
Kirana kini menyiapkan dirinya, dengan tatapan yang tajam dan waspada, dia berusaha menenangkan diri untuk bisa lebih berkonsentrasi menghadapi musuh-musuhnya yang jumlahnya kini semakin banyak.
"Kirana..?"
"Tenang lah Han..tetap di belakang ku, jangan beranjak dari tempatmu dan jaga Louise" ucap Kirana yang sudah mempersiapkan kuda-kuda bertahan dan menyerang.
"Kalian majulah, serang wanita itu dan jangan beri ampun!" Teriak sang pemimpin.
Kurang lebih lima orang melompat dan menerjang Kirana, tidak kalah cepat, Kirana segera menghadang dan memberikan serangan balasan yang sangat kuat menghantam tubuh mereka.
Tiga dari lima orang itu terlempar ke belakang dan tidak bisa bangun kembali, sementara sisanya mundur sesaat untuk bergabung dengan yang lainnya, kini semakin banyak musuh yang menyerang bersamaan, Kirana telah mengeluarkan tenaga dalamnya untuk menghadapi semua serangan yang begitu cepat dan kuat memojokkan dirinya.
Awan putih dikeluarkan dari tubuhnya, kini dengan kekuatan yang luar biasa Kirana melangkah maju menerjang kawanan penjahat yang menyerang dirinya.
Satu, dua dan banyak pukulan awan putihnya menghantam tubuh musuh hingga tak tersisa, seperti tak kenal kata jera dan menyerah, pasukan musuh diturunkan kembali hingga Kirana merasakan tubuhnya mulai kelelahan.
Kini gerakan Kirana mulai di perlambat untuk menghemat tenaganya, beberapa tendangan berhasil mengenai tubuh Kirana walaupun tidak seberapa di banding dengan tendangan Kirana.
"Berhenti kalian..mundur, waktunya aku bermain-main dengan wanita itu!!" Teriak sang ketua, yang sudah turun dengan membawa sebuah samurai di tangannya.
Kirana mundur beberapa langkah, menyiapkan kembali tubuhnya untuk memberikan perlawanan yang lebih dahsyat.
"Majulah..!" Ucap Kirana.
"Baiklah..jangan menyesal..! Teriak laki-laki itu yang kini berlari masuk seakan ingin menerkam Kirana.
Pedang Samurai hampir mengenai tubuh Kirana, dengan cepat Kirana menghindar dan membelitnya dengan kumpulan awan putihnya, namun satu pukulan di sudut bibirnya dapat dia rasakan.
"Brengsek.. laki-laki ini mempunyai tenaga dan kecepatan menyerang yang biasa,.aku harus berhati-hati" batin Kirana yang mulai meneliti lawan yang ada di depannya.
"Bagaiman Nona, apa kau sudah menikmati pukulan ku..sepertinya bibir mu pecah, apa itu sakit Hem..atau kau ingin menyerah sekarang?..hahaha..!"
Suara tawa dari musuhnya yang kini kembali menyerang Kirana.
Kali ini bukan hanya sang ketua yang dihadapi oleh Kirana, tapi ada banyak anak buahnya yang sudah menyerang dirinya bersama-sama, keadaan semakin tidak terkendali, Kirana yang semakin kelelahan, kurang bisa berkonsentrasi.
__ADS_1
Hingga pusaka samurai yang dibawa oleh sang ketua, kini lolos dan mengarah ke dirinya.
"Mati kau wanita sialan..!!" Teriak sang ketua dengan Samurai yang siap membelah tubuh Kirana.
BRAK..
Kilatan cahaya putih menangkis samurai hingga terlepas dari genggaman pemiliknya dan terlempar jauh ke belakang menancap tepat di salah satu anak buahnya.
"Honey..!" Teriak Kirana dengan mata yang berbinar senang saat melihat Alfaro ada disampingnya.
"Kau tidak apa-apa honey?" Tanya Alfaro yang kini sudah bersiap menyerang mereka.
Kirana tersenyum dan mengangguk, di saat itulah Alfaro melihat kondisi wajah Kirana dengan luka memar di sudut bibirnya yang pecah dengan jelas.
"Bangsat Kalian..!!" Teriak Alfaro seketika melompat dan menerjang, diikuti oleh kurang lebih 15 anak buahnya yang ikut menyusul serangannya.
Alfaro dengan Emosi yang membuncah, kini melesat dan berdiri di hadapan sang Ketua yang tengah berusaha mengambil samurainya.
Keduanya kini bertarung dengan gerakan cepat dan saling mengeluarkan gerakan yang mematikan.
Sontak sang ketua sangat terkejut, namun tak butuh waktu lama Alfaro menendang tubuhnya, mematahkan lengan dan kakinya bahkan telapak tangannya kini sudah diinjak oleh kaki Alfaro.
