
Kirana masih terdiam, bius yang sempat masuk dalam tubuhnya sedikit banyak mempengaruhi kondisinya membiarkan keadaan saat ini adalah jalan terbaik baginya untuk memulihkan tenaganya.
Terdengar pintu kamarnya terbuka, rupanya Dillon datang kembali, entah kali ini apa yang akan dilakukan nya.
"Bagaimana, apa kau sudah siap?" Tanya Dillon dengan senyum liciknya.
"Maksud mu?"
"Aku akan membawamu pergi jauh sekarang juga, lebih cepat lebih baik, ikut denganku tanpa paksaan, aku tidak akan berbuat kekerasan" perintah Dillon.
"Kalau aku menolak?"
"Tanggung sendiri akibatnya" sahut Dillon dengan tatapan tajam.
Kirana berdiri, siap tidak siap sepertinya sudah saatnya dia melawan apa yang diinginkan oleh laki-laki yang tidak tau diri, tubuhnya mulai mempersiapkan diri untuk sesuatu yang buruk sekalipun.
"Kalau kau berani menyentuhku, akan kau lihat sisi gelap ku tuan Dillon" ucap Kirana begitu dingin.
Dillon terkejut melihat perubahan sikap dari wanita yang ada didepannya, tiba-tiba saja hatinya merasa tidak tenang dengan tatapan tajam dan mengerikan dari Kirana.
"Sial..apa benar rumor tentang kekuatan supranatural dari wanita ini?, Ck tidak mungkin..itu hanya khayalan saja, di dunia ini mana ada hal-hal seperti itu" batin Dillon terus berjalan mendekati Kirana.
"Kau yang memaksaku..!!" Ucap Kirana.
Detik berikutnya Kirana segera menerjang dengan ilmu bela dirinya, Dillon yang juga menyandang sabuk hitam taekwondo tidak kalah sigap menghadapinya.
"Wow..kau memang wanita tangguh yang aku impikan" ucap Dillon saat tau apa yang bisa dilakukan oleh Kirana.
"Dan kau salah memilih lawan..!" Sahut Kirana, dengan serangan balik yang lebih cepat lagi.
**
Alfaro yang baru saja datang segera masuk dan bergabung dengan yang lain,
"Kita harus bergerak sekarang, aku merasakan Kirana dalam bahaya" ucap Alfaro bersiap.
"Okey..kita berangkat dan kalian, para wanita tetaplah ada di mansion ini, jangan ada yang keluar sampai kita kembali" sahut Aliando.
"Kami akan meninggalkan beberapa pengawal untuk berjaga disini" Ronan menambahkan.
"Aku sudah menyiapkan semuanya, kita segera berangkat, cepat!" Sahut Christopher Nolan.
Semuanya kini keluar dan bergegas, Aliando sudah menghubungi seseorang untuk memberi perintah agar menghubungi pihak berwajib setelah beberapa jam nanti.
"Apa Daddy sudah menyiapkan segalanya?" tanya Alfaro.
"Tentu saja, jangan khawatir, Kirana bukan wanita yang lemah"
"Aku tau dad, tapi sekarang ini dia sedang mengandung, aku takut terjadi sesuatu dengan calon anak kami" ucap Alfaro begitu khawatir.
"Semoga tidak, Aku yakin Kirana bisa menjaganya dengan baik"
"Aku harap begitu, aku berharap dia tidak sampai menggunakan tenaga dalamnya karena itu masih beresiko terhadap kehamilannya saat ini" ucap Alfaro.
"Kirana pasti tau akan hal itu" jawab Aliando.
Hingga akhirnya tiba di tempat yang dituju, segera pengawal yang dibawa memakai masuk dan terjadi perkelahian sengit, semua saling serang dan berusaha untuk masuk ke kawasan rumah yang berada di tengah hutan belantara.
Sementara itu, di sebuah Mansion tampak Zahra memandangi surat pengalihan kuasa, Hendri yang kebetulan baru saja tiba segera masuk dan masih berdiri di belakangnya.
