SELEMBAR KERTAS

SELEMBAR KERTAS
Episode 70


__ADS_3

Alfaro menumpahkan semua lahar panas yang akhirnya meledak di dalam tubuh istrinya. Melihat nafas Kirana yang masih terengah-engah, Alfaro segera mengusap lembut Dada Kirana.


"Atur nafas mu honey..kau baik-baik saja?" Tanya Alfaro.


"Oh..ini, entahlah..aku rasanya..capek sekali " jawab Kirana sambil mengatur kembali nafasnya.


Alfaro tertawa kecil, di ciumi wajah istrinya dengan gemas, Kirana akhirnya mendorong tubuh Alfaro hingga terlepas dan akhirnya bisa bernafas.


Tak lama kemudian keduanya terlelap dengan tubuh yang sudah kelelahan, Alfaro tidak pernah melepaskan tubuh istrinya dari dekapannya, dia merasa begitu nyaman saat kulitnya menyentuh tubuh istrinya yang berada dalam pelukannya.


Beberapa jam kemudian terdengar bunyi alarm yang memberitahukan memasuki waktu untuk sholat subuh, Kirana yang mendengar getaran bunyi dari handphonenya yang tergeletak di meja, segera membuka matanya perlahan lalu terbangun untuk mematikan suara alarm yang terdengar.


"Astagfirullah..!" Kirana terjingkat saat menyadari ada lengan yang masih melingkar di perutnya, rupanya dia baru tersadar kalau sekarang sudah menjadi nyonya Alfaro dan tidak mungkin lagi untuk tidur sendirian.


Kirana bangun dengan sangat pelan, setelah sebelumnya berhasil memindahkan tangan suaminya.


Niat ingin segera cepat ke kamar mandi, Kirana malah menjerit kesakitan.


"Aaakh..!!"


Brugh


Kirana terjatuh duduk kembali di pinggiran kasur sambil meringis kesakitan, kakinya sampai gemetar menahan nyeri di bagian bawah miliknya.


"Ssshh... astagfirullah..sakit sekali buat jalan" gumam Kirana.


"Ada apa honey..kau kenapa?" Tanya Alfaro yang tiba-tiba saja sudah nongol di belakang Kirana dengan tubuh polosnya.


"Sakit..aku gak bisa jalan" ucap Kirana lirih.


Alfaro tersenyum, lalu bergeser lebih dekat lagi dengan Kirana, dirangkulnya pinggang istrinya dari belakang sambil menyandarkan dagunya di bahu Kirana.


"Sorry honey..aku sudah membuatmu begini, akan terasa sakit untuk beberapa hari kedepan, tapi nanti akan segera hilang dan kamu akan terbiasa saat kita bersenang-senang kembali, bukankah kau menginginkan sensasi yang lebih gila lagi?"


PLAK


Kirana langsung memukul Alfaro


"Tidak saatnya bicara soal itu lagi, jangan membuatku takut honey..ini saja sakitnya masih terasa banget gini, jadi gak bisa ke kamar mandi ni, kita belum bersuci, waktunya sholat subuh" ucap Kirana.


Alfaro tertawa sejenak, lalu segera beranjak dan memakai Kimono tidurnya, sesaat kemudian dirinya langsung menggendong tubuh istrinya untuk bersama melakukan Ritual pagi di kamar mandi.

__ADS_1


Alfaro mendudukkan Kirana di meja tepian wastafel yang ada di dalam kamar mandinya, sambil menunggu air hangat dalam bathtub siap, Alfaro berdiri sambil menyangga kaki istrinya.


"Kenapa menatapku seperti itu..?" Ucap Kirana yang mulai khawatir.


"Tidak ada, memang gak boleh menatap model cantik yang sekarang sudah menjadi istriku?" Jawab Alfaro sambil memainkan rambut Kirana.


"Bukannya gak boleh tapi_"


Humpp..


Tanpa permisi lagi, Alfaro yang sudah tidak bisa menahan keinginan nya, langsung melu*mat bibir istrinya dengan lembut dan begitu dalam, Kirana yang awalnya terkejut kini akhirnya mengikuti arus permainan suaminya.


Milik Alfaro seketika tegang kembali, tangannya yang mulai membuka akses masuk area int*im istrinya segera di tahan oleh Kirana.


"Honey..pelan, masih sakit" ucap Kirana.


"Rileks honey.." jawab Alfaro yang kini sudah bersiap memasukkan miliknya kembali.


Dan apa yang diinginkan akhirnya terjadi, dengan berbagai suara yang menggema di setiap sudut ruangan, penyatuan berhasil mencapai puncaknya kembali.


**


Sementara itu, Alena terkejut saat merasakan ada hal yang tidak baik akan terjadi terhadap Ronan disaat melakukan dzikir bersama suaminya setelah sholat subuh berjamaah.


"Ronan, aku merasakan sesuatu terhadapnya?" Jawab Alena.


