SELEMBAR KERTAS

SELEMBAR KERTAS
Episode 43


__ADS_3

Alfaro segera maju dengan cepat berada di depan Kirana, takut terjadi sesuatu yang buruk di lakukan oleh anak buah Vaden Fernandez kepada Kirana.


"Jaga emosimu Faro, ini di tempat umum" ucap Kirana lirih untuk tetap menyadarkan Alfaro.


"Hem, tenanglah" jawab Alfaro.


Dan Vaden Fernandez yang melihat keadaan tidak kondusif, segera memerintahkan anak buahnya pergi, begitu juga dengan dirinya.


Sepeninggalan Vaden Fernandez, keadaan perlahan kembali seperti semula, ketegangan yang terjadi akhirnya sirna, Hani dan ibu Aisyah tampak menarik nafas panjang, tanda bahwa mereka sudah mulai lega dengan keadaan yang sudah aman.


"Jadi itu tadi Vaden Fernandez, laki-laki yang terkenal dengan kekuasaan dan katanya seorang ketua mafia?" Tanya ibu Aisyah.


"Benar sekali Bu, dia adalah Kakak Viona, sekaligus orang yang pernah membantu keuangan kita dulu" sahut Ronan.


"Membantu?" Sahut Hani.


"Iya.. maksud ku membantu dengan meminjamkan uang kepada perusahaan kita" ucap Ronan.


"Lalu dia menggunakan hal itu untuk menekan Kalian, begitu?" Tanya Kirana.


Semuanya terdiam, baik Ronan maupun Alfaro tidak bisa mengucapkan kata-kata lagi, mereka tidak ingin Aib dari perusahaannya yang terlilit begitu banyak hutang ke Vaden Fernandez di ketahui oleh kedua wanita yang ada di depannya.


"Sudahlah..sebaiknya kita lanjutkan makan siang ini dan segera kembali" sahut ibu Aisyah berusaha untuk menormalkan keadaan.


Semuanya telah menyelesaikan makan siangnya, lalu masing-masing bersiap mengambil tempat untuk kembali ke tempat kerja, Alfaro dan Ronan sekalian pamit untuk langsung menuju ke perusahaan. Dan merekapun berpisah.


**


Seperti yang dikatakan oleh Alfaro, sehabis magrib, dirinya ikut bersama Ronan ke Islami center untuk belajar kembali ajaran agama Islam, sampai ditempat, mereka disambut baik oleh para pengurus disana, perbincangan kecil dan bertukar pengalaman hidup menjadikan suasana sangat nyaman, bahkan Tidak terasa Alfaro dan Ronan sudah berada disana sampai hampir tengah malam.


Pengurus islami center mengingatkan kepada keduanya untuk melanjutkan kegiatannya besok atau paling tidak tidak tiga hari dalam seminggu.


Perjalanan pulang keduanya terlibat pembicaraan.


"Alhamdulillah...aku merasa sangat nyaman berada disana, bagaimana denganmu?" Tanya Ronan.


"Tentu saja, aku sangat betah ada disana, rasanya enggan untuk keluar dari tempat itu, terasa damai saat ada disana" jawab Alfaro.

__ADS_1


"Semoga kita diberi kekuatan untuk terus Istiqomah di jalannya, aku tidak ingin apa yang kita lakukan kali ini sia-sia saja Alfaro, aku benar-benar ingin mendapat ampunan-NYA"


"Hhh...aku juga Ron, dosaku sangat banyak, aku bahkan membenci-NYA karena kematian keluargaku, mata hatiku benar-benar buta tidak bisa melihat ada apa dibalik semua musibah yang aku alami, dan Kirana...dia bahkan bisa melihat dengan jelas, apa yang sebenarnya ingin di tunjukkan Allah kepadaku" ucap Alfaro dengan wajah penuh penyesalan.


"Sudahlah Alfaro..kita bersyukur ada Kirana dan Hani yang tanpa disadari ikut berperan dengan langkah yang kita ambil sekarang ini, terus terang aku sangat berharap kelak bisa mempunyai pendamping seperti mereka"


Alfaro terkejut mendengar perkataan Ronan.


"Maksudnya, kau ingin memiliki mereka berdua sekaligus begitu?!" Sahut Alfaro mengagetkan Ronan.


"Astagfirullah..tentu saja tidak Faro..cukup satu sajalah..dan yang pasti bukan Kirana, aku tau ada yang akan murka kalau aku sampai punya niat memiliki nya" jawab Ronan yang kemudian tertawa melihat ekspresi aneh dari sahabatnya.


"Dasar kau!" Ucap Alfaro yang terlihat kesal.


Begitulah kedua orang yang sedang memperbaiki jalan hidupnya ini berkomunikasi, keduanya bahkan tampak seperti saudara sendiri, omongan serius yang terkadang juga membuat tertawa selalu bisa dilakukan di manapun mereka ada saat bersama.


**


Seminggu telah berlalu, dan semuanya masih berjalan seperti biasanya, kerjasama yang dilakukan antara Alfaro, Kirana dan juga ibu Aisyah membuat pamor perusahaan dan agensi mereka semakin melejit dan terkenal, tentu saja keuntungan yang di raihnya sangat lumayan.