"Apa Nona Zahra memanggil saya?"
"Hem, aku akan menandatangani surat ini dan bawa kembali ke sepupuku" jawab Zahra.
"Apa ?!" Hendri terkejut, "tapi Nona, semuanya tidak akan setuju dengan apa yang akan anda lakukan" ucap Hendri berusaha mencegahnya.
"Tapi aku takut terjadi sesuatu dengan Kirana, dan semua ini karena surat ini, aku tidak bisa menanggung rasa bersalahku kalau sampai_"
"Jangan lakukan itu, Kirana bukan wanita lemah!" Sahut seseorang.
"Hani..?" Ucap Zahra terkejut.
"Aku yakin sekarang ini Kirana tengah berjuang untuk bisa meloloskan diri, jadi jangan buat pengorbanan kami sia-sia, aku harap kau mengerti" ucap Hani.
Zahra tertunduk dan menangis, dia sangat merasa bersalah dengan yang sudah terjadi, Hendri mendekat dan memberikan dukungan untuk menenangkannya, perlahan kertas yang berada di tangan Zahra kini berada di genggaman Hendri.
__ADS_1
Hani memberikan usapan lembut di punggung Zahra, begitu juga ibu Aisyah yang baru saja datang dan membawakan minuman hangat untuk semuanya.
**
Kirana sudah tidak bisa lagi membiarkan tubuhnya terlalu capek menghadapi Dillon, dengan pemikiran yang panjang terpaksa harus mengeluarkan tenaga dalamnya.
"Aku harus mengeluarkan tenaga dalam ku, tenanglah disana ya sayang.." batin Kirana berinteraksi dengan janinnya.
Dan kemudian Dillon dikejutkan dengan apa yang selama ini tidak di percayai nya, gulungan awan putih perlahan keluar dan menyelimuti tubuh Kirana.
"Apa itu..?, Ini tidak mungkin, cerita itu.." ucap lirih Dillon yang perlahan mundur menjaga jarak.
"Aku sudah memperingatkan mu" ucap Kirana yang tampak begitu tajam menatap lawannya.
"Kau_, wanita Iblis..!!" Ucap Dillon masih tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.
Kirana hanya tersenyum miring, dan kemudian bersiap menyerang.
"Hentikan honey _!"
Kirana terkejut mendengar suara seseorang yang sangat dirindukan nya, rupanya Alfaro sudah berhasil masuk dan menemukannya, "Honey..?"
"Hentikan, jangan gunakan kekuatan tenaga dalam mu, itu berbahaya untuk kandungan mu saat ini" ucap Alfaro segera melompat dengan ringan dan melesat di samping istrinya.
"Biar aku yang memberikan pelajaran pada laki-laki breng-sek ini, mundur dan keluarlah dari sini, ada Daddy menunggumu di luar, Ronan dan Christopher juga sedang semangat memporak-poranda kan tempat ini" ucap Alfaro masih merangkul istrinya.
Kirana tersenyum, lalu segera menyimpan kembali kekuatannya dan pergi.
Kini Dillon semakin ketat ketir dengan sosok laki-laki yang ada di depannya.
"Kau benar-benar berani Dillon Mark Milton!"
Dan serangan Alfaro segera menghantam Dillon bertubi-tubi, tentu saja tidak perlu tenaga dalam bagi Alfaro untuk menghadapi seorang laki-laki seperti Dillon, kini laki-laki terjatuh dan tidak sadarkan diri oleh pukulan dahsyat dari Alfaro.
"Selesai..!" Ucap lirih Alfaro.
Tepat pukul 11 malam, semua sudah kembali ke Mansion Aliando, kepulangan Kirana dengan selamat dan tak kurang satu apapun disambut dengan suka cita oleh semuanya.
