SELEMBAR KERTAS

SELEMBAR KERTAS
Episode 138


__ADS_3

Tapi tidak kelihatan seperti itu dimata sosok wanita yang tengah menatap tajam kearah Christopher dengan hati se panas makanan yang baru saja datang di pesan.


"Dasar brengsek..kenapa juga hari ini aku bertemu dengan Christopher Nolan, membuat hatiku menjadi berubah buruk" batin Louise yang kini sudah menikmati makanan dengan menggeser tempat duduknya, dan lebih tepatnya membelakangi Christopher Nolan.


Dengan segera, Louis menyelesaikan makan siangnya agar bisa lebih cepat keluar dari restoran, sedangkan Christopher dan Zahra masih melanjutkan perbincangan setelah makan siang telah habis disantap bersama.


Tanpa disengaja, Louise yang berjalan cepat hendak meninggalkan tempat tersandung kaki meja hingga hampir terjatuh dan menabrak salah satu pegawai yang membawa tempat makanan kotor, sontak bunyi ramai barang jatuh terdengar dan seketika itu juga Louise menjadi pusat perhatian.


"Oh my God..demi apa hari ini, kenapa sial sekali" batin Louise, sambil meringis aneh dan meminta maaf ke orang yang telah ditabraknya.


Dan disaat itulah Christopher membelalakkan mata menatap tak percaya Louise yang tengah menjadi pusat perhatian, "LOUISE??" Ucap Christopher terkejut.


"Bukannya itu Louise?" Tanya Zahra yang kemudian saling menatap dengan Christopher.


Christopher segera melangkah menghampiri Louise yang sudah membenahi bajunya, dan kemudian menegakkan kembali tubuhnya.


"Louise, disini dari tadi?" Tanya Christopher.


"Hem.." sahut Louise yang kemudian berlalu pergi.


Christopher yang terkejut dengan baju atasan putih Louise yang basah dan terlihat menera-wang hingga begitu jelas dala-man berwarna merah yang dipakainya, segera berlari menyusul langkah Louise.


"Louise tunggu..!" Teriak Christopher yang sudah berada dekat dibelakang Louise.


Louise segera berhenti dan membalikkan badannya, "kau ini..kenapa meneriaki ku?, Kurang kerjaan sekali" ucap Louise dengan mood yang masih buruk.


Christopher melangkah maju, hingga kini berada beberapa senti dari Louise yang tengah terkejut dibuatnya.


"Tunggu..jangan macam-macam!" Ancam Louise yang kini sudah menahan dada Christopher Nolan.


Tidak berhenti sampai disitu, Christopher malah semakin maju dan memeluk tubuh Louise begitu saja, "Chris..!!" Ucap Louise semakin menahan tubuh laki-laki yang bisa dibilang sudah menguasai tubuhnya.


"Diam.!!" Aku hanya mau memasangkan jas ku, bajumu menera-wang, memangnya kamu mau jadi tontonan gratis di setiap tempat yang kau lewati?" Ucap Christopher membuat Louise seketika membelalakkan matanya.


Dengan cepat Louise menerima jas yang dipakai kan oleh Christopher, bahkan tanpa sengaja menarik tubuh Christopher hingga semakin erat memeluk tubuhnya.

__ADS_1


Christopher tersenyum melihat apa yang sedang dilakukan oleh wanita yang mulai dirindukan nya, hingga kemudian akhirnya Louise masuk ke dalam mobil dengan memakai Jas yang di berikan olehnya.


"Hati-hati, ingat..langsung pulang, ganti bajumu dulu, jangan membuat orang merinding karena kese-ksian tubuhmu!" Teriak Christopher dan membuat Louise melototkan matanya.


"Dasar..!!" Gumam Louise yang malu bercampur jengkel melihat Christopher yang sudah terkekeh.


Setelah kepergian Louise, Christopher kembali lagi kedalam Restoran dan bergabung bersama dengan Zahra kembali, "Louise kemana, gak diajak gabung sekalian?" Tanya Zahra.


"Tidak, dia pulang" ucap Christopher Nolan sambil senyuman aneh yang menghiasi wajahnya, membuat Zahra heran melihat tingkahnya.


"Kau ini kenapa, bahagia banget ketemu Louise" ucap Zahra.


"Tidak..aku hanya seneng saat membuatnya jengkel atau marah, dia semakin lucu, tingkahnya membuatku sangat merin_, sudahlah" ucap Christopher Nolan menghentikan kata-katanya.


"Bilang saja, kau merindukannya, dasar..!,.kalau kau menyukainya..niat baik harus disegerakan, di bawa orang baru tau rasa" sahut Zahra.


"Aish..sudah, jangan membahas ku, kamu sendiri bagaimana, dari dulu tidak ada laki-laki yang kau inginkan, aku takut lama-lama kamu tidak normal" ucap Christopher Nolan.


