
Kirana mendampingi suaminya saat dokter tengah memeriksa keadaanya, beberapa luka lecet daan memar sudah diobati dengan baik, sementara dokter menyarankan kepada Alfaro untuk beristirahat dahulu dirumah karena kemungkinan akan ada demam yang akan menyerangnya disebabkan beberapa luka serius di beberapa bagian tubuhnya.
"Saya sudah memberikan obat untuk mencegah infeksi yang mungkin saja bisa terjadi nona Kirana, selebihnya tergantung daya tahan tubuh tuan Alfaro sendiri, saya harap tuan Alfaro beristirahat dulu di kediaman beberapa hari" ucap dokter yang memeriksa.
"Baik, terimakasih atas semua sarannya dokter" jawab Kirana.
Sepeninggalan Dokternya, Alfaro menatap Kirana yang tengah sibuk merapikan obat yang diberikan dokter untuk disimpan di tempat yang aman.
Menyadari apa yang di lakukan suaminya, Kirana segera menghentikan kesibukannya dan duduk kembali di sisi Alfaro suaminya.
"Kenapa menatapku seperti itu honey?" Ucap Kirana mengejutkan Alfaro.
"Mendekat lah lagi.. tiba-tiba aku sangat merindukan mu honey" jawab Alfaro.
Kirana segera bergeser dan duduk lebih dekat lagi ke Alfaro, mencium kening Suaminya sejenak lalu mengusap lembut bibir suaminya yang masih tampak membiru dengan sedikit luka.
"Apa ini sudah cukup?" Tanya Kirana.
Alfaro tersenyum penuh maksud dan seketika menarik tubuh Kirana dan memangku nya.
"Ini baru cukup...sepertinya istriku ini bertambah cantik?" Ucap Alfaro kemudian.
"Semoga ini bukan kode kau menginginkan diriku honey..ingat..kau harus banyak istirahat dulu, jangan aneh-aneh" ucap Kirana yang kemudian memekik keras saat tangan suaminya meremas aset kenyal berharga miliknya.
"Akh..!, Honey..jangan..!!" Teriak Kirana yang sudah terlambat.
Entah kenapa Alfaro begitu merindukan dan menginginkan kehangatan dari istri tercintanya, hingga kemudian Kirana sudah polos berada di pangkuannya.
(WARNING 21++)
"Honey..oh.." desa-han Kirana mulai terdengar saat tangan dan bibir suaminya bermain apik di kedua bukit Kembarnya.
Hasrat keduanya yang sudah melambung tinggi, membuat Kirana memekik saat Alfaro mengangkat ping-gulnya untuk membuat sang pusaka sudah masuk ke dalam lubang surgawi yang membuatnya melayang.
Alfaro mengguncang tubuh bagian bawahnya dengan kuat, sementara pinggang Kirana ditahan untuk mendapatkan penyatuan yang sempurna.
"Oh..sedikit lagi honey..aku..ough.." ucap lirih Alfaro yang mendapatkan lonjakan kenikmatan dari istrinya.
Dan sesaat kemudian, keduanya berteriak dengan nafas yang memburu, keringat bercucuran, satu hentakan kuat dari Alfaro menyemburkan benihnya ke dalam milik istrinya yang tengah berdenyut kuat menjepit sang pusaka berkali-kali.
*
__ADS_1
Satu Minggu telah berlalu.
Alfaro dan kirana sengaja mengajak semua ke Sebuah restoran mewah dan untuk menikmati makan malam.
Tampak Ronan dan Hani duduk berdampingan sambil sesekali berbincang dan bercanda, begitu juga dengan Alfaro dan Kirana, tampak juga Aliando dan Aisyah yang tengah menikmati makanan pembuka yang tersaji diatas meja.
"Baiklah..aku ingin tau apa hubungan kalian sekarang ini Ronan" ucap Aliando memastikan kabar bahwa keduanya akan segera ke pelaminan tak lama lagi.
"Kami akan menikah tuan Aliando, dan wanita di sebelah saya inilah yang akan jadi pendamping saya sampai akhir nanti"
"Amin.." jawab serempak semua yang ada disana.
Lalu sesaat kemudian mereka di kejutkan dengan kedatangan seorang wanita yang kini mematung mendengar menjelaskan Ronan.
"Louise..?" Ucap Hani di tengah keterkejutannya.
"Ma..maaf..sepertinya saya kurang enak badan, sebaiknya saya kembali..maaf" ucap Louise dan segera membalikkan badan berjalan cepat keluar dari restoran.
"Tunggu.. Louise..tunggu..!" Teriak Hani yang ingin mengejarnya.
"Jangan Han..ijinkan aku yang memberikan penjelasan padanya" ucap Ronan.
"Baik..kejar Louise Ron, aku takut terjadi sesuatu padanya" jawab Hani yang makin cemas.
"Louise memang menyukai Ronan dari pertama mereka bertemu, aku bisa melihatnya, tapi tidak dengan Ronan.. biarkan mereka menyelesaikan masalahnya, Louise wanita yang baik, dia pasti bisa menerima hal ini" Ucap Alfaro.
