SELEMBAR KERTAS

SELEMBAR KERTAS
Episode 134


__ADS_3

Louise dengan terpaksa membuka mulutnya perlahan dan segera mengunyah makanan yang masuk ke dalam mulutnya, Christoper tersenyum dan gantian dirinya yang kini memasukkan makanan kedalam mulutnya sendiri.


"Aku sudah kenyang, sebaiknya makanan itu kamu saja yang menghabiskan sendiri" ucap Louise yang segera di tarik kembali oleh Christopher saat beranjak.


"Chris..!"


"Diam dulu, tunggu aku selesai makan, baru kamu boleh pergi" sahut Christopher lalu melanjutkan makannya.


"Tapi kan gak harus duduk disini..biar aku pindah ke sofa saja, gak nyaman di lihat orang " ucap Louise.


Namun Christopher tidak perduli dan lewat tatapan matanya memperingatkan Louise untuk tidak beranjak dari tempatnya, Louise menarik nafas panjang, berusaha bersabar dengan makhluk yang sedang sakit di sampingnya. "Coba saja tidak dalam keadaan sakit, sudah aku tendang dari tadi" batin Louise kesal.


"Aku besok keluar dari rumah sakit" ucap Christopher datar.


"Syukurlah.." sahut Louise singkat.


"Itu saja?" Tanya Christopher membuat Louise memicingkan mata.


"Lalu?" Sahut Louise.


"Ya kamu harus jemput aku, dan mengantarkan ku pulang ke Apartemen"


"What?!, Tunggu-tunggu, kenapa harus aku?" Ucap Louise sangat terkejut.


"Memang siapa lagi yang bisa aku minta tolong?" Tanya Christopher Nolan santai.


"Ya terserah kamu lah, mana aku tau, tapi gak harus aku juga kan, aku gak bisa, sibuk kerja, banyak kerjaan yang harus aku selesaikan" ucap Louise memberikan alasan.

__ADS_1


"Aku sudah mengijinkan mu ke Alfaro, dan dia tidak keberatan kamu pulang 2 jam lebih awal untuk menjemput dan mengantarkan ku pulang" jawab Christopher membuat Louise semakin tercengang.


"Kau gila .!, Kenapa juga sih pakek ngomong ke tuan Alfaro, kau ini kenapa suka sekali menggangguku?!" Teriak Louise yang sudah semakin emosi hingga kemudian sebuah teguran dari perawat yang bertugas membuat dirinya meminta maaf.


"Saya juga mau mengingatkan, jam besuk sudah hampir habis, sebaiknya nona segera meninggalkan kamar perawatan ini" ucap perawat itu lagi.


Lalu kemudian Louise segera pamit dan pergi dari ruangan dengan sebuah pesan dan lebih tepatnya sebuah perintah dari Christopher untuk tidak lupa menjemput dirinya besok tepat jam 2 siang. "Dasar orang gila..!" Ucap Louise bicara sendiri dengan nada yang sangat kesal.


*


Pagi hari yang sangat cerah, Kirana sudah bersiap untuk mengisi waktunya melihat keadaan Agensi NAHA yang sudah seminggu lebih ditinggalkan.


Alfaro yang baru saja keluar dari kamar mandi menatap heran istrinya yang sudah nampak rapi di depan meja riasnya, "Tunggu honey.. apa ini?" Tanya Alfaro mencari maksud dari apa yang tengah dilakukan oleh Kirana.


"Memangnya kenapa, aku ingin ke Agensi NAHA sebentar hari ini, dirumah sakit aku sudah sangat bosan dengan keadaan ku honey, jadi tolong..jangan larang aku kali ini okey..aku bisa stress" ucap Kirana.


Alfaro tersenyum, masih menggunakan handuk yang melilit di bagian bawahnya, mendekati Kirana lalu memeluknya erat dari belakang, "iya, aku ijinkan, tapi ingat...jangan terlalu capek ya, nanti kita berangkat bareng, dan saat pulang hubungi aku, sopir akan menjemputmu dan mengantar mu pulang" ucap Alfaro menegaskan.


Alfaro tidak menjawab, dia hanya memandang wajah cantik istrinya yang kini sudah berbalik dan tepat berada dihadapannya, perlahan Kirana diangkat dan duduk diatas meja rias, dengan lembut pagu-tan diberikan perlahan oleh Alfaro di bibir istrinya.


Saat tangan Kirana menahan Alfaro, justru dengan kuat bibirnya menye-sap dan memainkan lidahnya begitu dalam hingga membangkitkan has-rat keduanya.


