SELEMBAR KERTAS

SELEMBAR KERTAS
Episode 47


__ADS_3

Sementara itu, Viona sudah merencanakan sesuatu dengan senyuman liciknya.


"Apa kalian mengambil semua gambar dan merekam kejadian tadi?" Ucap Viona.


"Iya nona, semua sudah saya simpan dengan baik, dan kami siap bekerja sesuai yang anda perintahkan besok"


"Bagus..satu lagi, tambahkan kabar tentang kebangkrutan Alfaro ke publik, sebarkan juga gambar-gambar dirinya dengan kehidupannya kini yang tidak semewah dulu dan mengenaskan" ucap Viona dengan seringai jahatnya.


Para pengawal dan anak buahnya segera melakukan apa yang diperintahkan, tentu saja Vaden Fernandez juga mendukung semua yang direncakan oleh adiknya.


Sementara di tempat lain, Vaden Fernandez merencanakan sesuatu untuk memberikan pelajaran ke Alfaro.


"Aku ingin setelah besok Viona mengguncang dunia Alfaro dan wanitanya, kita segera bergerak untuk menghancurkan Alfaro hingga tak tersisa"


"Baik tuan Vaden, Saya akan melakukan seperti yang anda perintahkan" ucap orang kepercayaannya.


"Hem..kalian boleh pergi, dan aku tunggu kabar selanjutnya" ucap Vaden Fernandez yang kemudian segera menyandarkan tubuhnya sambil Tersenyum miring.


**


Pagi hari yang sangat cerah, Kirana yang baru saja keluar dari kamar mandi di kejutkan dengan suara Hani yang sudah menggedor pintu kamarnya.


"Ya ampun Hani..iya tunggu sebentar!!" Ucap Kirana yang baru saja memakai pakaian kerjanya.


Kirana segera membuka pintu dan Hani langsung menerjangnya masuk ke dalam dengan wajah cemas dan tergesa-gesa.


"Ada apa Han?" Tanya Kirana terkejut dengan apa yang dilakukan Hani yang kini sudah menyibak korden kamar Kirana.


"Lihat sini cepat!" Ucap Hani sambil mengamati keadaan di luar jendela, tepatnya di depan pintu gerbang Mansionnya.


"Astagfirullah..ada apa ini?" Ucap Kirana yang kemudian terkejut melihat banyaknya wartawan yang sudah berada di depan pintu gerbang Mansionnya.

__ADS_1


Hani kemudian segera menghidupkan Televisi di kamar Kirana dan mengganti channel yang berisi berita terkini, apa yang dilihat disana membuat Kirana terkejut setengah mati, bagaimana tidak..ada beberapa adegan video dirinya dan Alfaro semalam yang di tampilkan hingga begitu terlihat mesra, belum lagi beberapa foto kebersamaan mereka yang ditampilkan seakan-akan mereka sedang bermesraan.


"Astagfirullah..siapa yang melakukan hal ini Han, bagaimana mungkin video kejadian semalam bisa terlihat seperti itu" ucap Kirana yang merasa shock dengan tayangan yang mengabarkan tentang hubungan terlarang dan perzinahan antara dirinya dan Alfaro.


Tak lama handphone Kirana berdering dan membuat sang pemilik terjingkat kaget, segera Kirana mengangkatnya dan ternyata dari Alfaro.


"Kirana, kau baik-baik saja?" Tanya Alfaro.


"Entahlah, aku masih sangat tekejut dengan hal ini Faro, dan siapa yang sudah tega melakukan semua ini" ucap Kirana yang masih shock dengan apa yang terjadi.


"Aku akan ke Mansion mu untuk membicarakan semua ini" sahut Alfaro.


"Jangan!, Disini sudah di penuhi dengan para wartawan..aku tidak ingin menambah masalah lagi, mereka akan berpikir kabar itu memang benar kalau melihatmu disini" ucap Kirana yang tampak masih bingung.


"Sial..lalu aku harus bagaimana untuk membantu mu?" Tanya Alfaro cemas.


"Sebaiknya kita jangan sampai bertemu dan muncul di depan publik bersamaan..kita lihat saja perkembangan berita ini, aku dan Hani akan mencari siapa orang dibalik semua fitnah tentang kita" jawab Kirana.


Kirana terduduk di tepi tempat tidur sambil beristighfar berkali-kali, berusaha menenangkan dirinya, sementara di dalam berita sudah beribu orang yang termakan oleh fitnahan berita, menghujat dirinya dengan sangat kejam, dari ucapan wanita ja*lang, wanita nakal, hingga wanita perebut milik orang yang berkedok wanita muslim yang alim.


