
Sang dokter mendekat dan mengucapkan selamat.
"Saya ucapkan selamat atas kehamilan anda nona Kirana" ucap sang dokter pada akhirnya.
"Apa.?!, Dokter tidak bercanda kan?" Ucap Kirana yang masih tidak percaya dengan apa yang di dengarnya.
Sang dokter hanya tersenyum sambil mengangguk, lalu menyerahkan hasil pemeriksaan dimana saat Kirana tidak sadarkan diri, sempat dilakukan pemeriksaan USG.
"Alhamdulillah.." ucap Kirana dan Alena bersamaan setelah melihat hasil USG yang di berikan.
Edward pun tersenyum bahagia mengingat sebentar lagi sepupunya akan segera menjadi seorang bapak.
"Alhamdulillah.. akhirnya apa yang kalian inginkan telah di ijabah oleh sang pencipta" sahut Edward.
Sementara Alena segera memeluk dan menciumi Kirana dengan perasaan yang sangat bahagia, hingga tak terasa keduanya pun menangis.
Dan disaat itulah, Terlihat Alfaro berlari menuju ke kamar perawatan sang istri, Edward yang melihat dari jendela kamar segera keluar menyambut kedatangan Alfaro.
"Bagaimana keadaan Kirana?" Tanya Alfaro sambil mengatur nafasnya.
"Dia baik-baik saja, tapi tunggu dulu, aku akan memberitahunya sebelum kamu masuk"
"Memangnya kenapa Ed?"
"Kirana sudah melihat berita tentangmu, tunggulah disini dulu"
"Apa..!!" Sahut Alfaro terkejut mengetahui berita itu sudah sampai ke Istrinya.
Edward masuk dan mendekat, lalu memberitahukan kedatangan Alfaro, seketika perubahan wajah Kirana nampak terlihat, sejenak Kirana menatap Alena.
"Tenanglah..kau bisa mendengar penjelasan yang sesungguhnya dari Alfaro, tapi kalau belum siap, tidak apa-apa, Alfaro akan aku beri tau" ucap Alena.
"Tidak, aku rasa semuanya harus segera di selesaikan, biarkan Alfaro masuk" jawab Kirana.
"Hem..baiklah" sahut Edward dan langsung keluar untuk memberitahu Alfaro.
Perlahan Alfaro masuk, kemudian disusul dengan Edward dan Alena berjalan keluar ruangan untuk memberikan waktu Kirana dan Alfaro berdua saja.
"Terimakasih, kalian sudah menjaga Kirana" ucap Alfaro kepada Edward dan Alena.
"Tidak masalah, kami keluar dulu" jawab Edward lalu segera pergi sambil menggandeng mesra istrinya.
Alfaro menarik nafas panjang, berusaha untuk menenangkan dirinya sendiri dimana dia sangat tau bahwa saat ini hati istrinya pasti terluka dengan kabar yang walaupun sebenarnya tidak benar sama sekali.
"Honey..?" Ucap lirih Alfaro lalu memeluk dan mencium kening istrinya.
__ADS_1
"Bagaimana.. mana yang masih sakit?" Tanya Alfaro.
"Tidak ada, aku hanya kecapekan saja kata dokter, Alhamdulillah sekarang baik-baik saja, bagaimana urusan bisnismu?" Ucap Kirana berusaha untuk bersikap biasa saja.
"Alhamdulillah semua lancar.." jawab Alfaro lalu kemudian terdiam sejenak, duduk merapat ke sisi istrinya dan berbicara dengan lembut. "Aku minta maaf..tentang kabar itu, Aku_"
"Apa semua itu hanya omong kosong?" Sahut Kirana.
"Apa kau siap mendengar penjelasan ku sekarang?" Tanya Alfaro balik.
"Tidak..Aku ingin beristirahat dulu, setelah keadaanku pulih, aku yang akan memintamu untuk menjelaskan semuanya, ada belahan jiwaku yang harus aku jaga" jawab Kirana.
"Maksudnya?" Tanya Alfaro tak mengerti.
Kirana tersenyum, lalu memeluk erat suaminya kembali, Alfaro membalas pelukan itu dengan kesungguhan hatinya, "Jelaskan padaku honey.." ucap Alfaro yang masih tidak paham maksud istrinya.
"Selamat honey.. ada Alfaro junior dalam kandunganku"
Alfaro langsung tercekat, rasanya dia hampir tidak bisa bernafas saat mendengar kabar itu, jantungnya bahkan serasa hampir berhenti berdetak, dan tak lama kemudian dia berusaha menyadarkan dirinya.
"Honey.. maksudnya kau Hamil?" Tanya Alfaro perlahan dan penuh penekanan.
Kirana tersenyum dan mengangguk.
"Alhamdulillah..benarkah honey.. terimakasih ya Allah..!!" Seru Alfaro dengan linangan air mata saking terharunya mendengar kehamilan sang istri.
"Alhamdulillah honey.. aku akan menjaga anak kita, akan ku pastikan dia mendapatkan yang terbaik dariku" ucap Kirana.
"Terimakasih honey.. aku bersumpah, tidak pernah mengkhianati cinta kita" sahut Alfaro dengan tatapan seriusnya.
