SELEMBAR KERTAS

SELEMBAR KERTAS
Episode 117


__ADS_3

Persiapan resepsi semakin dekat, Alfaro duduk termenung menikmati malam sambil terus memikirkan keberadaan Kirana istrinya, setetes air mata tak terasa membasahi pipinya.


"Aku tau kamu sangat bersedih saat ini Faro, Daddy minta maaf tidak bisa menjadikan keadaan lebih baik" ucap lirih Aliando yang kini perlahan duduk di kursi sebelah Alfaro.


"Dad.." ucap lirih Alfaro. "Kenapa ini harus terjadi dengan Kirana, kenapa tidak aku saja, dia wanita yang sangat baik Dad, tidak seharusnya dia yang menderita" ucap Alfaro seperti sedang protes dengan apa yang terjadi dan air mata itu lebih banyak tertumpah.


"Percayalah dengan takdir Allah, dia yang mengatur segalanya dengan maksud yang pasti akan baik bagi umatnya" ucap Aliando.


Lalu kemudian Alfaro menunduk dan beristighfar, memohon ampun akan kesilapan yang mungkin sudah dilakukan dan memenuhi isi kepalanya dengan semua kejadian yang menimpanya saat ini.


Sementara itu, Alena dan ketiga anak kembarnya tengah berlatih bela diri di belakang mansion, untuk menajamkan kewaspadaan yang sengaja Alena lakukan karena dia bisa merasakan akan ada bahaya yang cukup besar, yang mungkin akan segera datang.


Alena bergerak cepat menyerang ketiga anaknya, kali ini dia melawan tiga kekuatan yang berasal dari darah dagingnya sendiri, rupanya Ketiga anaknya masih sempat keteteran saat serangan Alena bertubi-tubi menghantam mereka, hingga akhirnya Kaisar turun tangan membantu melawan Alena.


"Bagus..ini akan semakin Ramai.." ucap Alena tersenyum saat melihat Kaisar sudah berdiri di depannya bersama dengan ketiga anak kembarnya.


"Jangan tersenyum di depanku Al, kau bisa menghilangkan konsentrasi ku, dasar..!" Ucap Kaisar kesal.


Sementara ketiga anak kembar itu tertawa melihat bagaiman kecantikan mommy nya masih bisa membuat pikiran Kaisar berantakan.


"Ingat..disini ada aku yang..!" Teriak Ratu yang rupanya sudah berjalan bersama dengan Aisyah dan Louise untuk melihat pertarungan mereka.


Glek


Kaisar tersenyum aneh dan membuat Alena akhirnya terkekeh.


Pertarungan segera dilanjutkan, dengan gerakan cepat dan bahkan terkadang tak terlihat, mereka semua mempertahankan diri dengan teknik tenaga dalam yang mereka kuasai, dan akhirnya Alena pun terpojok.


Louise berteriak saat tendangan Kaisar sudah mengarah ke tubuh Alena yang tengah disibukkan mengahadapi serangan ketiga anaknya, hingga kemudian tubuh Kaisar terpental saat perisai Alena bisa terpisah dan bergerak aktif melindunginya.


Kaisar sampai melongo tak percaya dengan apa yang baru saja terjadi.


"Gila, bagaimana bisa perisai itu terpecah-pecah dan bergerak cepat melindunginya?"

__ADS_1


"Hahaha..jangan heran Kai..aku sudah berhasil menguasai satu tehnik lagi dengan Perisai ku, kau akan terkejut lagi saat melihat ini..!" Teriak Alena yang kini sudah melepaskan Perisainya yang bisa berlapis-lapis melindungi dirinya.


"Apa..?!" Ucap lirih Kaisar tak percaya, satu perisai saja kekuatannya sangat luar biasa dan kini Alena mampu melepaskan berlapis-lapis perisai disaat yang bersamaan, Kaisar benar-benar shock saat melihatnya.


"Papa Kai, kenapa berhenti, ayo kita serang Mommy!" Teriak Ailina.


"Sudah cukup, aku tidak mau lagi melawan Mommy kalian, kita tidak akan bisa menang, dasar..!" Ucap Kaisar menoleh kesal ke arah Alena yang sudah membuat Kaisar terkejut akan kekuatannya.


Lalu kemudian terdengar teriakan dari Aliando yang mengatakan bahwa Christopher sudah sadar dan ingin menceritakan sesuatu.


Semuanya segera kembali masuk ke dalam Mansion, kemudian Alena dengan berbagai alasan akhirnya membuat ketiga buah hatinya tidak ikut berkumpul di kamar Christopher yang kini sudah siap menceritakan semuanya.


Sedikit demi sedikit Christopher menceritakan apa yang sudah terjadi, tentang penemuan yang berhasil dia lakukan dan rencana apa yang diinginkan oleh seseorang yang di panggilnya sang Tuan.


Semua dibuat terkejut dan tercengang dengan apa yang dikatakan oleh Christopher, dan Alena pun akhirnya memutuskan untuk mempersiapkan diri segera menolong Kirana malam ini juga, begitu juga dengan Kaisar dan yang lainya.


"Aku ingin Daddy Tetap di Mansion untuk melindungi orang-orang yang ada disini, aku yakin, ketua mereka yang entah siapa namanya itu, sudah tau akan keberadaan Mansion ini dan orang-orang yang ada didalamnya" ucap Alfaro.


"Dan kalian anak-anak mommy..aku percayakan Mansion ini dan semua yang ada disini ada di tangan kalian juga, aku yakin kekuatan kalian bisa membantu Grandpa kalian melindungi semua orang yang ada di Mansion ini, okey?" Ucap Alena.