Hani yang tidak tahan lagi, segera mematikan berita itu, ikut duduk di samping Kirana dan berusaha menenangkan sahabatnya.


"Sabar Kirana, mungkin ini cobaan yang harus kamu hadapi, aku juga kasian dengan Tuan Alfaro yang dihina oleh mereka, apalagi sekarang dia dalam keadaan terpuruk dan tidak se glamor dulu" ucap Hani.


"Apa mungkin ada kesalahan yang aku lakukan hingga Allah menegurku dengan begitu keras seperti ini Han?" Ucap Kirana berusaha meraba kesalahan dirinya sendiri, namun sampa detik ini Kirana masih belum mengerti dengan kejadian yang menimpanya.


"Kita bersabar dan lebih banyak istighfar saja Kirana, sementara kita terus berikhtiar mencari jalan keluarnya" ucap Hani yang juga ikutan pemain melihat situasi yang sedang terjadi.


"Sebaiknya kita lewat pintu belakang Mansion saat keluar untuk bekerja sementara ini, semua sudah aku siapkan dan kita berangkat sekarang, atau kau ingin berada di Mansion dulu?" Tanya Hani.


"Hem, aku ikut, jika di Mansion sendirian aku akan semakin stres memikirkan masalah ini" sahut Kirana dan kemudian keduanya segera turun dan masuk ke dalam mobil di kawal oleh beberapa anak buahnya.

__ADS_1


Dalam perjalanan Kirana masih banyak terdiam, walaupun Hani sering mengalihkan dengan beberapa perbincangan, hingga tak lama kemudian keduanya dikejutkan dengan suara keras sebuah hantaman mobil yang mengalami kecelakaan hebat, hingga mobilnya terlihat terbakar perlahan.


Kirana segera berlari keluar setelah mobilnya ikut terjebak dalam kemacetan, perlahan Kirana berlari melihat kecelakaan yang tengah terjadi.


"Rame sekali Han, aku tidak bisa melihatnya dengan jelas, dan sepertinya mobilnya terbakar"


"Iya Kirana, Astagfirullah..di dalam mobil itu masih ada orangnya yang tidak sadar"


"Apa!!, Benarkah, bahaya..orang itu bisa terbakar Han" Ucap Kirana yang ikutan panik dan berusaha menerobos keramaian orang-orang yang sedang melihat.


"Betapa terkejutnya Kirana dan Hani saat mengenal siapa laki-laki yang masih terjebak di dalam mobil itu.


"Bukankah itu mobil yang tuan Aliando gunakan untuk mengantar ibu Aisyah waktu itu?" Ucap Hani dan membuat Kirana semakin panik.


"Benar Han, aku rasa itu paman Ali, tunggu disini aku akan menolongnya, akan terlambat kalau menunggu petugas ambulan dan juga pihak kepolisian!" Teriak Kirana yang sudah melesat maju dan berlari menghampiri mobil Aliando yang kini diselimuti kobaran api yang semakin besar.


"Apa!, Apa yang kau lakukan Kirana, hati-hati!!" Teriak Hani terkejut saat mendapati Kirana sudah melesat mendekati mobil Aliando.


Dengan menggunakan tenaga dalamnya, Kirana menarik dengan kuat pintu depan yang susah sekali untuk dibuka, tidak buang waktu lagi awan putih di keluarkan untuk menyelimuti tubuh Aliando agar terhindar dari kobaran Api, Kirana segera menarik Aliando yang tengah tak sadarkan diri dengan luka yang cukup serius di kaki dan kepalanya.


"Kenapa susah sekali" batin Kirana yang terus berjuang menarik tubuh Aliando untuk bisa lolos dari tempat itu, dan hampir saja nyawa keduanya melayang saat suara ledakan mobilnya menggema di udara.


Beruntung sebelum itu terjadi Kirana sudah berhasil menggendong tubuh Aliando, berlari menjauhi mobil dan..


BLAR..


semua segera berlari sambil menutupi telinganya karena ledakan yang luar biasa hebat akhirnya terjadi, Kirana yang melompat dan berlari, akhirnya jatuh terhempas bersama Aliando karena ledakan yang sangat dahsyat.


Bersambung.


yang belum VOTE..yuk segera..kasih VOTE nya ya.., jangan lupa HADIAH, LIKE, dan KOMEN, selalu di tunggu.

__ADS_1


__ADS_2