"Katakan..apa tanganmu ini yang kau gunakan untuk menyakiti wanitaku?.. Katakan..!!"teriak Alfaro.
"Akh!..lepaskan.. Sakit.., Bangsat..!, Aku bahkan hampir membelah wanita ja-lang itu..hahaha..!" teriak frustasi dari laki-laki yang ada di bawah kaki Alfaro.
"Bajingan kau..!!" Teriak Alfaro yang kini sudah meremukkan tulang-tulang jari tangan laki-laki itu perlahan dan tentu saja sangat menyakitkan.
Alfaro menghentikan Aksinya saat terdengar suara mobil pihak berwajib datang, di sertai dengan Ambulan yang ikut di belakangnya.
Kini semua penjahat itu telah berhasil di bekuk tanpa perlawanan yang berarti, Alfaro bernafas Lega, sementara Kirana segera berlari keluar, meminta bantuan Petugas kesehatan untuk membawa Louise yang masih belum sadarkan diri.
Alfaro segera berlari keluar mencari keberadaan sang Istri, di peluknya Kirana dari belakang saat memperhatikan ambulan yang membawa Hani dan Louise ke Rumah Sakit untuk mendapatkan perawatan.
"Kau baik-baik saja honey..?" Ucap Alfaro lirih di telinga sang istri, dan Kirana menjawab dengan anggukan pelan lalu membalikkan badannya dan memeluk suaminya dengan erat.
__ADS_1
Alfaro merasakan tubuh Kirana terguncang, rupanya istrinya saat ini tengah menangis dalam pelukannya.
"Seharusnya mereka tidak menderita karena masalah Kita honey..aku merasa bersalah melihat keadaan Hani dan Louise" ucap Kirana.
"Aku tau honey..tidak ada yang menginginkan hal buruk seperti ini terjadi, sebaiknya kita pulang dulu untuk menenangkan dirimu, aku sudah meminta pengawal untuk menjaga mereka semua di Rumah Sakit, aku akan mengobati luka mu di Mansion nanti" ucap Alfaro sambil membelai wajah sang istri lalu mencium keningnya dengan lembut.
Alfaro segera membawa pulang Istri nya, saat didalam perjalanan Alfaro mendapatkan kabar dari para pengawalnya bahwa Operasi Ronan telah berhasil. Untuk saat ini Ronan masih dalam perawatan intensif di Ruang ICU.
"Alhamdulillah.."ucap Alfaro setelah menutup handphone nya.
"Jadi Ronan dalam keadaan baik-baik saja honey?" Tanya Kirana.
"Iya yang..Operasinya berhasil dengan baik"
"Alhamdulillah..aku ikut lega mendengar nya" ucap Kirana.
Alfaro tersenyum menatap istrinya, memeluknya kembali selama dalam perjalanan menuju Mansion, sejenak Kirana teringat akan keadaan Hani dan juga Louise, saat ingin mengambil handphone, Alfaro mencegahnya.
"Honey...istirahatlah, jangan khawatir, Hani dan Louise dalam keadaan baik-baik saja, besok pagi kita akan ke Rumah Sakit, okey..?"
Kirana mengangguk dan mengeratkan pelukannya kembali, rasa lelah di tubuhnya membuat tak lama kemudian dirinya pun tertidur, Alfaro membelai lembut kepalanya, menepuk dengan pelan punggung istrinya untuk memberikan rasa tenang.
*
Pagi hari Viona segera bangun, bibirnya tersenyum mengingat pagi ini, dia akan melancarkan Aksinya dengan jumpa Pers untuk bersandiwara menangis dan menderita akan perselingkuhan kekasihnya.
Tiba-tiba saja dirinya merasa pusing hebat dan mual, lalu segera ke kamar mandi memuntahkan semua isi perutnya, tak lama kemudian dirinya terkejut saat menyadari sesuatu.
"Sialan..aku hampir dua bulan tidak datang bulan..dan terakhir aku melakukannya dengan seseorang tanpa sadar dan tidak memakai pengaman..Sh-it!!" Ucap Viona dan langsung bersiap lari keluar Apartemen membeli tes kehamilan.
Dengan hati yang bimbang dan jantung yang berdebar kencang, Viona masuk kembali ke kamar mandi untuk memastikan kecurigaannya.
Bersambung.
Yang makin kepo dan penasaran harap bersabar..segera kirim VOTE, HADIAH, LIKE dan KOMEN yang sellau ditunggu.
__ADS_1
Jangan lupa ikuti juga kisah masa KECIL ALENA yang sudah Update di Bonus Chapter 7 dengan membaca kembali "AKULAH WANITAMU"