
Masih tidak mengindahkan peringatan Kirana, keempat orang itu maju bersama untuk menyerang, sang pengawal yang berjalan membopong laki-laki yang tengah terluka tadi terkejut.
"Nyonya..!!" Teriaknya.
Kirana yang sudah mengantisipasi akan hal itu segera menyiapkan posisinya, serangan keempat orang itu dapat dia tangkis dengan kecepatan gerakan tangannya tanpa harus bergeser sedikitpun.
"Kalian yang memilih ini.." ucap Kirana dengan tatapan tajamnya.
Dan kemudian, sedikit tenaga dalam dia keluarkan untuk mendorong tubuh lawannya satu persatu hingga mereka terjerembab, detik berikutnya Kirana tidak bisa menahan diri lagi, kekuatan Awan di hempaskan dengan cepat hingga membuat mereka berempat terpental kembali, kali ini luka dalam pun di dapatkan oleh mereka.
Salah satu dari mereka berusaha berdiri, lalu memberikan kode untuk segera pergi meninggalkan tempat secepatnya.
Kirana menghembuskan nafas panjang, merilekskan dirinya kembali, menoleh ke belakang saat terdengar suara ambulan telah datang, detik berikutnya seseorang yang sudah tidak sadar dengan luka yang cukup serius akhirnya dibawa ke Rumah Sakit.
"Aku ingin kau pergi ke Rumah Sakit dan jaga orang itu hingga dia benar-benar aman, sepertinya dia orang paling di cari-cari untuk di habisi" ucap Kirana.
"Tapi bagaimana dengan nyonya?"
"Aku akan mengemudikan mobil sendiri untuk pulang, nanti aku akan datang ke Rumah Sakit bersama dengan suamiku"
"Tapi Nyonya_"
"Sudahlah, aku tidak apa-apa, pergilah..!" Perintah Kirana, dan akhirnya sang pengawal mengikuti apa perintah majikannya.
Sementara Kirana segera mengemudikan mobilnya untuk kembali ke Mansion bersama dengan asisten rumah tangganya.
Tepat sebelum magrib Kirana sampai di Mansion, bertepatan pula dengan kedatangan Alfaro.
"Honey..kamu baru pulang?" Tanya Alfaro dengan wajah heran.
"Iya honey..tadi aku keluar sebentar mencari buah-buahan, rasanya aku pengen sekali" jawab Kirana sambil kemudian ditarik oleh suaminya dan kini berada dalam pelukan.
"Kamu juga baru datang honey?" Tanya Kirana.
"Hem, aku tadi bertemu dengan Ronan untuk membicarakan sesuatu hal penting" jawab Alfaro.
"Hal penting?" Tanya Kirana.
"Iya honey, kenapa Hem?" Sahut Alfaro.
"Apa aku tidak boleh tau?"
Alfaro tersenyum, menatap mata istrinya sekejab dan menci-um bibirnya dengan lembut, lalu mengajak Kirana duduk tanpa melepaskan rangkulan tangannya.
"Jadi soal apa?" Tanya Kirana tak sabar.
Alfaro menjelaskan tentang tiga orang yang siap menjadi saksi dan ternyata kini telah kehilangan mereka, sesaat Alfaro menarik nafas panjang seakan berusaha mengurangi beban pikirannya.
"Sabar honey..mungkin sebentar lagi kita akan menemukan jalan keluar yang lebih baik lagi" ucap Kirana memberikan semangat.
__ADS_1
"Aamiin.." sahut Alfaro, kemudian mengajak Kirana untuk membersihkan diri sebelum akhirnya berjamaah menunaikan ibadahnya.
Selesai makan malam Kirana juga menceritakan apa yang telah terjadi saat dirinya tadi sore berada di pasar tradisional untuk mencari buah-buahan segar, sontak Alfaro sangat terkejut.
"Tapi kau tidak apa-apa kan Honey?" Tanya Alfaro memastikan dengan cemas.
