SELEMBAR KERTAS

SELEMBAR KERTAS
Episode 120


__ADS_3

Alena memicingkan matanya, bersiap lebih waspada, lalu kemudian beralih menatap Kenan yang sudah menunjukkan senyum iblis nya.


"Kalau kau kira bisa menahan ku disini..kau salah.!" Ucap Alena, lalu dengan cepat melakukan serangan ke arah Kenan. Tidak tinggal diam Kenan pun melesat dan terus berusaha menghindar.


Tawa Kenan makin kencang saat Alena melakukan gerakan yang lama kelamaan membuat tubuhnya makin melemah, "ada apa dengan tubuhku?" batin Alena heran.


Sedangkan Kenan kini sudah berdiri dengan tenang melihat Alena mulai mundur untuk mengatur kekuatan tubuhnya kembali.


"Kenapa Hem..apa kau sudah merasakan sesuatu?" Tanya Kenan.


"Bajingan..apa yang kau lakukan padaku Ha?!" Teriak Alena yang masih terus mengendalikan dirinya.


Kenan duduk kembali dan terus memperhatikan wanita yang sangat diinginkan nya.


"Kau tau Alena, aku sangat mengagumimu dari dulu sampai sekarang, awalnya aku tidak ingin melakukan hal ini padamu, tapi sepertinya takdir yang menginginkan kita kembali bertemu, jadi.. bukan salahku kalau kali ini aku akan membuatmu menjadi milikku bukan?"


"Kau manusia gila Kenan..!, Jangan harap kau bisa memilikiku, takdir membawaku ke sini untuk menyelamatkan adikku, bukan untuk membiarkan dirimu memiliki ku!!" Sahut Alena dengan tegas.


"Oh ya..kita buktikan, kau sudah menghirup racun yang tidak terlihat, dan ruangan ini sudah dipenuhi dengan asap itu, tapi tenang saja, aku sudah menciptakannya dengan baik, dia tidak akan membuatmu sesak"


"Apa..?, Bagaimana mungkin..lalu kenapa tubuhmu bisa tidak berpengaruh dengan hal itu?" Ucap Alena yang kembali mundur saat merasakan kekuatan ditubuhnya makin melemah.


"Karena aku sudah meminum penawarnya, jadi..apa kau akan menyerah sekarang?" Ucap Kenan sambil berjalan maju perlahan menuju ke Alena.


"Berani kau menyentuh ku, aku tidak akan segan lagi membunuhmu Kenan!!" Teriak Alena.


Kenan hanya tersenyum, terus memandang Alena yang masih bersusah payah mengontrol kekuatannya. Kenan semakin berusaha meraih Alena, namun perlawanan terus dilakukan hingga keduanya melanjutkan pertarungannya.


Sementara itu, Kaisar dan Alfaro menggunakan kekuatannya untuk terus menghancurkan pintu ruangan yang menyekap mereka.


"Kalian harus mengatur pernafasan, asap ini akan meracuni tubuh kita" ucap Kaisar.


Alfaro menganggukkan kepala dan terus mengeluarkan tenaga dalamnya untuk mendobrak jalan keluar satu-satunya.


"Lakukan dengan kekuatan kalian berdua bersama-sama, aku rasa itu akan lebih efektif" ucap Kirana yang sudah mulai merasakan sesak.


Kaisar dan Alfaro saling memandang dan memberikan kode untuk segera menggunakan kekuatan mereka mendorong dengan kuat pintu baja yang masih tertutup rapat dan usaha tidak mengkhianati hasil.

__ADS_1


BLAR!


Pintu kini berhasil di porak porandakan oleh keduanya, Alfaro segera menggendong Kirana keluar untuk menghirup udara yang aman, sementara Kaisar langsung berhadapan dengan banyaknya pasukan yang menghadangnya.


"Honey..are you okay?" Tanya Alfaro melihat kearah Kirana yang masih berada dalam dekapannya.


"Aku baik-baik saja, bantulah kak Kai, honey.. aku bisa mempertahankan diriku di sini, mereka tidak akan bisa menyentuhku, pergilah!" Sahut Kirana.


Alfaro segera melepaskan pelukannya dan memastikan sekeliling Kirana sudah aman, lalu kemudian berlari keluar untuk membantu Kaisar yang tengah bergerak tiada henti melawan musuh-musuhnya hingga bermandikan keringat.


Disaat yang sama Kirana yang tengah berjalan untuk membantu Kaisar dikejutkan dengan pemandangan disebuah ruangan dimana Alena tengah melawan Kenan yang mulai keteteran dengan serangannya, Kirana sangat terkejut dan segera berlari mendekat untuk membantunya.


"Sial..pintunya tertutup rapat" ucap Kirana yang kemudian segera menggedor-gedor pintu ruangan, Alena sempat menoleh ke arahnya sebelum kemudian Kenan berhasil mengunci pergerakan Alena.