Begitu juga dengan Vaden Fernandez, yang kini sudah menyusun rencana untuk meng hancur leburkan perusahaan Alfaro.


"Maaf tuan, ada tuan Vaden Fernandez ingin bertemu dengan anda" ucap sang sekretaris Alfaro di siang itu.


"Baik, persilahkan masuk" ucapnya, dan kemudian tampaklah Vaden Fernandez melangkah masuk dan duduk di depan Alfaro.


"Aku Ingin mengambil uangku, dan persiapkan segera" ucap Vaden tanpa basa basi lagi.


"Maaf, bukankah aku sudah mengatakan satu bulan lagi, dan ini masih satu Minggu tuan Vaden" jawab Alfaro.


"Aku tidak peduli, aku ingin satu Minggu lagi, uangku kembali, kalau tidak..aku akan berbuat sesuatu yang tidak bisa kamu bayangkan " ucap Vaden dengan tatapan mata yang sangat serius.


"Kau sudah gila..!, Bagaimana mungkin aku bisa membayar hutangku sebanyak itu dalam waktu satu Minggu dari sekarang, itu mustahil dan sama saja kau ingin menekankan..iya kan?!" Ucap Alfaro yang mulai emosi.


"Tenang saja Alfaro...semua bisa aku pertimbangkan kalau kau mau kembali dengan Viona, cukup mudah bukan?"


"Apa, dasar sinting!, Tidak mungkin aku akan kembali kepada Viona, kau pikir hati bisa diperjualbelikan..?, Lagi pula hubungan kami sudah berakhir dan aku tidak ingin berurusan apapun lagi dengan kalian" sahut Alfaro.

__ADS_1


"Baik..kalau begitu bayar hutangmu, aku tunggu satu Minggu lagi, gampang kan.." ucap Vaden dengan tersenyum miring.


Alfaro terdiam, dia benar-benar ingin melempar laki-laki menjengkelkan yang ada didepannya saat ini, tapi tentu aja itu tidak bisa dilakukannya. Alfaro hanya bisa beristighfar untuk mengendalikan emosinya.


Hingga kemudian Vaden Fernandez tertawa puas sambil berjalan keluar dari ruang kerja Alfaro, segera Alfaro memanggil Ronan untuk datang ke ruangannya.


"Ada apa?" Tanya Ronan.


"Aku mantap untuk menjual segalanya Ron, aku tidak ingin hidup di bawah tekanan orang gila itu lagi" sahut Alfaro.


"Maksudmu Vaden Fernandez?"


"Iya, dia baru saja datang kesini dan memberi waktu satu Minggu untuk meminta uangnya kembali" jawab alfaro


"What!!, Apa dia sudah tidak waras, dasar bajingan!!" Ucap Ronan terkejut.


Alfaro segera menyuruh Ronan dan beberapa orang untuk menjual semua asetnya dalam satu Minggu kedepan, dan dari perhitungan yang diperkirakan, kemungkinan Agensi SEM akan ikut terjual untuk menambah kekurangan uang yang harus dibayar.


"Tinggallah di Rumahku, aku akan mulai pindah besok dari Apartemen karena sudah ada penawaran yang bagus, dan mulai sekarang kita memakai mobil sederhana saja" ucap Ronan.


"Apa?!, Maksudmu?" Tanya Alfaro terkejut.


"Aku jual Apartemenku untuk membantumu, ada rumah yang lumayan besar yang aku punya, kita akan tinggal disana, tidak terlalu mewah, tapi lumayan luas untuk kita berdua tinggali"


"Kau itu bicara apa, jangan jual Apartemen mu, aku akan menyewa Apartemen, dan biar aku saja yang memakai mobil lama kita dulu, kau bisa memakai mobil mewah mu" sahut Alfaro.


"Tidak, aku akan menjual tiga mobil mewahku juga untuk menambah uang yang akan kita bayarkan untuk menutup hutang, dan mobil lama kita yang dulu masih aku rawat dengan baik, itu bisa kita gunakan" ucap Ronan yang membuat Alfaro sangat terkejut dengan keputusan Sahabatnya.


"Maksudmu?"


"Sudah, jangan terkejut seperti itu, kita dulu mengawali dari Nol bersama, sekarangpun akan kita lakukan hal yang sama, tidak ada penolakan atau aku akan pergi meninggalkanmu, mengerti?!" Ucap Ronan dan membuat Alfaro yang masih tidak percaya dengan keputusan Sahabatnya itu, hanya mengangguk pasrah.


Mulai hari itu juga, semua aset keduanya segera di jual secepat mungkin untuk mengumpulkan dana yang cukup untuk membayar sisa hutang yang ada.


Bersambung.


Dukung Author ya Gaes..kasih VOTE, HADIAH, LIKE, dan KOMEN...yang belum melihat Cerpen Author Sinho, segera mampir di YouTube (Ketik: Sinho Novel)

__ADS_1


__ADS_2