
Sementara di sebuah tempat yang lain, nampak Vaden dan adiknya Viona tengah tertawa karena rencananya yang telah berhasil.
"Aku sangat senang sekali melihat Alfaro akan menjadi gembel di jalanan, perlahan-lahan dia akan ku buat menyesal sudah berani membuat masalah dengan kita " ucap Vaden dengan minuman keras yang ada di tangannya.
"Benar sekali kak, aku ingin dia akhirnya memohon padaku untuk membantunya seperti dulu, kini hanya tinggal rumah nya saja yang tersisa, dan juga mobil lamanya, lihat saja nanti" sahut Viona.
"Tapi ingat Viona, ada sang Ketua yang melarang kita untuk tidak menyentuh Kirana, jangan sampai kau menyakitinya, atau kalau tidak..nyawa Kita akan melayang,..!!" Ucap Vaden Fernandez.
"Aku tau kak, sayang sekali..aku tidak bisa melakukan lebih jauh lagi kepada wanita itu " sahut Viona dengan geram.
"Sudahlah..Sang Ketua menginginkan wanita itu dan tidak bisa di ganggu gugat, walaupun aku juga sangat penasaran bagaimana dengan kehangatan tubuhnya, kita jangan sampai membuat masalah dengan hal itu, mengerti?!"
"Aku tau kak, aku pergi dulu, mau memecat para model dan pegawai Agensi SEM yang tidak suka dengan cara kerjaku, aku ingin mereka bekerja dengan menggunakan cara apapun untuk kemajuan Agensi, tidak perduli kalau pun mereka harus memberikan tubuhnya" ucap Viona tegas.
"Hem, terserah bagaimana kau akan membuat mereka menghasilkan banyak uang untukmu, yang penting.. Jangan lupa nanti malam, berikan dua model wanita mu untuk memuaskan ku di Ranjang, jangan sampai mengecewakanku, mengerti!"
"Iya kak, siap, jangan terlalu kasar pada mereka, ingat kak..tubuh mereka adalah aset untuk dijual kembali, jangan sampai membuat Agensiku Rugi" jawab Viona.
"Aku tau..Bagaimana kerja sama mu dengan Christopher Nolan, apa berjalan lancar?" Tanya Vaden kemudian.
"Tentu saja"
"Jangan terlalu percaya dengannya, aku melihat ada sesuatu yang disembunyikan dari sosok Christopher Nolan, entahlah itu apa, aku masih belum berhasil mengetahuinya, sebaiknya kau berhati-hati Viona"
"Aku mengerti Kak, dia hanya menginginkan Kirana, dan aku bisa memanfaatkan akan hal itu, biarkan saja Christopher Nolan tidak tau kalau ada orang yang sangat berbahaya juga menginginkan wanita yang di puja nya, ini akan sangat menguntungkan kita kak, bukan begitu?" Ucap Viona dengan senyum liciknya.
Vaden menatap Viona lalu tersenyum iblis, tanda kalau dia setuju dengan rencana Viona untuk memanfaatkan Christopher Nolan.
**
Dua hari telah terlalui, disudut kamar terlihat angin dingin semilir masuk memenuhi ruangan, pagi masih gelap, hingga kemudian sebuah tangan melingkar erat menyusuri pinggang dan perut seorang wanita cantik yang masih nyenyak dengan tidurnya, rupanya latihannya semalam dengan Sepupunya membuat badannya masih terasa remuk redam.
"Bee..kau sudah bangun?" Ucap mesra seorang laki-laki yang tak lain adalah suaminya.
"Hem, aku masih sangat ngantuk honey, jangan menggangguku dulu" jawab wanita itu yang tak lain adalah Alena.
"Bee .?"
__ADS_1
"Hem..?"
"Aku merindukan mu.." ucap lirih Edward kini di telinga Alena yang masih terpejam, tidak ada jawaban apapun, hingga kemudian Edward dengan sengaja mere*mas sesuatu yang menjadi favorit nya.
"Aw..!!, Honey..!!" Teriak Alena saat rem*asan itu mengagetkan dirinya.
Edward tersenyum dan merubah posisi tidur istrinya yang kini sudah berhadapan dengannya.
"Sudah bangun kan sekarang?" Ucap Edward sambil tersenyum dan membelai lembut wajah istrinya.
"Hem, badanku sakit semua honey, ternyata kekuatan Alfaro masih lumayan juga" sahut Alena sambil jari jemarinya yang mulai nakal menyusuri bibir suaminya.
"Sekarang saatnya kamu menerima kekuatanku, bagaimana hm?" Ucap Edward dengan tatapan kabut gair*ah.
Alena tersenyum lalu bergerak perlahan mencium dan melu*mat bibir suaminya dengan lembut.
"Hem..jadi sekarang waktunya wanita ku yang pegang kendali?" Ucap Edward sambil tersenyum setelah Alena melepaskan ciu*mannya.