Zahra mengucap syukur berkali-kali, begitu juga dengan Hani dan Ibu Aisyah, Hendri tersenyum lega sambil membantu mendorong kursi roda Zahra untuk mendekat dan berkumpul di ruang tengah.
"Maafkan aku.." ucap Zahra ditengah deraian air matanya.
"Tidak ada yang perlu dimaafkan, dan aku sudah berada di sini dalam keadaan sehat-sehat saja" ucap Kirana mendekat dan memeluk Zahra.
Malam yang sangat melegakan bagi semuanya, dimana orang terkasih saling support dan berdampingan memberikan doa terbaik dan juga mengucap syukur. Sementara Kirana kini berada di didalam kamar berganti pakaian setelah membersihkan dirinya.
"Terimakasih honey..kau sudah menjaga dirimu dan juga anak kita dengan baik" ucap Alfaro sambil memeluk dari belakang dan mengusap lembut perut istri tercinta.
"Terimakasih juga, sudah menjaga kita dengan segenap jiwa ragamu honey.." jawab Kirana yang perlahan membuka sebuah kotak dan kemudian tersenyum membaca tulisan dalam SELEMBAR KERTAS yang pernah di berikan oleh Alena.
Sebuah kata penyemangat yang selalu membuat Kirana menjadi kuat di saat kondisi apapun juga.
'Tidak ada derita yang menghentikan jalan hidup, Tidak ada kesedihan yang menghilangkan harapan, dan tidak ada masalah seberat apapun yang menghentikan kita untuk tetap tersenyum dalam syukur,
Selama kita melihat semua itu sebagai cinta Allah kepada kita'.
TAMAT.
Yuuk..segera ikuti Karya Author yang terbaru dan pastikan kalian semua tidak melewatkan keseruannya dalam "ACCIDENT IN LOVE"
Sekilas Kisah "ACCIDEN IN LOVE"
"Tiga hari saja kau sudah membuat susah orang lain" sahut Zafian yang sukses mencuri perhatian semuanya.
"Maksud anda?" Tanya Afita merasa tidak senang.
"Masih berani kamu bertanya?"
"Kau_"
"Apa?!, Kalau kau memang wanita yang baik dan bertanggung jawab, katakan dengan jujur kejadiannya" sahut Zafian berapi-api.
"Itu bukan salahku, kau duluan yang membuat kekacauan, menyalip mobilku dengan kasar di jalanan yang sangat ramai" jawab Afita tidak mau kalah.
"Tidak usah membolak-balikkan fakta"
__ADS_1
"Apa maksud anda tuan Zafian?!" Tanya Afita makin emosi.
"CUKUP..!" seru Eliza kekasih Zafian.
"Ada hal lebih penting yang ingin aku sampaikan disini" ucapnya lagi.
"Ada apa sayang?" Tanya Zafian lalu meraih tangan kekasihnya.
"Maafkan aku Zaf, aku mau kita urungkan pernikahan kita" ucap Eliza menarik perlahan tangannya.
"APA..?!!"
Kompak Zafian, Firman dan juga Afita, sedangkan sang bunda berjalan perlahan mendekati Zafian.
"Tenanglah Zaf.." ucap Anita sambil mengusap punggung sang putra. "Apa tidak bisa dibicarakan nanti saja nak Eliza?" Tanya Anita berharap.
"Tunggu..ada apa ini??" Sela Zafian tidak mengerti.
"Maaf Zafian..aku dan keluarga mempunyai prioritas yang tinggi akan pernikahanku dan tentu saja soal pendamping ku" jawab Eliza.
"Maksudnya?" Tanya Zafian.
"Dengan keadaan mu yang sekarang ini, aku tidak bisa hidup berdampingan, maaf.."
"Keadaanku yang mana maksud mu?" Tanya Zafian mulai bisa membaca maksud Eliza.
"Aku menginginkan suami yang sempurna Zafian, tanpa cela sedikitpun, dan keadaan mu sekarang harus di kursi_"
"Maksud mu kakiku yang lumpuh ini?" Sahut Zafian.