"Aku baik-baik saja, hanya saja..aku penasaran apa yang terjadi dengan orang itu, dan bolehkah aku menjenguk nya nanti honey?" tanya Kirana.
"Tentu saja..aku akan menemanimu, penasaran juga dengan ceritamu honey" ucap Alfaro.
Akhirnya keduanya segera bersiap-siap untuk ke Rumah Sakit setelah menghubungi salah satu pengawal yang ditugaskan Kirana untuk berjaga di Rumah Sakit.
Dan tak lama kemudian mereka sudah sampai di sebuah kamar perawatan, rupanya Orang itu telah sadar dan sudah di pindahkan dari ruang ICU, sang pengawal segera beranjak saat melihat keduanya datang.
"Tuan.." pengawal itu menyapa.
"Hem.. bagaimana keadaannya?" Tanya Alfaro yang masih setia menggandeng istrinya dan mendekati ruangan itu.
"Orang itu sudah sadar tuan dan baru saja dipindahkan ke ruangan ini"
"Baguslah.. aku ingin melihat keadaannya" ucap Alfaro.
"Mari tuan, saya antar masuk ke dalam" ucapnya.
Alfaro segera melangkah masuk bersama dengan Kirana, dan saat melihat orang itu Alfaro terperanjat seakan tak percaya begitu juga dengan orang itu yang langsung terkejut saat menatap Alfaro.
"Tuan Alfaro..?!!" Ucap nya.
Sementara Kirana juga ikut terkejut melihat interaksi keduanya, "Kalian saling kenal?" Tanya Kirana heran.
"Dia adalah orang yang aku cari honey, salah satu orang yang bersedia bersaksi untuk kasus yang tengah aku hadapi" jawab Alfaro.
"Apa..?, Benarkah.?, Kebetulan sekali" ucap Kirana ikut terkejut.
"I-iya nyonya, dan saya satu-satunya orang yang masih tersisa, kedua teman saya sudah_" ucapnya tertahan, tampak wajah mendung penuh kesedihan di wajah orang itu.
"Maaf..aku tidak bisa melindungi kalian, aku juga tidak menyangka hal ini akan begitu cepat terjadi" sahut Alfaro mendekat.
"Tidak apa-apa Tuan, saya tetap pada pendirian saya untuk mengungkapkan yang sebenarnya, dan anda bisa memanggil saya Hendri" ucapnya.
"Terimakasih Hendri, mulai hari ini kamu adalah tanggung jawabku, dan aku akan memberimu pengawal untuk melindungi mu, kau tenang saja" ucap Alfaro.
Hendri yang masih dalam keadaan lemah, menatap sekejab Alfaro, lalu kemudian segera mengangguk dan mengucapkan terimakasih dengan suara yang lirih.
Kirana yang masih berdiri di sana mengucap syukur, sungguh Allah telah membuat rencana di luar perkiraan manusia, dan dengan senyumnya Alfaro berjalan melangkah pergi mendekati sang istri.
"Sebaiknya kita pulang honey, sudah larut malam" ucapnya.
Kirana tersenyum saat kecu-pan sang Suami mendarat tepat di puncak kepalanya, kemudian keduanya berjalan meninggalkan ruang perawatan dengan memerintahkan dua pengawal berjaga di sana.
__ADS_1
Berada di dalam mobil menuju ke Mansion, Alfaro segera menghubungi Ronan, memberitahukan bahwa telah menemukan orang yang tengah di cari-cari, walaupun Ronan terkejut saat mengetahui kondisi Hendri, namun di juga bersyukur karena telah ditemukan dalam keadaan hidup.
*
Keesokan harinya, di Sebuah Ruangan yang ada dalam Mansion megah, tepat nya diruang kerja Harry Milton, tampak dua orang tengah melaporkan kejadian, dimana telah gagal menghabisi orang yang di buru nya.
"Kalian benar-benar Breng-sek, kenapa menangani hal ini saja bisa kacau ha..!!" Teriak Harry penuh emosi.
