
Kirana segera membereskan semua berkas dan bersiap menuju kesebuah Restoran untuk makan siang bersama, begitu juga dengan yang lainya.
Sementara Hani sudah menyuruh beberapa pengawal untuk ikut bersamanya di mobil yang berbeda.
"Ibu Aisyah ikut di mobilku saja, nanti sepulang makan siang sekalian saya antar ke tempat kerja ibu" ucap Kirana, dan ibu Aisyah tersenyum memberi tanda setuju.
Hani segera masuk ke dalam mobil, kali ini dirinya ingin mengemudikan sendiri mobil yang dipakainya, sementara Ronan juga sudah bersiap bersama dengan Alfaro dalam satu mobil yang sama.
Semua berangkat ke tempat yang sudah dipesan untuk menikmati makan siangnya, dalam perjalanan, seperti biasa Hani dan Kirana sudah mencari tempat ibadah untuk sholat dhuhur nya, karena biasanya di Restoran tempat yang dituju selalu antri.
Sampai di sebuah Masjid, Kirana dan yang lainya segera turun, Hani menggandeng ibu Aisyah untuk masuk ke dalam, sedangkan Kirana memastikan kalau Ronan dan Alfaro mengetahui keberadaannya.
Kirana bernafas lega, saat melihat mobil Alfaro akhirnya ikut masuk di halaman parkir Masjid yang sangat luas.
"Kita sholat dhuhur dulu, kalian juga kan?' tanya Kirana.
"Kita?,..oh..iya iya..kita turun" ucap Ronan tergagap kaget karena dirinya dan juga Alfaro lama sekali tidak melakukan sholat.
Alfaro merasa ragu, turun perlahan dan berdiri menyandar di pinggiran mobil, sedangkan Ronan juga masih bingung untuk melangkah masuk keruang khusus untuk mensucikan dirinya.
Kirana yang sudah melangkah beberapa kali terhenti dan berbalik menatap Alfaro yang masih berdiam diri, dengan menarik nafas panjang, Kirana segera berjalan kembali ke arah Alfaro dan segera menarik lengan bajunya, sontak Alfaro sangat terkejut dan terpaksa ikut dengan Kirana.
"Kau mau membawaku kemana?" Ucap Alfaro.
"Ini tempat wudhu nya, suci kan dirimu..lalu sholat!!" Ucap Kirana sudah menatap tajam ke arah Alfaro yang akhirnya masuk untuk bersuci dahulu.
Alfaro kini sudah berdiri di dalam Masjid, kakinya tergetar saat menyentuh karpet lembut yang membentang di dalam lantai masjid, hatinya berdesir, perasaan hangat luar biasa merayapi hatinya dan tidak bisa dia ungkapkan dengan kata-kata, perlahan diapun melakukan sholat yang pertama kali, setelah beberapa lama ditinggalkannya.
Begitu juga dengan Ronan yang selesai lebih dulu dalam menjalankan ibadahnya, kini dia bersimpuh, lantunan doa dan permohonan ampun di ucapkannya dalam hati, awalnya setetes air mata bergulir di pipinya, hingga kini berganti tangisan yang mengeluarkan deraian air mata.
Perlahan Alfaro akhirnya juga bisa menyelesaikan ibadahnya, lama dia terdiam duduk tidak tau harus berdoa mulai dari mana, dia merasa sangat tidak pantas untuk meminta apapun dari-NYA, setelah apa yang sudah dia lakukan selama ini, hingga kata-kata Kirana kini menggema kembali di Ingatannya.
"Allah memaafkan hambanya yang banyak dosa tanpa menyebutkan sebagai orang-orang pendosa, melainkan tetap menyebutkan sebagai hambanya dengan lembut, bahkan saat kita melakukan dosa, diam-diam dimalam hari Allah berbisik kepada sang malaikat..jangan catat dulu, mungkin besok dia bertaubat..Sebesar itu kasih sayang Allah kepada hambanya Faro..tidak ada kata terlambat untuk bertobat"
__ADS_1
Itulah ucapan yang kini terngiang di ingatan Alfaro, hingga akhirnya perlahan Alvaro menengadahkan tangannya, memohon Ampunan kepada sang Pencipta dengan getaran tangis yang tertahan dan sangat memilukan, Alfaro bersujud dan terus memohon ampunan, hingga kemudian usapan tangan lembut dirasakan di punggungnya.
"Alfaro...semoga Allah menerima tobat kita" ucap Ronan lirih di samping Alfaro yang masih terus bersujud dalam tangisnya.
Kirana yang hendak masuk untuk mengajaknya melanjutkan perjalanan, segera menghentikan langkahnya, hatinya terasa mengharu biru melihat pemandangan yang begitu indah ada di depan matanya.
"Alhamdulillah..." ucap lirih Kirana tanpa sadar setetes air matanya pun terjatuh.
Alfaro bangkit perlahan dan duduk kembali sambil mengusap air matanya, Ronan tersenyum dan merekapun saling berpelukan dalam diam, tidak ada kata yang terucap, tapi ribuan rasa bahagia menyelimuti hati mereka, rasanya seperti seseorang yang baru saja di lahir kan kembali.
Keduanya kini beranjak dari duduknya dan segera pergi untuk melanjutkan perjalanan menuju Restoran.
