SELEMBAR KERTAS

SELEMBAR KERTAS
Episode 110


__ADS_3

Pagi hari yang sangat cerah, Aisyah bangun pagi sekali dan bersemangat segera keluar dari kamarnya, Aliando sampai menggelengkan kepala melihat tingkah istrinya yang begitu bahagia saat bersama dengan ketiga bocah kembar yang kini sudah meramaikan suasana Mansion.


"Selamat pagi grandma, apa hari ini kita jadi jalan-jalan ke Taman yang kemaren grandma bilang?" Tanya Ailina yang sudah sangat berantusias.


"Tentu saja putri cantik, hari ini kita akan main sepuasnya di Taman yang grandma janjikan, pasti kalian nanti akan senang" jawab Aisyah.


"Asik..!!" Jawab Evan dan Ethan yang rupanya sudah berjalan mendekat.


Aisyah tersenyum dan menciumi pipi ketiga anak kembar itu, setelah sarapan pagi, Aisyah segera meminta ijin kepada Alena untuk membawa ketiga ketiga buah hatinya berjalan-jalan di sebuah taman yang letaknya sedikit jauh dari Lingkungan Mansion, hingga Aisyah harus membawa mobil untuk kesana.


"Aku akan membawa mereka naik mobil kesana Al, mungkin kamu juga mau ikut, atau yang lainya juga?" Ucap Ibu Aisyah.


"Saya nanti masih ada urusan membantu Kirana Bibi, nanti saja kalau sudah longgar akan menyusul kesana" jawab Alena, begitu juga dengan yang lainnya, lalu kemudian Aisyah dan Ketiga anak kembar itu berangkat bersama.


"Kamu tidak membawa pengawal sayang?" Tanya Aliando yang kebetulan juga tidak bisa ikut karena harus menemani Kaisar ke sebuah tempat.


"Tidak perlu yang..aku kan hanya ke Taman yang gak jauh banget dari sini, lagian juga itu tepat dimana banyak anak-anak, dan biasanya ramai kok" jawab Aisyah, lalu kemudian segera pergi bersama dengan ketiga anak kembar dengan wajah yang berseri-seri.


Tiba ditempat, ternyata keadaan masih sangat sepi, kemudian Aisyah baru sadar bahwa ini masih hari aktif sekolah di Paris, belum masuk musim liburan seperti di Indonesia, "yah..sorry ya, ternyata disini masih sepi."


"Tidak apa-apa grandma, kita seneng aja, tetap bisa main bareng" sahut Ethan yang kini sudah bersiap mencoba permainan yang ada di Taman itu satu persatu, begitu juga dengan Evan dan Ailina yang sudah berlari berkejaran.


Tidak ingin menyia-nyiakan waktu, Aisyah juga melakukan olahraga ringan sambil mengawasi mereka bertiga dan terkadang juga ikut bermain bersama, Aisyah menatap aktifitas ketiga anak itu dengan senyuman yang tidak pernah hilang. "Rasanya aku tidak percaya, mereka anak-anak yang begitu polos mempunyai kekuatan yang sangat berbahaya seperti yang di bicarakan oleh Aliando" batin Aisyah.


*


Tampak seorang laki-laki keluar dari sebuah ruangan setelah mendapatkan perintah untuk segera menjalankan misinya.


"Aku sudah tidak sabar ingin sekali menculik dan memberikan pelajaran kepada wanita itu, berani dia dan suaminya mempermainkan aku, Brengsek!" Umpat Bima saat berjalan menuju mobilnya.


Tiba disebuah tempat, Bima segera turun dan rupanya ada satu orang yang sudah menunggunya.


"Jadi anda hanya membutuhkan saya saja tuan Bima?"

__ADS_1


"Iya, ke lima Temanmu belum aku butuhkan saat ini, tugas kali ini belum begitu berat, hanya membawa wanita yang tidak bisa apa-apa" sahut Bima.


"Lalu..kenapa membutuhkan saya?"


"Wanita itu memang tidak bisa apa-apa, tapi orang-orang disekitarnya sangat berbahaya, aku hanya ingin berjaga-jaga saja" jawab Bima dan segera masuk kembali ke dalam mobilnya setelah mendapatkan info keberadaan wanita yang dicarinya.


Tidak butuh waktu lama, Bima kini sudah bisa mengawasi dengan seksama keadaan sekitar di mana wanita yang dia cari itu berada di sebuah taman bersama dengan beberapa anak.


"Disini kamu rupanya, dan sepertinya kau semakin cantik sekarang, setelah mendapatkan suami yang sangat kaya, Cih..dasar wanita munafik, tetap saja mencari duda kaya raya untuk dijerat nya" ucap lirih Bima yang masih begitu dendam.


