SELEMBAR KERTAS

SELEMBAR KERTAS
Episode 159


__ADS_3

Kedua pengawal Alfaro berlari mendekati tempat sang majikannya berada, dengan raut wajah cemas takut akan sesuatu hal buruk yang kemungkinan bisa terjadi.


Namun sosok bayangan berjalan keluar dari kepulan asap dengan langkah yang tenang.


"Tuan..!" Teriak mereka.


"Tenanglah..aku tidak apa-apa" sahut Alfaro yang kemudian terdiam mengamati keadaan dimana mulai nampak lawannya yang juga tengah berdiri dengan mengatur nafasnya.


Alfaro menyiapkan dirinya kembali, kali ini saatnya dia yang melakukan serangan balik, namun suara tembakan dahsyat tiba-tiba saja memberondong, sontak kedua pengawal berusaha maju dan melindungi Alfaro, beberapa mobil berdatangan dengan membawa senjata yang canggih.


"Tuan apa yang harus kita lakukan?" Teriak salah satu pengawal Alfaro.


"Kita harus menghindar dengan pergi ke tempat keramaian, aku akan membuka jalan dengan perlindungan kekuatan ku..!" Perintah Alfaro yang kemudian ikut berlari masuk ke dalam mobil.


Dan dengan kekuatan tenaga dalamnya Alfaro menghempaskan beberapa peluru dan meriam yang berusaha di hujam kan ke mobilnya, tak lama pun mobil Alfaro berhasil menembus keramaian.


Hingga akhirnya beberapa mobil yang mengejarnya tidak bisa berbuat apapun ditengah pusat keramaian kota Paris, bahkan tidak nampak mereka mengikuti keberadaan Alfaro lagi.


"Tuan kita berhasil"


"Hem, apa pengawal yang lainya menuju kemari?" Tanya Alfaro.


"Iya tuan, itu mereka tiba" ucap salah satu pengawalnya.


Nampak beberapa mobil pengawal Alfaro mendekat, tentu saja dengan membawa peralatan senjata canggih di dalamnya, hingga kemudian mereka bergabung dan mengawal dengan ketat mobil yang tumpangi oleh Alfaro Rich Eagle.


"Saya rasa kita dalam keadaan aman tuan"


"Aku tau, mereka akan berpikir dua kali untuk mendekatiku saat ini, mengingat keadaan kita kini sudah seimbang" sahut Alfaro.


Mobil Alfaro melesat dengan cepat menuju ke Mansion dengan pengawalan yang kuat, bahkan penjagaan di sekitar Mansion juga di perketat mengingat kejadian yang dialami oleh Alfaro.


Sampai didalam kamar Alfaro melihat istrinya sedang tertidur nyenyak, dilihatnya waktu yang ada di jam tangannya, "Rupanya sudah jam 8 malam" gumam Alfaro lirih sambil membenarkan selimut Kirana lalu mencium kening istrinya dengan lembut, perlahan menjauh masuk ke dalam kamar mandi.


"Honey..?" Ucap Kirana.


Alfaro sedikit terkejut saat sang istri memanggilnya, lalu membalikkan badannya dan tersenyum. "Maaf membuat mu terbangun honey" ucap Alfaro.


"Baru sampai rumah?" Tanya Kirana sambil merubah posisi menjadi duduk di sandaran tempat tidur.

__ADS_1


"Hem..aku bersihkan diri dulu ya" sahut Alfaro.


Kiran tersenyum dan mengangguk, Alfaro segera masuk kedalam dan membersihkan tubuhnya, Kirana mengernyit kan alisnya saat sekilas melihat noda yang lumayan kotor di baju suaminya, kemudian berjalan mendekat dan melihat dengan seksama, "Apa ini?, mungkin kah Alfaro habis berkelahi, tapi kenapa, dengan siapa?" Batin Kirana makin resah.


Dan tak lama kemudian Alfaro keluar dari kamar mandi, "honey..apa yang kamu lakukan?"


"Ini apa?" Tanya Kirana sambil menunjukkan baju kotor Alfaro.


"Oh itu..aku tadi tidak sengaja terkena cipratan air di jalan" jawab Alfaro berusaha menutupi apa yang sebenarnya terjadi.


Kirana masih terdiam, menunggu suaminya berganti pakaian, lalu kemudian duduk mendekat ke Alfaro yang sudah memegang handphone di sofa dekat tempat tidur.


"Honey.. ?" Ucap Kirana.


"Iya..ada apa Hem?" Sahut Alfaro.


"Apa kau tega membohongi ku dan anakmu ini?"


Alfaro terdiam, menghentikan gerakan jarinya, lalu meletakkan handphonenya di atas meja, "Maaf.. aku tidak bermaksud begitu" ucap Alfaro lalu memeluk Kirana dengan erat.


"Baik akan ku ceritakan yang terjadi sebenarnya..tapi jangan ikut panik yang berlebihan ya?" Ucap Alfaro lagi, setelah itu cerita mengalir dari mulut Alfaro, dan Kirana juga terkejut saat tu apa yang telah terjadi dengan Suaminya.


"Hem, tentu saja..sudah jangan khawatir, aku pasti bisa jaga diri dengan baik, ayok kita tidur, harus banyak istirahat dulu" ucap Alfaro.