"Tentu saja..aku menginginkanmu honey" ucap Alena yang sudah berada diatas tubuh Suaminya, Edward tersenyum dan perlahan membuat Alena tidak memakai apapun lagi.
Desa*han kini mulai terdengar dari bibir Alena, dan Edward tersenyum ketika mendapati saat yang tepat untuk melakukan penyatuan.
"Honey pelan..sshh.." ucap Alena saat Edward mengangkat bagian bawah istrinya dan membuat pusakanya kini telah masuk dengan sempurna.
Seketika Edward mendes*is tatkala kehangatan milik istrinya dapat dia rasakan dalam syaraf pusaka yang menimbulkan kenik*matan luar biasa.
Alena bergerak tidak karuan, berusaha meraih apa yang diinginkan nya, sesekali Edward memegangi ping*gulnya untuk mendapatkan hen"takan yang memabukkan, hingga akhirnya keduanya melayang dan terhempas dalam puncak ken*ikmatan bersama-sama.
Namun apa yang terjadi diluar sana?, Dua orang yang sedang mengelilingi Mansion untuk berjalan-jalan mencari kesegaran udara pagi, terperanjat mendengar leng*uhan dua insan yang sedang melakukan penyatuan.
Alfaro dan Kirana langsung berhenti, saling menatap satu sama lain, dan akhirnya bayangan kejadian memasuki pikiran keduanya saat mereka berhadapan.
"Oh, ya Allah, kak Al.. keterlaluan!!" Ucap Kirana yang segera memutuskan pandangan dan berjalan cepat berusaha menghindari Alfaro dengan muka yang memerah karena malu, sementara Alfaro langsung tertawa melihatnya.
"Kamu kenapa?" Tanya Alfaro masih dengan senyuman anehnya,
Kirana berusaha berlari namun Alfaro segera mengejar mensejajarkan langkahnya dengan wanita yang berusaha menghindarinya.
__ADS_1
"Aku..itu..tidak ada..bisa nggak, kamu jangan terlalu dekat denganku Faro, aku risih" ucap Kirana sambil berjalan cepat.
Alfaro makin tertawa, melihat tingkah Kirana yang serba salah dan akhirnya dirinya segera menarik tangan Kirana.
"Tunggu!"
"Apa sih?!" Ucap Kirana dengan langkahnya yang tertahan.
"Berjalanlah dengan tenang, nggak usah menghindari ku, kau sudah dewasa Kirana, anggap saja itu tadi materi untuk kita belajar bersama" sahut Alfaro masih dengan senyum anehnya dan kini mendekati perlahan Kirana yang juga melangkah mundur untuk waspada.
"Apa yang kau lakukan..jangan macam-macam Faro..!" Ucap Kirana yang semakin tidak bisa mengontrol debaran jantungnya saat Alfaro kini sudah sangat dekat dengannya.
"Membalas apa yang kau lakukan sewaktu di Rumah Sakit, dan aku ingin_"
DAG
Kirana berusaha memberikan serangan untuk meloloskan diri dari kungkungan Alfaro, namun rupanya Alfaro lebih sigap, hingga dia mampu untuk mengunci serangan Kirana.
Alfaro berada di belakang Kirana dengan senyuman dan tangan yang memegang erat tangan Kirana, Kirana berusaha berontak, Hingga akhirnya dia terkejut saat sesuatu terjadi.
CUP..
Seketika Kirana terdiam, ada perasaan aneh yang tidak bisa dia ungkapkan, hatinya tergetar saat merasakan kecupan untuk pertama kalinya dari seorang laki-laki selain kakaknya yang dengan lembut mengecup kepalanya walaupun tertutup hijab.
"Maaf..kalau aku lancang, dan semoga tidak membuatmu marah" bisik Alfaro, lalu melepaskan pegangan tangannya perlahan sambil mengusap lembut puncak kepala Kirana.
"Aku pergi dulu..bersiap untuk menghadapi kakakmu, doakan aku bisa melaluinya dengan baik, biar kamu segera bisa mempraktekkan apa yang kamu dengar tadi" ucap Alfaro berlalu pergi sambil terkekeh melihat Kirana yang masih diam mematung.
"Dasar Alfaro sialan, Astagfirullah..jantungku hampir mau berhenti rasanya" batin Kirana yang kini berjalan cepat menuju pintu masuk Mansion Alfaro, sambil memegangi dadanya.
Bersambung.
hari ini UPDATE lebih dari satu kali gaes.
Yuk terus dukung Karya ini dengan memberikan VOTE, HADIAH LIKE KOMEN..dan menangkan hadiahnya.
Sudah update kembali Bonus Chapter 2 tentang masa kecil ALENA di "AKULAH WANITAMU", segera mampir gaes..dijamin seru.
__ADS_1