
Terlihat Alena sudah memejamkan mata dengan posisi tidur yang sangat nyaman, wajah cantiknya membuat Edward tersenyum dan tidak pernah bosan selalu ingin menyentuhnya.
"Aku tau kau wanita yang kuat dan tidak mudah dikalahkan, tapi hal itu justru membuat aku sangat mengkhawatirkan mu di saat memutuskan mengatasi sendiri masalahmu Bee" ucap Edward lirih sambil membelai wajah istrinya.
Tentu saja Alena yang sudah tertidur pulas tak bergeming dan tetap diposisi nya hingga kemudian berakhir dengan pelukan hangat dari Edward yang kini ikut nyaman tertidur bersamanya.
Begitu juga yang terjadi di dalam kamar yang tak jauh dari mereka, nampak Alfaro menatap sendu tatkala terlihat istri cantiknya sudah memejamkan mata, tertidur dengan wajah yang sangat damai.
Perlahan Alfaro mendekat, mengusap wajah ayu wanita yang berstatus sebagai istrinya, "Semoga kau selalu dalam lindungannya honey.., maaf jika aku tidak bisa melindungi mu disaat yang kau butuhkan, karena aku hanya manusia yang tentu tidak bisa selalu berada di sampingmu setiap saat" ucap lirih Alfaro.
Sentuhan lembut dari bibir seorang Alfaro tentu membuat Kirana merasakan sesuatu, hingga dia pun akhirnya terbangun, melihat bibirnya sudah menyatu dengan suaminya, dengan iseng Kirana menggigit kecil hingga Alfaro terpekik.
"Oh sh-it!!, Honey!" Teriak Alfaro yang kini memegangi bibirnya yang terasa sedikit nyeri, namun wanitanya hanya tersenyum dan bahkan terkekeh pada akhirnya.
Alfaro kesal lalu memeluk Kirana dengan menggelitik nya, hingga keduanya saling berguling diatas kasur sambil tertawa, "sudah honey..cukup..jangan gaduh lagi, ini sudah tengah malam" ucap Kirana berusaha menghentikan perbuatan rusuh suaminya.
"Aku harap lain kali kamu mengajakku kalau kamu keluar, apalagi malam hari honey..aku tidak ingin kejadian malam ini terulang lagi, aku khawatir dengan mu" ucap Alfaro.
"Aku gak apa-apa honey, lagian tadi aku sama kak Al, insiden itu pun diluar dugaan kami, aku juga pasti akan menghubungimu kalau seandainya tidak mengatasi situasi berbahaya, jangan khawatir.." jawab Kirana berusaha menenangkan Suaminya.
Alfaro tidak berusaha melawan perkataan istrinya lagi, baginya istirahat adalah sesuatu yang sangat dibutuhkan Kirana saat ini, Alfaro segera membawa tubuh Kirana kedalam pelukannya, tak lama kemudian keduanya segera terlelap.
*
Keesokan paginya, semuanya dikejutkan dengan kedatangan Aliando dan juga Aisyah yang sudah ada di mansion saat sarapan pagi baru saja dimulai, hingga akhirnya suasana pagi makin bertambah ramai dengan kedatangan nya.
"Jadi paman akan ikut ibu Aisyah ke AHS Agensi?" Tanya Alena.
"Tentu saja, tidak perlu juga aku ikut Alfaro kan?, Dia sudah ada Kirana dan juga Louise sekretaris handalnya" jawab Aliando.
Alena tersenyum, seketika dirinya berpikir akan asik juga kalau ikut Kirana dan melihatnya bekerja, kemudian dirinya segera menatap sang suami.
"Honey.. aku boleh ikut Kirana?" Tanya Alena.
"Asik..ikut kak, aku seneng kalau kak Al ikut aku kerja" sahut Kirana kegirangan.
"Aku sih seneng juga Kirana, tapi nunggu ijin dulu nih, biasanya agak susah nyari surat ijinnya" jawab Alena sambil melirik suaminya lagi.
__ADS_1
"Gak usah nyindir, kali ini aku bebaskan kamu ikut Kirana, hanya hari ini, ingat Bee!" Ucap Edward.
"Thanks honey, aku pasti ingat, hari ini saja okey..muach." Alena langsung berlari memeluk suaminya dan menc-ium pipinya tanpa sungkan.
"Ehem..ingat, anda masih dikawasan tempat umum kak" ucap Kirana lalu kemudian segera pamitan ke Suaminya, "kak Al jadi ikut nggak?"
"Iyalah..yok, aku pergi dulu honey.." ucap Alena.
Edward tersenyum dan mencium kening istrinya, Kirana pergi bersama dengan Alena, setelah sebelumnya Aliando juga menggandeng Istrinya untuk ikut bekerja juga, hanya tinggal Edward dan Alfaro yang masih terdiam duduk di ruang tengah.
"Kau tidak berangkat kerja?" Tanya Edward.
"Memangnya kau tidak jadi menemui tuan Harry Milton?" Tanya Alfaro.
"Tentu saja, apa kau berniat akan ikut?" Tanya Edward.
"Menurut mu?"
"Sebaiknya cukup aku yang kesana, ingat..kau masih punya kontrak kerja sama dengan perusahaanya, aku rasa itu akan menjadikanmu tidak nyaman nantinya" sahut Edward memberikan pertimbangan.
