SELEMBAR KERTAS

SELEMBAR KERTAS
Episode 158


__ADS_3

Harry Milton terdiam sesaat, kemudian merebahkan punggungnya di sandaran kursi yang ditempati, menatap dengan serius Alfaro yang menunggu jawabannya.


"Menurut anda, apa yang bisa kita lakukan saat ini selain kalian harus meresmikan hubungan, walaupun itu hanya untuk sesaat, setidaknya sampai semua ini mereda, bukankah laki-laki dengan lebih dari satu istri itu masih wajar-wajar saja?" Ucap Harry dengan entengnya.


Alfaro terdiam, perlahan tangannya mengendorkan ikatan dasi di lehernya, dirinya sungguh tidak menyangka bahwa seorang Harry Milton bisa segampang itu mengatakan.


"Jadi..dengan kata lain, anda merelakan Anak anda jatuh ke dalam permainan sebuah hubungan dan pernikahan?" Jawab Alfaro dengan tatapan tajamnya.


"Maksud mu?" Tanya Harry Milton tegas.


"Anda tentu tau, perasaan dan cinta saya hanya untuk satu wanita yaitu istri saya, dan seandainya jalan keluar dari masalah ini adalah dengan menikahi anak anda, berarti anda siap melihat penderitaan di wajah putri anda bukan?" Ucap Alfaro dengan senyuman sinis nya.


"Apa maksudmu..kau_!" ucap Harry terkejut dan mulai emosi


"Anda sendiri yang bilang kalau hal itu hanya sesaat dan untuk meredam masalah ini, asal anda tau, saya tidak mungkin dan tidak akan pernah mengkhianati istri saya, jadi..saran anda sangat lucu bagiku" sahut Alfaro.


"Jangan kurang ajar Alfaro Rich Eagle!" Ucap Harry dengan emosi.


"Saya hanya berbicara fakta dan mengikuti alur anda tuan Harry Milton" sahut Alfaro dengan tenang.


"Kau tau dengan siapa kau berbicara bukan.. ingat.. perusahaan mu juga tergantung dengan kerjasama perusahaan ku, kau tentu tau kalau aku sampai mencabut semua kerjasama itu, maka.."


"Tidak perlu anda teruskan.. kontrak kerjasama kita juga ada perjanjian dan hukum yang berlaku..jangan lupa itu tuan Harry" sahut Alfaro dengan lugas.


"Kau berani mengancam ku?!" Ucap Harry dengan keras.


"Saya hanya mengingatkan" sahut Alfaro masih mengontrol emosinya.


"Baik..lalu apa mau mu?!" Ucap Harry dengan penuh emosi.


Alfaro masih duduk dengan tenang, menggerakkan tangannya untuk mengambil sesuatu, dan segera memberikan beberapa foto, sontak Harry terkejut dengan apa yang dilihatnya, Alfaro melihat perubahan ekspresi wajah Harry walaupun hanya sekejab dan segera ditutupi.


"Apa ini?" Ucap harry berusaha untuk tenang.


"Itu foto beberapa orang yang akan memberikan kesaksian akan kejadian dimana ke salah pahaman antara saya dan anak anda terjadi, dan mereka akan memberikan kesaksian di depan publik sebentar lagi..sayangnya mereka masih belum mau menyebutkan siapa yang menyuruh mereka, tapi saya yakin..sebentar lagi kebenaran akan terkuak" jawab Alfaro.


Harry terlihat sedikit gelisah, Alfaro yang melihat itu tersenyum tipis, "Sebentar lagi kau kau akan menerima semua perbuatan mu Harry Milton" batin Alfaro yang masih memperhatikan.


"Lakukan saja apa yang kau rencanakan, jadi kau menolak untuk meresmikan hubungan dengan Anakku?" Tanya Harry.

__ADS_1


"Maaf tuan Harry, saya rasa anda sudah tau jawabannya, jangan khawatir..saya akan bertanggung jawab menyelesaikan masalah ini tanpa melukai harga diri anak anda" Jawab Alfaro.


"Aku harap begitu, dan saya rasa tidak ada yang perlu dibicarakan lagi, aku pergi dulu" sahut Harry segera berdiri dan berlalu begitu saja.


Ada rasa tidak enak di hati Alfaro, selain itu dia bisa lebih memastikan lagi apa yang di curigai nya selama ini, " Bagus..dari sini semakin jelas, Kau akan menuai semua yang kau taman tuan Harry Milton " batin Alfaro.


Nampak senyuman aneh dengan sorotan mata yang tajam dari pengawal Harry yang sempat tertangkap mata Alfaro, selain itu Alfaro juga merasakan ada yang tidak biasa dari pengawal yang sejak awal setia berada di belakang Harry Milton sambil terdiam memperhatikan nya.


Sampai didalam mobil, Harry masuk dengan membanting pintu cukup keras, tak lama salah seorang pengawalnya masuk lalu bertanya, "apa ada yang bisa saya lakukan tuan?"


"Ada, aku ingin kau memberi pelajaran pada laki-laki yang sudah kurang ajar padaku, kau tentu tau bukan, sekalian kau bisa mengukur sejauh mana kemampuanmu untuk menghadapinya" jawab Harry Milton dengan senyuman liciknya.


"Baik, saya akan memisahkan diri dengan anda" ucap sang pengawal lalu segera turun dan naik di mobil yang lain.


Harry memperhatikan sejenak, lalu kemudian memberikan perintah untuk segera melajukan mobilnya pulang menuju Mansion.


