
Laki-laki itupun segera membenarkan posisi berdirinya kembali. Begitu juga dengan Kirana yang merasa bersalah atas insiden yang baru saja terjadi, setelah meminta maaf, Kirana segera pergi kembali untukmu menyusul keberadaan suaminya.
Laki-laki itu tertegun, lalu melanjutkan langkahnya, dan tak berapa lama memasuki ruangan, dimana kehadirannya juga sudah ditunggu-tunggu.
Zahra memulai rapat dengan Christopher disampingnya, dimulai dengan mengenalkan paman dan sepupu nya.
"Terimakasih..saya adalah Fargo Milton, Kakak dari Harry Milton pemilik perusahaan Milton Company, tentunya semua sudah tau bukan, dan ini adalah_"
Seorang laki-laki disampingnya segera berdiri, "Saya Dillon Mark Milton, putra satu-satunya dari Fargo Milton Daddy saya" ucapnya dengan tegas.
"Dasar tidak tau diri sekali, seolah perusahaan akan segera menjadi milik mereka, jangan harap!" Ucap lirih Hani yang masih bisa terdengar oleh Kirana.
"Hati-hati bicaramu Hani.." ucap Kirana.
"Ck..menyebalkan..kenapa Zahra ingin menyerahkan kepemimpinan kepada pamannya yang gila seperti itu"
"Sstt..Tenang..tidak akan semudah itu" sahut Kirana pelan.
"Tapi_"
"Apa kalian tidak bisa diam_!?" Suara Alfaro memotong pembicaraan keduanya.
Kirana menoleh sekejab sambil tersenyum meminta maaf, begitu juga dengan Hani yang kini erat digenggam tangannya oleh Ronan agar bisa tenang.
Tak berapa lama kemudian Zahra meminta maaf dan mengungkapkan keinginan hatinya, diawali dengan beberapa kolega yang terkejut akan keputusan Zahra, namun juga ada beberapa yang mendukung melihat keadaan Zahra yang kini ada di kursi Roda.
"Apa kau merasakan sesuatu Faro?" Tanya Ronan.
"Tentu saja"
"Rupanya orang itu sudah mengumpulkan beberapa orang untuk mendukung nya"
"Sudah aku duga" jawab Alfaro.
"Lalu?"
"Kita lihat dulu permainannya" jawab Alfaro dimana lebih sibuk menatap tajam pandangan mata Dillon Mark Milton yang rupanya memperhatikan istri tercintanya, dan tak lama Ronan pun menyadari hal itu.
"Oh ya Tuhan..cari masalah saja orang itu" ucap lirih Ronan.
Rapat berjalan dengan sengit, rupanya dengan berbagai cara kubu Fargo Milton berusaha memaksa keputusan di ambil hari itu juga, Zahra yang melihat keanehan itu akhirnya merasa ragu, Christopher juga memberikan pendapatnya kalau hal itu sangat mencurigakan.
Zahra pun akhirnya menarik kembali keputusannya, tepat setelah mendengar kabar akan keadaan Hendri yang sudah kembali kesadarannya, entah kenapa kabar itu membuat Zahra merasakan sesuatu yang kembali membangun semangatnya.
"Tapi dengan keadaanmu seperti ini, apa mungkin kau bisa menjalankan perusahaan ini dengan baik?" Ucap Fargo Milton.
__ADS_1
"Saya akan berusaha dengan baik paman, lagi pula ada beberapa pemegang saham sekaligus kolega bisnis di perusahaan kita keberatan akan keputusan itu, jadi saya rasa sebaiknya saya mencoba dulu menjalani semuanya"
"Perusahaan sebesar ini tidak sepantasnya untuk jadi coba-coba" sahut Dillon.
"Aku tau kak, tapi aku yakin masih bisa mengatasi semuanya dengan kemampuan ku"
"Dengan keadaanmu di atas kursi roda, itu maksud mu?" Sahut Dillon lagi dengan senyuman sinis nya.
"Perusahan tidak berjalan sendiri, kerja sama masih bisa dilakukan apapun keadaannya, selama dukungan penuh tetap diberikan, aku rasa tidak ada yang sulit" lanjut Christopher yang mulai geram dengan sikap Dillon.
"Bukankah kepemimpinan saat ini masih di tangan nona Zahra?" Ucap Alfaro mulai angkat bicara.
"Benar.." jawab Zahra.
"Kalau begitu, keputusan saya serahkan pada anda" ucap Alfaro kemudian.
"Baik, saya ubah keputusan saya untuk tetap saya memegang kendali perusahaan ini"
"Tidak bisa..!!"sahut Sang paman mengejutkan.
"Kenapa?" Tanya Zahra.
"Kau lupa aku sudah pindahkan semua aset perusahaan ku ke sini..?"
Akhirnya keputusan di buat, Zahra tetap memimpin perusahaan dengan semua dukungan penuh dari perusahaan dan teman-temannya, walaupun ada rasa tidak terima dari wajah paman dan sepupunya.