"Baiklah, aku rasa aku harus bisa lebih menahan diri, apa yang kau katakan ada benarnya" ucap Alfaro segera beranjak dari tempat duduknya untuk pergi ke perusahaan.
"Hati-hatilah Ed, segera hubungi aku kalau memerlukan" ucap Alfaro.
"Tentu saja, jangan khawatir, pelajaran ini akan dia ingat sampai dia mati, agar dia berpikir seribu kali kalau ingin mengusik keluarga Eagle dan Nugraha" jawab Edward.
"Hem..aku setuju" sahut Alfaro, lalu kemudian segera pergi menuju perusahaannya.
Sementara itu, Edward segera pergi menuju kesebuah Mansion, di mana seorang Harry Milton berada.
Sambutan tidak menyenangkan tentu saja diterima oleh anak buah Harry Milton yang sedang berjaga di pintu masuk, dikarenakan Edward tidak membuat janji temu sebelumnya.
Namun bukan hal yang susah untuk seorang Edward menerjang masuk begitu saja, hingga kehebohan di Mansion seketika terdengar oleh Harry Milton yang terpaksa harus keluar dari ruang kerjanya dan terpaksa turun untuk melihat apa yang terjadi.
"Tuan Edward?!" Ucap Harry terkejut saat melihat Edward kini sudah berdiri tepat di hadapannya.
"Hem, bagus, aku tidak perlu berteriak untuk memanggilmu turun dan menjelaskan sesuatu padaku" ucap Edward yang sudah melempar sebuah amplop besar berisi bukti foto keterlibatan Harry dengan tragedi yang terjadi dengan istrinya.
__ADS_1
Harry sangat terkejut dan membelalakkan mata, terkejut bagaimana mungkin dengan waktu singkat, Edward bisa memiliki bukti keterlibatannya dengan kejadian yang menimpa Kirana Dan Alena saat di Restoran.
"Kenapa anda terlihat sangat terkejut, tidak menyangka aku akan secepat dan semudah ini mendapatkan bukti yang kongkrit?" Ucap Edward kemudian lalu duduk dengan tenang di sofa ruang tamu.
"Aku bisa membuat semua bukti ini menghilang atau menuduh mu melakukan penipuan atas semua yang kau berikan, itu bukan hal yang sulit bagiku" sahut Harry yang kini juga ikut duduk di depan Edward dengan santai.
"Oh ya, kalau aku bisa semudah itu membuktikan kejahatan mu, kau kira aku tidak punya power untuk membuatmu membayar semuanya?" Ucap Edward dengan tatapan tajamnya dan senyuman devil nya.
"Kau mengancam ku?" Sahut Harry penuh penekanan.
"Silahkan kau simpulkan sendiri, aku tidak akan ambil pusing, hari ini akan aku perlihatkan siapa kamu dan siapa kami, ku harap ini akan jadi pembelajaran bagimu, bahwa...kau bukan orang yang ada diatas angin saat di hadapan seorang Edward Runcel Eagle" ucap Edward,
Lalu dengan menggerakkan satu tangannya, Harry langsung terpental ke tembok dibelakangnya, selanjutnya berusaha untuk membebaskan lehernya yang terasa di cekik walaupun tidak ada apapun di lehernya.
"Lepaskan.. apa yang kau lakukan!, Kau menggunakan kekuatan iblis..lepaskan!!" Teriak Harry Milton terputus-putus karena tidak bisa bernafas .
Edward hanya tersenyum miring, lalu kemudian menggerakkan tangannya lagi lebih keatas hingga disaat itu tubuh Harry Milton perlahan terangkat.
"Apa yang kau lakukan..lepaskan..!!" Teriaknya lagi, hingga akhirnya enam pengawal kusus pribadinya masuk ke dalam dan menyerang Edward bersamaan.
Sontak Edward terkejut dan harus bergerak menghindar dahulu agar tidak terkena serangan lawannya.
Harry terlepas dari kekutan Edward, dan segera mengambil nafas kembali dengan terbatuk-batuk dan terengah-engah.
"Beri pelajaran baginya dengan setimpal, bunuh kalau perlu!!" Teriak Harry setelah nafasnya kembali normal.
Edward tidak mau berlama-lama, dengan gerakan kilatnya dan kolaborasi kekuatan tenaga dalamnya, menghantam semua anak buah Harry yang tengah berusaha untuk menyerangnya terus menerus.
Hingga kini Mansion Harry benar-benar dibuat porak-poranda bersamaan dengan anak buahnya yang bergelimpangan tak berdaya lagi.
"Aku rasa ini cukup, dan ingat baik-baik, ini akibat dari kekuatanku yang tidak seberapa dan belum aku keluarkan sepenuhnya, kalau kau ingin mencoba lebih jauh lagi, aku harap kau bersiap tinggal nama, jadi..jangan pernah mengusik keluarga Eagle dan Nugraha lagi" ucap Edward dengan tajam, lalu keluar begitu saja.
Jangan lupa VOTE HADIAH LIKE dan KOMENnya.
Ingat untuk melihat cerpen terbaru di YouTube Sinho Channel.
Bersambung.
__ADS_1