"Jadi wanita itu yang akan kita bawa tuan?"


"Hem..mudah bukan, lagi pula keadaan sangat mendukung karena begitu sepi di taman ini" sahut Bima sambil tersenyum miring.


"Hanya ada anak-anak kecil, tidak akan membuat kita repot sama sekali tuan, apa kita akan melakukannya sekarang?"


"Tunggu informasi dari anak buah ku yang masih memastikan keadaan sekitar taman ini benar-benar aman, aku tidak mau kita sampai membuat kehebohan dan terlihat orang banyak, lakukan semuanya dengan rapi" jawab Bima.


Bima segera turun bersama dengan satu orang bayaran yang ikut bersamanya, rencana untuk membawa wanita yang sudah diincar nya akan segera di lakukan karena informasi yang didapatkan keadaan sangat aman.


*


Semua itu tiba-tiba hilang saat di hadapannya muncul sosok laki-laki yang membuatnya sangat terkejut.


"Bima..?"


"Apa kabar mantan istriku, kau semakin kelihatan cantik setelah berhasil melemparkan tubuhmu untuk duda kaya raya itu" ucap Bima.


Aisyah segera berdiri dan menatap tajam ke arah Bima, "Aku tidak ada urusan lagi denganmu, jadi jangan menggangguku lagi!"


"Oh ya..kau benar-benar wanita licik, rupanya otakmu makin tua makin tajam juga, memanfaatkan suami kaya rayamu itu untuk membeli Rumah mewah mu sendiri yang telah aku jual, ck..ck..ck..Bravo, kau sangat jenius cantik" sahut Bima.


"Itu bukan urusanmu dan jangan kau pikir aku manusia picik seperti mu Bima!" Ucap ibu Aisyah yang mulai terbakar Emosi.

__ADS_1


Bima tertawa dan satu langkah lagi mendekati Aisyah, tangannya menjulur ke depan dan berusaha meraih wajah wanita yang ada di depannya.


"Jangan berani menyentuh grandma..!" Sebuah suara mengejutkan Bima dan membuatnya menghentikan gerakan tangannya, Aisya segera menghindar dan mendekati Ketiga anak kembar yang kini sudah berdiri di belakang Bima dan seorang pengawalnya.


Aisyah segera menggandeng tangan Evan dan Ailina, sedangkan Ethan sudah berdiri di depan mereka bertiga.


"Ethan..ayo kita pulang sayang..!" Ucap Aisyah yang merasa sangat ketakutan, namun tangan Ailina menahannya.


"Tenanglah Grandma..tidak apa-apa, mereka yang mengganggu, kenapa kita yang harus pergi..mereka saja yang harusnya menyingkir dari sini" ucap Ailina masih sangat santai.


"Kalian..kita pernah bertemu bukan?" Ucap Bima yang terkejut saat melihat gadis kecil yang sangat cantik degan mata biru indahnya.


"Rupanya paman yang waktu itu menabrak ku ya..kita bertemu lagi." Sahut Ailina.


Sementara Evan kini sudah berjalan maju mendekat ke samping Kakaknya Ethan.


"Hati-hati, laki-laki ini mempunyai niat jahat akan membawa grandma bersamanya" ucap lirih Ethan yang ternyata berhasil menatap sekilas mata Bima dan membaca pikirannya.


"Hem.." sahut Evan bersiap.


Bima tertawa mengerikan, dia menganggap apa yang dilakukan ketiga bocah yang ada didepannya begitu lucu.


"Jangan membuat masalah lagi anak-anak, aku hanya ingin mengajak Grandma kalian jalan-jalan sebentar, jadi menyingkirlah!!" Teriak Bima bagai iblis yang menemukan mangsa.


"Tidak akan semudah itu kau membawa grandma kami, aku peringatkan..segera pergi atau kami terpaksa menghajar kalian" ucap Ethan.


Aisyah sangat terkejut, dirinya tidak percaya dengan semua kata-kata yang terucap dari ketiga anak kembar itu, ketiganya berubah menjadi sosok yang sangat dewasa dengan tatapan mata yang begitu tajam dan menusuk.


"Astagfirullah..benarkah mereka sungguh mempunyai kekuatan seperti yang diceritakan?" Batin Aisyah yang kini berjalan mundur beberapa langkah.


Jangan lupa VOTE, HADIAH, LIKE dan KOMENnya ditunggu.


Sebuah Cerita seru tentang bagaimana seorang wanita yang terpaksa menggantikan pengantin Wanita yang kabur dan akhirnya harus hidup dengan laki-laki dingin dan berkuasa..sudah hadir di Channel YouTube Sinho Channel, yang penasaran Kisah serunya segera mampir dengan KETIK: Cerpen Akhirnya 'AKU' by Sinho.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2