**
Semua berjalan Normal kembali, sudah hampir tiga Minggu Zahra menjalani aktivitas perusahaan dengan kursi roda yang setia membawa tubuhnya kemanapun, ditambah kini Hendri yang sudah sembuh, bekerja kembali di perusahaan Milton Company atas rekomendasi sang pemimpin perusahaan.
Sekretaris pribadi juga di putuskan oleh Zahra akan posisi Hendri, mengingat pengorbanan yang dilakukan akan keselamatannya.
Sementara itu, rencana dari dua manusia yang masih tidak terima dengan keputusan Zahra sudah tersusun, menggunakan orang-orang terdekat untuk menekan Zahra agar mau memberikan posisinya.
"Lalu siapa yang akan kita culik?" Tanya Fargo dengan seringai iblis nya.
"Aku tertarik dengan keluarga Alfaro Rich Eagle" jawab Dillon dengan pandangan menerawang.
"Sepertinya kau menyukai wanitanya" sahut Fargo Milton.
"Dia sangat Cantik, menawan dan aku suka bau tubuhnya" Jawab Dillon dengan mata tertutup.
"Wanita-wanita mu selama ini apa masih kurang?"
"Tidak ada yang sama dengan wanita ini, dia Spesial Dad, aku bisa merasakannya"
__ADS_1
"Maksud mu?"
"Aura yang luar biasa, Cantik Alami, Elegan, dan aku tau tubuhnya sangat seksi seandainya tidak terbungkus dengan kain yang begitu menutupi"
"Ck..fantasi liar mu akan perempuan luar biasa, Daddy tidak peduli akan hal itu, yang penting perusahaan Milton Company harus segera kita kuasai"
"Dan aku akan memulai dari Mantan Model bernama Kirana" sahut Dillon dengan senyuman menjijikkan.
"Oh..rupanya kau sudah mengumpulkan semua informasi tentang musuh-musuh kita, segera lakukan rencana mu, jangan membuatku kecewa" sahut Fargo Milton segera pergi meninggalkan ruangan kerja Dillon di sebuah Mansion mewah.
Beberapa orang masuk kedalam ruangan itu, nampak berbincang dengan Dillon, rupanya mereka sudah memposisikan rencananya kan dilakukan malam ini.
"Jadi ada kesempatan untuk itu?" Tanya Dillon serius.
"Iya Tuan, kebetulan sekali ada acara Akbar Fashion show, dan saya pastikan wanita itu sudah hadir disana"
"Bagus..keadaan aman?"
"Hanya ada beberapa pengawal yang menunggu di luar gedung dan dua didalam, tapi posisi lumayan jauh"
"Lalu suaminya?"
"Tidak saya lihat sama sekali Tuan, kami terus memantau nya, dan sepertinya ada diluar kota karena urusan bisnis"
"Good..ini saatnya" sahut Dillon, lalu segera memerintahkan anak buahnya untuk segera bergerak.
Malam itu empat mobil keluar dari Mansion Fargo Milton, dengan membawa semua strategi yang matang untuk membawa paksa seseorang di acara Fashion show Akbar yang diadakan tiap tahun.
Kedatangan mereka ditempat itu tidak mengundang kecurigaan sedikitpun karena acara itu dipadati oleh lautan manusia yang hadir, tentu saja dari kalangan pebisnis dan juga yang lainnya, kesempatan itu digunakan dengan baik oleh Dillon Mark Milton untuk melancarkan aksinya.
Berjalan masuk dengan tenang ditemani oleh beberapa anak buahnya, menatap sekeliling saat berada di dalam dan nampak senyuman nya saat sasaran telah di temukan.
"Rupanya dia sudah ada di Kursi utama, apa kau sudah mengatur tempat dudukku?" tanya Dillon memastikan.
"Tentu saja Tuan, sudah kami sediakan, dan saya rasa tempat yang sangat strategis untuk mengawasi semuanya, Tuan akan tampak dari sudut manapun di sana, dan kami pastikan tidak akan ada yang mencurigai saat kita beraksi"
"Hem..lakukan semuanya dengan benar, aku akan menempati Kursi ku"
"Baik Tuan.." ucap salah satu pemimpinnya dan segera beraksi, setelah Dillon berjalan menuju ke kursi yang telah disediakan untuknya.
Menempatkan dirinya dengan baik disebuah kursi dimana letaknya tidak jauh Dari wanita yang sangat dia inginkan, "Penampilannya malam ini sangat cantik, dan sebentar lagi, semuanya akan menjadi milikku, akan ku bawa kau hingga tidak lagi bisa mengingat siapa pun yang ada di hidupmu sebelumnya" batin Dillon dengan senyuman liciknya.
jangan lupa VOTE, HADIAH, LIKE, dan KOMENnya.
Bersambung.
__ADS_1