"Ahh!" Teriak Kirana saat tiba-tiba saja Alfaro sudah mengangkatnya.


Alfaro tertawa, lalu menci-umi muka istrinya sampai di atas tempat tidur, seiring di rebahkan nya tubuh istrinya, ciu-man Alfaro berubah begitu menuntut, Kirana yang tiba-tiba saja sangat merindukan suaminya tentu saja menyambutnya.


Alfaro menyentuh bagian tubuh sen-sitif istrinya dengan perlahan, membelainya dan menci-um lembut, entah kenapa sentuhan dari Alfaro membuat Kirana kali ini begitu menggelora, mungkin dikarenakan efek hormon kehamilan yang ada ditubuhnya.


"Engh.. honey" rin-tih Kirana menikmati setiap sentuhan yang memabukkan baginya.


Alfaro tersenyum dan kembali melu-mat bibir istrinya, dan saat dirasakan penyatuan siap dilakukan, Alfaro teringat akan keadaan Istrinya," Honey..tidak apa-apa kita melakukannya?" Tanya Alfaro.


"Gak apa-apa honey..cepet, pelan saja..aku sudah..emmh.." Kirana sedikit tersentak saat Alfaro tiba-tiba saja membungkam dengan ci-uman yang begitu panas.


Kedua mata terpejam saat sesuatu yang keras dengan pelan memasukinya, desa-han perlahan lolos dari mulutnya hingga sesaat kemudian Kirana di buat melayang oleh suaminya.


Keringat membanjiri tubuh keduanya, Alfaro mengatur nafas sambil merebahkan tubuhnya di samping sang istri setelah mencium kening dan bibirnya.

__ADS_1


"Honey?..are you okay?" Tanya Alfaro sedikit was-was.


"Aku dan anakmu baik-baik saja honey, jangan khawatir" jawab Kirana sambil tersenyum.


Alfaro memiringkan tubuhnya, memeluk posesif sang istri dan berbuat sedikit rusuh membuat Kirana merasa geli sendiri.


"Honey..tangan kamu..!" Teriak Kirana saat Alfaro dengan sengaja meloloskan tangannya ke bawah menyentuh barang berharga miliknya.


"Ternyata ibu Hamil rasanya enak sekali" ucap lirih Alfaro sengaja menggoda.


Kirana melotot kan matanya, Alfaro tertawa puas menggoda lalu menggendong Kirana untuk di bawa mandi bersama sebelum akhirnya benar-benar beristirahat dengan nyaman.


Sementara itu, di tempat yang lain, nampak seorang laki-laki panik dan segera duduk menghubungi seseorang lewat ponselnya.


"Aku tidak mau tau..secepat mungkin kau temukan orang-orang ku yang tertangkap oleh Alfaro dan pastikan mereka tidak sampai buka mulut..kalau perlu kau bisa menghabisi mereka!" Teriak Harry Milton.


Diletakkan kembali handphone nya, lalu menatap ke depan dengan tajam, "Breng-sek.. kali ini aku tidak boleh gagal, jangan sampai mereka buka mulut" batin Harry Milton.


Dan perintah sang bos segera dilaksanakan oleh beberapa anak buahnya, malam itu juga mereka bekerja untuk mencari jejak beberapa orang yang di khawatirkan akan membocorkan rahasia, hingga kemudian mereka berhasil menangkap ketiga orang yang di buru nya.


Ketiganya kini telah di seret ke sebuah gudang yang telah disiapkan, satu persatu memohon ampun akan nyawanya, mereka bersumpah tidak membocorkan rahasia yang disimpan rapat tentang rencana Harry Milton.


Namun perintah majikan adalah segalanya, hingga kemudian rencana melenyapkan ketiga nya segera dilakukan.


Rupanya terjadi sebuah insiden di luar kendali mereka, dimana ketiganya berhasil kabur dari gudang dan terjadi aksi saling kejar dan suara tembakan di dalam hutan yang ada di sekitar gudang.


Satu tembakan tepat mengenai kepala salah satu dari ketiga orang yang berusaha melarikan diri, dan tak lama kemudian disusul dengan suara jeritan dari salah satunya lagi yang terkena tembak di kakinya, hingga kemudian satu suara tembakan membuatnya bungkam untuk selama nya.


Tinggal satu orang yang terus berlari tanpa henti, berharap lolos dari maut yang sudah menghampiri kedua temannya yang sudah tidak bernyawa. Suara derap kaki beberapa orang terus terdengar mengejarnya hingga kemudian tiba akhirnya di sebuah jalan yang sepi.


Dengan terus berlari orang itu berhasil melompat di bak pick up yang kebetulan melintas, sedikit tenang bisa dia rasakan saat tubuhnya berhasil melesat pergi bersama mobil yang di tumpangi nya.


"Syukurlah..aku bisa menghindar untuk sementara" batin orang itu.


Sementara beberapa orang yang mengejarnya di buat kesal saat melihat buruannya naik ke dalam sebuah pick up, "bawa mobil kita ke sini, kita kejar dia sampai dapat!" Teriak salah satu pemimpin mereka.


Jangan lupa VOTE HADIAH LIKE dan KOMENnya.. Terimakasih.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2