SELEMBAR KERTAS

SELEMBAR KERTAS
Episode 164


__ADS_3

"Baiklah.. lepaskan mereka dan bawa aku sebagai gantinya" ucap Kirana pada akhirnya.


Hani dan Louise sangat terkejut, keduanya berteriak tidak rela membiarkan hal itu terjadi, detik berikutnya mereka terhempas masuk kesebuah ruangan kosong dan terkunci, teriakan keduanya pun tidak ada gunanya.


Sementara Alfaro dan yang lainya begitu cemas karena terhalang jalanan yang kebetulan sangat ramai dengan hati yang sangat cemas.


"Aku tidak bisa lagi menghubungi mereka" ucap Ronan panik.


"Aku juga tidak bisa menghubungi Louise" sahut Christopher.


Alfaro masih terdiam dan terus berusaha menghubungi istrinya, namun hasilnya juga sama, kini dia bisa merasakan ada yang tidak baik-baik saja sedang terjadi.


"Tidak bisakah lebih cepat lagi?" Ucap Alfaro berusaha menahan rasa cemasnya.


"Hampir tiba Tuan" jawab sang pengawal.


"Honey, tunggu sebentar lagi, tolong jaga dirimu" batin Alfaro masih terdiam dan terus mencoba menghubungi Kirana.


Mobil berhenti dan ketiganya segera melesat masuk, rupanya Rumah Sakit itu nampak ramai di ruangan yang tengah dituju, beberapa polisi dan petugas keamanan yang sudah berada disana.


Alfaro nampak terkejut, Ronan segera berlari memeluk istrinya yang tengah menangis memberikan keterangan, begitu juga Christopher yang segera menghampiri Louis yang tengah terisak memberikan kesaksian.


Sementara Alfaro dibuat kebingungan saat tidak melihat sosok istrinya di manapun. Hingga pengurus Rumah Sakit menghampirinya dan memberitahukan keadaan yang sebenarnya.


Rupanya saksi kunci satu-satunya dan juga Kirana telah lenyap di bawa oleh seseorang, semua didapatkan dari keterangan Hani dan Louise. Tubuh Alfaro terasa sangat lemas, berusaha menarik nafas untuk menenangkan dirinya.


"Astaghfirullah.. Honey.." ucap lirih Alfaro berusaha untuk menata hatinya.


Tentu saja kecemasan Alfaro berlipat-lipat karena kondisi Kirana yang tengah mengandung calon penerusnya, kondisi dimana Kirana masih dalam keadaan lemah tentunya.


"Maaf Tuan, kami tidak bisa menolong Kirana" terdengar suara dari Louis dengan isak tangisnya.


"Aku tau, kalian juga tidak mungkin bisa menolong Kirana, apa kekuatan orang itu begitu dahsyat?" Tanya Alfaro, baik Hani maupun Louise mengangguk hampir bersamaan.


"Sudah aku duga, jadi mereka membawa Hendri dan juga Kirana" gumam Alfaro.


Disaat semua sedang berpikir keras, tiba-tiba datang Aliando bersama satu orang pengawal khusus yang amat di kenal oleh Alfaro.


"Daddy..?"


"Kalian semua ikut aku!" Ucap Aliando dengan wajah yang sangat serius.


Saat semuanya tiba di lorong tempat parkir, Aliando dan pengawal itu berhenti.

__ADS_1


"Bagaimana bisa pengawal khusus Edward berada dengan Dady?" tanya Alfaro heran.


"Edward selama ini sengaja menempatkan orang-orang pilihannya untuk menjaga kita, Terutama kau dan juga Kirana" jawab Aliando.


"Dan kami sudah menemukan dimana nyonya Kirana berada Tuan, sebaiknya kita segera kesana" ucap pimpinan pengawal khusus Edward.


Alfaro dan yang lainnya meluncur ke lokasi yang dimaksud, didalam perjalanan semuanya berdoa akan keselamatan Kirana dan juga saksi kunci yang tengah di sandra.


Hingga akhirnya sampai juga disebuah tempat yang tepatnya berada di tengah hutan dan berada jauh dari penduduk desa, strategi telah disusun dengan rapi oleh pengawal khusus Edward, setelah mengantarkan Hani dan Louise di tempat yang aman, Christopher dan juga Ronan menyusul untuk bergabung.


Mereka sudah berhasil masuk, Alfaro sengaja menampakkan diri untuk memancing orang-orang yang ada disana, dan benar seperti yang diperkirakan, tempat itu ternyata tidak se sunyi yang nampak dimata. Kini semuanya bermunculan untuk menghadapi tamu yang tidak terduga.


"Wow..aku tidak menyangka kau cepat juga menemukan kami, apa kabar tuan Alfaro, tentu kau masih mengingatku bukan?" Ucap seseorang yang masih diingat dengan baik oleh Alfaro.


"Baji-ngan..rupanya kau yang sudah menculik istriku ha..!" Sahut Alfaro nampak menahan emosi nya.


"Maksud mu Wanita yang bernama Kirana itu istrimu?" Sahut laki-laki itu dengan senyum memuakkan.


"Berani kau menyentuhnya, kau akan menyesal" ucap Alfaro dengan tatapan tajam dan dingin.


"Hahaha..!" Berani sekali kau mengancam ku sedangkan nyawa wanita mu ada dalam genggaman ku, ingat itu..!" Teriaknya lantang.


