SELEMBAR KERTAS

SELEMBAR KERTAS
Episode 119


__ADS_3

Christopher menatap Louise sejenak, lalu kemudian dirinya kembali berbaring perlahan menuruti apa yang diucapkan wanita yang ada disisinya.


sementara Aliando dibuat kewalahan dengan banyaknya pasukan musuh yang berkekuatan tenaga dalam dan tidak bisa diremehkan, apalagi keadaannya masih belum pulih total dari luka kecelakaan, Begitu juga dengan Ronan, yang masih belum sepenuhnya memulihkan tenaganya dari luka operasi di dadanya.


Hingga keduanya hampir saja roboh saat beberapa tendangan berhasil mendarat ditubuh mereka. Beruntung Ailina berhasil melompat dan menghentikan gerakan dengan sorot mata birunya, Aliando dan Ronan sangat terkejut dengan kekuatan langka yang baru saja dilihat dari sosok Ailina.


Namun hal itu hanya dapat Ailina lakukan sejenak, kemudian menghadang serangan berikutnya yang hampir saya mengenai titik vital Aliando dan Ronan.


"Grand pa dan paman tetap berada di belakang ku,!!" Teriak Ailina yah kini sudah berdiri di depan dengan kekuatan perisainya.


"Kalian hati-hati degan gadis cilik itu, dia punya kekuatan yan tidak biasa!!" Teriak salah satu dari klan Hitam yang bersiap menyerang kembali. Dan kemudian pertarungan sengit pun terjadi, Ailina melompat kesana kemari dengan lincah, hingga nafasnya begitu memburu dan keringat yang sudah menetes deras di wajahnya.


Begitu juga dengan Ethan dan Evan yang tengah melakukan hal yang sama, keduanya kini berhasil melumpuhkan beberapa musuhnya, namun mereka juga sempat terkena tendangan beberapa kali.


"Evan.. hati-hati, mereka punya kemampuan khusus yang tidak bisa kita remehkan!" Ucap Ethan memperingatkan adiknya.


Evan mengangguk, dan masih tetap waspada. Sementara Ailina masih melakukan perlawanan yang kesekian kalinya dan mulai nampak kelelahan, disaat itulah seringai musuhnya terlihat, dengan cepat mereka menggunakan kesempatan itu untuk menghantam tubuh Ailina...


Aliando dan Ronan yang melihat hal itu, segera berlari hendak menghadang, namun posisi mereka yang terlalu jauh, tidak bisa menggapai hal itu, hingga teriakan mereka bersama-sama memanggil Ailina.


"Ailina...!!"


BLAR..


Ledakan dahsyat pun akhirnya terjadi, jantung Aliando seakan mau berhenti melihat Ailina tidak nampak lagi di matanya.


Hingga kemudian mereka dikejutkan dengan kedatangan seorang laki-laki yang sudah menggendong Ailina.


"Edward!!" Teriak Aliando.

__ADS_1


Dengan sekali kibasan tangan Edward, orang yang berani menyerang Ailina segera terhempas dan membentur dinding dengan sangat keras dan tidak bisa bangun kembali.


Bukan hanya itu, kini kedatangan orang-orang yang muncul di belakang Edward membuat Aliando tersenyum bahagia.


"Mereka..?" Ucap Ronan yang sudah melongo melihat orang-orang yang ada di belakang Edward.


Rupanya, keluarga Nugraha sudah datang semua, dimana Edward yang tengah membawa Ailina, Alex beserta istrinya Reyna, dan Abraham yang di dampingi oleh Jasmine.


Detik berikutnya, mereka semua segera bergerak cepat, menghajar semua musuh yang berani masuk ke dalam Mansion Aliando, tidak ada yang bisa bangun kembali, semuanya kini terluka cukup parah, bisa di bayangkan bagaimana kelima orang dengan kekuatan luar biasa itu, kini sudah datang me gunakan kekuatannya untuk menghajar musuh-musuhnya.


Semua klan Hitam lari tunggang langgang meninggalkan Mansion. Edward sengaja membiarkan mereka keluar hidup-hidup agar memberitahukan bahwa klan Hitam akan segera di musnahkan kembali olehnya.


"Daddy!!" Teriak Ethan dan Evan yang kini sudah memeluk Edward bersamaan.


"Kalian baik-baik saja?" Tanya Edward, setelah mendapat anggukan dari ketiganya, Edward segera memeluk ketiga anaknya kembali dengan erat.


"Alhamdulillah..kita baik-baik saja, berkat bantuan dari kalian juga" Jawab Aliando dan segera melangkah maju mendekati Abraham dan Alex, begitu juga dengan Ronan yang kemudian menyapa dan mengangguk memberikan hormat.