Begitu juga dengan Alfaro, mobilnya melaju tenang menuju kediamannya, dan saat baru saja melewati sebuah belokan yang sepi, tiba-tiba saja dia di kejutkan dengan kedatangan sebuah mobil yang menyalip dan menghadang jalannya.


Sontak mobil Alfaro langsung mengerem dan menepi, Supir dan pengawal alfaro yang ada di depan sampai di buat gelagapan saat menghentikan mobilnya secara mendadak.


"Ada apa?" Tanya Alfaro terkejut.


"Kalian kenal?"


"Tidak tuan, mereka memakai cadar" jawabnya lagi. Lalu kedua pengawal Alfaro langsung turun untuk bertindak, sementara Alfaro masih terdiam di dalam mobil sambil memperhatikan.


Rupanya apa yang di khawatirkan Alfaro terjadi, satu orang yang memakai cadar menyerang pengawalnya dengan brutal hingga terpelanting ke belakang, sesaat Alfaro bisa melihat ada tenaga dalam yang digunakan saat terjadi perkelahian.


Dengan gerakan cepat Alfaro keluar dari mobil dan langsung melompat saat melihat kedua pengawalnya kembali terpental mundur mendapat serangan lawan.


"Kalian tidak apa-apa?" Tanya Alfaro saat berada di belakang kedua pengawal sambil menahan tubuh mereka.


"Kami tidak apa-apa tuan, maaf.." ucap salah satu dari mereka dan tengah memegangi dadanya yang terasa nyeri.


"Hem..orang ini memiliki tenaga dalam" ucap Alfaro, lalu kemudian segera melangkah maju ke arah lawan.


"Apa yang kau inginkan?" Tanya Alfaro datar.


"Kau..!" Jawabnya.

__ADS_1


Alfaro tersenyum sinis tanpa memutuskan tatapan tajamnya. "Aku peringatkan, sebaiknya jangan membuat masalah denganku, aku tidak punya urusan dengan mu" sahut Alfaro.


Namun yang terjadi, laki-laki bercadar itu langsung menerjang Alfaro dengan cepat dan tiba-tiba, Alfaro yang sudah siaga sebelumnya dengan sigap langsung melompat untuk menghindar.


Satu serangan dengan mudah mampu di tangkis oleh tangan Alfaro, disaat itulah Alfaro bisa merasakan ada kekuatan tenaga dalam yang digunakan oleh musuhnya untuk menghantam dirinya, Alfaro mundur satu jengkal untuk menyiapkan tenaga dalamnya.


Seringai iblis dari musuhnya dapat dia lihat,


"Rupanya kau menginginkan pertarungan dengan tenaga dalam, baiklah..akan aku ladeni" batin Alfaro.


Kini sang musuh kembali beraksi, dari kedua tangannya mengeluarkan bola api walaupun tak seberapa besar, lalu dengan kekuatannya, melompat menyerang kembali Alfaro, kibasan tangan Alfaro menghadang dengan cepat hingga membuat serangan itu melesat jauh dari dirinya.


Tak hanya disitu, tendangan kakinya kini kembali siap menghantam tubuh Alfaro yang masih belum kembali berdiri dengan normal setelah menghadapinya, "Kali ini kau akan mati..!" Teriaknya.


Alfaro terkejut, dengan cepat tubuhnya melayang mundur, "Tidak akan semudah itu.." ucap Alfaro tersenyum tipis dan menghadang serangannya.


Benturan hebat terjadi antara keduanya, tenaga dalam yang mereka keluarkan memberikan efek luar biasa saat kekuatannya saling beradu, terdengar teriakan dari kedua pengawal Alfaro."Tuan..!"


Dan tak lama kemudian, Alfaro rupanya terlihat masih berdiri di atas kap mobilnya, sedangkan musuhnya terseret mundur beberapa jengkal dari tempatnya.


"Sialan..rupanya tenaga dalam seorang Alfaro tidak bisa aku anggap remeh..bahkan aku masih belum bisa mengukurnya sampai sekarang, aku harus berhati-hati" batin laki-laki bertopeng dan tengah mengatur nafasnya yang terengah-engah.


Sementara itu, Alfaro dengan tenang berusaha untuk tetap waspada dengan musuh yang ada didepannya. "Rupanya dia masih mampu bertahan, dan kekuatanku yang tadi masih bisa dia atasi walaupun berhasil memukul mundur sedikit" batin Alfaro.


"Tuan..kita akan ikut menghadapinya!" Ucap salah satu pengawalnya.


"Jangan ikut campur..orang ini bukan lawan kalian" ucap Alfaro memperingatkan, lalu kedua pengawalnya kembali ke tempatnya.


Kali ini Alfaro yang gantian menyerang, baginya sudah tidak ada waktu lagi dan harus menyudahi pertarungan ini saat mengingat kondisi istrinya yang masih harus dia jaga.


Dengan cepat melesat dengan pukulan dan tendangan yang begitu kuat, sang lawan yang tidak menyangka akan sedahsyat itu kekutan Alfaro, berusaha menghindar dan menahan serangan. Dan akhirnya satu pukulan tenaga dalam berhasil mengguncang tubuhnya hingga terpental ke belakang.


"Katakan siapa yang menyuruhmu, dan aku akan melepaskan mu..!" Teriak Alfaro saat melihat musuhnya terlihat memegangi dadanya menahan nyeri karena pukulannya.


Orang itu masih terdiam sambil mengatur nafasnya, lalu dengan tiba-tiba mengeluarkan bola api kembali dan kali lebih besar lagi, begitu cepat bola api itu melesat ke arah Alfaro..hingga ledakannya begitu dahsyat.


Jangan lupa VOTE, HADIAH, LIKE, dan KOMENnya..


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2