Alfaro segera menyerang dengan kekuatannya, tidak mengulur waktu lagi dia melakukan gerakan untuk segera melakukan aksi yang sudah direncanakan. Musuhnya sangat terkejut, kekuatan Alfaro yang begitu dahsyat tiba-tiba saja menyerangnya tidak disangka.


Tanpa disadari Aliando tengah bergerak untuk mencari keberadaan Kirana, dan akhirnya telah menemukannya disebuah ruangan yang digunakan untuk menyekap menantunya. Aliando segera bersiap mengeluarkan tenaga dalam untuk mendobrak pintu ruangan itu.


"Tunggu Tuan..jagan menimbulkan keributan sebelum kita benar-benar bisa menyelamatkan nyonya Kirana dan juga Saksi" ucap ketua pengawal Edward yang tengah mendampingi.


"Lalu, apa yang harus kita lakukan?"


Dengan cepat pengawal itu pun mengeluarkan sesuatu dan merusak kunci ruangan untuk bisa membuka pintu itu dengan aman, tidak menunggu lama usahanya berhasil, pintu terbuka dan mendapati Kirana tengah terbaring lemah diatas tempat tidur.


Sontak Aliando berlari masuk dan sangat terkejut melihat keadaan menantunya.


"Kirana.. sayang..?" Ucap Aliando sambil memegang tangan Kirana.


"Daddy..?" Ucap lirih Kirana ditengah keterkejutan nya.


"Sstt..jangan bergerak, tubuhmu lemah, Daddy tau kau tengah terluka"


Kirana mengangguk dan tersenyum, hatinya merasa tenang saat menyadari pertolongan rupanya telah datang, dan berikutnya Aliando segera memapah Kirana dikawal oleh beberapa pengawal khusus milik Edward, hingg akhirnya berhasil berada dalam tempat yang aman.


"Apa kau tau dimana orang yang akan menjadi saksi di tempat kan?" Tanya Aliando perlahan.

__ADS_1


"Aku kurang paham Dad, yang jelas dia ada di tempat ini bersamaku, tapi tidak tu dia ada di mana" jawab Kirana.


Aliando menoleh sekejab ke pengawal yang ada di dekatnya, dengan kode mata dan anggukan pengawal itu pun segera pergi untuk menyisir tempat itu guna menemukan saksi yang dilindungi.


"Dad, Alfaro_?" Tanya Kirana tampak mulai cemas.


"Tenang, dia akan membuat perhitungan dengan semua ini, dia ada di dalam bersama dengan yang lain, tunggu di sini..Aku akan menyusul suamimu" jawab Aliando yang kemudian segera melesat pergi dengan meninggalkan empat orang pengawal khusus untuk menjaga menantunya.


Kali ini Aliando masuk tanpa menyembunyikan diri, lebih tepatnya dia melakukan serangan langsung dan sangat terlihat bersama dengan pengawal yang sudah bersiap, seketika kondisi langsung dibawah kekuasan Aliando dan juga Alfaro.


Nyali para musuhnya semakin menciut karena mereka tau siapa dan apa yang tengah dihadapi sekarang ini.


"Jadi dia orang yang mempunyai kekuatan dahsyat itu?" Tanya Aliando saat mereka ada kesempatan untuk bicara di tengah pertarungan.


"Iya Dad, biar aku yang mengatasi, Daddy bisa kan membantuku menemukan Istri ku?"


"Dia sudah aman, sebaiknya kau keluar dan segera ke sana, biar disini aku yang tangani" sahut Aliando.


Alfaro berniat melesat pergi, namun rupanya satu musuhnya yang mempunyai kekuatan dahsyat tidak rela hingga menyerang dengan kekutan penuhnya, beruntung Alfaro menyadari akan hal itu, dengan cepat menghantam kekuatan lawan dengan kekutan tenaga dalamnya yang tidak kalah dahsyat.


"Kau benar-benar cari mati..!" Teriak Alfaro, dan berikutnya menyerang dengan sangat cepat.


Hingga akhirnya terdengar gelegar dua kekuatan beradu, dan suara teriakan yang cukup keras.


"Akh..!!"


Bug


Dan terlihat musuhnya kini terpental, tubuhnya menghantam tiang besi yang berukuran cukup besar, dan muntahan darah segar keluar dari mulutnya.


"Pergilah Faro, dia urusanku" ucap Aliando mencegah Alfaro dengan emosi mengeluarkan kekuatannya untuk menyerang musuhnya yang sudah tidak berdaya.


Alfaro segera melesat pergi dengan kekuatan tenaga dalamnya hingga terlihat seperti terbang dengan cepat keluar dari tempat itu.


"Honey.. bagaimana keadaan mu?" Tanya Alfaro cemas melihat Istrinya terduduk sambil memegangi perutnya.


"Aku baik, hanya perutku mulai tidak nyaman, kadang nyeri kadang enggak" jawab Kirana yang kini menyandarkan kepalanya ke dada suaminya.


"Kita pergi ke Rumah Sakit sekarang juga" jawab Alfaro lalu mengangkat tubuh istrinya, masuk ke dalam mobil dan melesat pergi dengan cepat.


Jangan lupa VOTE, HADIAH, LIKE, dan KOMENnya..Terimakasih..


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2