SELEMBAR KERTAS

SELEMBAR KERTAS
Episode 39


__ADS_3

Sorot mata yang sama di dapatkan dari sosok laki-laki yang kini tengah berdiri di depan Alfaro. Hingga kemudian sebuah kata terucap.


"Maaf aku datang ketempat mu" ucap laki-laki itu, dan sontak menyadarkan Alfaro kembali.


"Iya" jawab Alfaro sedikit kaku, sementara Ronan begitu cemas berjalan mondar mandir di depan pintu ruang kerja Alfaro, tanpa berani masuk ke dalam.


"Ada perlu apa anda kesini?" Tanya Alfaro.


"Tidak bisakah kau memanggilku dengan sebutan yang pantas?" Sahut laki-laki itu.


"Aku rasa itu cukup pantas, karena anda sendiri yang waktu itu mengusir dan mengatakan aku bukan lagi anakmu" jawab Alfaro dingin.


Laki-laki itu terdiam, penyesalan dalam dirinya semakin terlihat nyata, seorang Aliando Runcel Eagle kini berjalan sedikit mendekat ke arah Alfaro.


"Aku datang kesini hanya untuk melihatmu, bukan untuk bertengkar denganmu, apapun yang aku ucapkan waktu itu hanya karena bentuk rasa kecewaku padamu, namun..ikatan darah diantara kita tidak bisa di buang begitu saja, walaupun mungkin kau sangat menginginkan hal itu..tidak ada mantan Anak ataupun Mantan Ayah di dunia ini" ucap Aliando dan kemudian segera berlalu pergi.


Alfaro masih terdiam ditempatnya, angin yang berhembus saat kepergian sang Daddy membuatnya merasa hampa kembali, ada sejuta kata dalam hatinya, namun tidak kuasa satupun untuk diucapkannya.


"Tunggu!" Ucap Alfaro pada akhirnya,dan tentu saja membuat Aliando terkejut dan berhenti.


"Ada apa lagi?, Kalau kau ingin bilang bahwa kau sangat membenciku.. aku terima, kalau kau ingin bilang bahwa kau tidak ingin melihatku lagi, aku tidak akan_"


"Terimakasih Dad" ucap Alfaro.


Sesaat kemudian, keduanya terdiam, tidak percaya dengan keadaan yang tengah terjadi, baik Alfaro dan sang Daddy berada dalam alam pikiran masing-masing, merasakan semua rasa yang bercampur menjadi satu, hingga akhirnya suara seseorang mengagetkan mereka.


"Kalian baik-baik saja?" Ucap Ronan yang sedikit membuka pintu sambil mendongakkan kepalanya, karena tidak tahan lagi dengan rasa khawatirnya.


"Aku pergi dulu" ucap Aliando melanjutkan langkahnya melewati Ronan.


"Aku titip Alfaro padamu Ron, terimakasih sudah menjaganya selama ini" ucap Aliando kemudian memutuskan tatapannya ke Ronan dan pergi meninggalkan tempat itu.


"Kalau kau mau masuk, masuklah, jangan ada diambang pintu seperti itu" ucap Alfaro, lalu kemudian Ronan segera masuk dan mendekat ke arah Alfaro.


"Kau tidak apa-apa kan?" Tanya Ronan.


"Memangnya kau mengharapkan aku seperti apa?" Sahut Alfaro.


"Ish..kau ini, aku mencemaskan mu, takut terjadi hal terakhir yang pernah kalian lakukan, saling menyerang dan sama-sama terluka, kalian itu orang tua dan anak yang sangat aneh, Tenaga dalam kalian itu mengerikan, jangan saling bertarung lagi untuk menyelesaikan masalah..bahaya!!" Ronan mengomel untuk melampiaskan kepanikannya.


"Sudah cukup..jangan membuatku semakin capek mendengar ocehan mu Ron, apa kita sudah siap untuk pergi ke Agensi NAHA sekarang?" Tanya Alfaro.


"Loh, kamu ikut, bukannya kamu bilang, cukup aku saja yang berurusan dengan Agensi NAHA?" ucap Ronan terheran.


"Diam!!, Aku berubah pikiran, dan nanti malam aku ikut denganmu" ucap Alfaro, yang semakin membuat Ronan kebingungan.


