun sesungguhnya itu sangat mudah dia lakukan, dengan lembut dia mengajarkan dan memperlihatkan kebaikan Akhlaknya, hingga aku dan kak Kaisar menemukan jalan yang terang seperti sekarang" ucap Kirana tak terasa air matanya sudah mulai memenuhi matanya.


Hani terdiam, semua yang diucapkan Kirana memang benar adanya, Hani beristighfar dalam hati.


"Maaf Kiran, aku terlalu terbawa emosi, tidak bisa berpikir seperti mu, aku hanya takut terjadi apa-apa denganmu"


"Aku tau, tapi kita harus tetap menghadirkan Allah di setiap langkah yang terjadi di hidup kita, Resapi apa yang tertulis di SELEMBAR KERTAS yang di berikan olek kak Alena dan sudah kita baca bersama waktu itu, ingat kan?" Ucap Kirana sambil tersenyum ke Hani.


Hani langsung memeluk Kirana dan menangis.


"Aku terkadang masih terlalu terbawa arus duniawi tanpa menyadari bahwa Allah berkuasa atas segalanya, aku terlalu menggantungkan semua jalan keluar masalah dengan manusia dan lupa bahwa Allah yang bisa memberikan jalan terbaik untuk menyelesaikan nya"


"Untuk itu, kita harus terus belajar memperbaiki Akhlak kita kalau ingin terjadi sebuah keajaiban dari Manusia, memperbaiki Sholat dan ibadah kita kalau ingin keajaiban dari-Nya" ucap Kirana


"Amin..semoga kita bisa melakukan nya Kiran" ucap Hani sambil menghapus air matanya dan merapikan dirinya kembali.


"Amin.." sahut Kirana.

__ADS_1


Dan kemudian mereka segera bersiap saat sang sekretaris masuk ke ruangan nya, memberitahukan bahwa dua orang dari perusahaan Eagle Company 2 telah datang, Kirana segera memberikan perintah untuk mempersilakan mereka masuk.


Alfaro masuk bersama dengan Ronan dan kini sudah duduk di kursi sofa yang ada di ruang kerja Kirana, seperti biasa, Kirana segera menekan tombol remote untuk membuka semua Tirai jendela besar yang ada, hingga pemandangan tembus pandang sampai keluar.


Sesaat Alfaro dan Ronan terkejut dan saing memandang, sementara Hani dan Kirana hanya menyikapi dengan santai tingkah aneh kedua orang laki-laki yang kini ada di depannya.


"Maaf saya membuka tirai nya, untuk menjaga kehormatan kita dari Fitnah yang bisa saja terjadi, karena kita bukan mahram" ucap Hani.


"Oh, iya, tidak apa-apa, kami mengerti" ucap Ronan, sementara Alfaro masih terdiam dan tidak seperti biasanya.


Perbincangan dimulai, Ronan segera memberikan pengajukan kontrak kerjasama yang sudah di persiapkan, sejenak Kirana dan Hani membaca isi dan maksud dari kerjasama yang ingin di lakukan.


"Maaf, dari isi kontrak yang saya baca ini, sepertinya Anda menggabungkan Agensi SEM untuk ikut kerjasama juga di dalamnya, apa benar seperti itu?" Tanya Kirana, terus membuka file yang di bacanya tanpa menoleh ke Alfaro dan juga Ronan.


"Maaf, setahu saya, Agensi SEM sedang bermasalah dan tersandung kasus hukum, apa menurut anda disaat seperti ini, tidak terlalu membebani kerja Agensi anda kalau harus ikut kerjasama kontrak ini, menurut saya selesaikan dulu masalah di Agensi SEM, baru kita lakukan kontrak kerja sama, aku kira permasalahan yang terjadi di sana akan membutuhkan waktu yang tidak singkat untuk mengatasinya" ucap Kirana.


