SELEMBAR KERTAS

SELEMBAR KERTAS
Episode 52


__ADS_3

Suara beberapa ledakan masih terdengar disana, tim pemadam kebakaran yang baru saja tiba segera melaksanakan tugasnya. Alfaro dan Ronan segera berlari mendekat, yang ada dipikiran mereka saat ini adalah mengontrol apakah ada pegawainya yang terjebak didalam sana.


Rupanya apa yang mereka khawatir terjadi, ada suara teriakan minta tolong yang tertangkap oleh telinga mereka.


"Pak..sepertinya ada yang terperangkap didalam sana?" Tanya Alfaro ke beberapa polisi dan Tim petugas kebakaran.


"Iya pak..maaf, kami tidak bisa masuk lagi, ini terlalu berbahaya, banyak bangunan yang mulai roboh" ucap salah satu dari mereka.


"Oh sh*it!, Apa yang harus kita lakukan Faro?!" Ucap Ronan tampak kebingungan.


"Kita cari jalan sendiri..!" Ucap Alfaro lirih sambil menarik tangan Ronan untuk mengikuti langkahnya.


Akhirnya Alfaro menemukan sedikit celah yang kelihatannya aman untuk masuk dan membuatnya bisa menerjang kobaran api.


"Kamu tunggu disini saja Ron..awasi keadaan, aku akan masuk sebisaku untuk mencari sumber suara yang meminta tolong tadi, aku yakin itu pasti orang-orang petugas keamanan kita yang terjebak" kata Alfaro lagi, sementara Ronan segera mengangguk tanda mengerti apa yang dimaksudkan oleh Alfaro.


Dengan hempasan tangannya, Alfaro berhasil menyingkirkan beberapa bahan yang terbakar dan menghadang jalannya, dia banyak mengeluarkan tenaga dalamnya untuk terus bergerak maju dan melindungi dirinya dari api yang bisa membakar nya.


Hingga akhirnya di sebuah ruangan dimana terdapat lima orang petugas keamanan anak buahnya yang ditugaskan menjaga gedung.


"Kalian tidak apa-apa?" Tanya Alfaro.


"Iya tuan, kami hanya luka ringan saja" jawab salah satu dari mereka.


"Baik..ayo ikut di belakangku!" teriak Alfaro memberi perintah dan mereka semua segera mengikuti langkah Alfaro.


Namun rupanya Api yang membakar gedung itu semakin tidak bisa dikendalikan, hingga atap gedung kini banyak yang roboh secara tak terduga.


"Awas tuan Faro!!" Teriak salah satu orang yang ingin diselamatkan.


BRAK


Ada atap yang dilalap api terjatuh diantara mereka, Alfaro berhasil melompat menghindar, namun ada dua orang yang tidak sempat untuk menjauh dan akhirnya tertimpa.

__ADS_1


Suara teriakan keras dari keduanya karena kesakitan mengejutkan Alfaro dan dengan kekuatanya segera menghempaskan sesuatu yang menindih mereka. Apa yang dilakukan Alfaro berhasil, tapi belum sempat Alfaro dan yang lainya melangkah lagi, mereka sudah dihadang oleh suara ledakan dahsyat yang membuat tembok di depannya hancur berkeping-keping.


Ronan sangat terkejut melihat hal itu, begitu juga Kirana yang langsung keluar dari mobil dan berlari menerobos masuk ke dalam sana.


"Kirana..jangan..bahaya!!" Teriak Ronan terkejut mendapati Kirana sudah ada didepannya dan berlari dengan cepat masuk ke dalam sana.


"Sial..aku harus membantu mereka" ucap Ronan bicara dengan dirinya sendiri dan segera berlari masuk mengikuti langkah Kirana.


Kirana dan Ronan sempat terbatuk-batuk ketika baru saja berada didalam gedung yang rupanya penuh sesak dengan asap.


"Awas Kirana!!" Teriak Ronan yang melihat sesuatu di selimuti api jatuh tepat di atas Kirana.


Dengan sigap Kirana segera mengeluarkan awan putih untuk melindungi dirinya, hingga api itu tidak bisa lagi menyentuh dirinya, Ronan bernafas lega ketika Kirana bisa melindungi dirinya.


"Ron, berjalan di belakangku..aku akan menambah kekuatan tenaga dalam ku untuk melindungi kita" teriak Kirana.


"Oke!" Jawab Ronan dan mereka akhirnya berjalan beriringan mencari keberadaan Alfaro.


Tak lama kemudian akhirnya mereka menemukannya, Alfaro yang sudah sangat berantakan dan luka ringan di beberapa kulitnya terkejut melihat kedatangan Kirana dan Ronan.


