
Pagi yang sungguh menggemparkan, Ronan dan Christopher segera berlari ke kamar Zahra setelah mendapat panggilan dari Alfaro.
"S-hit..!, Ada apa ini, bisa kalian jelaskan padaku?" Tanya Ronan terkejut saat mendapati Zahra sedang menangis di depan Alfaro.
"Zahra..kau baik-baik saja kan?" Ucap Christopher yang baru saja datang dan segera melihat keadaan sahabatnya.
"Aku tidak tau harus bagaimana Chris, semua terjadi begitu saja, sepertinya kami dijebak, tapi ada beberapa media yang sudah berhasil masuk ke kamar dan mengambil gambar kami, aku takut Chris.." ucap Zahra yang kini masih menangis.
"Astaga..siapa yang tega melakukan hal ini, bang-sat..!!, Tenanglah Ra, jangan menangis lagi, kita akan selidiki hal ini, secepatnya.!" Jawab Christopher dan segera menenangkan Zahra.
Louis dan Hani yang datang hampir bersamaan, langsung berlari masuk ke dalam kamar Zahra, dan melongo tak percaya saat ikut mendengar penjelasan Alfaro dan Zahra.
"Hubungi Kirana.. sekarang juga Tuan Alfaro.. cepat!!" Sahut Hani tiba-tiba saat teringat akan sahabatnya.
Alfaro tersentak dan segera menyadari bahaya apa jika sampai Kirana sudah melihat berita sebelum dia menjelaskannya.
"Sial..kenapa Kirana tidak segera mengangkat handphone nya" Alfaro bicara sendiri.
"Percuma..lihat saja beritanya, kalian sudah ada disana" ucap Ronan saat menyalakan Televisi dan melihat sebuah berita terhangat soal skandal Alfaro dan Zahra.
"S-hit..!!, Kurang ajar, siapa yang berani melakukan hal ini..!!" Teriak Alfaro penuh dengan emosi.
Sedangkan Zahra makin histeris karena malu dan ketakutan sendiri, Hani dan Louise yang paham akan keadaan Zahra segera memeluknya dan berusaha memenangkan nya.
"Tenanglah nona Zahra, kita akan membantu melewati ini dengan baik, toh pada dasarnya kalian memang tidak melakukan apapun, kalian hanya di jebak saja" ucap Hani.
"Iya, tenanglah nona Zahra" sahut Louise yang kemudian segera menghubungi beberapa orang untuk menyelidiki kasus yang tengah menimpa Bos nya.
*
Sementara itu, di tempat yang lain, Kirana yang sedang sarapan pagi bersama dengan Alena dan Edward, mendadak merasa perutnya kambuh kembali, bahkan kini dirinya sudah berlari ke kamar mandi dan memuntahkan semua isi yang telah dimakannya.
"Kau baik-baik saja Kirana?" Tanya Alena yang ikutan mengejar Kirana sampai di depan pintu kamar mandi ruang tamu yang ada di lantai bawah.
Ceklek
__ADS_1
Kirana membuka pintu dan nampak sedikit lemas karena habis muntah.
"Badanku agak lemas kak, perutku mual lagi, gak tau kenapa" ucap Kirana yang kini merebahkan tubuhnya ke tempat tidur di bantu oleh Alena.
"Kita ke rumah sakit, atau aku panggil dokter keluarga ke sini?" Tanya Alena.
"Tunggu sebentar kak, sebaiknya kita ke rumah sakit saja, biar pemeriksaan lebih lengkap dan jelas" jawab Kirana sambil berusaha berdiri dan meraih remote Televisi untuk melihat berita pagi.
Alena segera keluar mengambilkan minuman hangat untuk Kirana, dan sesaat kemudian Kirana di buat berdiri mematung dengan sebuah tayangan berita dimana ada Suami dan Zahra di sana.
Tiba-tiba saja kepalanya menjadi begitu pening, jantungnya berdebar dan tubuhnya terasa sangat lemah, pandanganya mulai kabur dan sesaat kemudian dia hanya sekelebat mendengar jeritan suara Alena sebelum semuanya menghilang begitu saja.
Edward segera berlari menghampiri istrinya saat mendengar teriakan.
"Ada apa Bee?"
"Kirana!"
"Astagfirullah.. kita bawa ke Rumah Sakit!" Ucap Edward langsung berlari keluar setelah membantu mengangkat Kirana ke atas tempat tidur.
