
Kirana masih duduk sambil melanjutkan makan siangnya, tak berapa lama terdengar suara handphone nya berbunyi, lalu segera mengangkatnya, Rupanya ibu Aisyah sedang mencarinya karena ingin membicarakan beberapa rancangan yang sudah dipilih untuk tampil di pergelaran Akbar yang akan dilakukan sebentar lagi bersama dengan Eagle Company 2.
"Apa?!, Jadi sekarang kalian ada dirumah sakit?" Ucap ibu Aisyah tekejut saat mendengar kabar dari Kirana.
"Iya Bu, maaf, mungkin baru besok kita bisa membicarakan hal ini" jawab Kirana.
"Okey, aku sudah ada di jalan dan kebetulan sedang berada dekat dari rumah sakit, aku sekalian mampir ke sana" Ucap ibu Aisyah dan kemudian menutup handphone nya.
Kirana membereskan makanan nya yang sudah habis dan dia baru tersadar bahwa lupa membeli air minum, sedangkan di dekatnya hanya tersisa air minum kemasan yang masih belum terbuka.
"Minumlah dulu, lagi pula itu terlalu banyak untuk aku habiskan sendirian" ucap Alfaro.
"Maksudnya, ini untuk berdua?" Tanya Kirana memastikan.
"Hem" ucap Alfaro kemudian membersihkan makanannya dan menyahut sampah bekas makanan yang ada di tangan Kirana untuk sekalian dibuang ke tempat sampah.
"Eh..biar aku_" ucap Kirana terkejut saat sampah yang ada di tangannya sudah berpindah tempat di tangan Alfaro yang sudah melangkah mendekati tempat sampah yang tak jauh dari sana.
Alfaro segera kembali duduk di samping Ronan, tepatnya di depan Kirana, diambilnya minuman yang masih tersegel, di bukanya, lalu di sodorkan ke Kirana.
"Minumlah dulu, aku nanti sisanya" ucap Alfaro.
Kirana terdiam sejenak, segera mengambil air mineral lalu meminumnya karena sudah tidak tahan degan rasa haus yang menyerangnya.
"Makasih.." ucap Kirana.
Alfaro tersenyum lalu mengambil air mineral yang ada didekat Kirana dan segera meminumnya tanpa rasa ragu sedikitpun, hingga Ketiga orang yang ada di depannya di buat melongo.
"Kau tidak jijik, itu bekas ku" ucap Kirana, sedangkan Ronan dan Hani hanya menggelengkan kepalanya.
"Tidak, bahkan seandainya air ini dari mulutmu..dengan senang hati aku akan meminumnya" sahut Alfaro, membuat Kirana seketika terdiam dan terkejut dengan jawaban nya.
"Ekhem..maaf, masih ada orang lain disekitar kalian, tolong jaga pandangan dan juga ucapan, ..jangan sampai ada orang lain yang merasa kalian khianati.." sahut Ronan membuyarkan tatapan keduanya dan Hani seketika terkekeh geli.
Tak lama kemudian datanglah ibu Aisyah dengan langkah cepatnya mendekat ke arah mereka.
__ADS_1
"Astagfirullah..apa yang telah terjadi, bagaimana keadaan tuan Aliando?"
Alfaro dan yang lainya segera berdiri dan bersalaman dengan ibu Aisyah, Hani dan Kirana segera memeluk ibu Aisyah sejenak dan mempersilahkan duduk di sampingnya.
Tak lama kemudian, Alfaro mengantar ibu Aisyah masuk ke ruangan ICU untuk melihat keadaan Daddy nya.
"Ya Allah..semoga dikuatkan dan segera sadar tuan Aliando" ucap ibu Aisyah lirih saat menyapa Aliando yang masih tak sadarkan diri berada diatas tempat tidur, dengan beberapa alat yang masih terpasang di tubuhnya.
"Terimakasih Do'anya Bu" saut Alfaro yang kemudian mencium kening Daddy-nya sebelum meninggalkan ruangan itu kembali.
ibu Aisyah masih tidak percaya dengan apa yang menimpa Aliando, hingga kini cerita Kirana mengalir menjelaskan apa yang sudah terjadi dan dialaminya saat kecelakaan terjadi.
"Jadi ini kecelakaan tunggal?" Tanya Ibu Aisyah.
"Iya Bu, tapi masih diselidiki lagi, beruntung tidak jatuh korban satupun saat kecelakaan terjadi" sahut Hani.
"Sepertinya tidak masuk akal kalau kecelakaan tunggal sampai separah ini, lagi pula aku tau bagaimana tuan Aliando mengemudikan mobilnya, tidak mungkin ngebut diatas rata-rata kecepatan normal" ucap Ibu Aisyah.