"Kemana?" Tanya Ronan.


"Islami Center, kau ini.. sudah Amnesia?"ucap Alfaro yang lama-lama jadi kesal sendiri.


"Oh iya iya, sorry, urat syaraf ku masih terlalu tegang melihat adegan mu tadi, belum sempat mengendorkan kembali..ayok aku sudah siap, kita berangkat sekarang ke Agensi NAHA" jawab Ronan dengan raut wajah suka cita.

__ADS_1


Alfaro menggelengkan kepala dengan tingkah laku sahabatnya, kemudian dia meminta waktu sebentar untuk merapikan diri sebelum akhirnya berangkat bersama Ronan ke tempat Kirana dan Hani.


Dalam perjalanan Ronan menatap keadaan Alfaro yang baru disadari agak sedikit kusut di bagian kemejanya.


"Ada apa lagi kau menatapku seperti itu?" Tanya Alfaro.


"Apa terjadi sesuatu di Agensi SEM?" Tanya Ronan


"Sedikit tragedi yang harus aku hadapi" jawab Alfaro dan sontak membuat Ronan membulatkan matanya.


"Tragedi apa maksudnya, kamu bertarung?" Tanya Ronan terkejut.


"Terpaksa, anak buah Viona berniat menghancurkan barang- barang yang ada di Agensi atas perintahnya, bahkan berani mengancam dan menakuti karyawan ku yang ada disana"


"Apa?!, Kurangi ajar sekali Viona, berani nya berbuat se arogan itu di tempat kerja, lalu apa yang terjadi dengan mereka, amankah?" tanya Ronan semakin khawatir.


"Aman"


"Lalu dirimu..apa kau baik-baik saja Faro?" Tanya Ronan melihat keadaan Alfaro sambil membuka jas depan untuk memeriksa tubuhnya.


"Ish..kau ini apa-apaan Ron, hentikan menggerayangi tubuhku.. konsentrasi lah menyetir, kita bisa masuk IGD kalau kita sampai kecelakaan..Dasar..!"


"Ck..aku mencemaskan keadaan mu Faro, benar kau tidak apa-apa?"


"Aku bisa bicara normal dan duduk disini bersamamu Ron..tentu saja aku baik-baik saja, sudahlah.. konsentrasi!!" Sahut Alfaro lagi.


"Iya iya..aku tau, gak sabar sekali pengen ketemu Kirana"


"Hehe..sorry..aku hanya bercanda Faro, jangan terlalu sensitif begitu, kau membuatku semakin tegang"


Alfaro mendengus kesal, lalu menyandarkan kepalanya, tubuhnya yang sangat lama tidak pernah dilatih terasa sangat lelah saat melakukan pertarungan dadakan yang di lakukan nya tadi.


Ucapan Ronan merayapi hatinya, tidak dipungkiri debaran rasa yang luar biasa terkadang masih dirasakannya saat berhadapan dengan Kirana, semua yang ada pada diri wanita itu, masih bertahta di dalam hati Alfaro dengan sempurna.


Akhirnya sampai juga mereka berdua di Agensi NAHA, keduanya segera masuk dan disambut oleh salah satu pegawai laki-laki yang berpakaian rapi dan sopan. Keduanya lalu diantar sampai ke ruang Pertemuan yang sudah dipersiapkan.


Alfaro dan Ronan segera masuk, terlihat Kirana dan Hani tengah sibuk menyiapkan segala arsip dan akan disajikan bersama dengan perencanaan dari perusahaan Eagle Company 2.


"Apa aku terlambat?" Tanya Alfaro menyapa Kirana.


"Oh, kau sudah datang..tidak..kami hanya bersiap saja, silahkan duduk di kursi yang disediakan" ucap Kirana menatap sejenak Alfaro dan kembali melanjutkan kesibukannya.


"Aku boleh duduk disini?" Tanya Alfaro, dan Kirana yang sedang konsentrasi hanya mengangguk kan kepala.


Alfaro tersenyum lalu segera duduk di samping Kirana, membuka beberapa File dan bersama dengan Ronan menyiapkan apa saja yang akan di serahkan ke Agensi NAHA untuk dibahas.


