SELEMBAR KERTAS

SELEMBAR KERTAS
Episode 145


__ADS_3

Kirana menatap sekejab Alfaro, lalu kemudian membenarkan duduknya kembali, sementara Zahra kemudian menjawab bahwa keberadaan Kirana tidak mengganggunya sama sekali, hingga kemudian dia menceritakan apa yang tengah terjadi antara Christopher dan Louise adalah salah paham karena dirinya.


Kirana menarik nafas panjang, mulai mengerti apa yang di maksud kan oleh suaminya, begitu juga dengan Alfaro yang baru Paham akan masalah yang di hadapi oleh Christopher dan Louise saat ini.


"Jadi rupanya begitu.. baiklah, saya rasa itu urusan mereka nona Zahra, dan saya tidak berhak untuk campur tangan kalau mereka tidak meminta bantuan" ucap Alfaro.


"Iya benar, tapi saya minta bantuan mu Alfaro, nanti tolong beri tahu Louise kalau masih belum bisa menerima penjelasan Christopher, bagaimana pun Chris sahabatku sekaligus aku anggap kakak ku, aku tidak ingin menyulitkannya" jawab Zahra.


"Baik, nanti biar aku bantu bicara dengan Louise kalau memang dibutuhkan, dan saya minta maaf, sekedar saran.. bersahabat dengan siapapun sah-sah saja, tapi sebaiknya tetap memperhatikan batasannya" sahut Kirana.


Zahra terkejut mendengar apa yang dikatakan Kirana, seolah dirinya merasa dituduh telah menjalani persahabatan dengan cara yang salah, "Maaf nona Kirana, apa maksud anda saya melakukan kesalahan bersikap dengan sahabat saya Christopher?"


Kirana tersenyum, kemudian menjawab dengan lemah lembut, "Hanya anda yang paling tau itu, bukankah seharusnya tidak terjadi kesalahpahaman seperti ini?" Sahut Kirana.


Tampak sekali raut kecewa dari wajah Zahra, hingga kemudian dirinya berdiri, "Sebaiknya saya pergi, dan urusan saya dengan anda sudah saya beri tahu, tentang bagaimana persahabatan ku, itu bukan urusan orang, tapi itu urusanku, bukan begitu Tuan Alfaro?" Ucap Zahra dengan tegas dan dingin.


Alfaro hanya tersenyum tanpa menjawab, dirinya tau kalau sampai di timpali dengan kata-kata, urusan akan bertambah panjang, apalagi dengan wajah emosi yang sangat terlihat dari Zahra saat ini.


*


Sementara itu, sebuah ruangan yang tak jauh dari sana, Dua orang tengah beradu mulut karena sebuah kesalahpahaman yang terjadi.


"Aku sudah jelaskan, tadi Zahra bercerita tentang perasaannya yang makin menyukai seseorang yang sudah menjadi milik orang, aku hanya simpati saja dan kasian..lalu dia memelukku begitu saja, sungguh Louise.. tidak ada perasaan apapun selain aku menganggap nya hanya saudara" ucap Christopher.


Louise masih duduk dan terdiam, hatinya benar-benar kacau hari ini karena sesuatu yang membuatnya capek dan berpikir keras, "okey aku menerima semua penjelasan mu, dan bisakah kau pulang sekarang, ini masih jam kerja dan aku tidak mau urusan pribadi ini mengganggu pekerjaanku" Jawab Louise.


"Jadi, kau tidak salah paham lagi kan?, Lalu apa jawabanmu atas permohonan ku kemarin, apa kau menerima_"


"Tidak sekarang.. beri aku waktu lebih untuk meyakinkan lagi hatiku, satu Minggu lagi aku akan menjawabnya, kalau kau keberatan.. anggap aku belum siap menjalin apapun dengan mu" sahut Louise.


"What..?!, Louise.. ayolah..aku sudah menjelaskan tidak ada apapun antara aku dan Zahra, kalau tidak percaya, aku akan memanggil Zahra biar menjelaskan semuanya, bagaimana?" Tanya Christopher.

__ADS_1


"Tidak usah Chris.. bukan soal kalian, aku hanya butuh waktu untuk memikirkan hal ini dengan tenang" jawab Louise kemudian.


Christopher terdiam, menatap lekat Louise yang berusaha menghindari pandangan mata dengannya, "baiklah..maafkan aku yang sudah buatmu ragu, Aku sangat mencintai mu Louise, aku harap kau bisa merasakan hal itu" ucap Christopher, lalu kemudian berlalu pergi.


Louise terdiam, mencoba berpikir keras akan perkataan Christopher Nolan, sungguh dirinya sebenarnya tidak tega dengan apa yang sudah dilakukan nya, namun keraguan yang datang dalam hatinya tidak bisa dia biarkan begitu saja, butuh kepastian dan keteguhan hati kembali setelah melihat apa yang sudah terjadi, itulah yang dirasakan Louise saat ini.