Hani merasa heran melihat Kirana yang ada kini ada disampingnya tersenyum sendiri tidak jelas.
"Ibu Aisyah..apa sebaiknya kita ke Rumah sakit jiwa dulu sebelum makan siang?" Tanya Hani aneh dan membuat kedua wanita yang ada di mobil itu heran.
"Maksudnya?" Tanya ibu Aisyah masih tidak mengerti.
"Ini, ada wanita disebelah saya dari tadi senyum-senyum sendiri" ucap Hani.
"Kau ini..dasar!' ucap Kirana kemudian.
"Habisnya kau ini dari tadi senyum-senyum sendiri gak jelas gitu, kalau bahagia itu dibagi-bagi lah.." sahut Hani.
"Nanti aku bagi..tenang saja, sekarang tugasmu konsentrasi menyetir sampai di tempat dengan selamat" ucap Kirana sambil terkekeh melihat wajah Hani yang kecewa karena tidak mendapatkan jawaban dari Kirana seperti yang diharapkan.
Tak berapa lama kemudian, sampai lah disebuah Restoran, semuanya kini menuju tempat yang sudah di pesan sebelumnya, menu makanan sudah dipilih dan segera disiapkan, hingga kemudian tanpa mereka sadari ada sorot mata kebencian sedang tertuju pada Alfaro.
Makanan akhirnya datang dan tertata rapi diatas meja, semuanya menikmati makan siang dengan sebelumnya diiringi oleh sebuah doa, saat ditengah-tengah menyantap makanan, tiba-tiba saja Alfaro di kejutkan dengan kedatangan seorang laki-laki dengan tampang yang sangar dan congkak.
"Wah wah..masih bisa menikmati makanan dengan enak rupanya kau Alfaro" ucap laki-laki itu yang tak lain adalah Vaden Fernandez.
"Maaf, kami sedang makan, silahkan bergabung kalau mau ikut menikmati makanan, tapi kalau anda hanya ingin mengganggu, silahkan pergi saja" jawab Alfaro kemudian melanjutkan makannya.
__ADS_1
"Kurang ajar!!" Bentak laki-laki itu membuat semua yang ada disana tersentak kaget, bahkan banyak pengunjung yang sedang menikmati makanan ikut melihat.
"Maaf tuan, siapapun anda, perbuatan anda ini sangat mengganggu kami, jadi tolong kita saling menghargai satu sama lain" ucap Hani yang mulai kesal.
Vaden Fernandez bukannya pergi, malah tersenyum melihat Hani dan perlahan mendekatinya.
"Wow..ada wanita cantik rupanya?" Ucap Vaden dan hampir saja menyentuh Wajah Hani.
PLAK
"Jaga tangan anda, jangan berani lancang" ucap Ronan yang sudah menampel dengan cepat tangan Vaden dan kini sudah berdiri di samping Hani.
"Ck..Ck..ck..sudah berani kau rupanya, Bagus.. setelah kau membuat masalah dengan adikku Viona, aku semakin tidak sabar lagi ingin membuat kalian menjadi gembel secepatnya" ucap Vaden dengan seringai jahatnya.
"Kita akan segera membereskan urusan keuangan dengan anda, jangan khawatir, kami pasti bisa menyelesaikannya, jadi silahkan pergi dan jangan mengganggu kami" sahut Alfaro sambil menatap tajam Vaden Fernandez.
Sementara Kirana masih menikmati makanan dengan tenang, walaupun didalam hati dan pikirannya berusaha meraba apa yang sebenarnya terjadi antara laki-laki yang ternyata kakak Viona dengan Alfaro dan perusahaannya.
"Sombong sekali kau..aku tunggu kedatangan mu Alfaro, dan ingat..jangan sampai kau menyesal..sayang sekali..aku sebenarnya sangat tertarik dengan wanitamu yang bernama Kirana..dia benar-benar cantik, aku penasaran bagaimana dengan kulit mulusnya"
"Bangsat..jaga mulutmu!!" Ucap Alfaro segera berdiri.
"Jangan Faro!, dari apa yang dia ucapkan aku tau dia hanya sampah, jangan kotori tanganmu dengan bau busuknya" sahut Kirana dan membuat Alfaro segera menghentikan langkahnya.
"Dasar wanita *******..!, Berani kau menghinaku ha!, Kau belum tau siapa aku!!" Teriak Vaden Fernandez yang murka seketika.
Kirana segera berdiri, melangkah maju dengan sorot mata yang tajam, mendekati Vaden yang terkejut dengan langkahnya dan tanpa ragu terus mendekat hingga membuat tubuh Vaden reflek mundur beberapa jengkal.
"Kenapa..kau takut denganku?, Tentunya kau tau seperti apa aku dari cerita adikmu bukan.. jadi jangan macam-macam!" Ucap Kirana membuat Vaden Fernandez kemudian memanggil anak buahnya yang sekarang sudah siap untuk melindunginya.
Alfaro segera maju dengan cepat berada di depan Kirana, takut terjadi sesuatu yang buruk di lakukan oleh anak buah Vaden Fernandez kepada wanita yang kini ada di belakangnya.
Bersambung.
__ADS_1
Yuk..jangan lupa dukung Author..segera kasih VOTE, HADIAH, LIKE dan KOMEN, tunggu Episode berikutnya di hari ini ya..