Ronan yang ada di depan Alfaro tersenyum melihat Hani yang kebingungan saat mau duduk, rupanya kursinya yang biasa di dekat Kirana sudah ditempati oleh Alfaro, sedangkan acara rapat sudah mulai digelar, Ronan segera memberi kode untuk mempersilahkan Hani duduk di kursi kosong yang ada di dekatnya.


Terpaksa Hani akhirnya segera duduk disana.


"Itu kenapa temanmu bisa duduk di dekat Kirana?" Tanya Hani ke Ronan dengan muka juteknya.

__ADS_1


"Tadi sudah ijin Kirana, di bolehin.."


"Ha..masak sih..?" Sahut Hani heran.


"Iya..itu buktinya Kirana masih nyaman saja duduk dekat Alfaro, iya kan..?" Ucap Ronan sambil tersenyum, dan tentu saja Hani masih dengan heran menatap Kirana yang masih sibuk dengan berkasnya tampak tenang-tenang saja Alfaro ada di sampingnya.


Saatnya salah satu pegawai membuka acara meeting nya, dan saat Kirana menoleh ke arah depan, dirinya sangat terkejut mendapati Alfaro sangat dekat berada disampingnya.


"Astagfirullah..kenapa kamu ada disini?" Ucap Kirana terkejut sambil menatap Alfaro.


"Tentu saja ikut meeting, kenapa?"


"Maksudnya..kenapa kamu duduk di sini?" Ucap Kirana sedikit keras, hingga membuat beberapa orang menatap ke arahnya.


"Maaf.." Ucap Kirana tak enak hati, dan akhirnya meeting dilanjutkan kembali.


"Maaf..kamu tadi yang mengijinkan, lupa?" Ucap lirih Alfaro kemudian.


"Benarkah, masak sih, perasaan aku tidak mendengar apapun dari tadi, apa aku terlalu konsentrasi ya" batin Kirana.


Kirana tampak kesal dengan posisi duduknya yang ada didekat Alfaro, bukannya apa, konsentrasinya benar-benar terganggu saat melihat ke depan dan nampak wajah Alfaro juga dari samping.


"Astagfirullah..aku bisa zina mata lama-lama berada disini..!" Batin Kirana menjerit, lalu kemudian ada ide untuk meminta ijin Alfaro untuk berganti tempat duduk dengan Hani.


"Mohon maaf bisa dihentikan sebentar rapatnya, saya merasa tidak nyaman, tolong tuan Alfaro bisa bertukar tempat dengan Hani?" Ucap Kirana menghentikan rapatnya, semuanya terkejut dan terdiam.


"Kenapa?" Tanya Alfaro seketika.


"Saya tidak nyaman anda berada di depan saya tuan Alfaro"


"Tidak nyaman kenapa, saya diam saja dan tidak melakukan apapun" jawab Alfaro heran.


"Tolong tuan, tidak usah bertanya-tanya, silahkan bertukar tempat dengan Hani, rapat harus segera dimulai kembali"


"Tidak bisa, alasanmu tidak jelas, lanjutkan saja rapatnya" sahut Alfaro tidak setuju.


"Saya tidak bisa berkonsentrasi kalau posisi saya seperti ini Alfaro" ucap Kirana yang mulai kesal.


"Seperti ini apa maksud nya?, Yang jelas kalau ngomong Kirana" sahut Alfaro masih tidak mengerti.


"Wajah anda yang ada di depan saya menganggu Konsentrasi saya.. puas!!" Ucap Kirana yang semakin emosi.


"Ehem.. oke-oke, jadi itu masalahnya, baiklah biar saya saja yang bertukar tempat dengan anda Nona Kirana, bagaimana?" Ucap Ronan yang tidak ingin menambah keadaan makin runyam.


Hani berusaha menyembunyikan senyumannya saat Kirana sudah melotot ke arahnya, sedangkan Ronan yang senyum-senyum gak jelas, kini sudah berada di samping Alfaro bertukar tempat dengan Kirana.


Bersambung.


Yuk..berikan VOTE, HADIAH, LIKE, dan KOMEN.


Jangan lupa selalu berikan dukungan nya dan rebut hadiah menarik dari Author, nanti di Episode ke 60.

__ADS_1


__ADS_2