Christopher yang sudah keluar terkejut saat melihat Zahra menyusul dirinya dari belakang, "Chris..tunggu!" Ucap Zahra.


"Zahra, sedang apa kau di sini?" Sahut Christopher yang sudah menghentikan langkahnya.


"Aku menyusul mu tadi, sekalian ada yang ingin aku bicarakan soal bisnis dengan Tuan Alfaro" alasan Zahra, "Bagaimana..apa Louise bisa menerima semua penjelasan mu?" Tanya Zahra.


"Hem.. sudah lah, itu urusanku, aku pergi duluan ya, bukankah kau akan pergi ke perusahaan?" Ucap Christopher.


"Aku_"


"Ra..aku mohon, seperti yang aku bilang padamu, jangan terlalu dekat dengan Alfaro, dia sudah menjadi suami orang, kau bisa terluka lebih dalam kalau terus melakukan hal itu, apapun yang terjadi dengan mereka, aku peringatkan padamu...jangan pernah memimpikan kau memiliki Alfaro.. jangan pernah, mengerti?!" Ucap Christopher dengan serius.


"Aku tidak bisa membohongimu bukan?" Ucap lirih Zahra sambil kemudian menunduk.


"Ya Tuhan.. sadarlah Zahra, jangan gunakan keras kepala mu dalam hal ini, aku tidak bisa membantu mu lagi, hentikan..pergi..dan jangan menemui Alfaro lagi.. lakukan hal itu, akan sakit awalnya..tapi itu akan menyelamatkanmu selamanya" ucap Christopher lalu berjalan masuk kedalam mobilnya.


"Aku usahakan Chris, tapi aku tidak yakin bisa" ucap Zahra.


"Pasti bisa, kau wanita yang kuat, lakukan.. aku pergi dulu, kembalilah ke perusahaan, salam untuk Daddy mu!" Sahut Christopher dan segera melajukan mobilnya.


Tanpa Zahra ketahui, apa yang mereka bicarakan rupanya terekam oleh Cctv, Kirana terdiam saat melihat semuanya, maksud hati hanya ingin melihat apa yang terjadi dengan Christopher dan Louise, ternyata malah mendapatkan kenyataan yang lain.


"Kau sudah tau sendiri kan honey?" Ucap Alfaro menatap kearah istrinya.


Kirana hanya mengangguk, merasa kan salah juga karena sedikit banyak ikut andil dalam perasaan yang timbul pada diri Zahra, "Aku akan bicara dari hati ke hati padanya honey, kasihan Zahra" ucap Kirana.

__ADS_1


"Silahkan..tapi ingat, harus berhati-hati honey, kita tidak tau apa yang ada dalam hati seorang Zahra selajutnya"


"Aku mengerti, tapi aku harus mencoba meluruskan semuanya, anggap ini untuk menebus kesalahanku karena pernah salah punya niat untuk menyatukan kalian tanpa berpikir panjang"


"Sudahlah..aku tidak pernah menyalahkan mu honey, aku tau..apa yang kau lakukan sebenarnya hanya untuk kebahagiaan ku" ucap Alfaro lalu memeluk istrinya dengan erat.


Kemudian Kirana segera mengambil handphone dan menghubungi Zahra untuk membuat janji temu keesokan hari, Zahra menyetujui dan memberikan waktunya sekalian untuk makan malam.


"Alhamdulillah.. Zahra bersedia bertemu degan ku honey, besok malam aku akan bicara baik-baik padanya, semoga masalah ini akan segera selesai" ucap Kirana dengan mata yang berbinar, berharap semua masalah dengan Zahra akan selesai dengan benar.


"Aamiin.." sahut Alfaro sambil tersenyum dan mengecup kening istrinya.


Hingga mereka dikejutkan dengan suara pintu yang diketuk oleh Sekretaris nya yang tak lain adalah Louise.


"Maaf..apa saya mengganggu?, Ada jadwal pekerjaan yang harus saya bacakan Hari ini Tuan Alfaro, saya takut anda lupa" ucapnya.


Alfaro mengangguk dan menyuruh Louise untuk masuk, lalu kemudian Kirana segera pamit untuk kembali pulang ke agensi NAHA untuk melanjutkan pekerjaannya.


"Aku percayakan suamiku padamu Louise" ucap Kirana.


"Tentu saja Kirana, jangan khawatir, hati-hati dijalan ya" ucap Zahra sambil tersenyum.


Kedua wanita itu berpelukan sekejab, sebelum akhirnya Kirana benar-benar menghilang dari pandangan.


"Apa kau baik-baik saja Louise?" Tanya Alfaro.


"Tentu saja Tuan, jangan khawatir" jawab Louise dengan senyum nya.


"Bagus.." sahut Alfaro lalu segera pergi untuk melakukan pertemuan bisnis dengan beberapa koleganya, sedangkan Louise sudah siap mengikuti langkahnya dengan semua file lengkap yang sudah di bawanya.


jangan lupa VOTE, HADIAH LIKE dan KOMEN.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2