"Ish..kau ini, sembarangan kalau ngomong, aku ada seseorang yang aku suka, sayangnya dia sudah milik orang"


Sontak Christopher langsung tersedak mendengar perkataan Zahra.


"Apa kau gila, lupakan..!, Jangan macam-macam, kau ini wanita yang sempurna Zahra, mau laki-laki seperti apa juga pasti dapat dengan mudah, kenapa juga harus laki-laki yang sudah beristri, aneh-aneh saja"


"Mau gimana lagi, rasa suka mana bisa diatur, dia muncul gitu saja"


"Iya tau..tapi bisa kamu kendalikan dan di musnahkan kalau bisa, jangan merusak kebahagiaan rumah tangga orang" ucap Christopher yang makin cemas dengan apa yang dirasakan oleh Zahra saat ini.


"Entahlah.., kau tau sendiri aku susah sekali menyukai seorang laki-laki, dan sekarang, kenapa harus Alfaro..yang aku sukai"


Deg


Christopher langsung terdiam bagai disambar petir saat mendengar Zahra menyebut nama Alfaro tanpa disadarinya.


"Alfaro rich Eagle maksud mu?" Tanya Christopher penuh penekanan.

__ADS_1


Zahra terkejut saat menyadari apa yang sudah diucapkannya, "Astagfirullah..apa yang sudah aku katakan, kenapa aku jadi tidak bisa mengendalikan diri begini" batin Zahra sambil membungkam mulutnya sendiri.


Perlahan Zahra akhirnya menganggukkan kepala, dan Christopher Nolan langsung puyeng seketika karena dia sangat tau kalau Zahra adalah sosok wanita yang keras kepala dan tidak mudah menyukai seseorang.


*


Sementara itu, seorang wanita yang baru saja turun dari pesawat di jam tiga sore dan didampingi oleh laki-laki yang selalu setia disisinya, segera melangkah menuju mobil yang telah menjemput mereka.


"Bee, apa kita tidak memberitahu kan kedatangan kita ke Kirana?" Ucap Edward yang sudah berada didalam mobil dan menuju ke Mansion Aliando.


"Tidak, aku akan membuat kejutan untuk wanita nakal itu, sudah tidak sabar aku ingin menghajar nya, bisa-bisanya punya pikiran gila seperti itu" ucap seorang wanita cantik yang tak lain adalah Alena.


Edward terkekeh lalu menciumi kepala istrinya berkali-kali, "Jangan terlalu kejam ke Kirana, dengarkan dulu nanti alasannya, jangan asal menghajarnya, kalau menghajar ku di ranjang nanti malam baru boleh" ucap Edward sengaja menggoda Istrinya.


"Ish..gak ada, mana bisa aku melakukan hal itu saat hatiku dongkol setengah mati sama Kirana honey..jangan aneh-aneh" sahut Alena yang kini sudah berada dalam mobil.


"Benarkah.. nanti malam akan aku buktikan, apa seorang Alena Bilqis Nugraha bisa menolak kehangatan tubuh Edward Runcel Eagle" ucap Edward dengan senyuman mes-umnya.


"Honey..!, Gak mau ya, pokoknya aku mau nanti malam tidur cukup dan besok tenagaku aku gunakan untuk memberi pelajaran ke Kirana, dan juga Suaminya yang sengaja menyembunyikan masalah dariku selama ini" ucap Alena.


Edward tertawa melihat tingkah istrinya yang rupanya masih emosi dengan apa yang dilakukan oleh Kirana dan Alfaro.


"Iya Bee, tapi ingat..dengarkan dulu penjelasan Kirana okey..?, Jangan gegabah mengambil sikap" ucap Edward lalu mencium bibir istrinya dengan lembut.


Tak lama kemudian perjalanan berakhir di Mansion Aliando, dan sambutan hangat tentu saja didapatkan oleh mereka dari paman dan juga bibi Aisyah yang sudah tidak sabar ingin bertemu.


Setelah saling berpelukan melepas kerinduan saat pertama bertemu kembali, kini mereka segera masuk ke Mansion untuk membersihkan diri dan beristirahat sejenak.


Namun apa yang terjadi di tempat lain?, Bahkan Kirana kini semakin resah karena tidak bisa menghubungi Alena dan lebih tepatnya semua panggilan darinya tidak diangkat oleh Alena. "Ya Allah, apa kak Alena benar-benar marah padaku?" Ucap lirih Kirana yang semakin gundah.


Jangan lupa SENIN saatnya memberikan VOTE, HADIAH, LIKE, dan KOMEN selalu di tunggu..


Ketik: Sinho Channel di YouTube, untuk menikmati Cerpen-cerpen karya Author yang tak kalah seru.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2