"Bangsat..!, Kenan..buka, jangan berani menyentuh kak Alena!" Teriak Kirana dengan kepanikan yang luar biasa.


Kaisar yang mendengar teriakan Kirana segera melompat mundur dan mendekat, "apa yang terjadi?" Tanya Kaisar.


"Kak Al kak..lihat itu..kak Al" ucap Kirana yang kini masih terus menggedor pintu yang tidak mungkin akan bisa terbuka olehnya.


Alfaro yang tengah melawan musuhnya bersama dengan anak buahnya bisa melihat sekilas, "ada apa dengan mereka, kenapa Kaisar dan Kirana sepertinya sangat panik?" Tanya Alfaro dalam hati.


Kirana sudah menjerit dan menangis saat melihat bagaiman Alena masih terus berjuang melawan Kenan, hingga di sudut bibirnya sudah mengeluarkan darah karena benturan yang cukup keras, saat Kenan menghempaskan Alena ke lantai.


Alfaro yang kini sudah berada di dekat Kirana sangat terkejut melihat apa yang terjadi dengan Alena, "Bangsat..Kenan..jangan berani menyakiti Alena!!" Teriak Alfaro sambil menggedor pintu dengan keras.


Belum sempat Kaisar dan Alfaro berhasil mendobrak pintu itu, tiba-tiba saya ruangan tertutup kembali dengan pintu baja yang melapisinya.


"Sial..!!" Teriak Alfaro, dan Kaisar segera merapat kembali ke Kirana dan Alfaro.


"Kak Kai.. hati-hati" ucap Kirana saat tau kini asap itu telah keluar kembali, kali ini ketiganya tidak lagi bisa bergerak bebas.


Kaisar tidak tinggal diam, mengeluarkan kembali kekuatannya untuk menghancurkan pintu besi itu.


begitu juga dengan Alfaro yang segera membantu Kaisar kembali, namun kali ini semuanya sia-sia, sepertinya Kenan memang sudah mempersiapkan semuanya, hingga akhirnya ketiganya merasa sangat sesak.


*

__ADS_1


Sementara itu, Alena masih berjuang mati-matian melawan Kenan dengan keadaan tubuh yang semakin melemah.


"Kau masih kuat bertahan rupanya, kekuatan tenaga dalam mu luar biasa Alena..tapi itu tidak akan bertahan lama sayang.."


Kenan segera menyerangnya kembali, kali ini melakukan serangan yang bertubi-tubi, hingga Alena mulai kewalahan. Alena memegangi dadanya sambil mengatur nafasnya, satu tangannya lagi berpegangan pada tembok untuk menahan tubuhnya.


Kenan tersenyum, merasa wanita yang sangat dia rindukan kini sudah tidak berdaya didepannya. "Aku sudah memperingatkan mu Sayang..dan kini saatnya kau menyerah padaku"


Alena terus mundur untuk menjaga jaraknya dengan Kenan yang kini semakin maju mendekatinya, "ya Allah..bantu aku, Honey.." batin Kirana berdoa dan memanggil suaminya dalam hati.


"Kau milikku Alena..hanya milikku!" Ucap Kenan dan dengan cepat menyambar tubuh Alena. Hingga kemudian..


BLAR


Kenan membalikkan badan terdorong ke belakang saat melindungi dirinya dari serpihan pintu baja yang kini sudah porak poranda.


"Edward..?" Ucap Kenan lirih saat melihat sosok yang dulu pernah hampir membunuhnya.


"Honey.." ucap lirih Alena yang kini sudah jatuh terduduk lemas di lantai.


Edward mengulurkan tangganya dan menggerakkan jari jemarinya untuk menarik tubuh Alena, seketika tubuh Alena melesat ke dalam pelukannya dalam sekejab.


"Bee..kau masih sadar?" Tanya Edward dengan cemas.


Alena mengangguk kan kepalanya memberikan tanda dia masih sadar pada saat ini, kekuatan tenaga dalam dari telapak tangan Edward segera di berikan ke dada Alena untuk menahan racun sementara.


*


Sementara itu yang tejadi dengan Kaisar, Alfaro dan Kirana semakin mengkhawatirkan, mereka bertiga mulai kehilangan kesadarannya.


Alfaro memeluk erat tubuh Kirana sambil berusaha mengontrol nafasnya yang kini bertambah sesak. Ketiganya kini tidak mampu menahan lagi sesak di dadanya, sampai pada akhirnya..


Hari Senin waktunya VOTE VOTE VOTE.. Jangan lupa ya, ditunggu juga HADIAH, LIKE, dan KOMENnya.


Ketik: Sinho Channel di YouTube, untuk menikmati Cerpen-cerpen karya Author yang tak kalah seru.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2