"Ronan, maksudmu sahabat Alfaro itu?" Tanya Edward lagi.


"Hem..aku khawatir dengan keselamatannya honey, apa kita bilang ke Alfaro saja?" Tanya Alena.


"Tunggu..jangan mengganggu mereka, aku yakin mereka masih saling menikmati saat ini, kebetulan aku menyimpan nomer handphone nya saat itu, kita bisa menghubunginya saja langsung, kalau perlu kita ketempat nya untuk memastikan dia baik-baik saja" sahut Edward yang membuat wajah istrinya berubah Ceria seketika.


Edward segera menghubungi nomer handphone Ronan, dan merekapun saling berbicara dengan nada serius, Edward merasakan kecemasan hingga kemudian segera menutup panggilan di handphone nya.


"Ada apa honey" tanya Alena masih bingung dengan ekspresi wajah suaminya.


"Seperti yang kamu bilang honey, Ronan sakit dan tadi malam tidak sadarkan diri setelah mengantar ibu Aisyah dan Hani.


"Apa?!, Lalu..sekarang Ronan ada dimana?" Tanya Alena.


"Di Mansion Kirana, dia di rawat disana oleh Hani dan juga teman dokternya, apa kita akan pergi sekarang Bee?"

__ADS_1


"Sebaiknya begitu, tapi tunggu aku memberikan terapi tenaga dalam dulu ke paman Aliando, setelah itu kita bisa pergi bersama ke Mansion Kirana honey"


Edward mengangguk dan segera beranjak dari tempatnya untuk mengantar istrinya ke Kamar paman Aliando.


Alena mengucap Salam dan masuk ke dalam kamar Aliando untuk memulai terapi tenaga dalamnya, sedangkan Edward menemani disampingnya sampai selesai.


Tepat jam 6 pagi Alena keluar dari kamar Aliando, tanpa sengaja Edward bertemu dengan Alfaro yang kebetulan baru saja keluar kamar untuk mengambil air minumnya.


"Pagi Ed..kalian mau kemana, rapi sekali?" Tanya Alfaro.


"Alhamdulillah..kebetulan sekali, aku sebenarnya ingin memberitahumu soal Ronan tapi aku tidak ingin menganggu malam pengantin baru, beruntung kamu keluar saat ini" ucap Edward.


"Ronan..?, Ada apa dengannya?" Tanya Alfaro yang meletakkan kembali minuman dalam botol yang akan di bawanya masuk ke kamar.


"Aku melihat penglihatan yang tidak baik akan dirinya, untuk memastikan itu tidak terjadi, aku dan Edward akan ke Mansion Kirana untuk melihat keadaan nya" sahut Alena.


"Jadi maksud kalian, Ronan ada di Mansion Kirana saat ini?" Ucap Alfaro terkejut.


"Iya, aku baru dapat kabar tadi waktu aku menghubunginya, semalam dia jatuh pingsan di Mansion setelah mengantar Hani" jawab Edward


"Apa..?!, Sial..kenapa dia tidak memberitahuku..okey..tunggu sebentar, aku akan ikut kalian!" teriak Alfaro yang sudah melesat masuk kedalam kamarnya.


Kirana terkejut saat suaminya masuk kamar dengan berlari dan terburu-buru.


"Ada apa honey..mau kemana?" Tanya Kirana yang berusaha untuk berjalan dengan sangat pelan sambil menahan nyeri.


"Duduk saja dulu honey...jangan kemana-mana sampai aku pulang, jangan dipaksa untuk berjalan dulu, nanti tambah ngilu, pokoknya istirahat saja okey..ada urusan mendesak sebentar, nanti aku segera kembali"


CUP


Alfaro langsung menyambar bibir istrinya dan mencium keningnya lalu segera pergi keluar menyusul Alena dan Edward.


Sementara Kirana hanya melongo tidak tau apa yang sebenarnya sedang terjadi dengan wajah panik suaminya.


Kini Alfaro Edward dan Alena berada dalam satu mobil menuju ke Mansion Kirana, sampai disana rupanya seperti yang Alena lihat tampak seorang laki-laki dan dua orang pengawalnya sudah ada di Ruang tamu dan berbincang dengan Hani.


Alfaro segera masuk disusul dengan Alena dan Edward, seketika orang itu terkejut dengan kedatangan mereka.


"Siapa kalian.. Berani masuk rumah orang dan mengganggu kami!" Kata seorang laki-laki yang rupanya sudah menghipnotis Hani.


Alena segera menghempaskan tangannya di depan Hani untuk menyadarkannya kembali, seketika Hani terkejut dan bingung melihat banyak orang yang sudah ada di depannya.

__ADS_1


Bersambung.


jangan lupa VOTE, HADIAH, LIKE, dan KOMEN sebanyak-banyaknya untuk memenangkan hadiah dari Author di episode terakhir nanti.


__ADS_2