"Aku tau.." jawab Kirana.
"Jadi..apa ku siap mendengar penjelasan ku sekarang?" Tanya Alfaro kemudian.
Kirana tersenyum, lalu mengangguk perlahan setelah dia merasa siap untuk mendengar penjelasan dari suaminya.
Perlahan Alfaro menjelaskan semuanya, dari awal terjadinya masalah sampai akhirnya dia terkejut saat pagi hari sudah mendapati dirinya bangun di kamar Zahra dengan banyak wartawan disana.
"Aku mengerti perasaan Zahra sekarang, dia pasti sangat terpukul honey.. apalagi statusnya sebagai wanita baik-baik dan masih singgel, belum lagi dia tengah dimasa jaya memimpin sebuah perusahaan besar" ucap Kirana yang lebih mengkhawatirkan nasip Zahra.
"Aku tau honey.. tapi ini semua terjadi karena aku yakin pasti ada yang menjebak kita" jawab Alfaro.
"Lalu apa yang akan kita lakukan?" Tanya Kirana merasa khawatir.
"Kamu tenanglah..jangan terlalu dipikirkan, fokus ke anak yang ada disini.." ucap Alfaro sambil mengelus perut Kirana. "Dia lebih membutuhkan perhatian mu honey..jadi biarkan aku yang akan menyelesaikan masalah ini, okey..?!" Lanjut Alfaro.
__ADS_1
Kirana mengangguk, ikut mengelus perutnya yang masih rata, "Aku percaya padamu honey..Terimakasih sudah setia padaku" ucap Kirana dengan senyuman manisnya.
Alfaro mendekat, mencium bibir istrinya dengan lembut dan sedikit menuntut untuk melepas kerinduannya.
Tak lama setelah keduanya melepaskan kerinduan dengan ciuman yang begitu hangat dan menggairahkan, Akhirnya keduanya melepaskan diri saat terdengar langkah seseorang mendekati kamar perawatan, rupanya Edward dan Alena mengantarkan Aliando beserta istrinya.
"Mom.." ucap Kirana saat mengetahui ada Ibu Aisyah yang mendekat dengan raut wajah yang cemas.
"Astagfirullah... Apa yang terjadi dengan mu sayang?" Ucap Aisyah.
"Tidak apa-apa mom, hanya kecapekan saja" jawab Kirana berusaha membuat Aisyah tidak begitu khawatir.
Aisyah tersenyum dan merasa lega setelah melihat sendiri Kirana tersenyum, Begitupun dengan Aliando.
"Alhamdulillah.. tidak terjadi hal serius pada istrimu Faro, ikut aku..!" Ucap Aliando memaksa.
Terpaksa Alfaro mau tidak mau menuruti keinginan Daddy nya, setelah keduanya berada diluar ruangan, Aliando langsung memukul keras lengan Alfaro tanpa di duga, beruntung pukulan-pukulan berikutnya mampu di tangkis dengan tepat oleh Alfaro.
"Dad..hentikan..!!" Ucap Alfaro.
"Diam..pelan kan suara mu, dasar anak Breng-sek..!!" Ucap Aliando terlihat begitu emosi.
"Ayolah Dad..ada apa ini, kenapa Daddy memukulku?"
"Masih tanya kenapa aku memukulmu, seandainya tidak di Rumah Sakit, aku pasti akan benar-benar mengajarmu dengan kekuatanku..!" Teriak Aliando yang berusaha di tahan.
"Memang apa salahku?"
"Kenapa ada berita memalukan kau dengan wanita itu, apa kau sadar.. semua itu melukai Kirana dan juga kami keluargamu, dasar breng-sek.!!"
"Dad..itu hanya berita yang tidak benar, aku di jebak dan Kirana juga sudah tau akan hal itu, kita sekarang sedang mencari bukti untuk segera konfirmasi ke media bahwa semua itu hanya bohong dan ulah orang yang ingin menjebak kita" ucap Alfaro berusaha menjelaskan.
Aliando terdiam, lalu kemudian berusaha menahan amarahnya, detik berikutnya dia segera mengeluarkan handphone dan menghubungi seseorang.
"Kerahkan semua kemampuan kalian, aku percaya kalian bisa melakukan hal itu dengan cepat, dan bawa semua bukti yang ada padaku besok pagi" ucap Aliando dengan tegas.
"Dad..aku bisa melakukan nya, orang-orang ku juga sudah melakukan yang terbaik"
"Aku tau.. tapi aku juga lebih tau, musuh mu kali ini benar-benar harus diberi pelajaran" jawab Aliando.
"Aku minta maaf Dad, sudah membuat Daddy harus ikut campur"
"Daddy juga minta maaf, sempat tidak mempercayai mu"
Keduanya lalu saling berpelukan, memberikan support satu sama lain, dan kemudian berjalan masuk kembali. Selanjutnya kabar gembira dan penuh bahagia akhirnya terdengar oleh kedua orang tua yang sudah sangat mengharap seorang cucu, Ucapan rasa syukur dan keberkahan ter lantun kepada sang Pencipta.
__ADS_1
Jangan lupa VOTE HADIAH LIKE dan KOMENnya.
Bersambung.