SELEMBAR KERTAS

SELEMBAR KERTAS
Episode 99


__ADS_3

Namun sebuah tarikan kuat menghalangi keinginan Vaden, hingga akhirnya pisau itupun terlempar.


"Kau...!!" Teriak Vaden terkejut.


"Apa yang kau lakukan Viona..!!" Teriak Vaden yang tidak terima karena Viona menghalangi perbuatannya.


"Jangan berani kakak menyentuhnya..sudah cukup apa yang kakak lakukan padanya, aku tidak bisa melihat Alfaro kesakitan lagi!" Teriak Viona.


PLAK


Tamparan keras mendarat di pipi Viona dan seketika membuat nya terkejut memegangi pipinya.


"Jangan berani melawanku!, Dia sudah menjadi orang yang menghancurkan perusahaan ku, dan aku akan membunuhnya sekarang juga.. minggir!!"


"Kau tidak akan bisa membunuhnya karena dia adalah orang yang penting di hatiku kak, aku tidak bisa kehilangan dia!!"


"Brengsek.. diam dan pergilah..jangan ikut urusanku..bawa dia pergi dari sini!" Teriak Vaden memerintahkan anak buahnya, tanpa diduga Viona mengeluarkan senjata dan menodongkan ke Vaden.


"Berani kau_!!


"Aku terpaksa kak..kau boleh membunuh siapapun..tapi tidak Alfaro, aku tidak bisa kehilangan dirinya..!!" Teriak Viona, lalu Vaden membalas dengan mengarahkan senjatanya ke Viona.


"Hentikan Vaden..kau bisa membunuh adikmu sendiri!!" Teriak Alfaro.


"Hahaha...oh ya, aku penasaran seandainya kau tau apa yang sudah wanita ini lakukan padamu tuan Alfaro Rich Eagle!"


"Jangan berani mengatakan apapun kak!!" Teriak Viona yang langsung panik seketika.


"Kenapa..apa kau takut laki-laki ini akan membunuhmu sekarang juga?"


"Diam kak..dan jangan berani mengatakan apapun!" Teriak Viona.


"Katakan ada apa Viona..apa yang kau rahasiakan dariku!!" Bentak Alfaro dengan tubuh penuh luka, kaki dan tangan yang masih terikat.


Viona terkejut dengan pertanyaan Alfaro, dirinya menatap Alfaro memohon untuk tidak memaksanya mengatakan apa yang dirahasiakan darinya. Namun tidak dengan Vaden yang kemudian menyeringai licik.


"Baiklah..sepertinya kau perlu bantuan ku untuk menjelaskan semuanya Alfaro, dan dengarkan baik-baik, karena aku tidak akan mengulangi perkataan ku"


"Jangan berani mengatakan itu kak..!!" Teriak Viona dan kemudian menyerang Vaden, namun sayang, gerakan tangan Vaden berhasil mendorong Viona hingga terpelanting kelantai, Viona meringis kesakitan.


"Dengar baik-baik Alfaro..kematian anak dan istrimu yang mengerikan itu adalah perbuatan Viona, dia yang memintaku untuk melenyapkan mereka berdua!" Ucap Vaden dengan senyuman iblis nya.


"Apa?!, Katakan padaku Viona, apa itu benar?!" Teriak Alfaro meminta penjelasan dari wanita yang masih diam terduduk di lantai.


"A..Aku terpaksa melakukannya, karena aku sangat mencintai mu Faro, aku tidak rela melihatmu bahagia bersanding dengan orang lain, tapi sungguh..bukan aku yang memu-ti-lasi mayatnya, soal itu aku tidak tau apa-apa" ucap Viona dengan wajah takutnya.


"Aku yang melakukannya, tapi ingat..itu semua atas permintaanmu Viona" Sahut Vaden dengan tatapan tajamnya.


"Bajingan kalian semua...aku akan membunuh kalian..dasar Iblis..kalian bukan manusia!!..Aaakh..!!" Teriak Alfaro dengan penuh emosi dan berusaha melepaskan dirinya dengan mengguncang tubuhnya sendiri.


Melihat hal itu, Viona tampak ketakutan dan Vaden segera mengambil tindakan dengan menyuntik kembali Alfaro hingga akhirnya tak sadarkan diri, Sementara Viona diseret ke sebuah kamar dan dikunci dari luar.