"Oh my God, S-hit..!!, Ada apa dengan Alfaro, Brengsek..!!, Sudahlah..yang terpenting kita bawa Kirana dulu, biar aku yang membawanya ke mobil " ucap Edward segera membawa Kirana masuk ke dalam mobil.
Alena ikut masuk ke dalam mobil dan mendampingi Kirana yang masih belum sadarkan diri, lalu kemudian mobil melesat cepat ke rumah sakit terdekat.
Biarpun Alena seorang dokter, dia juga sangat mengerti kalau saat ini Kirana lebih membutuhkan pemeriksaan yang lengkap untuk mengetahui kondisinya, untuk itu dia segera bergegas membawa Kirana ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan yang dibutuhkan.
Sementara Alena menunggu Kirana di sebuah kamar perawatan, Edward segera menghubungi Alfaro untuk menanyakan tentang berita yang sempat dilihatnya.
"Apa Kirana melihat semuanya?" Tanya Alfaro dalam perbincangan di saluran ponsel.
"Aku tidak tau, tapi sebaiknya kau segera pulang, yang jelas Kirana tidak baik-baik saja, sekarang dia ada di Rumah Sakit, dari semalam sepertinya kurang enak badan"
"Apa..!!", Tapi dia baik-baik saja kan Ed?"
"Semoga saja, masih dalam perawatan dan sudah dilakukan pemeriksaan, hasilnya masih belum di beritahukan oleh dokter"
__ADS_1
"Ok, aku pulang!" Ucap Alfaro dan memutuskan kontak handphone nya.
Edward segera kembali untuk melihat keadaan Kirana dan rupanya sudah sadar, namun Edward segera menghentikan langkahnya saat melihat Kirana menangis dalam pelukan istrinya.
"Kak, apa yang harus ku lakukan, berita itu, ada Alfaro dan Zahra disana" ucap Kirana sambil menangis.
"Tenang lah Kirana, itu hanya berita, kamu bisa tanyakan langsung nanti ke Suami kamu, aku yakin ini hanya salah paham saja, ingat.. Suami kita adalah orang-orang pebisnis, tentu saja ada yang tidak suka, kita harus waspada akan hal itu"
"Iya kak, aku tau, tapi _" ucap Kirana tertahan.
"Tenangkan dirimu dulu, kakak mohon, jernih kan pikiranmu dalam menghadapi masalah ini"
Kirana lalu terdiam, berusaha untuk mengontrol emosinya, apa yang dibilang oleh Alena ada benarnya juga, hingga kemudian dirinya membersihkan diri di kamar mandi dibantu oleh Alena.
Edward segera masuk saat dokter yang akan memberikan penjelasan tentang keadaan Kirana sudah ada di dalam kamar.
"Baiklah, saya akan memberitahukan hasil yang kami dapat dari semua pemeriksan yang sudah dilakukan kepada ibu Kirana"
"Baik dokter, silahkan" ucap Alena.
"Emm..begini, apa Suami dari ibu Kirana masih belum datang?" Tanya sang dokter.
"Belum, masih dalam perjalanan, tapi dokter bis menyampaikan kepada kami, Karena kami adalah saudaranya Kirana, dan suami nya juga memasrahkan keadaan Kirana untuk sementara kepada kami sampai dia datang nanti" jawab Edward.
"Oh begitu, baiklah, sayang sekali.. begini, dari semua pemeriksaan, Ibu Kirana mengalami kecapekan yang berlebihan, mungkin bisa di karenakan pekerjaan ataupun pikiran, sedangkan hasil pemeriksaan yang lain semuanya normal"
"Alhamdulillah.. lalu kenapa dengan saja yang mual nya tak terkendali ya dok, apa terjadi masalah dengan lambung saya?" Tanya Kirana selanjutnya.
"Tidak ada masalah dengan lambung anda nona Kirana, semuanya baik-baik saja, itu dikarenakan pengaruh perubahan hormon yang kini sedang terjadi di tubuh anda saja, lama kelamaan saat tubuh anda mulai beradaptasi dengan hal itu, maka keluhannya akan segera hilang" jawab sang dokter.
"Maaf dokter maksud nya bagaimana ya, saya belum paham" ucap Kirana.
Sang dokter tersenyum dan mengucapkan selamat.
Jangan lupa VOTE, HADIAH, LIKE dan KOMENnya
__ADS_1
Bersambung.