
Alena mengatur nafasnya dengan cepat, dirinya tidak mau sampai kehilangan konsentrasi menghadapi ke enam orang yang kekuatannya sangat lumayan.
lebih dari lima tendangan berhasil membuat beberapa musuhnya terjungkal beberapa kali, Alena tetap waspada walaupun tidak ada dari mereka yang berhasil menyentuh kulitnya.
Sementara Kaisar masih bergulat sengit dengan Bima dan beberapa musuhnya, Alfaro dan Aliando terus bergerak maju dan mendobrak Mansion untuk mencari keberadaan Kirana di semua sudut ruangan di bangunan megah itu.
"Sial..kenapa aku tidak bisa menemukan Kirana di manapun Dad!" Teriak Alfaro semakin panik.
"Aku juga heran..mungkinkah Kirana sudah tidak ada disini?" Sahut Aliando.
Lalu dengan kekuatannya yang masih tersisa, Aliando sengaja melumpuhkan satu orang anak buah Bima yang ditugaskan menjaga Mansion, saat melakukan interogasi tanpa diduga orang itu rela melakukan bunuh diri dari pada harus memberikan informasi.
"Kalau seperti ini, kita tidak akan mendapatkan Informasi apapun Dad" ucap Alfaro.
Aliando kemudian berjalan keluar dari Mansion untuk melihat halaman belakang, berharap menemukan petunjuk ataupun ruangan rahasia yang di gunakan untuk menyekap Kirana, namun hasilnya Nol.
Sementara itu, Alena merasa sudah menemukan titik kelemahan formasi dari keenam musuh di hadapannya, dengan senyuman mautnya..Alena menghajar mereka berkali-kali dan memporak porandakan gerakan musuh-musuhnya.
"Wanita sialan..!, Dia berani membuat kacau gerakan kita, kalian semua berhati-hati!" Teriak salah satu ketuanya lalu secara bersamaan menyerang Alena kembali.
"Kalian yang memilih untuk hancur ditangan ku!!" Teriak Alena kini melompat tinggi di udara, mengeluarkan Perisainya dan diikuti oleh tenaga dalam yang siap menghantam kekuatan enam orang musuh di depannya sekaligus dan
BLAM !!
Suara hantaman keras menggelegar mengagetkan semua orang yang ada di sana, getaran di sekitar lokasi kejadian sedikit terasa, lalu apa yang terjadi kemudian?
Keenam orang di depan Alena sudah tergeletak dengan luka parah yang sangat mengerikan, sementara Alena mengatur nafasnya kembali sambil berdiri dan menyimpan tenaga dalamnya kembali.
Bima dan anak buahnya yang lain sangat terkejut melihat pemandangan yang sungguh tidak pernah mereka sangka.
"A apa..?, Bagaimana bisa Wanita itu melumpuhkan mereka sekaligus..ini tidak mungkin..Tidak!" Ucap Bima yang masih tidak percaya.
Kaisar tersenyum sinis, lalu memberikan tekanan mental ke Bima dan orang-orangnya.
"Bagaiman Hem..kau masih ingin melanjutkan dan berakhir seperti mereka, akan kalian turuti kemauanku!" Teriak Kaisar yang kini sudah kembali bertarung dengan Bima.
__ADS_1
Dan detik berikutnya, Bima kini menggelepar di tanah dengan tangan yang sudah diinjak oleh Kaisar.
"Akh! Sakit Bangsat..!!, Hentikan!" Teriak Bima saat injakan Kaki Kaisar membuat tulang tangan kiri Bima patah.
"Aku akan melepaskan mu, tapi katakan dengan jujur, dimana Adikku Kirana kau sembunyikan ha!!" Teriak Kaisar dengan sangat geram.
"Tidak semudah itu..hahaha..kau tau, Adikmu akan segera ke neraka setelah Tuanku mengambil semua kekuatannya!" jawab Bima.
Klek !
Terdengar kembali teriakan Bima saat Kaisar mematahkan lagi satu tangan Bima yang lain, hingga kedua tangannya kini tidak bisa di gunakan lagi.
"Jangan kau teruskan Kai, dia tidak akan mau mengaku seperti yang lainnya!" Teriak Alfaro dan kini sudah ada di dekat Kaisar.
Kaisar kemudian memukul Bima hingga pingsan, lalu menyeretnya di bawa ke Mansion untuk di gali keteranganya tentang di mana Kirana telah di sembunyikan.
Semuanya telah kembali ke Mansion, Aisyah tampak begitu terpukul saat mengetahui semuanya kembali pulang tanpa berhasil menjemput atau menemukan Kirana.