__ADS_1


"Kita lanjutkan besok..saat tersadar aku ingin kalian membawa Alfaro ke ruangan penyiksaan dan aku akan membunuhnya perlahan disana, sudah lama aku tidak menyalurkan hobi ku" perintah Vaden sambil tertawa mengerikan keluar dari ruangan.


**


Hampir semalaman Aliando sering terbangun, untuk mengecek handphone dan menunggu kabar tentang Alfaro dari orang-orang kepercayaannya.


Dan semalam itu juga ibu Aisyah membantu Aliando membuatkan minuman herbal saat keluhan keringat dingin ditubuhnya tiba-tiba muncul kembali.


"Terimakasih..maaf sudah merepotkan mu?" Ucap Aliando sambil menatap ibu Aisyah sesaat setelah mengantar minuman herbal nya.


"Sama-sama, saya juga berterimakasih beberapa kali sudah membantu saya, dan hanya ini yang bisa saya lakukan untuk membantu anda tuan Aliando"


"Iya, bisakah kita berteman..dan tolong jangan memanggilku tuan lagi, kau bisa memanggil nama ku saja, dan boleh kah aku memanggilmu Aisyah saja?"


"Oh..i..iya tuan..eh maksud saya Aliando"


Aliando tersenyum, lalu Ibu Aisyah keluar dari kamarnya, Aliando segera berganti baju dan menyiapkan semua berkas kejahatan Vaden Fernandez untuk di serahkan ke pihak berwajib bersama dengan pengacaranya sebelum dirinya nanti akan ikut mencari keberadaan Alfaro.


Hani yang menemani Kirana yang semalaman juga sibuk mencari semua informasi dari para pengawalnya yang di tugaskan untuk mencari keberadaan Suaminya, dikagetkan dengan suara Handphone nya, saat dilihat ternyata panggilan dari Ronan.


Setelah membalas salam dari Ronan, Hani langsung meminta waktu lagi untuk menjawab pertanyaan Ronan tentang hubungannya kemaren.


"Memangnya kenapa harus diundur lagi, apa kau masih meragukan kesungguhan ku, atau butuh bukti bahwa aku bersungguh-sungguh padamu, apa perlu aku menyerahkan nyawaku di hadapanmu?!" Ucap Ronan.


"Bukan begitu Ron, aku tidak bisa berpikir saat ini, apalagi tuan Alfaro masih belum ditemukan keberadaannya" ucap Hani yang bicara begitu saja.


"Faro..belum di temukan..Katakan apa maksudmu Han?" Tanya Ronan yang terkejut mendengar Hani yang keceplosan.


"Han..aku tau kau tidak bisa berbohong, soal jawabanmu Aku akan menunggunya sampai kapanpun, jadi.. katakan sejujurnya ada apa dengan Alfaro?" Ucap Ronan, membuat Hani panik seketika.


"Tuan Alfaro..itu, Ron please..kau belum sehat benar, aku khawatir terjadi sesuatu padamu kalau_"


"Jangan berbelit-belit Han, katakan ada apa dengan Alfaro?!"


Hani terkejut dan tidak bisa lagi berbuat apa-apa selain terpaksa mengatakan yang sebenarnya.


Dan disaat yang sama, teriakan Aliando mengagetkan semua orang yang ada disana.


"Aku menemukan posisi Alfaro!!" Teriak tuan Aliando yang sudah berjalan cepat keluar dari kamarnya.


Kirana terjingkat dan segera berdiri, "Aku akan ikut denganmu Dad" ucapnya yang kemudian segera bersiap.


"Baik, aku minta tolong bantuan mu Aisyah..serahkan semua berkas ini ke pihak berwajib, dan aku harap kau bisa membantuku dengan menemaninya Hani" ucap Aliando.


Hani segera mengangguk dan bersiap pergi bersama ibu Aisyah, sementara Ronan yang tentu saja mendengar semua percakapan di ruangan itu dari handphone Hani yang lupa ditutup kembali, segera berlari mengganti pakaian lalu menghubungi Kirana untuk mengirim tempat tujuannya karena dia akan mengikutinya.