"No debat!, Ayo segera keluar dari sini, aku akan membantu dengan kekuatan awanku" ucap Kirana.


Mereka pun segera bergegas untuk segera keluar dari sana, rupanya kobaran api sudah sangat parah hingga jalan masuk yang tadi mereka lewati kini tertutup dan tidak nampak sama sekali.


Disaat yang sama, ledakan dari beberapa tempat terdengar kembali, kali ini membuat gedung itu terguncang, semuanya berteriak pasrah meneriakkan nama sang ilahi, Alfaro segera melompat dengan cepat dan mendekap tubuh Kirana untuk melindungi semampunya.


Mereka pasrah dengan keadaan dan apa yang akan terjadi selanjutnya, tiba-tiba saja terlihat bayangan tiga orang yang menarik mereka dengan cepat dan seperti membawanya terbang keluar dari tempat yang sangat berbahaya dan hampir roboh.


Kirana, Alfaro dan Ronan sangat terkejut tubuhnya kini melayang di udara dan masing-masing sudah berada dalam genggaman seseorang yang berhasil menyelamatkan nya, perlahan mereka mulai bisa melihat siapa yang ada di dekat mereka.


"Kak Alena?!" Ucap Kirana tak percaya dengan apa yang dilihatnya.


"Edward?!" Ucap Alfaro lirih melihat sepupunya sudah ada di sampingnya.

__ADS_1


"Maaf anda_?" Tanya Ronan yang tidak mengenal sosok laki-laki yang menatap tajam padanya.


"Kak Kai!!" Teriak Kirana kemudian yang langsung menghambur kedalam pelukan sang kakak tercinta.


Sementara Edward dan Alena kini melompat dan terbang kembali masuk ke dalam lalu membawa lima orang yang sudah tidak sadarkan diri untuk diselamatkan.


Kini perusahaan Alfaro benar-benar hancur tak tersisa, sementara itu Alfaro masih terdiam, bukan perusahaannya lagi yang dia khawatirkan, namun beberapa orang yang sudah menatapnya dengan tajam.


Begitu juga dengan Ronan, yang masih tidak percaya dengan apa yang baru saja dialaminya, semuanya seperti mimpi baginya, dimana tubuhnya bisa melayang terbang bersama sosok manusia yang punya kekuatan luar biasa.


"Bee, kau baik-baik saja?" Ucap laki-laki tampan nan Rupawan yang wajahnya hampir mirip dengan Alfaro, siapa lagi kalau bukan Edward sepupu Alfaro.


"Tentu saja honey, sebaiknya kita semua kembali ke Rumah sakit melihat keadaan paman Aliando, aku khawatir dengannya" ucap Alena yang kini sudah ada dalam dekapan Edward suaminya.


"Hem, aku setuju, dan biarkan Kirana ikut satu mobil dengan Kita, rasanya aku tidak rela membiarkan dia berdekatan dengan orang yang tidak becus menjaganya" Ucap Kaisar dengan tatapan tajamnya ke Alfaro.


Edward dan Alena berjalan melewati Alfaro tanpa mengucapkan apapun, begitu juga dengan Kaisar yang seolah menganggapnya tidak ada disana, sementara Kirana menoleh sejenak dan tersenyum seolah memberikan pesan kepada Alfaro untuk bersabar.


Alfaro tersenyum membalas apa yang dilakuan oleh Kirana, diapun akhirnya mengalihkan pandangan ke arah Ronan yang menatap nya heran.


"Jadi mereka adalah keluarga Nugraha dari Indonesia?" Tanya Ronan yang masih belum percaya.


"Hem, dia Edward sepupuku dan istrinya, sedangkan laki-laki yang membawa Kirana adalah Kaisar, kakak kandungnya"


"What!!, Pantas..mereka punya kekuatan yang luar biasa" ucap Ronan dengan kekaguman yang nampak nyata.


"Lalu apa yang terjadi dengan kalian?, Aku melihat hubungan mu dengan mereka seperti ada sesuatu?" Tanya Ronan kembali.


"Sudahlah, aku capek..jangan ngomel terus, kita masuk saja ke mobil dan segera menyusul mereka ke Rumah Sakit, biarkan semua ini diurus oleh yang berwenang" ucap Alfaro yang berhasil membuat Ronan akhirnya diam.


Mereka pun akhirnya masuk ke dalam mobil menuju ke Rumah Sakit tempat Aliando berada.


Bersambung.

__ADS_1


sesuai janji Author..Alena dkk, sudah dihadirkan..yuk segera VOTE, HADIAH, LIKE, dan KOMEN ya.


__ADS_2