Aliando membawa istrinya masuk kedalam Kamar dan berusaha menenangkan nya. "Sayang..sudah jangan seperti ini, menangis terus menerus tidak akan ada gunanya, aku mohon, bantulah aku menenangkan ketiga cucu kita yang kini tengah bersedih atas kehilangan Aunty nya."
"Maaf yang..aku tidak bisa menahan diriku, terlalu sakit hatiku saat membayangkan sesuatu yang buruk menimpa Kirana yang sudah menggantikan posisi ku, harusnya_"
"Tenanglah...kita akan terus berusaha mencari keberadaan Kirana dengan semua kekuatan yang kita punya, Doakan saja yang terbaik dan Kirana agar segera ditemukan" ucap Aliando.
**
Sementara itu, Kirana sudah di tempatkan di sebuah kamar kusus yang di sediakan untuknya, dan tak lama kemudian terdengar pintu kamar terbuka, Nampak sosok laki-laki yang terlihat sangat pucat dan tubuhnya penuh balutan luka.
Lalu Kirana menatap sosok itu dengan lekat sambil mengerutkan kening.
"Siapa kau?" Ucap lirih Kirana.
Laki-laki dengan wajah yang masih tertutupi perban sedikit bergerak mendekati Kirana.
"Apa kau sudah lupa dengan suaraku, Kirana?" Ucap laki-laki itu, namun Kirana masih belum bisa mengenali suara nya.
__ADS_1
"Aku tidak mengenali suaramu juga, katakan..siapa kau sebenarnya?!"
Laki-laki itu bukannya menjawab, dia hanya terdiam dan terus mengamati apa yang di lakukan Kirana, lalu kemudian dia berlalu pergi meninggalkan kamar Kirana begitu saja.
Kirana berteriak meminta di lepaskan, namun percuma saja, hingga akhirnya Kirana duduk kembali di pinggiran kasur.
Belum selesai rasa penasarannya akan siapa laki-laki yang baru saja datang dan pergi meninggalkannya begitu saja, kini Kirana dikejutkan lagi dengan kedatangan Christopher Nolan ke dalam kamarnya.
"Apa yang kau inginkan sebenarnya Christopher?" ucap Kirana.
"Aku menginginkanmu, dan aku rasa kau sudah tau dari dahulu, aku akan mendapatkan dirimu apapun caranya, dan setelah hari ini kamu tidak ku perbolehkan bertemu dengan siapapun kecuali atas seijin ku" ucap Christopher Nolan.
"Apa..kau pikir siapa dirimu ha!, Aku bukan milikmu dan selamanya aku tidak akan pernah menjadi milikmu Christopher Nolan" jawab Kirana dengan tatapan tajamnya.
Christopher semakin mendekat, Kirana segera bersiap diri menyerangnya seandainya Christopher berani berbuat nekad ingin menyakitinya.
Tanpa di duga Christopher mengeluarkan kekuatan hipnotis dari tatapan matanya, Kirana yang tidak tau akan hal itu, Akhirnya terdiam mematung.
"Bagus Sayangku...kau akan menuruti semua perkataan ku mulai sekarang, dan aku sangat menginginkanmu saat ini, aku merindukanmu Kirana, sangat merindukanmu" ucap Christopher yang kini semakin dekat dengan Kirana.
Dengan sekali tarikan, Kirana sudah berada dalam genggaman Christopher, perlahan tubuh Kirana di baringkan ke atas Ranjang.
Melihat Kirana yang kini terdiam dan menuruti semua perkataannya, Christopher tersenyum senang, yang ada di otaknya saat ini adalah bagaimana dia bisa menyatu dengan Kirana.
"Kita akan menikmati semuanya saat ini juga my love..aku ingin di saat kau tersadar nanti, aku sudah berhasil menanamkan benihku di dalam rahim mu, dan aku begitu mendambakan kehangatan tubuh mu Kirana, sebentar lagi kau akan menjadi milikku seutuhnya" ucap lirih Christopher yang sudah di kuasai hawa naf-sunya.
Tangan Christopher Nolan perlahan menyentuh wajah Kirana, Has-ratnya langsung muncul dan melesat tinggi saat kulit lembut pipi Kirana dirasakan olehnya.
Wajahnya mendekat dan bibirnya hampir menyentuh wajah Kirana, bergerak perlahan Christopher bersiap mencicipi manisnya bibir wanita yang sangat di cintai nya.
Hari SENIN saatnya memberikan VOTE, VOTE, VOTE, dan juga dukungan lainya yaitu HADIAH, LIKE dan KOMEN. Menangkan hadiah menarik di episode terakhir dengan memberikan sebanyak-banyaknya dukungan ke Novel ini.
Telah Hadir Lanjutan Cerpen Akhirnya AKU di Channel YouTube, Ketik: Cerpen Akhirnya AKU, Episode Terakhir by Sinho.
Bersambung.
__ADS_1