Jasmine bersama dengan Reyna sudah berjalan ke sebuah kamar yang ditempati oleh Aisyah dan Ratu bersama dengan Ailina untuk memberitahukan bahwa keadaan diluar sudah aman, kemudian Ratu segera berjalan cepat ke kamar tamu dimana ada Louise dan Christopher disana.


"Alhamdulillah..keadaan sudah aman, keluarga Nugraha yang lain sudah datang membantu kita tadi, apa kalian baik-baik saja?" Tanya Ratu, dan mendapat anggukan dari keduanya.


Tak lama kemudian semuanya sudah berkumpul, Edward menanyakan Keberadaan Alena dan juga Kaisar, lalu kemudian Aliando menceritakan semuanya.


*


Sementara itu pertarungan yang terjadi di tempat musuh yaitu pangeran Kenan, berjalan cukup sengit, Kaisar berhasil menerobos masuk pertahanan pasukan Klan hitam yang berjaga di didepan, lalu kemudian Alena dan Alfaro menerjang masuk ke dalam mencari keberadaan Kirana.


Rupanya Kenan telah menyiapkan segalanya, dengan menyeret Kirana dan membawanya ke suatu tempat yang penuh dengan senjata yang mematikan. "Kali ini, kalian akan mati di tanganku, diruangan ini..aku pastikan nyawa kalian semua akan melayang tanpa aku harus bersusah payah" ucap Kenan lirih.

__ADS_1


Alfaro yang sudah tidak sabar segera berpencar dengan Alena, tetap menjaga kewaspadaan nya dia berjalan dan melawan beberapa anak buah Kenan yang masih terus menyerang nya, sedangkan Alena tidak kalah sibuk dengan para musuh yang datang menyerangnya.


Kenan tersenyum saat melihat Alena sedang bertarung melawan anak buahnya, "Akhirnya aku menemukanmu kembali Alena..sudah sangat lama..dan kecantikannya semakin luar biasa, aku semakin ingin memilikimu untuk selamanya" ucap Kenan lirih, berbicara dengan dirinya sendiri.


Sementara Alfaro dan Kaisar kini sudah berhasil menemukan Kirana di sebuah kamar, Kirana yang sangat terkejut melihat kedatangan kedua laki-laki itu sangat terkejut dan berusaha memberikan peringatan lewat gerakan, menyuruh Kaisar dan alfaro pergi dari kamar itu.


Namun mulut Kirana yang disumpal dan tangan kakinya yang terikat membuat dirinya susah untuk memperingatkan kakak dan suaminya, hingga akhirnya..Kaisar dan Alfaro kini sudah masuk ke dalam jebakan.


Di saat Alfaro segera membuka mulut istrinya, dan kaisar yang tengah membuka tali ikatannya. "Kalian harus pergi..cepat..keluar dari kamar ini!!" Terima Kirana yang membuat keduanya sangat terkejut.


Belum sempat keduanya bertanya apa yang terjadi, Kamar segera menutup dan terkunci otomatis, tak lama setelah itu, sebuah asap perlahan mulai muncul dan bergerak memenuhi ruangan.


"S-hit!!, Kita di jebak Kai..!" Teriak Alfaro segera membungkam mulutnya dengan kain bajunya.


"Mereka benar-benar licik!" Teriak kaisar yang juga tengah berjuang untuk tidak menghirup asap dalam ruangan itu, namun percuma saja, merek bertiga tidak akan bisa keluar dari ruangan itu secepatnya.


Kenan yang melihat semuanya dari layar monitor tersenyum puas, karena rencananya sudah berhasil.


Sedangkan Alena kini digiring ke sebuah ruangan yang sudah di persiapkan untuknya saat terus bertarung bersama dengan pasukan dari klan Hitam.


Hingga kemudian Kenan akhirnya muncul di hadapannya. Alena sangat terkejut ketika melihat sosok Kenan yang kini hadir di depannya. "KAU..!!" Ucap Alena tak percaya dengan apa yang dilihatnya saat ini.


"IYA..disinilah aku sekarang Sayang...tidak ku sangka kau bertambah cantik dan mempesona Alena Bilqis Nugraha" jawab Kenan yang kini sudah duduk di kursi yang ada diruangan itu, dan kemudian dengan menjentikkan jarinya, ruangan itu tertutup rapat.


Jangan lupa VOTE, HADIAH, LIKE, dan KOMENnya.


Telah Hadir Lanjutan Cerpen Akhirnya AKU Episode Terakhir di channel YouTube, segera baca dengan ketik: Cerpen Akhirnya AKU, Episode Terakhir by Sinho, dijamin ceritanya seru dan sangat menarik.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2