Eliza terdiam, begitu juga dengan Anita yang air matanya mulai menggenang, tampak Firman mulai ikut emosi sambil menggelengkan kepalanya, sedangkan pandangan Afita tertuju pada sosok Eliza yang memutuskan pertunangan dengan semudah itu.
"Rupanya cintamu hanya sebatas itu padaku, aku tidak menyangka" ucap dingin Zafian.
"Maaf Zaf..kau tau sendiri kan, aku dari keluarga terpandang" dengan sombongnya Eliza mengatakan hal itu, membuat Afita semakin melebarkan matanya tak percaya.
"Kami tau nak" sahut Anita yang sudah tidak tahan, dan air matanya keluar begitu saja.
"Kau tau alasanku kenapa aku tidak pernah menyukai hubunganmu dengan wanita ini kan Zaf?, Feeling ku tidak pernah salah" ucap Firman menyela.
Sementara Zafian masih terdiam, menahan semua sesak di dada, hatinya begitu nyeri, sebagai seorang laki-laki merasa tidak dihargai oleh orang yang selama ini di cintai.
"Sekali lagi aku minta maaf Zafian..aku_"
"Pergi, keluar dari kamar ini!!" teriak Zafian.
"Kau mengusirku?" Ucap Eliza tidak percaya dengan kata-kata dingin dari Zafian.
"SEMUA KELUAR..!!!" Teriak Zafian mengagetkan semuanya.
Anita yang tau akan hebatnya sakit hati sang putra saat ini, segera memeluk Zafian, mengecup keningnya lalu mengajak semua keluar dari kamar.
"Maaf Tante..saya harus memutuskan hal ini" ucap Eliza terasa seperti tidak tau situasi sama sekali.
"Iya..Tante mengerti, maaf kalau keadaan Zafian membuatmu dan keluarga kecewa" sahut Anita.
"Inilah yang aku takutkan tentang dirimu Nona Eliza Ricardo, tapi untunglah semua belum terlanjur" sahut Firman yang dari tadi menahan geram.
"Jangan ikut campur urusanku dokter Firman, ingat..kau bekerja di Rumah sakit dengan penanam Saham tertinggi dari keluarga ku, keluarga Ricardo, aku bisa mendepak mu akan saja, kalau kau membuat masalah dengan ku"
"Kau_!"
"Firman..sudahlah, sabar nak" sahut Anita mendekat dan menenangkan Firman.
Sementara itu Afita hanya menatap tajam kearah Eliza yang semakin arogan tanpa memperdulikan perasaan orang lain, "Sombong sekali wanita ini, bisa-bisanya laki-laki itu memilihnya sebagai kekasih, apa hatinya sudah buta" batin Afita.
"Baiklah aku pamit dulu Tante..ku harap Zafian akan menemukan pendamping yang sesuai untuknya, dan aku rasa seharusnya wanita yang membuatnya lumpuh yang harus bertanggung jawab" ucapnya ketus melirik kearah Afita sambil berlalu pergi.
Afita mengepalkan tangannya, Ingin sekali memberikan pelajaran setidaknya satu pukulan di wajah wanita yang sungguh menyebalkan baginya saat ini, namun sayang, itu tidak bisa dilakukan ditempat keramaian, apalagi saat ini identitasnya masih di sembunyikan.
"Wanita Gila!!" Ucap lirih Afita yang masih bisa didengar oleh Anita dan juga Firman.
Jangan lupa lanjutkan penasarannya dengan membaca karya Novel Author terbaru dengan judul "ACCIDENT IN LOVE"
Untuk hadiah yang akan di berikan sesuai janji Author..akan di umumkan 2 hari lagi di Instagram/IG : Sinhonovel
__ADS_1
Yang Penasaran dengan kisah si KEMBAR TIGA sudah ada dalam Karya Novel Author Sinho terbaru di NovelToon dengan judul "THE TRIPLETS" segera Cek ya kak, di tunggu.