"Baiklah, kalau kau tidak menyetujui kerja sama ini juga tidak apa-apa" ucap Alfaro lalu terdiam sambil membereskan berkas yang ada di meja, hingga kemudian Kirana menahan salah satu berkas yang akan di ambil oleh Alfaro.


"Apa lagi?" Tanya Alfaro terkejut saat mendapati Kirana kini menatap matanya.


"Aku tidak bicara menolak kerjasama perusahaan Eagle Company 2, tapi aku hanya mengingatkan, sebaiknya keluarkan Agensi SEM dulu dari kontrak kerjasama ini, sampai kasus kalian bisa di selesaikan, setelah itu fokus melakukan kerjasama lagi tidak masalah" ucap Kirana.


"Jadi maksud anda, Agensi NAHA menyetujui kontrak kerjasama dengan perusahaan Eagle Company 2 saja?" Sahut Ronan.


"Iya, untuk saat ini, setelah kasus kalian di Agensi SEM selesai, akan kita pikirkan untuknya bergabung di kerjasama ini, karena menyelesaikan masalah itu lebih penting dari pada harus menutupinya dengan menyamarkan ikut bergabung di kerja sama ini" jawab Hani.

__ADS_1


Ronan terkejut, rupanya kedua wanita di depannya ini sangat mengetahui maksud dari Alfaro dan Ronan yang ingin menyamarkan kasus yang tengah terjadi dengan kerjasama kontrak Agensi NAHA yang tengah melambung namanya.


"Maaf, kalau kami terkesan memanfaatkan Agensi kalian untuk menutupi masalah yang tengah terjadi di agensi kami, sebaiknya kita batalkan saja kontrak kerjasama kita ini" ucap Alfaro dan mengejutkan semua orang yang ada disana.


Kirana hanya tersenyum, kemudian dia bisa membaca bagaimana sekarang ini laki-laki di hadapannya sedang terpuruk dan berputus asa akan suatu hal yang tidak diketahui oleh Kirana.


"Jangan terlalu menggantungkan masalah dengan manusia, kau hanya akan di buat kecewa Alfaro" ucap Kirana dan membuat Alfaro langsung terdiam, kata-kata yang sangat singkat namun mengena di hatinya, membuat dirinya ingin menangis dan entahlah, ada sesuatu yang berusaha memporak porandakan dinding keangkuhan dalam dirinya.


"Bukan kita yang membuat masalah kalian ini akan cepat selesai, tapi ada yang lebih berkuasa disana, dan kalian tidak akan sanggup membayangkan betapa mudah masalah kalian bisa diselesaikan oleh-Nya" sahut Hani yang membuat Ronan semakin tidak mengerti, namun di hati nuraninya dia membenarkan apa yang di katakan Hani, entah itu apa.


"Perbaiki kontrak kerjasamanya, aku akan menyetujui kontrak ini kalau Agensi SEM tidak di libatkan dulu di dalamnya, dan alasanku sudah jelas bukan?" Ucap Kirana membuyarkan keheningan yang terjadi.


"Baik, akan kita pikirkan dulu, dan Terimakasih atas waktunya" ucap Ronan, yang kemudian berdiri dan menepuk Alfaro yang masih terdiam duduk di sana.


"Faro, ayo kita pergi, Faro?!" Ucap Ronan, dan terkejut saat Alfaro hanya terdiam.


"Tinggalkan kami, sepertinya ada yang ingin di sampaikan tuan Alfaro kepada saya" ucap Kirana dengan kata-kata Formal, Hani dan Ronan saling menatap kemudian memberikan kode untuk segera keluar.


"Kenapa?" Tanya Alfaro kemudian, dengan tatapan yang sangat tajam ke Kirana.


"Tanyakan maksudmu dengan jelas" ucap Kirana yang kini duduk tepat di depan Alfaro dan menatap mata laki-laki yang ada di depannya dengan lekat, seolah ingin mencari tau apa yang sudah terjadi dengannya.


Bersambung.


jangan lupa VOTE, HADIAH, LIKE, dan KOMEN.

__ADS_1


__ADS_2