Tangan Kirana segera menahan jari jemari Alfaro yang kini sudah merayap di pangkal pa-ha yang sudah tereks-pos bebas karena perbuatan suami nya. "Ingat..lukaku masih belum kering honey.." ucap Kirana sambil tersenyum nakal ke Alfaro yang langsung menarik nafas panjang karena tersadar akan hal itu.


"Hehh..hampir saja, kenapa aku jadi lupa" gumam Alfaro yang kini masuk kembali kedalam kamar mandi untuk mendinginkan kepalanya sejenak dibawah guyuran air shower.


"Baju sudah aku siapkan diatas kasur..!, Aku keluar dulu honey..kutunggu di bawah untuk sarapan!" Teriak Kirana berjalan keluar sambil menahan tawa.

__ADS_1


Setelah sarapan, keduanya segera bergegas pergi dan meninggalkan Mansion menuju ketempat kerja masing-masing, "Ingat honey.. jangan kerja terlalu lelah, segera pulang, tidak usah menunggu jam pulang..okey?" Ucap Alfaro setelah menci-um kening dan bibir istrinya.


"Siap.. hati-hati honey" ucap Kirana kemudian dan melambaikan tangan mengantar kepergian suaminya.


Kedatangan Kirana disambut gembira oleh semua pegawai yang sudah merindukan sosok pemimpin dalam Agensi yang beberapa hari sudah tidak bisa mendampingi mereka.


"Heh..rasanya bahagia sekali bisa duduk disini lagi sambil melihat mereka bekerja" batin Kirana sambil melihat keadaan meja kerjanya yang terlihat rapi seperti biasanya, hingga kemudian dirinya segera mengambil sesuatu yang menarik perhatiannya.


Gambar rancangan sebuah busana ada diatas mejanya, disertai dengan kartu nama yang tidak asing baginya, "Zahra Malina Milton..?" Ucapnya pelan dan kemudian segera memanggil sekretaris nya.


"Iya Bu, ada yang bisa saya bantu?" Tanya wanita yang kini menjadi sekretaris Kirana.


"Hem..ini apa?" Tanya Kirana sambil menunjukkan kartu nama dan sebuah rancangan gaun muslim.


"Oh..itu, iya Bu maaf, saya lupa memberitahu kan bahwa pemilik perusahan besar Milton Company pernah kesini dan memesan sebuah gaun yang diinginkan sesuai rancangannya sendiri" ucap sang sekretaris.


Kirana sempat terkejut, dan kemudian melihat kembali rancangan gaun yang ada didalam genggaman tangannya. "Bagus juga, detail kain yang diinginkan juga sudah di lampirkan dengan jelas, baiklah..aku akan memberikan ini di bagian rancangan gaun, dan mengawasi pembuatannya langsung, tapi sebelumnya ada beberapa hal yang perlu aku tanyakan kepada nona Zahra, bisakah kau menghubungi dan mencari jadwal untuk segera bertemu?" Tanya Kirana.


"Tentu saja Bu, saya akan melakukannya segera" jawab sekretaris, dan kemudian segera keluar untuk melakukan apa yang di perintahkan oleh Kirana.


Kirana duduk menyandarkan Kepalanya, tak lama kemudian segera mendapat kabar bahwa pertemuannya dengan Zahra bisa di lakukan nanti jam tiga sore. Seuntai senyuman mengembang di bibirnya, dia sangat senang orang sesibuk Zahra masih bisa menyempatkan waktunya untuk datang menemuinya hari ini, bahkan dengan kabar yang mendadak sekalipun.


Sedangkan di perusahan Eagle Company, Rupanya Zahra sedang berada di ruangan Alfaro membicarakan tentang bisnis yang akan dikembangkan lagi, "Aku akan bertemu dengan istrimu jam tiga sore nanti tuan Alfaro, jadi sebaiknya kita cepat mengambil keputusan tentang bisnis yang akan kita jalankan bersama" ucap Zahra.


"Baiklah..jawab Alfaro yang kini sudah memimpin acara pertemuan dan berdiskusi serius tentang dunia bisnis yang telah direncanakan, setelah itu, Zahra segera bersiap untuk pergi ketempat yang dijanjikan oleh Kirana untuk bertemu.


Disaat itu juga Alfaro menghubungi istrinya untuk memperingatkan agar menjaga kesehatannya dan tidak boleh terlalu kecapean.

__ADS_1


Jangan lupa VOTE, HADIAH, LIKE dan KOMEN, selalu ditunggu..


Bersambung.


__ADS_2