Sementara mereka melanjutkan acara makan malamnya, Ronan kini sudah menyambar tangan Louise yang tidak juga berhenti saat di panggilnya.
"Aku mohon Louise..dengarkan penjelasan ku, jangan bersikap seperti ini karena kita akan terus bekerjasama nantinya, kita bicara baik-baik" ucap Ronan yang kemudian melepaskan tarikan tangan nya.
Kini mereka duduk di sebuah taman di halaman samping restoran itu.
"Maafkan sikapku..aku terkejut melihat kalian akan menikah" ucap Louise.
"Aku juga minta maaf, tidak tau kalau apa yang aku lakukan akan melukai perasaan mu"
"Itu bukan salahmu, aku menyukaimu atas kemauanku sendiri, dengan siapa kau menjatuhkan hati juga bukan sesuatu yang bisa aku paksakan, hanya saja..aku masih terlalu sakit menerima kenyataan ini" ucap Louise.
"Iya..aku tau, tapi aku harap kau tetap bisa bekerjasama di perusahaan Eagle Company, kami sangat membutuhkanmu, aku yakin ada seseorang yang sangat istimewa dan lebih baik dariku dalam mendampingi mu" kata Ronan.
Louise tersenyum mendengar hal itu, soal dirinya akan tetap berkarya bersama degan Ronan masih belum dapat di putuskan, dan kini mereka berdua berpisah untuk kembali ketempat nya masing-masing.
__ADS_1
Ronan kembali masuk kedalam Restoran, Hani yang sudah tidak sabar ingin mendengar apa yang terjadi dengan Louise, segera menyambut kedatangannya.
"Bagaimana keadaan Louise?" tanya Hani.
"Tenang saja, Louise wanita yang sangat dewasa, dia hanya kaget saja tadi dengan kabar berita yang mendadak sampai ke telinganya, sekarang dia ingin memenangkan dirinya, soal dia mau bekerja sama denganku lagi, doakan saja" sahut Ronan.
Dan tak lama kemudian mereka semua melanjutkan makan malamnya yang diselingi dengan perbincangan kecil dan kadang lemparan candaan yang membuat semuanya tertawa bahagia,
Hingga tiba-tiba saja, suara seorang laki-laki yang tidak sopan sama sekali menyapa ibu Aisyah ketika keluar dari Toilet.
"Wow...bagus, rupanya sudah dapat umpan baru Hem..kau sudah sangat licik sekarang ini Aisyah...tapi tenang saja, aku nanti juga minta giliran mu, bagaimana?"
"Jaga mulutmu..kenapa selalu menggangguku, kita sudah berpisah dan jangan mencari masalah, kau kurang ajar sekali, ini di depan umum, jaga etika mu!" Teriak ibu Aisyah.
"Oh ya..kita memang berpisah dengan dalih kau sudah tidak tahan dengan sikapku yang selalu bersama dengan wanita lain, lalu apa yang kau lakukan sekarang ha..!, Bahkan kau terlihat lebih dari wanita ja-lang!"
"Jaga bicaramu tuan..wanita yang kau sebut ja-lang itu adalah calon istriku, perkenalkan aku Aliando Runcel Eagle" sahut seseorang dari arah belakang.
Sontak Aisyah terkejut mendengar apa yang baru saja dikatakan oleh laki-laki yang kini sudah ada di sampingnya.
"Aliando?" Ucap Lirih Aisyah.
"Aku serius dengan ucapan ku, maukah kau menikah denganku Aisyah Shatiera?" Ucap Aliando dengan senyuman di bibirnya.
Dan kemudian Aisyah mengangguk perlahan, hatinya seketika menghangat dan genggaman tangan Aliando membuatnya semakin yakin akan keputusan yang diambilnya.
Sedangkan mantan suami Aisyah semakin meradang. Dengan gerakan tenaga dalam ilmu hitamnya menyerang Aliando, beruntung Aliando segera tanggap, serangan bisa di tangkis dengan cepat.
Aisyah berlari meminta bantuan ke Alfaro dan Ronan yang masih duduk di meja makan, lalu semuanya segera berlari mengikuti ibu Aisyah.
Saat laki-laki itu dengan beringas menyerang Aliando, Alfaro yang menyadari keadaan Daddy-nya yang masih belum sehat sepenuhnya, segera melompat dan menghadangnya.
BRAK..
Kedua kekuatan saling beradu dan betapa terkejutnya Alfaro saat melihat siapa orang yang disebut mantan suami Aisyah.
"KAU_!!" Ucap Alfaro, Ronan, Kirana dan Hani bersamaan sambil membelalakkan mata saking terkejutnya.
Siapa kira-kira mantan Suami ibu Aisyah ya..dan apakah mereka semua sudah mengenalnya?..yang makin penasaran ditunggu Episode selanjutnya gaes..jangan lupa VOTE, HADIAH, LIKE, dan KOMEN.
PROMO: Cerpen Menarik, Seru dan Romantis telah hadir kembali di channel YouTube Sinho Channel, Ketik: Cerpen Akhirnya 'AKU" by Sinho, jangan lupa mampir gaes..
__ADS_1
Bersambung.