Kedua orang itu mendapat tamparan dan pukulan cukup keras dari Harry tanpa berani untuk menjawab atau membela diri, mereka hanya menunduk dan menerima pelampiasan amarah tuannya.
Setelah selesai dengan cacian dan makian, bahkan pemecatan mereka, akhirnya Harry segera menghubungi pengawal pribadi yang mempunyai keahlian khusus untuk bisa membu-nuh orang yang dianggapnya sangat berbahaya saat ini.
"Jadi anda ingin saya menghabisinya hari ini tuan?" Tanya Sang pengawal.
"Lebih cepat lebih baik, sebelum mulutnya terbuka dan mengatakan semuanya" jawab Harry dengan tatapan tajamnya.
"Baik Tuan, tapi dari cerita anda tadi, mereka berempat di kalahkan oleh seorang perempuan?" Tanya pengawal itu dengan heran.
"Hem, sepertinya begitu, aku tidak tau pasti dan aku masih mencari informasi" sahut Harry.
Pengawal itu mengangguk-angguk, mencoba menelaah penjelasan mengejutkan yang dia dapatkan, dalam hati bertanya-tanya, mungkinkah seorang wanita mempunyai kekuatan tenaga dalam yang dimiliki begitu dahsyat.
"Kalau begitu saya akan berangkat sekarang tuan, tempat yang anda katakan tadi sudah cukup untuk saya segera melakukan tugas untuk mele-nyapkan orang yang anda bu-ru"
"Hem" jawab Herry singkat, setelah itu sang pengawal segera pergi.
Tak lama sepeninggalan pengawal itu, Harry di kejutkan dengan kedatangan Zahra yang dikira sudah berada di perusahaan.
"Zahra?" Ucap Harry.
"Iya Dad, siapa orang tadi?, sepertinya aku belum pernah bertemu" ucap Zahra berjalan masuk dan menempati sofa yang ada di depan Daddy-nya.
"Oh itu, hanya pengawal baru Daddy, kapan kau pulang?" Tanya Harry harap-harap cemas.
"Baru saja, aku hanya ingin pulang untuk menghindari media yang masih mengejar-ngejar berita, sungguh membuat hidupku tidak nyaman" ucap Zahra sambil menarik nafas dalam.
"Tenang saja, masalahmu akan segera berakhir, semua tergantung sejauh mana Alfaro mau bertanggung jawab" sahut Harry membuat Zahra mengernyitkan dahinya.
"Maksud Daddy?"
"Alfaro sudah berjanji akan menyelesaikan masalah ini tanpa melukai harga dirimu, bahkan akan ikut menjaga nama baik mu, dan Daddy rasa, satu-satunya jalan dia harus meresmikan hubungan dengan mu sayang"
"Apa?!" Zahra terkejut dan berdiri sejenak, "Dad, aku sudah bilang, jangan mendesak Alfaro untuk berbuat seperti itu, percuma.. dia sangat mencintai istrinya, tidak mungkin bisa membagi pernikahannya dengan wanita lain"
"Tidak ada yang tidak mungkin dalam kamus Daddy, sudahlah.. sekarang kau tenangkan dirimu saja, hindari kontak dengan wartawan"
"Tunggu..tapi Daddy tidak berbuat yang aneh-aneh kan?" Tanya Zahra menyelidik.
"Ck, tidak sopan mencurigai Daddy mu sendiri, aku pergi keluar dulu, ada klien yang ingin bertemu, nanti Daddy langsung ke perusahaan cabang yang sedikit ada kendala, maaf tidak bisa menemanimu sayang" sahut Harry menc-ium kening anaknya, kemudian pergi begitu saja meninggalkan Zahra yang masih tertegun di tempatnya.
__ADS_1
Jangan lupa VOTE, HADIAH, LIKE dan KOMENnya..maaf telat Update beberapa hari, mohon bersabar karena kesibukan Author di dunia Nyata.
Bersambung.