"Stt..sudah, Mommy kita itu wanita hebat dan sangat kuat, tidak mungkin mereka bisa mencelakai Mommy, iya kan Mom?!" Sahut Evan.


Alena tersenyum dan mengangguk memastikan bahwa dia akan baik-baik saja, lalu kemudian Ethan maju mendekat, mencium pipi dan kening Alena, "Pastikan Mommy akan segera memeluk kami kembali, dan ingat Mom...seorang Edward Runcel Eagle tidak akan bisa hidup tanpa Alena Bilqis Nugraha" bisik Ethan membuat Alena sangat terkejut dengan apa yang dilakukan oleh anaknya yang satu ini.


"Kau memang yang paling dewasa dari kedua saudaramu sayang..jaga mereka untuk Mommy ya" ucap Alena kemudian. Pelukan mereka segera terlepas, dan kini Alfaro, Kaisar dan Alena sudah bersiap pergi dengan beberapa anak buahnya menuju ke tempat yang sudah ditunjukkan oleh Christopher Nolan.


Namun tiba-tiba saja di depan pintu gerbang seseorang sudah menghadang dengan kilatan mata yang sangat emosi melangkah maju menghampiri Alfaro yang sudah keluar dari mobilnya.


"Tega sekali kau lakukan ini padaku Faro, kenapa tidak memberitahuku ha!!" Bentak laki-laki itu yang sudah di penuhi dengan amarah.


"Ron..maaf, aku hanya tidak ingin mengganggu bulan madu kalian"


"Teganya kau bicara seperti itu, kamu pikir kalau sampai terjadi apa-apa dengan kalian aku bisa memaafkan diriku dan hidup dengan tenang, keterlaluan sekali kau Faro!" Teriak Ronan di depan Alfaro.

__ADS_1


Sementara Hani sudah berlari menghampiri ibu Aisyah kemudian memeluknya erat dan menangis sejadi-jadinya, Alena terpaksa keluar dari mobil nya untuk menenangkan Hani yang ada dalam pelukan ibu Aisyah.


"Tenanglah Han, kami akan berangkat menyelamatkan Kirana malam ini juga, maafkan kami yang tidak bisa memberitahukan masalah ini padamu" ucap Alena.


"Aku mohon selamatkan Kirana kak Al, aku mohon.." ucap Hani dengan tangisannya, Alena tersenyum dan mengusap lengan Hani untuk menenangkannya.


"Doakan kita dengan mudah membawa Kirana kembali secepatnya dan selamat" sahut Alena dan kemudian kembali masuk ke dalam mobil dan bersiap.


Begitu juga dengan Alfaro yang kini sudah berhasil memenangkan Ronan dan membujuknya untuk berjaga di Mansion membantu Daddy Aliando dan ketiga keponakan kembarnya.


*


Sementara itu, Kirana yang sudah mulai merasakan tenaganya perlahan kembali, berusaha untuk duduk dan mengumpulkan tenaga dalamnya yang masih tersisa.


"Ya Allah, badanku masih terasa sedikit lemas, dan sepertinya aku mengenal siapa laki-laki yang sudah melakukan hal ini, mungkinkah dia benar-benar pangeran Kenan?" Ucap lirih Kirana berbicara dengan dirinya sendiri.


Lalu kemudian, datanglah sosok laki-laki yang baru saja ada dalam pikirannya. "Kau sudah sadar sepenuhnya rupanya, bagaimana keadaanmu Kirana?" Tanya laki-laki itu.


"Oh..jadi benar dugaan ku, rupanya kau pangeran Kenan, pantas aku sepertinya sangat familiar dengan gestur tubuhmu walaupun keadaan fisikmu kemaren yang begitu hancur" ucap Kirana.


"Hem..dan aku sangat beruntung sudah mendapatkan fisik dan kekuatanku mulai kembali seperti dulu berkat darahmu"


"Dan sayang sekali kau belum bisa melakukan hal itu dengan sempurna karena pengkhianatan yang dilakukan oleh Christopher bukan?" Ucap Kirana dengan sinis.


Kenan yang mendengar ucapan pedas Kirana segera maju dan mencengkeram rahangnya. "Jaga sikapmu selama ada di sini Kirana, nyawamu saat ini dalam genggamanku, dan bisa kapan saja aku mengambil nya dengan mudah, mengerti?!" Sahut Kenan yang kemudian melepaskan cengkeramannya dengan kasar.


"Kau kira aku takut akan kematian, Kenan?, Kau salah..aku lebih baik mati melawan mu dari pada harus mengikuti kemauan mu Brengsek..!"


"Tutup mulutmu!!" Bentak Kenan yang begitu emosi. Dan Kirana pun membuang mukanya, tidak sudi lagi melihat laki-laki yang ada di depannya.


"Setelah aku menemukan Christopher dan menyeretnya kesini, aku pastikan keinginanmu mati di tanganku akan terkabul, jadi..tunggulah saatnya nanti Cantik!" Ucap Kenan kemudian segera pergi meninggalkan Kirana.


Jangan lupa VOTE, HADIAH, LIKE dan KOMENnya ditunggu.

__ADS_1


Sebuah Cerita seru tentang bagaimana seorang wanita yang terpaksa menggantikan pengantin Wanita yang kabur dan akhirnya harus hidup dengan laki-laki dingin dan berkuasa..sudah hadir di Channel YouTube Sinho Channel, yang penasaran Kisah serunya segera mampir dengan KETIK: Cerpen Akhirnya AKU by Sinho Episode Terakhir.


Bersambung.


__ADS_2