"Saya tau, untuk itu masih dilakukan penyelidikan, semoga saja segera ditemukan titik terang dari kecelakaan ini, karena banyak sekali kejanggalan yang ditemukan" ucap Alfaro, Serempak semuanya mengucapkan Amin.
**
"Bagaimana persiapannya, apa perusahaan sudah sepi?" Tanya salah satunya.
"Sudah..hanya ada beberapa petugas kemanan saja yang masih bertugas, aku rasa itu sangat gampang kita atasi"
"Hem bagus, persiapkan bahan peledak dan pasang di beberapa bagian gedung, aku ingin memastikan kerja kita malam ini sangat memuaskan tuan kita, dan tentu saja setelah itu kita akan berpesta" ucap salah satu orang itu.
Akhirnya tepat jam 11 malam semua bekerja sesuai dengan yang direncanakan, mereka masuk dengan sangat mudah setelah melumpuhkan beberapa petugas keamanan yang ada disana.
Alat yang dipasang akhirnya meledak hampir bersaman dan memporak porandakan seisi gedung perusahaan, bahkan beberapa tembok ada yang hancur berkeping-keping, beruntung kejadian itu tidak sampai merobohkan gedung bertingkat itu.
Jalanan disekitar gedung Eagle Company 2 macet Seketika, kejadian itu membuat banyak orang terkejut dan langsung berlarian menjauh dari bangunan gedung bertingkat, tak lama kemudian petugas kepolisian segera meluncur disana.
**
__ADS_1
Ibu Aisyah yang sudah nampak kelelahan dan mengantuk segera pamit untuk kembali pulang, sementara Alfaro, Kirana, Hani dan Ronan masih setia menunggu di ruang yang telah disediakan.
"Jadi ibu Aisyah tidak tidur disini saja, ini sudah malam Bu" ucap Hani nampak cemas.
"Tidak, aku sudah terbiasa jalan kemanapun sendirian, lagi pula aku ada dalam mobil kan..dijamin aman" ucap Ini Aisyah.
Saat bersiap untuk melangkah pergi, tiba-tiba saja suara handphone Alfaro berdering, dan sebuah kabar yang sangat mengejutkan pun terdengar ditelinga nya.
"Apa!!, Tidak mungkin!!" Teriak Alfaro yang seketika terhuyung ke belakang.
"Apa ada?" Tanya Ronan nampak Cemas, begitu juga dengan yang lainnya.
"Perusahan kita kebakaran hebat, aku akan kesana Ron, kamu tunggulah disini," Ucap Alfaro dan segera lari.
"Apa.. sh*it, bagaimana bisa, aku ikut, tunggu Faro!" Teriak Ronan segera menyusul sahabatnya itu dengan berlari agak kencang.
"Oh ya Allah..apa lagi ini!" Teriak Hani yang juga ikut terkejut mendengar apa yang tengah terjadi.
"Kalian berdua jangan pulang dulu, tolong jaga paman Aliando, aku akan ikut mereka berdua!!" Teriak Kirana lagi yang kini sudah ikut berlari menyusul Alfaro dan Ronan yang baru saja hilang dari pandangan.
Alfaro dan Ronan sudah sampai di dekat mobilnya, keduanya masuk dengan segera dan di kejutkan dengan kedatangan Kirana yang ikut nyelonong masuk di kursi belakang.
"Apa yang kamu lakukan Kirana?" Tanya Alfaro terkejut.
"Sudah..cepat, aku ikut kalian" ucap Kirana.
"Turun..ini bahaya, kamu tunggu saja di sini" jawab Alfaro yang tidak bisa membiarkan Kirana ikut berada dalam bahaya.
"Sudah sudah..kita tidak punya waktu untuk berdebat..biar Kirana ikut, tapi nanti tetap di dalam mobil, mengerti?!"sahut Ronan lalu segera melajukan mobilnya ke tempat kejadian.
Beberapa saat kemudian mereka pun akhirnya sampai di perusahaan yang kini terlihat hancur di lalap api yang masih berkobar, Alfaro dan Ronan segera keluar dan terperangah tak percaya dengan apa yang di lihatnya, begitu juga dengan Kirana yang sangat terkejut melihat betapa dahsyat kebakaran yang sedang terjadi di depan matanya.
Kirana segera melangkah maju untuk mendekat, namun dengan cepat seseorang segera menyambar tangannya dan menariknya kembali ke belakang.
"Jangan macam-macam, ini bahaya..tunggu disini dan biarkan aku dan Ronan yang mengurus nya" ucap Alfaro dengan tatapan yang sangat serius, tidak ingin berdebat disaat yang tidak tepat, Kirana terpaksa menuruti keinginan Alfaro.
__ADS_1
Bersambung.
Yang sudah tidak sabar pengen ketemu Alena, Edward dkk..tunggu kedatangan nya di episode berikutnya, jangan lupa kirim dulu..VOTE, HADIAH, LIKE, dan KOMEN.