*


Alfaro mulai mendapat kan tenaga dalamnya kembali, waktu yang diberikan semalam setelah dia tersadar, tidak disia-siakan begitu saja olehnya, dengan mengatur kekuatannya kini dirinya berhasil mengendorkan ikatan tali di tangannya, disaat yang sama datanglah Vaden dan anak buahnya.


"Bagus kau sudah tersadar kembali rupanya, dan bersiaplah untuk menjerit kembali Alfaro rich Eagle!!" Ucap Vaden dengan sinis.

__ADS_1


Sebuah pi-sau telah di pilih oleh Vaden, setelah itu dirinya mendekat dan mengarahkan pi-sau itu ke wajah Alfaro, saat akan menekan dan mengu-liti wajahnya, dengan gerakan cepat, Alfaro menghantam Vaden dengan tangganya yang sudah terlepas hingga terjungkal ke belakang.


Sementara Alfaro berusaha membuka ikatan kakinya, Vaden berhasil meraih sebuah tombol alarm dan berhasil membuat beberapa anak buahnya segera datang.


"Tangkap dan bunuh laki-laki itu!!" Teriak Vaden yang masih meringis kesakitan.


Alfaro melompat ke belakang, menerjang kaca yang ada diruangan itu saat ratusan butir peluru melesat ke arahnya, tiba di luar Alfaro berusaha berdiri di tempat yang aman dan bisa menyerang dengan mudah.


Kini pertarungan pun terjadi kembali, dengan sisa tenaga yang berhasil dipulihkan oleh Alfaro dia bertahan sekuat mungkin untuk terus melawan, hingga serangan oleh ke enam pasukan yang mempunyai kekuatan supranatural berhasil membuatnya terpukul mundur.


"Kau masih ingin melawan kami, baik..aku akan membunuhmu sekarang juga!!" Teriak salah satu orang dan menyerang dengan kekuatan Supranatural nya.


"Sial.. tenaga ku hampir habis, rasanya kekuatanku semakin melemah" batin Alfaro hingga kemudian dirinya di serang oleh enam orang secara bersamaan.


Alfaro akhirnya terpental kebelakang karena pukulan salah satu dari mereka tepat mengenai dadanya.


"Mati kau..!!"


BLAR


Disaat nyawa Alfaro hampir saja hilang, suara keras memporak porandakan sebuah pintu besar hingga berkeping-keping.


Berikutnya terjangan dua orang yang sangat cepat masuk dan menyerang enam orang yang melawan Alfaro, sedangkan para pengawal yang dipimpin oleh Ronan melawan anak buah Vaden yang lain.


Alfaro tersenyum senang melihat kedatangan Istri dan juga Daddy-nya.


"Honey..kau tidak apa-apa?, Brengsek.. apa yang dilakukan padamu..?!" Ucap Kirana sangat terkejut melihat beberapa bekas luka di wajah dan tubuh suaminya.


"Tenanglah honey..aku baik-baik saja, terimakasih kau sudah datang di saat yang tepat" jawab Alfaro


Kirana mengangguk lalu menerjang dan melawan lagi pasukan musuh yang kini sedang dihadapi oleh Aliando.


Alfaro melihat Vaden berlari dan masuk di sebuah ruangan, saat itulah ingatan akan kematian anak anak dan istri nya langsung terlintas di kepalanya.


"Dasar iblis...!" Ucap lirih Alfaro lalu segera mengejar keberadaan Vaden Fernandes.


BRAK


Satu kali hentakan tangan Alfaro mampu membuat pintu ruangan itu terbuka lebar, terlihat disana Vaden sangat terkejut melihat Alfaro dengan seringai yang mengerikan, sedangkan di sebelahnya terlihat sosok Viona dengan tangan terikat.


"Berani kau maju, aku akan menghancurkan kepalamu!" Teriak Vaden dengan mengarahkan senjata ke Alfaro.


Alfaro tersenyum sinis, kemudian dengan cepat mengibaskan tangannya hingga membuat Vaden terpelanting, senjata api yang di pegang oleh Vaden melesat tak tentu arah hingga kemudian..


BRUG..


Tergeletak tubuh bersimbah darah dengan lubang di kepalanya dan meregang nyawa.


Kita tunggu Episode selanjutnya..yuk lanjut VOTE, HADIAH, LIKE, dan KOMEN sebanyak-banyaknya, dan menangkan hadiahnya di akhir Episode.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2